Kaskus

News

tribunnews.comAvatar border
TS
tribunnews.com
Jokowi Akan Terbang ke Australia Bahas Masalah Ekonomi dan Pendidikan
Jokowi Akan Terbang ke Australia Bahas Masalah Ekonomi dan Pendidikan


Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo rencanannya akan terbang ke Australia akhir Februari ini.

Kunjungan tersebut adalah penjadwalan ulang dari kunjungan yang dijadwalkan November 2016 lalu dibatalkan, menyusul adanya aksi 4 November (411).

Menteri Luar Negri RI Retno Marsudi mengatakan dalam kunjungan Presiden akan membahas berbagai program untuk mempererat hubungan kedua negara.

Kata dia pembahasan tersebut termasuk kerjasama di bidang ekonomi.

Neburutnya Australia merupakan negara yang menjadi mitra penting bagi Indonesia.

"Baik dari aspek perdagangan, investasi, baik dari turisme, karena jumlah turis Australia yang masuk ke Indonesia sudah lebih dari satu juta (orang)," ujar Retno Marsudi di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Senin (13/2/2017).

Walaupun jumlahnya banyak, kunjungan wisatawan asal Australia hanya fokus di Bali saja.

Dengan program pemerintah mengenai sepuluh destinasi wisata unggulan, diharapkan wisatawan Australia yang berkunjung ke Indonesia jumlahnya akan meningkat dan lebih tersebar.

Selain itu, kerjasama di bidang pendidikan antara Indonesia dan Australia juga merupakan sebuah potensi yang masih bisa dikembangkan.

Ia mengingatkan bahwa Australia memiliki program beasiswa, untuk mengirim mahasiswanya ke seluruh Asia, termasuk Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Menkopolhukam Wiranto, menambahkan kerjasama di bidang pemberantasan tindak pidana, mulai dari tindak pidana terorisme dan tindak pidana peredaran narkoba.

"Kita mengintersep (red: mencegah) dana terorisme, (kerjasama di bidang) deradikalisasi, dan refugees (red: pengungsi), dan kita bicara masalah perdagangan narkoba," katanya.

Terkait insiden penghinaan Pancasila oleh oknum militer Australia, Wiranto menyebut hal itu tidak berimplikasi terhadap hubugan baik kedua negara secara keseluruhan.

Kata dia, hubungan baik dan kerjasama antara kedua negara masih terus terjalin.

"Kita nggak ada sesuatu yang berubah drastis nggak ada, kita hanya menyelesaikan masalah, yang kemarin ada insiden kecil," katanya.

"Itu sebenarnya nanti tanyakan pannglima TNI itu, yang sudah menyelesaikan ya secara internal. Kalau hubungan secara keseluruhan nggak ada masalah," tambahnya.

Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2...dan-pendidikan

---

Baca Juga :

- Xanana Gusmao Sambangi Wiranto dan Retno Bahas Nobesi dan Citrana

- KontraS Tolak Pembentukan Dewan Kerukunan Nasional

- Jokowi Kumpulkan 37 Perwira Tinggi TNI-Polri di Istana

0
280
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan