dstfrzsone
TS
dstfrzsone
[LOVE LETTER] Halo, Mr. Gondrong dan Berkacamata!

Halo cinta lamaku!

Eh. Atau cinta tak berbalas? Cinta yang tak pernah kamu balas.

Apa kabarmu disana?
Menghirup udara yang berbeda.. dan bertemu dengan bau hujan yang berbeda. Kamu sehat?

Sebenarnya aku bisa melihat keadaanmu lewat unggahan-unggahanmu, tapi bertanya langsung padamu membuatku sedikit lega. Meskipun aku hanya akan berani menanyaimu lewat kata.

Cerita masing-masing kita berlalu begitu cepat. Setahun, berjalan dua tahun, hingga sampai pada angka lima. Sudah lima tahun semenjak kita terakhir bertukar kata. Sejak aku mengatakan suka padamu. Sejak kamu dengan satu kata itu mendorongku mundur.

Terkadang melihat senyummu masih membuat debaran dadaku bergemuruh lho. Lucu ya, padahal kamu bukan pacarku.
Teringat akan hari-hari dimana setiap hari kita duduk dalam ruangan yang sama, dengan isi kepala yang berbeda. Kamu pintar dan cerdas, selalu bereksperimen dengan hal yang mengagumkan. Selalu mendapat nilai diatas rata-rata.

Selain kepintaranmu, kamu tahu apa yang kusuka darimu?

Gitar.

Aku selalu suka orang yang bermusik.
Ketika melihat kamu memetik gitar, rasanya ingin membawamu pulang agar kita bisa menciptakan musikal kita sendiri. Dengan kita pemeran utamanya, balada beraliran romantis.
Melihat jarimu menari diatas dawai, aku iri. Maukah kamu mengajariku?

"Tidak" Jawabanmu saat itu.

Lalu ada satu hal lagi yang membuatku terpikat padamu. Kau tahu apa?

Yap, karena kamu gondrong dan berkacamata.

Bukan gondrong seperti penyanyi Rock ‘N Roll yang amburadul, kamu persis seperti yang kuinginkan.
Entahlah, rasanya hanya pas.

Menulis tentangmu begitu detail seperti ini, apakah aku jadi terlihat masih mencintaimu? Ehm..mungkin ya, sedikit.

Eh, tidak, tidak.
Aku menulis ini hanya untuk mengatakan sekali lagi bahwa aku pernah mencintaimu, pernah menginginkan kamu menghiasi hari-hariku. Pernah menginginkan kamu memetik gitar dengan aku di sampingmu. Namun begitu, seperti halnya banyak keinginan lain yang tidak pernah terwujud, keinginanku pun menabrak tembok batas. Tidak bisa melewatinya, hanya berhenti persis didepannya.

Rasanya akan terdengar memaksakan kalau aku harus terus mencintaimu dari balik punggungmu. Dan akan terlihat menyedihkan. Aku tidak mau. Karenanya, aku akan mengakhirinya disini. Pada baris terakhir surat ini.

Kita bukan remaja yang labil, jadi kita tidak akan bermusuhan dan akan terus berteman, bukan? Karena aku ingin kamu yang keren tetap menjadi temanku. Hanya saja aku akan lebih menata hati untuk tidak terlibat dengan emosi dan rasa.

Teruslah bersinar dan terkenal dengan segudang bakatmu. Baik-baiklah dengan hidupmu, jangan kau buat berantakan. Saat kita bertemu lagi nanti, mari kita bertukar cerita tentang kesuksesan kita.

Adios, Nel!



- mantan pencintamu, Nada.

tata604
tata604 memberi reputasi
1
1K
3
Thread Digembok
Urutan
Terbaru
Terlama
Thread Digembok
Komunitas Pilihan