alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58c7e39112e25707268b4593/kerja-prestatif
Kerja Prestatif
Usaha - Ciri-ciri dan sifat kerja prestatif

Untuk menjadi seorang wirausaha yang berhasil dibutuhkan sikap dan kerja keras serta memiliki ciri-ciri khusus yang mencerminkan sosok wirausaha yaitu memiliki karakteristik prestatif sebagai berikut :

Ciri-ciri prestatif:

1.    Percaya diri
2.    Berorientasi pada hasil
3.    Pengambilan resiko
4.    Kepemimpinan
5.    Keorisinilan
6.    Berorientasi ke masa depan

Sifat-sifat profil wirausahawan:

1.    Memiliki keyakinan pada kemampuan diri sendiri dan tidak menggantungkan kepada orang lain, individualistic dan optimisme.
2.    Kebutuhan akan prestasi, berorientasi pada laba, ketekunan dan ketabahan, kerja keras dan mempunyai dorongan yang kuat.
3.    Energy dan inisiatif, kemampuan mengambil resiko, dan suka pada tantangan.
4.    Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergsul dengan orang lain, serta menerima dan menanggapi saran dan kritik.
5.    Inovatif, memiliki banyak sumber, mengetahui banyak hal tentang dunia bisnis dan informasi.
6.    Memiliki pandangan ke masa depan dan perseptif.

ciri dan sifat kerja prestatif 

Perilaku kerja yang prestatif dapat dilihat dalam sikap sebagai berikut yang meliputi :
a.    Kerja ikhlas
Arti dari kerja ihlas yaitu bekerja dengan sungguh-sungguh dan dapat menghasilkan sesuatu yang baik dan dilandasi dengan hati yang tulus.

Penerapan kerja ikhlas contohnya adalah sebagai berikut:
Sorang pekerja buruh pabrik bekerja dengan gaji yang pas-pasan meskipun sudah diatas upah minimum namum buruh tersebut tetap bekerja dengan senguh-sungguh dan dan dengan hati yang tulus. Semata-mata merupakan pengabdian dan dapat menerima upah untuk kelangsungan hidupnya dan keluarga dengan harapan rezeki yang diterimanya selalu mendapat ridho dan barokah dari Tuhan Yang Maha Esa.

b.    Kerja mawas terhadap emosional
Yang artinya bekerja dengan benar tidak membawa masalah di luar pekerjaan ke dalam pekerjaannya dan masalah pribadi menjadi tanggungan sendiri tidak dikaitkan dengan masalah pekerjaannya.

Penerapan kerja mawas terhadap emosional adalah sebagai berikut:
Misalkan pemimpin perusahaan sedang mengalami masalah pada rumah tangganya dan membuatnya resah dan sering marah-marah, sedangkan di perusahaan juga ada anak buah yang membuat masalah yang merugikan perusahaan. Maka dalam hal ini pemimpin harus dapat membedakan mana urusan pribadi dan urusan perusahaan, jangan sampai urusan pribadi dirimah dibawa-bawa saat bekerja di perusahaan.

c.    Kerja cerdas
Artinya dalam bekerja dapat memperhitungkan resiko, mampu melihat peluang yang ada dan dapat memecahkan masalah serta dapat mencari solusu yang dapat membawa mencapai keuntungan.

Penerapan kerja cerdas:
Misalkan dalam membua tkeputusan dan perhitungan dengan tepat dengan menggunakan metode atau rumus-rumus matematika, bicara dengan menggunakan bahasa global dan lain-lain.

d.    Kerja keras
Artinya dalam bekerja mempunyai sifat mabuk kerja untuk dapat mencapai sasaran yang ingin dicapainya. Dapat mengoptimalkan waktu dan kadang-kadang tidak mengenal waktu, jarak dan kesulitan yang dihadapi.

Contoh penerapan kerja keras:
Seorang pedangan buah dari desa berangkat malam hari walaupun gelap mereka menggunakan obor dan sampai di kota/ pasar mereka pagi dan sampi di tujuan mereka dengan sabar menawarkan dagangannya kepada pembeli sampai laku bahkan mugkin hingga siang hari dangannya belum laku.

e.    Kerja tuntas
Artinya dalam bekerja mampu mengorganisasikan bagian usahanya secara terpadu daari awal sampai akhir untuk menghasilkan usahanya secara maksimal.

Penerapan kerja tuntas:
Seorang pedagang gerobak keliling dapat mengorganisasikan usahanya dengan baik mulai dari membuat sarana, alat yang dibutuhkan, proses pembuatan dan penyajian menu, hingga kemungkinan kerugian yang dapat dialami sampai mendapatkan hasil akhir ialah laba atau untung.

http://laksito-minggir.blogspot.co.i...prestatif.html