alexa-tracking

Mengembangbiakkan Burung Cendet

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58aa9a7dded77043148b4572/mengembangbiakkan-burung-cendet
Poll: ada berapa macam burung cendet?

This poll is closed - 0 Voters

View Poll
cendet loreng 0% (0 votes)
cendet jawa 0% (0 votes)
Mengembangbiakkan Burung Cendet
Memelihara Cendet gampang-gampang susah. Burung jenis ini cukup banyak terdapat di Indonesia. Hampir di semua belahan dunia, burung ini bisa kita temukan, antara lain di Amerika bagian utara, Australia dan Asia. Tetapi tidak semua Cendet bisa menampilkan suara yang bagus dan bisa berprestasi di arena lomba.
Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, di antaranya adalah perawatan, pemberian makanan maupun ekstra fooding yang salah, tidak melakukan penjinakan dan tidak memberikan master yang tepat untuk mengisi suara Cendet, sehingga volume suaranya tidak bervariasi. Faktor yang tak kalah pentingnya adalah tidak mengetahui ciri dan karakter Cendet dilihat dari asal daerahnya.
Walaupun Cendet bisa didapatkan di daerah-daerah yang ada di Indonesia, namun burung ini memiliki ciri dan karakter yang berbeda. Cendet memiliki kerabat beraneka macam dan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Ada tiga jenis Cendet yang diketahui, yaitu Lanius cristatus (Cendet Cokelat), Lanius triginus (Cendet Loreng) dan Lanius schach (Cendet Jawa). Adapun ciri-ciri ketiga jenis Cendet ini antara lain :

a. Lanius cristatus (Cendet Cokelat)



burung-cendet

Cendet cokelat atau dalam bahasa asingnya disebut Brown Shrike mempunyai ukuran sedang (20 cm) dengan warna bulu dominant cokelat. Pada burung dewasa, dahi dan alis mata berwarna putih, garis mata hitam dan lebar, serta bagian dada berwarna kuning tua.
Cendet cokelat kurang disukai oleh penghobi di Tanah Air, sebab Cendet jenis ini cenderung memiliki perilaku liar dan sulit untuk dijinakkan. Walaupun jenis ini memiliki suara yang tidak beda jauh dengan jenis lainnya, namun saat dilombakan tidak bisa tampil maksimal, karena cenderung ganas terhadap Cendet lainnya saat di gantangan.
Habitat Cendet jenis ini cenderung hidup pada tanah garapan terbuka, taman-taman atau perkebunan. Cendet Cokelat memiliki sifat diam di atas tenggeran. Di Pulau Jawa dan Bali, burung ini merupakan burung pengunjung di musim dingin.

b. Lanius triginus (Cendet Loreng)

Cendet loreng atau disebut juga Tiger Shrike mempunyai ukuran tubuh sedang (19 cm). warna bulu pada punggung kemerah-merahan, serta pada burung jantan bermahkota dan tengkuknya berwarna abu-abu. Punggung sayap dan ekor berwarna cokelat berangan cerah dengan garis hitam halus. Garis pada mata berwarna hitam dan lebar. Pada sisi-sisinya berwarna cokelat samar-samar.
Alis mata berwarna pucat dan di bagian dada berwarna kuning tua. Bagian perut dan sisi samping kiri dan kanan banyak terdapat garis-garis. Kaki Cendet Loreng berwarna biru pucat, suaranya berdecak dan kasar. Kebiasaan Cendet Loreng adalah memburu serangga dari tempatnya bertengger.
Cendet ini berkembang biak di Jepang dan Asia Utara. Pada musim dingin mereka berimigrasi di Asia Tenggara.
Jenis ini biasanya pintar menirukan burung master. Suaranya yang keras dan bervariasi sangat cocok simaster dengan burung jenis lain maupun serangga yang memiliki suara keras, seperti burung Love Bird, Jangkrik, Belalang dan lainnya.
Pemeliharaan burung jenis ini bisa menghasilkan Cendet istimewa untuk arena lomba, asalkan secara rutin mengisi suara Cendet dengan berbagai burung master. Burung ini cocok untuk ditampilkan di arena lomba.

c. Lanius schach (Cendet Jawa)

Cendet Jawa atau disebut juga Long Shrike, mempunyai ukuran tubuh sedikit lebih besar (25 cm) dari dua jenis Cendet lainnya. Ekornya pun sedikit lebih panjang dan berwarna cokelat tua serta ada warna hitam di ujungnya. Bagian atas kepala dan tengkuk berwarna hitam (untuk jantan). Bagian punggungnya berwarna kelabu dengan kaki dan paruh berwarna hitam. Bagian dada sampai perut berwarna putih.
Pada burung yang belum dewasa atau anakan warna cokelatnya lebih suram dan terdapat garis-garis pada sisi samping dan punggungnya.
Cendet ini sangat cocok untuk ditampilkan di arena lomba, karena cenderung mudah dijinakkan dan dimaster oleh suara burung lain. Burung ini memiliki suara yang keras, bervariasi dan suara mengkristal (melengking).
Di arena lomba, jenis Cendet ini cenderung berkarakter fighter jika bertemu Cendet lainnya. Perawatan maupun pengisian suara master sangat mudah dilakukan oleh perawatnya. Ciri lain dari Cendet ini adalah pada saat bersuara, kepalanya mendongkak ke atas dan diputar kanan kiri dengan sudut 30 derajat.
Cendet ini memiliki daya tempur yang luar biasa dan ketahanan suara yang bagus, serta bervariasi. Untuk mendapatkan Cendet yang bagus sebaiknya pemeliharaan dilakukan sejak masih piyik atau bakalan muda.
Kebiasaan Cendet Jawa adalah sering mengunjungi tempat-tempat terbuka di padang rumput, semak-semak, perkebunan teh, perkebunan cengkeh dan tempat terbuka lainnya. Kesenangannya duduk bertengger pada dahan yang rendah dan memengsa serangga yang ada di atas permukaan tanah. Cendet Sawah atau Pentet Maduran serta Cendet Alas atau Pentet Solo termasuk jenis Cendet Jawa ini. Penyebaran Cendet Jawa meliputi kawasan India, Cina, Asia Tenggara dan Papua Nugini.Mengembangbiakkan Burung Cendet