Kaskus

News

everesthomeAvatar border
TS
everesthome
Pengamat: radikalisme jadi musuh terbesar Indonesia
Pengamat: radikalisme jadi musuh terbesar Indonesia
Senin, 20 Maret 2017 22:26 WIB

Pengamat: radikalisme jadi musuh terbesar Indonesia

Jakarta (ANTARA News) - Pengamat politik dari Universitas Indonesia Boni Hargens memandang radikalisme saat ini sebagai musuh terbesar masyarakat di Tanah Air.

"Sekarang perang kita bukan lagi melawan Malaysia atau Singapura, melainkan perang melawan ideologi-ideologi yang mengacuhkan kemanusiaan seperti radikalisme," ujarnya dalam diskusi bertema Merawat Kebangsaan, yang digelar di Jakarta, Senin.

Menurut dia, kekuatan asing tidak hanya membawa pengaruh pada aspek ekonomi dan politik di Indonesia. Namun, Boni juga menilai bahwa radikalisme, yang saat ini menyebar di Indonesia, merupakan sebuah ajaran yang ditularkan dari luar negeri.

Tindakan tersebut, lanjutnya, merupakan pembelajaran yang sangat buruk untuk generasi kedepan.

"Maka itu, saya menganggap ini ancaman serius bagi eksistensi suatu bangsa," ujar Boni.

Oleh karena itu, ia mengajak publik untuk mulai meninggalkan budaya "silent majority", dimana sebagian besar masyarakat hanya memilih diam, walaupun menyadari banyaknya tindakan radikal.

"Antiradikalisme ini harus kita suarakan. Kalau dari 250 juta penduduk Indonesia, sekitar lima hingga 10 juta merupakan kaum radikal dengan mereka setiap hari berpikir sistematis untuk membuat kekacauan, maka kita yang 240 ini hanya akan tidur nyenyak hingga tumbang semua," terangnya.

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber


Tahun 2007, Gus Dur sudah memperingatkan adanya gerakan ideologi Islam trans-nasional (radikal). Jauh sebelum munculnya ISIS.
Gerakan ini yang berasal dari faham-faham keagamaan yg berkembang di Timur Tengah, akan menular & mengancam eksistensi NKRI kedepannya.

Apa yang diucapkan Gus Dur kemudian dituangkan dalam sebuah buku "Ilusi Negara Islam" di tahun 2009.
Buku tsb yg sedianya dijual bebas di toko-toko buku, mendapat perlawanan dari banyak ormas dan partai politik PKS. Akhirnya toko-toko buku membatalkan penjualan buku tsb, karena mereka menerima banyak ancaman/intimidasi.

Hari ini, tepat sepuluh tahun kemudian setelah Gus Dur memperingatkan adanya ancaman tsb, makin terbukti gerakan radikal agama berkembang dengan cepat dan kian besar.

Disadari atau tidak,... Indonesia kini berada dalam pusaran politik yang jauh berbeda dibanding masa lalu....dan lebih berbahaya.
Karena pertaruhannya bukan soal separatisme, tapi berupa sendi-sendi bernegara yang telah dibentuk oleh para founding-father NKRI.
Sekali salah langkah politik atau salah pilih pemimpin negara, maka akan hancur sendi-sendi negara yang telah terbentuk selama ini.
Diubah oleh everesthome 21-03-2017 10:21
0
2.1K
25
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan