- Beranda
- Komunitas
- News
- Tribunnews.com
Mensos Khofifah Resmikan Balai Besar Diklat Kesejahteraan Sosial Kalimantan
TS
tribunnews.com
Mensos Khofifah Resmikan Balai Besar Diklat Kesejahteraan Sosial Kalimantan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan ada proses panjang dibalik peresmian Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Banjarbaru Regional IV Kalimantan yang berlangsung Sabtu (25/2/2017).
"Prosesnya sangat panjang. Pembangunannya dimulai 2006, sudah tiga kali berganti Menteri dan lima kali berganti Kepala Balai. Telah 10 tahun pembangunannya berjalan, alhamdulillah akhirnya Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial ini dapat diresmikan," katanya disambut tepuk tangan hadirin.
Mensos mengatakan hadirnya BBPPKS ini menunjukkan hasil dari ikhtiar dan kerja keras untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pelaksana diklat kesejahteraan sosial bagi Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS) wilayah regional IV Kalimantan meliputi wilayah Kalsel, Kalteng, Kaltim dan Kaltara.
"Saya berharap keberadaannya mampu mendidik dan melatih TKS sehingga mereka bisa menjadi tenaga terampil," kata Khofifah.
BBPPKS Regional IV Kalimantan memiliki luas wilayah 35.280 meter persegi. Memiliki sejumlah fasilitas di antaranya Gedung Utama, Gedung Pelatihan, Asrama, Ruang Perpustakaan dan Multimedia, dll.
Balai ini menyediakan pelayanan kediklatan yakni Diklat Bidang Rehabilitasi Anak, Diklat Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan, Diklat Teknis Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial dan Diklat Bidang Pembangunan Kesejahteraan Sosial.
Mensos mengatakan saat ini kebutuhan terhadap SDM TKS yang mumpuni sangat tinggi. Misalnya, pendampingan terhadap kelompok rentan di lokasi bencana alam dan pendampingan terhadap warga negara Indonesia korban deportasi.
"Mereka mendapatkan layanan psikososial dan konseling dari TKS, maka di Balai Besar Diklat Kessos inilah mereka dilatih dengan sebaik-baiknya. Agar dapar memberikan layanan yang tepat, cepat, dan komprehensif," paparnya.
Tak Ada Lagi "Sadikin" dan "Jamila"*
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) di Kementerian Sosial yang telah berjalan di 50 kabupaten diharapkan dapat menyisir dan mengidentifikasi kebutuhan masyarakat miskin dan rentan.
"Saya berharap dengan adanya sistem ini tidak ada lagi Sadikin dan Jamila. Sadikin itu sakit sedikit jadi miskin, kalau Jamila jadi miskin lagi," ujar Mensos.
Mensos mencontohkan ketika di satu wilayah terjadi bencana, maka akan menambah jumlah orang miskin. Demikian halnya ketika ada keluarga yang sakit dan tidak terjangkau Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan berobat menggunakan uang pribadi, akan menambah jumlah keluarga yang tak mampu.
"Maka dengan adanya SLRT, pembaruan atau _updating data_ dapat cepat dilakukan dan keluarga tersebut dapat segera tertangani," paparnya.
Dikatakan Khofifah, pembaruan data sangat penting. Sementara untuk menunggu pemutakhiran data oleh pemerintah puaat memerlukan waktu yang panjang dan biaya yang besar.
"Maka kita gunakan SLRT. Harapannya ini menjadi solusi percepatan pelayanan kepada masyarakat," katanya.
SLRT merupakan sistem yang mengidentifikasi kebutuhan masyarakat miskin dan rentan. Sistem ini menghubungkan mereka dengan program dan layanan yang dikelola pemerintah (pusat, provinsi, kabupaten/kota) sesuai dengan kebutuhan mereka.
SLRT juga membantu mengidentifikasi keluhan masyarakat miskin dan rentan, melakukan rujukan, dan memantau penanganan keluhan untuk memastikan keluhan-keluhan tersebut ditangani dengan baik.
Dalam pelaksanaannya, SLRT bersinergi dengan kementerian dan lembaga lain yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
Saat ini SLRT telah tersebar di 50 kabupaten. Di setiap kabupaten terdapat fasilitator dimana satu fasilitator bertanggung jawab atas satu desa. Mereka bertugas melakukan verifikasi dan menghimpun informasi dari masyarakat.
Selain meninjau SLRT, dalam kunjungannya ke Kabupaten Tapin, Mensos juga menyalurkan Beras Sejahtera (Rastra) kepada 6.768 keluarga penerima manfaat.
Penyerahan secara simbolis kepada 10 penerima dilakukan Gudang Bulog Baru Birik, Sub Divre Barabai, dihadiri 150 keluarga penerima manfaat.
Dalam penyaluran kali ini penerima rastra yang hadir mendapat 30 kilogram beras untuk pencairan Januari dan Februari. Warga tampak antusias mengambil beras rastra karena kali ini biaya tebusnya telah dibayarkan Kemensos.
"Alhamdulillah dapat 30 kilo beras dan bantuan sandang dari Ibu Menteri," demikian ujar penerima rastra Masriah (40).
Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2...ial-kalimantan
---
Baca Juga :
- Mensos: Perangi Narkoba dengan Perkuat Rehabilitasi Berbasis Masyarakat
- Mensos Lapor Rencana Pencairan Dana Bantuan Non Tunai
0
420
0
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan