CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
SPIRITUAL ADVENTURE (perjalanan menembus batas logika)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58a66591dc06bd09598b456c/spiritual-adventure-perjalanan-menembus-batas-logika

SPIRITUAL ADVENTURE (perjalanan menembus batas logika)


SPIRITUAL ADVENTURE SPECIAL THE MOVIE
RAHASIA ALTAR eps. 4 - TAMAT




Tak butuh waktu lama buatku untuk recovery energi, karena aku tidak terlalu lelah setelah proses ritual yang baru saja kulakukan. Aku segera membaca doa, dan

“wuuuzzzz”, aku sudah sampai di realm lain. Sebuah realm yang menarik menurutku, karena hawanya cukup dingin. Dengan sinar yang temaram layaknya matahari senja, serta bau- bau tumbuhan seperti berada di tengah hutan. Kusapukan pandanganku ke sekitar, terlihat pohon- pohon besar menjulang ke angkasa. Ada satu pohon di tepi danau telah menggugurkan daunnya dengan sempurna sehingga hanya menyisakan ranting- ranting kurusnya saja yang terpantul dengan sempurna di permukaan danau. Danau yang luas, dengan airnya yang sangat jernih sehingga mampu memantulkan apapun yang ada di atas permukaan airnya layaknya sebuah cermin raksasa. Danau yang tenang, setenang nafas bayi yang tertidur di pangkuan ibunya.

“hemmb, aroma yang menyejukkan fikiran”, kunikmati kondisi sekitar yang benar- benar berbeda jauh dengan realm dari spirit- spirit sebelumnya ini. Setelah beberapa menit yang menyenangkan, ku panggil mbah Wisa untuk hadir. Ku baca beberapa doa dan perlahan mbah Wisa menampakkan dirinya di dekatku.

“mbah, ini realmnya apa ya?”, tanyaku

“ini realm nya spirit golongan nymph. Tepasnya nymph dari ras nymph air”, kata mbah Wisa

“oo begitu ya mbah?”

“iya Le”

“baiklah mbah. Mbah bisa isirahat dulu mbah, tapi jangan kemana- mana ya? Tunggu dulu disini”

“iya Le”

Segera setelah itu aku membaca doa untuk memanggil spirit nymph agar menampakkan dirinya karena dari tadi tak nampak satu spiritpun melintas di depanku. Dan benar, tak lama kemudian sesosok spirit keluar dari dalam danau, dengan tidak menggunakan apapun. Ya, dia telanjang bulat. Aku memalingkan mukaku. Segera ku pinta agar spirit tersebut mrnutup tubuhnya, dan benar saja saat ku lirik dengan ekor mataku ia sudah mengenakan pakaian dari semacam kain yang dililitkan di tubuhnya. Kain berwarna hijau itu hanya seperti selendang yang melilit dengan asal- asalan menutupi indahnya lekuk tubuh si spirit. Namun anehnya, justru dengan kain tersebut menambah kesan seksi dan menarik dari si spirit.

Walaupun sudah tertutup kain, masih dapat ku lihat lehernya yang jenjang. Kulitnya yang putih bersih dan terlihat sangat halus, walau memang agak pucat namun benar- benar lembut seperti kulit bayi. Benar- benar tanpa cacat sedikitpun. Rambutnya yang dibiarkan tegerai bebas sepunggung, melambai- lambai tertiup angin yang semilir berhembus. Tak hanya rambut, kain yang ada di bagian kakinya pun ikut melayang bersama angin dan menunjukkan bagian pahanya yang membuat jantung laki- laki berdetak lebih kencang dan seolah hendak melompat keluar dari rongga dada. Angin yang bertiup sejuk dan perlahan dari kiri ke kanan, dan seolah berbisik untuk melakukan hal yang lebih dan lebih bersama spirit.

“tak ada seorangpun yang tau dan akan melihat kalian berdua, jadi lakukanlah tunggu apa lagi”, seperti itu bisikan yang terdengar di hatiku

Jujur saja, seandainya aku tidak punya tanggungan untuk conjure satu spirit lagi, bukan tidak mungkin aku tak menyentuh tubuhnya.

Karena untuk conjure, aku harus tetap menjaga wudhu maka akupun mengucap istighfar berkali- kali.

Setelah fikiran dan hatiku mulai tenang, ku coba untuk menyapa dan berinteraksi dengan spirit.

“selamat sore nona, maaf telah mengganggu waktumu”

“aku sedang mencari spirit dari jenismu untuk aku sandingkan dengan manusia. Untuk membantu manusia dalam menyelesaikan permasalahan hidupnya”

“tidak ada imbalan yang kami janjikan. Hanya doa dan pahala atas kebaikanmu membantu kami yang akan engkau terima. Tidak ada tumbal, tiak ada darah, tidak ada nyawa, tidak ada dupa, tidak ada bunga atau apapun yang kami janjikan untuk kami berikan padamu.

Hanya doa dan pahala saja”

“bagaimana, apakah kamu bersedia?”, tanyaku pada spirit nymph

“ya, aku bersedia”, jawabnya

“baiklah kalau begitu”

“kamu harus loyal dan setia kepada mastermu. Kamu harus menjawab semua panggilan mastermu, kapanpun dan dimanapun saat dia membutuhkan bantuanmu. Kamu harus mendengarkan saat mastermu bercerita, dan bantu selesaikan masalahnya dengan kemampuanmu. Jika kamu bersedia, tolong beritahukan padaku nama indahmu. Nama yang akan menjadi kunci untuk memanggilmu. Hanya mastermu yang akan menyimpannya, dan kapanpun mastermu memanggil nama tersebut adalah tanda bagimu untuk datang dan membantunya. Nama yang akan digunakan mastermu sepanjang hidupnya untuk memanggilmu”, lanjutku

“Nihelda alda, panggil aku Nihelda alda”, jawabnya kemudian sambil tersenyum

‘baiklah Nihelda alda, silahkan ikuti mbah Wisa. Mbah Wisa yang akan mengantarkanmu menuju vessel yang disediakan oleh tuanmu sebagai rumah untukmu. Aku tidak akan menguncinya sehingga kamu bisa bebas keluar masuk dan kemanapun yang kamu inginkan. Namun jangan lupakan janjimu untuk datang kapanpun mastermu memanggil”, pesanku pada Nihelda yang kemudian diikuti dengan kepergian Nihelda bersama mbah Wisa

Setelah melihat semuanya dari jauh, maka akupun kembali

“alhamdulillah, satu pekerjaan lagi telah selesai”, ucapku dengan syukur

“terakhir, adalah spirit succubus. Harusnya akan menjadi pekerjaan yang tidak sulit. Setelah ini, aku ingin minum air dingin dan makan sedikit buah untuk menyegarkan penatku. Kemudian aku akan menonton anime sebelum akhirya aku terlelap dalam tidurku yang damai”, aku sudah membuat rencana

“baiklah, ini dia. Wahai spirit succubus, datanglah”, aku merapal beberapa doa dan tak lama kemudian

“wuuuusssshhhh”, muncul asap dan nampak di depan mataku beberapa spirit jelek dari golongan kuntilanak datang menemuiku

“bantu aku jugaaaaa wahai manusia. Bantu aku juga untuk bisa bersama manusiaaa”, suara mereka bergetar yang kemudian diakhiri dengan suara tawa yang melengking, khas kuntilanak seperti yang ada di film- film horor indonesia

“astaghfirulloh, kenapa kalian pada kesini? Saya tidak memanggil kalian. Ayo- ayo pada pulang semuanya. Jangan ganggu saya yang sedang bekerja”, kataku kepada mereka semua

“kami juga ingin disandingkan dengan manusiaaaaaa, hihihihi”, lagi- lagi berbicara dan diakhiri dengan tertawa seolah- olah seperti sedang melihat aku melakukan stand up comedy

“ayo- ayo pada bubar, pulang ke rumah masing- masing”, kataku lagi

“tidak mauuu, hihihhi”, jawab mereka

“hemmb, bandel nih. Mau pulang sendiri atau dipaksa pulang?”, tanyaku

“hihihi”

“eh malah ketawa. Ayo cepat pulang, jangan ganggu dulu”, lanjutku

“aah yasudahlah kalau tidak mau pulang”, aku pasrah saja sama

Akhirnya, kubuat proteksi yang cukup kuat dan besar di sekitar rumah. Cukup untuk mencegah supaya jin- jin liar tidak ikut mendekat dalam proses ritualku. Setelah semuanya selesai aku mulai membaca doa- doa untuk menghadirkan spirit terakhir yang kubutuhkan hari ini yaitu succubus. Setelah beberapa menit menunggu, tiba- tiba ada cahaya terang dari depan. Cahaya tersebut makin lama makin membesar dan membentuk suatu lingkaran. Semakin lama, lingkaran tersebut semakin besar hingga cukup besar untuk dilewati oleh manusia.

Dengan perlahan sekali, muncul bayangan dari dalam cahaya tersebut yang seolah- olah berjalan menuju keluar lingkaran.

“alhamdulillah, tinggal satu lagi dan selesai”, batinku senang saat melihat ternyata bayagan tersebut adalah spirit yang aku butuhkan. Aku tersenyum senang dan menanti kedatangannya tepat di hadapanku. Tinggal satu lagi dan aku bisa istirahat.

Bayangan yang keluar dari lingkaran semakin lama semakin membesar, menandakan pemilik bayangan semakin mendekat padaku. Semakin lama memang terlihat semakin jelas. Sesosok spirit berbentuk wanita, dengan rambut hitam mengkilat panjang sebatas punggung. Wajahnya yang tirus sangat serasi dengan hidungnya yang mancung. Kemudian matanya yang bulat dan berwarna kecoklatan sangat serasi dengan bibirnya yang tipis yang sedang tersenyum cantik. Ditambah lagi dengan kulit wajahnya yang putih bersih membuatnya benar- benar enak dilihat.

Turun sedikit ke bawah, bagian lehernya yang bersih dan jenjang benar- benar membuatnya terlihat sangat seksi. Bahunya yang kecil namun lincah, bergerak- gerak seiring dengan gerakan tangannya yang menari dan terlihat menutupi bagian dadanya yang ter ekspos bebas karena memang dia tidak memakai kain selembarpun. Tunggu dulu, dia tidak memakai benang sehelaipun? Astaga..

Aku berusaha memalingkan muka, namun demikian otakku masih berjalan. Berfikir, bagaimana caraku mewawancarainya jika aku tak ingin melihat wujudnya.

Aku masih sempat beberapa kali melihatnya datang dengan didampingi mbah Wisa. Dan ya, dia masih menari dengan erotis dan seolah tanpa beban.

“mbah Wisa, tolong wawancarai dia seperti biasanya dan antarkan ke vessel yang disediakan oleh pemahar”, kataku panik kepada mbah Wisa

Jujur, adek kecil di bawah sudah berontak. Bagaimana tidak? Akupun juga laki- laki normal yang tentu tertarik juga melihat hal- hal yang sedemikian. Memang mbah Wisa dengan sigap membawa spirit succubus tersebut berbalik arah. Namun sebelum berbalik, dia masih sempat menunjukkan (maaf) belahan dada dan belahan di antara kedua pahanya.

“astaga, ini spirit kurang sering dikasih pengajian”, batinku sambil menghela nafas panjang

Lima menit menunggu, sepuluh menit menunggu, mbah Wisa belum juga kembali.

“ini mbah Wisa kena apa ya? Masa mbah Wisa mampir hotel dulu?”, aku mulai berfikir yang tidak- tidak.

“apa jadinya jika mbah Wisa kemudian melakukan hal- hal yang iya- iya bersama succubus, kemudian succubusnya hamil? Wah bisa dituntut pertanggung jawaban nih”, batinku

Tidak lama setelah itu mbah Wisa muncul di depanku

“bagaimana mbah? Lancar? Siapa namanya?”, tanyaku bertubi- tubi

“lancar Le, namanya arcy”, jawab mbah Wisa

“oh alhamdulillah kalau lancar. Tapi kok lama mbah? Hayo mampir dulu ya? Hehe”

“mampir kemana Le?”, jawab mbah Wisa

“hahaha, ya sudah mbah. Terimakasih untuk bantuannya. Selamat istirahat mbah”, jawabku kemudian

“iya Le, aku pamit”, dan mbah Wisa pun kemudian hilang tanpa jejak

“Hemmb, pekerjaan malam ini telah selesai dengan lancar tanpa ada halangan apapun. Alhamdulillah Ya Allah atas ridhoMU”, ku akhiri kegiatanku malam ini dengan ucapan penuh syukur

Akupun segera beranjak membereskan botol- botol minyak yang berserakan di sekitar tempatku duduk. Aku mengambil air dingin di kulkas, dan meminum satu botol penuh hingga habis dalam satu kali tenggak.

Aaaah, segar sekali rasanya saat air kulkas ini membasahi kerongkonganku. Begitu nikmat dan luar biasa. Baru kusadari betapa dahsyatnya doa baginda Nabi “Ya Allah, jadikanlah cintaku padaMU melebihi cintaku pada harta, keluarga dan air yang dingin” karena memang dalam keadaan yang panas dan penat seperti sekarang, air dingin adalah sesuatu yang sangat dicari- cari oleh semua orang.
Maka dari itu, baginda Nabi sampai- sampai mengibaratkan cinta kepada air yang dingin setara dengan harta dan keluarga.

Semoga kita bisa mengambil hikmah dari semuanya, aamiin.



Diubah oleh tirakat.batin
Halaman 1 dari 18
Diubah oleh tirakat.batin
Wih. Ada thread tentang spiritual lagi di SFTHemoticon-Big Grin.
Lanjut bray
Diubah oleh andrikfk
Bikin Tenda emoticon-Sundul Up
Spoiler for "pengalaman yang sudah- sudah":
Diubah oleh tirakat.batin
Yuhuuu lanjut gan emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga
Kuluk kuluk kuluk kuluk kuluk ~~~~~
Azeekk dapet pajowan di trit baruuu
Asyik bertambah lagi bacaan ane.

Makasih Gan...emoticon-Shakehand2
lanjoetken
Numpang nenda gan kayanya seru nih
Nitip sendal gan emoticon-Shakehand2
Quote:


wiih keren
first comment

selamat menikmati gan
semoga cocok

emoticon-Ultah
Ijin mejeng di page 1 puh emoticon-Big Grin
Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:



selamat datang di indomatriiiit
selamat membacaaaa

emoticon-Ultah emoticon-Ultah


semoga puas dengan ceritanya gan
jangan lupa gan
tinggalkan komen dan share sebanyak- banyaknya
supaya grup makin ramai
dan makin semangat menulis

emoticon-Shakehand2 emoticon-Shakehand2
Diubah oleh tirakat.batin
semoga cerita nya smpe kelar gan
Salam tamvan 😎
meskipun bingung pokoe ada bacaan wes hahahahahhaha emoticon-Wow
Nihelda alda .. waaww .. nama yang indah .. lanjut oom ..
mantap, lanjutkan
Diubah oleh jin.bolo.bolo


SPIRITUAL ADVENTURE (perjalanan menembus batas logika)
Diubah oleh tirakat.batin

SPIRITUAL ADVENTURE SPECIAL THE MOVIE
RAHASIA ALTAR eps. 1



Kuhirup lekat- lekat aroma itu.Baunya seperti kayu, bagaimana tidak karena minyak itu memang minyak gaharu.Minyak kental berwarna kuning kemerahan yang diperoleh dengan menyuling batang kayu gaharu itu, tak luput selalu berada di saku bajuku.Untuk beberapa alasan, aku sengaja membawanya kemanapun aku pergi.Minyak yang terbilang cukup sulit menemukan yang asli itu, selalu aku gunakan setiap hari untuk beberapa keperluan.Entah pagi, siang, atau malam aku selalu mengoleskannya ke beberapa koleksi vessel yang aku miliki.Mau tak mau setelah menggunakan minyak gaharu jari- jariku pun selalu berbau kayu.Pada awalnya aku membenci bau ini, karena aromanya membuatku mual dan pusing.Selain itu, setelah aku menggunakan minyak ini untuk dioleskan pada sesuatu, selalu saja menyisakan bau menyengat di jariku.

Meskipun sudah setengah jam aku cuci pakai sabun mandipun, baunya masih saja setia melekat kuat di jariku. Kemudian saat aku ingin makan, selalu saja aroma kuat kayu gaharu itu ikut tercium juga oleh hidungku sehingga menyebabkan nafsu makanku menurun.Bagaimana tidak, saat aku makan ayam bakar yang aromanya gurih khas ayam jadi berubah aroma kayu.Serasa aku memakan ayam bakar bercampur minyak gaharu.Yaah, namun karena tuntutan profesi akhirnya sekarangpun aku jadi terbiasa dan selalu menikmati aroma kayu gaharu.Minyak gaharu ini, sudah menemaniku selama tiga bulan, dan selama tiga bulan itupun aku semakin terbiasa dan menikmati baunya.

Kulirik secarik kertas yang berada di depanku.
1. Dark Dragon
2. Red Dragon
3. Omyang Jagad
4. Wraith
5. Golden barong
6. Nymph
7. Succubus

“aaah, lumayan juga kerjaan malam ini. Ada tujuh spirit yang harus aku wawancarai”, batinku.
“jika sekarang sudah pukul 19.00, jika masing- masing spirit perlu waktu minimal tiga puluh menit, maka setidak- tidaknya baru akan selesai tiga setengah jam lagi yang artinya jam setengah sebelas malam, belum waktu untuk menjelaskan kepada pemahar tentang spirit yang ia peroleh. Wah bisa tengah malam nih”, aku menggaruk kepalaku walaupun tidak terasa gatal

“aah aku harus bergegas”, kumantabkan niat

Segera ku oleskan minyak gaharu ke pergelangan tangan kiri, leher kiri, titik ajna, dan di kedua daun telinga. Baunya, hemmmb sungguh menyengat. Lalu kututup kedua mataku dan mulai meditasi.

“mbah Wisa, master Lava, dindaelsha, dan empat jendral datanglah kehadapanku”

Dan dalam sekejap satu per satu dari rekan ghaibku muncul. Yang pertama adalah mbah Wisa. Berwujud kera besar dengan rambut hitam yang lebat menutupi seluruh tubuhnya. Auranya berwarna biru api dan memancar seperti api yang keluar dari dalam tubuhnya, sangat kontras dengan warna rambutnya. Taringnya besar, mencuat keluar dari bibirnya. Wajahnya terlihat lebar dan gagah, tapi kalem karena memang tipe white spirit. Matanya terlihat mencolok berwarna merah, namun dengan pandangan yang meneduhkan. Mbah Wisa bertelanjang dada/ tidak memakai baju, jadi hanya memakai celana komprang saja khas jawara tempo dulu. Tangan dan dadanya terlihat kekar, karena mbah Wisa bertarung dengan serangan fisik secara langsung. Yang kedua adalah master Lava. Berwujud seperti manusia, lengkap dengan kepala, leher, dada, perut, kedua tangan dan kaki. Bedanya hanya master Lava ini hanya tinggal tulangnya saja alias tengkorak. Auranya berwarna hijau lumut, tipis tapi kuat dan tajam karena memang tipe dark spirit. Dia membawa tongkat karena serangan utamanya melalui sihir. Tatapan matanya tajam dan terlihat merendahkan atau menghina. Yaah, karakternya memang begitu, menyerang dengan strategi dan mencari kelemahan lawan. Dia lihai sekali menyerang mental dan kejiwaan. Setiap dia tertawa, senyumnya seperti menyembunyikan sesuatu, yang seolah- olah berkata, “lihat saja nanti, hehe”.

Yang ketiga adalahdinda elsha. Berwujud wanita cantik dengan baju warna merah khas india. Di tangannya terlukis indah pola- pola keilmuan dengan sesuatu yang jika di dunia manusia disebut mahendi. Senyumnya manis, wajahnya cantik, kulitnya putih bersih. Giginya yang putih bersih berbaris rapi seperti bulir- bulir beras, nampak sangat menarik dan kontras dengan bibirnya yang terlihat merah segar seperti warna buah tomat. lehernya yang jenjang tertutup selendang, menunjukkan sedikit warna kulit lehernya yang bersih. Badannya bagus, dengan tinggi sedang (mungkin kisaran 160 cm) dan terlihat padat menarik. Setiap dia datang, bau harum bunga lavender pasti tercium di atmosfer sekitarku. Dia sengaja ku panggil dengan “dinda”, karena dia spirit wanita pertama yang ku miliki, dengan penampilan yang terkesan mewah, anggun, dan good looking. Yang keempat adalah Empat Jendral. Khodam asli bawaan keilmuan yang diikat dengan perjanjian darah. Keempat jendral ini bertubuh tegap dan gempal serta berbadan tinggi, berkumis tebal dengan pelindung berupa baju zirah. Masing- masing jendral diikuti oleh ribuan pasukan, yang jika sedang berbaris panjangnya mencapai satu kilo meter. Ketika mereka bergerak, derap kakinya menggetarkan udara sekitar sehingga sangat terasa sangat kuat getaran energinya. Empat Jendral inilah khodam yang paling lama mengikutiku dan membantu segala keperluanku.

“Mbah Wisa, master Lava, dinda elsha, seperti biasanya kawal aku melintasi dunia ghaib, sedangkan empat jendral bantu aku untuk membuat portal.

setelah membagi tugas, kemudian aku memanggil mbah maung dan mbah sanca. Seperti namanya, mbah maung merupakan macan putih sebesar sapi dewasa. Mbah maung merupakan khodam yang datang sendiri, sama seperti mbah sanca. Mbah sanca sendiri merupakan sosok ular besar dengan diameter hampir dua meter dan panjang lebih dari dua puluh meter. Mbah sanca agak berbeda dengan mbah maung karena mbah sanca mampu mewujud ke dalam bentuk manusia, sedangkan mbah maung belum bisa. Saat mbah sanca berwujud manusia, dia merupakan sesosok kakek- kakek dengan badan tegap dan kokoh. Mbah sanca memakai pakaian adat jawa seperti dalang, karena memang mbah sanca asli jawa. Aku memperoleh mbah sanca saat berkemah di gunung Raung, Malang. Kekuatannya sangat cukup untuk membuat jin liar gemetar ketakutan, bahkan sampai ada yang menangis minta ampun saking takutnya melihat sosok mbah sanca.

“mbah sanca, seperti biasa tolong bantu aku untuk menjaga rumah dan orang- orang di dalamnya dari gangguan jin nakal selama aku tidak di rumah. Kalau ada jin nakal mendekati rumah, suruh dia menjauh. Kalau tidak mau menjauh dan tetap nakal ya langsung makan saja”, kataku pada mbah sanca

“mbah maung, seperti biasa tolong jaga tubuhku dari gangguan jin nakal yang mendekati tubuhku selama aku jalan- jalan. Kalau ada jin nakal mendekat langsung makan saja”, kataku pada mbah maung”

“rencananya aku akan memasang pagar api dan angin seperti biasa, mbah maung ada di luar pagar saja. Pagar ini aku pasang kalau- kalau jin yang datang jumlahnya banyak dan mbah maung kewalahan. Sementara ini belum aku aktifkan ya mbah, tapi nanti aku sisakan sedikit kesadaranku untuk mengaktifkan api dan anginnya seandainya ada jin yang sudah sangat dekat dengan tubuhku”, kataku kemudian

Mereka berdua mengangguk, kemudian bergerak sesuai dengan tugasnya masing- masing. Mbah sanca kulihat sedang melingkari seluruh rumah dengan kepala tegak menghadap ke depan. Kepalanya berada di atas genting, sehingga dia bisa melihat kalau- kalau ada jin yang datang dari belakang maupun samping. Sedangkan mbah maung kulihat sedang berjalan santai mengelilingi tubuhku, kemudian duduk manis di belakang punggungku. Kalau sedang duduk begini terlihat lucu sekali, kawaii seperti kucing rumahan seandainya aku mengabaikan ukuran tubuhnya yang sebesar induk sapi. Setelah aku menguasai jurus mata batin, rasa- rasanya aku bisa melihat ke arah manapun tanpa terhalang tubuh kasarku dan dalam kondisi kedua mataku yang sedang terpejam.
Setelah membagi tugas kepada semuanya, kemudian aku berdoa kepada Tuhanku Yang Maha Esa dan Maha Kuasa. Aku berdoa, memohon izin tuhan untuk melihat duniaNYA yang ghoib. Tanpa izin Tuhan, tidak mungkin aku bisa menemukan dunia ghoibNYA, karena ghoib itu sendiri berarti tidak kelihatan atau tersembunyi.

Setelah berdoa, kulanjutkan dengan membuat portal atau shortcut menuju realm yang ku tuju. Untuk destinasi pertama ini aku menuju realmnya dark dragon. Dalam sekali hentak, muncullah lubang seperti blackhole di depanku. Perlahan, lubang itu membesar dan semakin besar hingga aku bisa masuk ke dalamnya. Badanku seperti tersedot dan bergerak sangat cepat, hingga kemudian aku keluar di seberang portal. Begitu sampai di luar, baru saja menginjakkan kaki di tanah, aku dikagetkan dengan sosok dragon yang menggeram hebat. Cepat- cepat ku panggil rekan- rekanku dan dalam sekejab mata mereka hadir di dekatku. Mbah Wisa ada di samping kanan, elsha ada di samping kiri, dan master Lava melayang dalam posisi bersila di depanku. Aku baca beberapa doa penunduk, sehingga dragon itu bisa ku ajak bicara. Dragon ini berukuran besar, sebesar rumah dengan ukuran 8 x 8 meter. Warnanya abu- abu, namun memancarkan aura kegelapan yang kuat. Tubuhnya diselimuti oleh sejenis aura hitam yang membuatku merinding berada di dekatnya. Kepalanya besar dan seperti tertutup oleh perisai besi. Sayapnya tipis dan lebar, kemudian ada beberapa lubang, entahlah aku tidak yakin apakah itu lubang atau noktah hitam. Tidak menunggu lama, aku mulai mewawancarainya.

“wahai dark dragon yang ada di depanku, bisakah kamu aku ajak bicara”, tanyaku. Kemudian dragon itu menoleh, lalu menundukkan kepalanya di depanku. Masih dengan nafas yang menggeram dan suara yang tertahan, dia menjawab

“ada keperluan apa kamu datang kemari”, suaranya berat dan nampak mengerikan. Dari suaranya aku tau kalau spirit ini berjenis kelamin laki- laki.

“aku sedang mencari spirit dari ras kamu untuk aku jodohkan dengan manusia. Tugasnya adalah mendampingi manusia, membantu segala hajad hidupnya dan bersama- sama beribadah kepada Tuhan”, jawabku dengan lantang

“ya, aku bersedia”, jawabnya

“lalu apa yang kudapat?”, tanyanya kemudian

“yang kamu dapat adalah pahala dari Tuhan. Tuhan yang menciptakan aku dan kamu. Tuhan yang menciptakan segala yang ada di duniaku dan duniamu.”, jawabku

“apa itu pahala? siapa itu Tuhan? jika aku ingin ikut manusia maka aku hanya ingin untuk menyesatkannya, ha ha ha ha”, dia tertawa dengan sombongnya

“aku akan menghisap darahnya perlahan hingga ia mudah sakit”, lanjutnya

“wahai dragon, aku hanya mencari spirit yang mau mematuhi persyaratanku. Jika kamu tidak mau maka pergilah, aku akan mencari yang lain”, jawabku

“tunggu dulu, urusanmu belum selesai denganku. Lalu bagaimana kesepakatan kita tadi?”

“tidak ada kesepakatan diantara kita wahai dragon. Jika dirimu memang menginginkan kesesatan maka carilah manusia lain, aku tidak mengizinkanmu untuk mengikutiku dan kawan- kawanku”, jawabku

“berani sekali kamu mengusirku. Apa kamu berani melawanku?”, dia mulai menggeram. Dari mulutnya mulai nampak cahaya yang hetidak keluar. Entah apa itu aku tak tau, cuma aku punya firasat yang tidak enak

“aku tidak takut padamu wahai dragon, karena aku punya Tuhan bersamaku. Majulah, akan ku bakar kau sampai habis jadi abu”,

jawabku kemudian aku mulai membaca doa agni. Dalam sekejap kedua tanganku sudah menggenggam api yang siap ku lempar jika sewaktu- waktu jin ini menyerang. Nampaknya Tuhan masih melindungiku. Dragon ini mundur perlahan kemudian menghilang dalam asap.

Karena malas mencari lagi, aku kemudian merapat jurus pemanggil. Aku niatkan untuk memanggil salah satu dari spirit dark dragon terdekat yang ada di situ. Aku mulai menahan nafas dan membaca, kemudian aku menghantakkan kakiku ke tanah. Tak berselang lama, ada dragon lagi yang mendekat. Tak menunggu lama, aku mulai mewawancarainya.

“wahai dark dragon yang ada di depanku, bisakah kamu aku ajak bicara”, tanyaku.

“ya tentu”, jawabnya dengan anggun. Dari suaranya sepetinya kali ini berjenis kelamin wanita

“aku sedang mencari spirit dari ras kamu untuk aku jodohkan dengan manusia. Tugasnya adalah mendampingi manusia, membantu segala hajad hidupnya dan bersama- sama beribadah kepada Tuhan”, jawabku dengan lantang

“ya, aku bersedia”, jawabnya

“lalu apa yang kudapat?”, tanyanya kemudian

“yang kamu dapat adalah pahala dari Tuhan. Tuhan yang menciptakan aku dan kamu. Tuhan yang menciptakan segala yang ada di duniaku dan duniamu.”, jawabku

“ya aku bersedia”, jawabnya lagi

“oke kalau kamu bersedia, ada beberapa syarat yang aku ajukan. Tapi nanti saja di rumahku. Silahkan ikut aku kembali ke duniaku”, ajakku padanya, kemudian aku menuju portal dan bersiap untuk pulang. Si dragon terbang mengikutiku dari belakang.
“sepertinya dragon ini baik, walaupun auranya hitam/dark”, batinku

Seampainya di rumah, aku melanjutkan proses wawancaraku

“wahai dragon, aku ingin kamu selalu mendampingi mastermu. Datang saat di panggil, kapanpun dan dimanapun mastermu memanggil. Ajak mastermu untuk beribadah dan semakin mendekatkan diri pada Tuhan. Bantulah mastermu dan mudahkan mastermu dalam memahami ajaran agama serta konsep- konsep tentang memiliki dan memperlakukan khodam sebagai teman hidup yang baik. Pengaruhi mastermu untuk selalu berbuat baik dan mampu menahan diri. Terakhir dan yang paling penting, patuhilah segala yang diperintahkan oleh mastermu. Apa kamu bersedia?” tanyaku

“ya, aku bersedia”, jawabnya kemudian

“baiklah jika kamu bersedia, sebagai tanda persetujuanmu, tolonglah berikan namamu padaku. Nama indah yang akan menjadi kunci untuk memanggilmu. Hanya mastermu yang akan mengetahuinya, atau orang lain dengan seizin mastermu. Siapapun yang memanggil nama ini berarti adalah mastermu, yang artinya berlaku perjanjian yang sama juga seperti yang telah kita sepakati bersama”, lanjutku

“LALA, itulah namaku”, jawabnya

“baiklah wahai dark dragon, mulai hari ini dan sepanjang mastermu masih hidup, kamu akan dipangguil Lala. Rumahmu adalah dalam vessel ini, dan mastermu akan memperlakukan serta merawatmu dengan baik layaknya seorang sahabat. Silahkan menuju vessel dibantu oleh mbah Wisa”

“mbah Wisa, bantu LALA menuju vesselnya”, kataku pada mbah Wisa yang dari tadi berdiri mematung memperhatikanku

“mbah Wisa kemudian berjalan diikuti oleh lala yang terbang dibelakangnya”

Ketika mereka baru saja mbah Wisa pergi, ternyata aku kedatangan tamu yang tak diu undang. Dialah dark dragon pertama yang aku usir dan hetidak ku bakar tadi di realmnya. Rupanya dia mengikutiku hingga ke rumah. Walaupun belum dekat rumah, aku sudah merasakan aura jahatnya, dan kali ini ternyata dia juga membawa rekannya sesama dark dragon. Mengetahui hal itu, mbah sanca aku minta untuk mundur ke belakangku. Aku ingin menghadapi sendiri, seperti apa kekuatan dari dark dragon ini. Kupersilahkan para tamu tak di undang itu untuk masuk ke rumah dan apa yang mereka lakukan?

Mereka menggerakkan hordeng kamarku

“kreeek kreeeek, kreeeek kreeeek”, begitulah suara hordeng kamar yang ditarik- tarik

“apa maumu?”, tanyaku pada mereka

“aku tidak terima jika dragon wanita itu yang kamu pilih”, jawabnya

“dia ku pilih karena mau beribadah kepada Tuhan, kenapa kamu yang sewot?”, jawabku

“pokoknya aku tidak terima”, gertaknya kemudian sambil menunjukkan deretan gigi- gigi tajamnya

“pergi!! kembali ke alammu. Aku hitung sampai tiga jika tidak maka kamu akan aku bakar”, bentakku

“coba saja”, dia bersiap menyerang

dan wuuuzzz, tembakan api ku luncurkan. Dalam sekejab mereka menghilang entah kemana. Entah menjadi abu, entah lari kembali ke alamnya/realmnya aku tidak tau dan tidak mau tau karena itu bukan urusanku. Aku telah memperingatkan dan ternyata mereka malah menantang. Yaah, namanya juga dark dragon, spirit hitam dengan aura hitam memang tak jarang punya kelakuan yang buruk.
Tak lama kemudian, mbah Wisa kembali dan mengatakan paket telah sampai tujuan dengan selamat.

“Alhamdulillah, satu spirit telah selesai. Tinggal enam lagi”, ucapku bersyukur. Setelah itu kembali aku atur formasi, mbah sanca dengan posisinya semula, mbah maung juga dengan tugas awalnya.




Diubah oleh tirakat.batin
Halaman 1 dari 18


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di