Kaskus

News

tribunnews.comAvatar border
TS
tribunnews.com
Cerita Tukang Bangunan Detik-detik Personel BNN Ciduk Sindikat Sabu
Cerita Tukang Bangunan Detik-detik Personel BNN Ciduk Sindikat Sabu


Laporan Wartawan Tribun Medan, Jefri Susetio 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Ada kisah menarik di balik penggerebekan personel Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia terhadap komplotan bandar sabu, Rabu (1/3/2017).

Wak Ateng, tukang bangunan di kediaman Habibi menceritakan saat masih kerja, tiba-tiba datang dua orang masuk ke dalam rumah. Mereka datang menggunakan motor Honda Scoopy merah.

Awalnya dua pemuda berbahasa Aceh itu melihat ke kanan dan kiri kemudian memasuki pagar rumah. Setiba di dalam dua pemuda tadi langsung tertawa sembari berbincang.

Hanya berselang beberapa menit kemudian, tiga personel BNN berpakaian preman masuk dari depan rumah dan dua personel menyusul masuk dari pintu belakang.

Baca: Usai Adu Tembak dengan Bandar, BNN Amankan Lima Tas Diduga Berisi Sabu

Baca: BNN Riau Gulung Dua Bandar Berikut 5 Kilogram Sabu

Baca: Petugas BNN dan Bandar Sabu Saling Tembak, Pengendara Motor Spontan Berlindung

Baca: Peluru Berdesingan, Pemilik Warung Sembunyi di Balik Pintu

Personel BNN langsung menggiring Junet dan Andri ke teras rumah sedangkan empat orang lagi tangannya diborgol di ruang tamu.

Ketika penggerebekan, Habibi tidak berada di rumah karena bertugas di Kodam Bukit Barisan.

“Penggerebekan itu sekitar pukul 09.45 WIB hingga pukul 10.45.WIB. Proses penangkapannya tidak lama hanya sebentar. Tapi seluruh rumah digeledah, jadi awalnya kami pikir main-main karena kami beranggapan tidak mungkin ada penggerebekan di rumah aparat TNI,” cerita Wak Ateng di Jalan TB Simatupang, Gang Langgar, usai penggerebekan, Rabu (1/3/2017). 

Ia mengisahkan begitu memasuki rumah Habibi personel BNN sudah pegang pistol. Mereka datang menggunakan Avanza silver dan mobil patroli Polsek Sunggal. 

“Begitu masuk ke dalam rumah, personel BNN bilang jangan bergerak, semua pada tiarap, kami pun berhenti bekerja. Jadi senyap, karena dua pemuda yang tertawa-tawa itu langsung diam. Saya melihat enggak ada pemukulan,” tambah dia.

Sedangkan P Pasaribu menambahkan, Zakaria, adik kandung Habibi sempat ribut dan berteriak kesakitan karena tangannya di pegang personel BNN. Ia sempat meminta tolong warga namun tak berani masuk.

“Begitu datang Junet sama Andri langsung ditodong pistol di kepalanya, mungki besok kami sudah enggak kerja lagi. Siapa yang tanggungjawab berikan gaji? Biasanya kami makan dari dia (rumah Habibi), jadi tadi terpaksa kami beli nasi bungkus sendiri,” ungkap dia.

Sumber : http://www.tribunnews.com/regional/2...-sindikat-sabu

---

Baca Juga :

- Terus Didesak Pegawai, Dirut PD Pasar Kota Medan Ogah Mundur

- BNN Riau Gulung Dua Bandar Berikut 5 Kilogram Sabu

- Pegawai PD Pasar Petisah Datangi Pemko Medan Tuntut Direkturnya Dicopot

0
389
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan