Kaskus

News

tribunnews.comAvatar border
TS
tribunnews.com
SBY Rogoh Kocek Rp 43 Juta demi Kereta Wisata Imperial
SBY Rogoh Kocek Rp 43 Juta demi Kereta Wisata Imperial


PRESIDEN Indonesia ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kerap menggunakan gerbong kereta wisata jenis imperial saat melakukan perjalanan jarak jauh di Jawa.

Kali ini menggandeng keluarga besar, SBY menggunakan gerbong imperial demi berlibur di kawasan Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah.

SBY dan keluarga tiba di Stasiun Solo Balapan, Sabtu (18/2/2017) lalu. Ketua Umum Partai Demokrat itu lalu berlibur di kawasan Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah.

Saat itu, tampak dalam rombongan SBY antara lain Ani Yudhoyono, Hatta Rajasa beserta Oktiniwati Ulfa Dariah Rajasa, Aulia Pohan, Agus Harimurti Yudhoyono, Siti Rubi Aliya Rajasa dan tiga cucu SBY.

Tiga cucu SBY ini adalah Almira Tungga Dewi Yudhoyono, Airlangga Satriadhi Yudhoyono, dan Pancasakti Maharajasa.

"Saya mau liburan bersama keluarga," ujar SBY singkat setiba di Stasiun Balapan.

Tiga hari berselang, SBY dan keluarga kembali ke Ibu Kota. Gerbong kereta api yang ditumpangi SBY dan keluarga pun serupa. SBY kembali menaiki gerbong kereta wisata jenis imperial.

Perjalanan pulang dan pergi SBY berikut rombongan dengan menggunakan gerbong imperial terbilang tak murah.

Tarif yang dikeluarkan oleh PT Kereta Api Pariwisata Indonesia, perjalanan akhir pekan dikenakan biaya per gerbong sebesar Rp 22 juta. Sementara perjalanan pulang ke Jakarta senilai Rp 21 juta.

"Kereta wisata ini memiliki harga yang biasa dibandingkan kereta lain. Karena pelayanannya beda dibanding kereta lain," kata GM Marketing PT Kereta Pariwisata Indonesia, Parevin Marhaennianto kepada Tribunnews, Selasa (21/2/2017).

Ia mengatakan, gerbong kereta wisata bukan hanya imperial. PT Kereta Api Pariwisata, yang merupakan anak usaha PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyediakan enam tipe kereta wisata lainnya, yakni Bali kapasitas 20 orang, Toraja 22 orang, Nusantara 19 orang, Jawa 22 orang, Sumatera 22 orang, dan Priority 28 orang.

"Sewa gerbong kereta wisata tersebut tidak bisa dilakukan per orang. Sewa yang dikenakan kepada pemesan dilakukan dengan harga paket," ungkapnya seraya mengatakan, SBY kerap menggunakan kereta wisata jenis imperial. Walhasil, pihaknya memberi servis tambahan kepada SBY.

"Buat Pak SBY yang sering ikut kereta wisata biasanya kami beri servis tambahan," ungkap Revin.

Revin mengatakan servis tambahan tersebut biasanya pemberian buket bunga atau buah. Penambahan layanan ini dilakukan karena SBY adalah salah satu tokoh penting di Indonesia.

Biasanya untuk pelanggan lain hanya diberikan diskon untuk perjalanan. Sementara bagi tokoh penting yang menjadi pelanggan diberikan layanan yang lebih khusus.

"Kalau diberikan layanan lain kan pastinya senang. Kalau seperti Pak SBY kan tidak butuh diskon yang dipentingkan layanan yang lebih," tambah Revin.

Sebelumnya diberitakan, SBY dan keluarga ditengarai berkunjung ke objek wisata Pringgodani di Desa Blumbang, Tawangmangu, Karanganyar, Minggu (19/2/2017) siang.

Selama ini kawasan wisata Pringgondani dikenal sebagai destinasi wisata religi dan keramat. Apalagi terdapat rumah joglo yang biasa digunakan sebagai persembahyangan bagi penganut aliran kepercayaan.

Tetapi di sisi lain, air terjun di kawasan tersebut juga menawarkan keindahan, dengan dua tingkat air terjun serta tinggi lebih dari 100 m.

Air terjun ini jauh lebih tinggi dan lebih spektakular daripada Air Terjun Grojogan Sewu yang lebih dahulu dikenal.

Menurut cerita turun temurun, tempat ini merupakan petilasan Eyang Cokronegoro. Cerita lain dari penduduk setempat ada pula pertapaan Pringgodani.

Pertapaan ini merupakan tempat bertapa seseorang yang pernah mengalahkan Prabu Boko pada jaman kerajaan Kaling.

Sedangkan menurut penganut aliran spiritual, Pringgodani adalah wilayah kekuasaan Prabu Brawijaya V (raja Majapahit terakhir) yang diserahkan kepada Eyang Koconegoro.

Di tempat inilah Eyang Koconegoro bertapa dengan tongkat menancap di tanah mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta.

Baca: Mengintip Kereta Imperial Tumpangan SBY: Toilet Kereta Layaknya di Hotel Berbintang

Ia memohon untuk dapat hidup abadi, konon tongkat tersebut kini telah tumbuh menjadi sebuah pohon yang disebut kayu lewung.

Dalam bertapa, apa yang diinginkan oleh Eyang Koconegoro belum dipenuhi oleh Sang Pencipta dan sesuai petunjuk gurunya agar keinginannya dipenuhi maka beliau harus naik ke puncak Lawu dan kembali bersemedi di sana.

Tentang kebenarannya memang masih simpang siur, namun demikian beberapa masyarakat lokal ada yang mempercayai kisah turun temurun ini.

Selain berkunjung ke objek wisata Pringgodani, SBY dan Agus Yudhoyono juga mengunjungi Pasar Triwindu. Istri Agus, Annisa Pohan pun tampak bersama keduanya.

Kehadiran mereka mengejutkan para pedagang maupun pengunjung pasar. Mereka langsung berebut untuk mengabadikan foto.

Menurut Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Solo, Supriyanto, SBY bersama AHY dan Annisa Pohan sengaja memanfaatkan liburan di Kota Solo untuk bersantai dan jalan-jalan.

"Tadi hanya jalan-jalan dan berbelanja suvenir di Pasar Triwindu," katanya seraya mengatakan, SBY dan keluarga bermalam di Hotel Diamond.

"Di hotel tidak ada kegiatan, hanya istirahat saja namun memang tertutup," imbuhnya. (fahdi fahlevi/tribunsolo)

Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2...isata-imperial

---

Baca Juga :

- Mengintip Kereta Imperial Tumpangan SBY: Toilet Kereta Layaknya di Hotel Berbintang

- SBY Liburan ke Solo untuk Jernihkan Pikiran Sebelum Tentukan Koalisi Demokrat di Pilkada DKI

- SBY dan Keluarga Tiba di Stasiun Gambir Usai Pelesiran ke Tawangmangu

0
445
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan