- Beranda
- Komunitas
- News
- Tribunnews.com
Demokrasi Kebablasan Adalah Ujaran Kebencian Yang Tidak Bertanggung Jawab
TS
tribunnews.com
Demokrasi Kebablasan Adalah Ujaran Kebencian Yang Tidak Bertanggung Jawab

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kantor Staf Presiden menegaskan demokrasi kebablasan yang disebut Presiden Joko Widodo adalah mengenai banyaknya arus informasi yang berserakan di media sosial yang menjurus kepada ujaran kebencian dan berita tidak benar.
Head of Social Media Crisis Center - Kantor Staf Presiden Alois Wisnuhardana mengatakan arus informasi yang berada di media sosial ibarat curah hujan yang menyebabkan banjir sehingga menyisakan sampah-sampah yang sangat banyak.
"Sekarang kita ada dalam situasi dimana curah hujan informasi begitu deras. Saya kira dihadapkan pada ledakan yang begitu dahsyat kemudian kalau kita pakai analogi curah hujan begitu dahsyat kemudian timbulkan letupan atau ledakan informasi yang muncul. Pasti akan banjir dan dalam feonema banjir informasi pertama kali yang kita lihat adalah sampah," ungkap Wisnu saat diskusi di Jakarta, Sabtu (25/2/2017).
Wisnu mencontohkan kejadian seperti uang yang baru dikeluarkan Bank Indonesia.
Uang tersebut kemudian disebut memiliki simbol PKI sehingga memunculkan isu rush money.
Padahal logo tersebut adalah rectoverso pengamanan dari Bank Indonesia.
"Presiden menyatakan bahwa dalam hal ujaran kebencian fitnah berita bohong dan itu sekarang kita alami dan dalam konteks itu lah kebablasan itu ada. Kalau kita lihat fenomena belakangan dalam dua tiga bulan terakhir berapa ujaran kebencian, fitnah, berita bohong itu menyebar masif dan luas sehingga kemudian menimbullkan resources sia-sia," kata Wisnu.
Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2...tanggung-jawab
---
Baca Juga :
- Perhatikan Foto Presiden Joko Widodo Ini, Ada Bayangan di Meja
- Presiden Jokowi Resmikan Klinik Apung Said Tuhuleley di Ambon
- Mewujudkan Indonesia-Australia yang Saling Menguntungkan dan Menghormati
0
573
0
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan