poisonsyndrome
TS
poisonsyndrome
[LOVE LETTER] Surat Untuk Kamu
Surat Untuk Kamu


Hey, kamu yang disana..

Apa kabarmu??

Semoga kamu baik-baik saja.

Percayalah bahwa doaku akan selalu teriring di setiap deru nafas yang kamu hembuskan, derasnya aliran darah ditubuhmu dan di setiap langkah yang kamu ambil.

Kabarku disini baik-baik saja.

Apakah kamu tersenyum ketika membaca suratku atau justru air mata yang mengalir karena rindu yang menyesakkan??

Bila aku dibayar untuk setiap rinduku padamu mungkin saat ini aku sudah menjadi kaya.

Aku tahu kamu sangat merindukanku. Aku pun merasakan hal yang sama.

Tak ada satu hari pun aku tak merindukanmu.

Oiya, apakah Ayah dan Ibu mu sehat-sehat saja??

Lalu bagaimana kabar kakakmu??

Sudah lama aku tidak bertemu mereka setelah lambaian tangan pelukan tubuhmu di stasiun itu.

Kereta terakhir saat senja itu, sewaktu aku duduk sendiri di peron menunggu kedatangannya.

Aku pikir kamu marah karena kamu tidak mengantarku ketika aku akan pergi dan tak berkata sepatah kata pun.

Tapi dari kejauhan aku melihatmu berlari ketika aku akan menaiki kereta terakhir itu.

Kereta yang akan membawaku ke ibu kota untuk menaiki pesawat di bandara ibu kota itu.

Kamu memelukku dan air matamu berderai.

Kamu marah ketika aku hanya tersenyum.

Sambil menangis kamu memakaikanku baju hangat itu, memeriksa barang bawaanku agar tidak ada yang ketinggalan.

Kamu melakukan semua dengan terus mengoceh agar aku selalu menjaga pola makanku, tidak tidur larut, dan selalu menjaga kesehatanku.

Tampaknya kekhawatiranmu beralasan.

Saat ini disini sedang hujan lebat.

Aku ingat ketika aku mengantarmu pulang dengan motor tua ku.

Kamu turun dan berlari mencari tempat berteduh sementara aku harus menuntun motorku yang tiba-tiba mogok.

Di depan toko itu kita terdiam menunggu hujan berhenti.

Sejenak kita terdiam dan berenang dalam pikiran kita masing-masing sampai kamu tiba-tiba menggenggam tanganku yang dingin membeku sambil tersenyum.

Buatku senyuman dan genggaman tanganmu cukup bagiku untuk melewati badai salju yang dahsyat sekalipun.

Tak sepatah katapun yang terucap kala itu.

Kita berdua tahu berbicara hanya akan menambah dingin tubuh kita yang menggigil basah karena hujan.

Tapi, aku yakin bahwa saat itu hati kita yang berbicara memecah kesunyian.

Setelah cukup lama menunggu, hujan pun berhenti luapkan tangis dan amarahnya.

Diantara kesunyian itu akhirnya kamu berkata, “Hey, lihat ada pelangi disana”

Wajahmu tampak berbinar melihat pelangi yang lengkungkan senyumnya melihat kita berdua.

Dengan motor tua ku yang akhirnya bisa menyala lagi, kamu memeluk diriku di motor itu dan kita pulang.

Hey, kamu..

Masih ingatkah kamu ketika kita pertama kali bertemu??

Kamu memanggilku yang saat itu berlari mencari tempat berteduh.

Dengan senyum di bibirmu itu kamu memperkenalkan namamu.

Senyum yang sama yang aku rasakan saat menunggu hujan dan kamu menggenggam tanganku.

Ketika itu kita banyak berbicara, bercerita untuk sekedar membunuh jenuh kala menunggu hujan.

Saat itu kita bertukar nomor handphone adar dapat saling menghubungi dan bertemu lagi lain waktu.

Malam pada hari pertama kita bertemu aku tidak bisa tidur membayangkan senyum manis di bibirmu itu.

Tak sabar bagiku untuk bisa bertemu denganmu lagi.

Mungkin kamu terheran-heran kenapa aku menulis surat ini padamu.

Sudah beberapa hari ini hujan yang lebat membuat sinyal di sini sangat buruk dan aku tidak bisa meneleponmu ataupun chatting denganmu.

Maaf bila aku baru sempat menulis surat ini padamu.

Pekerjaan membuatku terlambat memberimu kabarku disini.

Aku sengaja mengirim dengan titipan kilat agar surat yang terlambat kutulis ini bisa sampai tepat waktu.

Saat kutulis surat ini mungkin kamu sedang terlelap dalam mimpi indahmu.

Perbedaan waktu membuat komunikasi kita terganggu.

Kamu mengucapkan selamat pagi ketika aku hendak tidur di tengah malam.

Begitu pula sebaliknya.

Hey, kamu..

Saat kamu baca surat ini, percayalah bahwa aku sedang menemuimu lewat mimpiku ini.

Sudah waktunya bagiku untuk kembali ke peraduan.

Selamat Malam, Sayang..




Tulisan ini pernah ane muat di : http://fredyrachman.tumblr.com/post/...rat-untuk-kamu
emoticon-Toast
tata604
tata604 memberi reputasi
1
1.4K
3
Thread Digembok
Urutan
Terbaru
Terlama
Thread Digembok
Komunitas Pilihan