Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

aftukunAvatar border
TS
aftukun
[LOVE LETTER] Untuk Ukhti
Untuk :
Seseorang yang sedang berjuang sendiri
Yang sedang memperbaiki diri
Yang sedang menggapai mimpi
Yang sedang mengabdi pada Ilahi

Assalamualaikum, ukhti. Bagaimana keadaanmu sekarang? Sulitkah? Mudah? Lapang? Sempit? Sedih? Senang? Bagaimanapun keadaan ukhti sekarang semoga rahmat-Nya tetap menyertaimu dan keluargamu.

Tak banyak yang ingin kusampaikan. Aku hanya ingin menyapamu, sekali ini saja kuungkapkan kasihku pada tulang rusukku. Meski setiap hari ku sapa kau dalam doa, tapi aku tetap ingin mengungkapkannya dalam kata. Menelurkan rasa rindu disetiap frasa yang (mungkin) kau baca (ini). Mencoba mendapat perasaan lega sebab gelisah yang selalu meletup dalam dada.



Untuk ukhti yang sedang berjuang sendiri. Ketahuilah aku disini juga sendiri. Ditemani sepi dan sunyi layaknya seseorang penyendiri. Berkutat dengan api semangat yang setiap hari ku jaga agar tak mati. Mencoba mengerti, bahwa aku harus belajar untuk sendiri. Agar aku bisa menghadapi kesendirian yang lebih sunyi yang diberikan oleh Allah di masa nanti. Karena kita tak tahu siapa yang lebih dulu mengecup mati. Karena itulah aku belajar untuk berjuang sendiri. Kuatkan dirimu ya, ukhti! emoticon-Jempol



Untuk ukhti yang sedang memperbaiki diri. Ukhti, aku tak ingin menutupi fakta bahwa memperjuangkan kelayakan adalah sesuatu yang sulit. Kelayakan itu sebagai standar untukku untuk bisa bertemu denganmu. Allah telah mensyaratkan banyak hal agar dimasa depan aku bisa menjagamu, baik itu dikala sedih maupun senang. Karena itu aku belajar; kesabaran agar bisa mengerti tentangmu, rasa syukur agar tahu bahwa kau begitu berharga, ketegasan agar bisa menjagamu, ikhlas agar aku bisa tetap mencintaimu saat kau tiada di sampingku. Dan masih banyak yang harus kupelajari lagi agar bisa bertemu denganmu.



Untuk ukhti yang sedang menggapai mimpi. Sudah sewajarnya kita sebagai manusia yang berakal memiliki mimpi. Kita perjuangkan mimpi untuk seseorang yang menurut kita penting, seperti teman, keluarga atau kekasih. Tegarlah seperti karang, kekeuhlah seperti rumput liar, dan bersinarlah seperti mentari. Semoga saat kita bertemu kita bisa saling berbagi mimpi masing-masing. Jangan lengah dengan kemalasan dalam menuntut ilmu, karena itu adalah seberat-berat beban. Jangan buta oleh prestasi. Jangan biarkan dirimu dilumuri kerendahan diri. Jadilah dirimu sendiri, ukhti, karena jika kamu membohongi diri, itu akan lebih menyakitkan (akibatnya) dikemudian hari.



Untuk ukhti yang sedang mengabdi pada Ilahi. Ukhti, hiraukan dan lupakan kata-kataku diatas tentang dirimu jika di masa depan aku tak lebih baik darimu. Jika akhlakku lebih buruk darimu. Jika aku memang tak pantas untukmu. Jika aku tak mampu meyakinkanmu. Jika aku tak mampu membimbingmu. Karena aku tak mau, memberatkan wanita sholehah sepertimu.

Surat ini kutulis untukmu. Seseorang yang belum pernah sekalipun disapa olehku. Belum pernah mendengar suaraku. Belum pernah melihatku. Seseorang yang aku belum pernah bertemu.
Wassalamualaikum

Tertanda

Seseorang di masa lalu.

Sumber gambar : google.com
tata604Avatar border
aldysadiAvatar border
aldysadi dan tata604 memberi reputasi
2
3.9K
1
Thread Digembok
Urutan
Terbaru
Terlama
Thread Digembok
Komunitas Pilihan