KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Female / Sista /
[LOVE LETTER] I Love You
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58898ae2162ec204788b456d/love-letter-i-love-you

[LOVE LETTER] I Love You



Hai kamu, iya kamu suamiku
Orang yang hampir 7 tahun sebelumnya jadi pacarku, dan sekarang baru lewat 2 tahun pernikahan kita.

Melalui surat ini, aku ingin jujur soal perasaanku.

Banyak yang bilang kehidupan setelah menikah itu bakalan beda dibanding pacaran. Ada yang jadi makin mesra, ada juga yang jadi cepat bosan. Dan segala hal yang buruk2nya pasti baru ketahuan. Nah, pasti kamu ingat betul diawal-awal pernikahan kita banyak terjadi hal-hal yang gak aku sangka. Banyak sekali hal-hal pahit yang aku dapatkan. Dan kuakui aku mulai percaya mitos itu. Iyah, semua hal-hal buruk dari dirimu mulai ketahuan olehku. Semuanya tanpa kecuali. Nyata aku alami dengan mata kepalaku sendiri, dan kamu pasti tau hal itu.

Kamu tau? Dunia serasa runtuh waktu aku dihadapkan oleh kenyataan kalau kamu bukan laki-laki yang pantasnya aku cintai. Belum pernah aku mengalami sakit hati seburuk ini. Karena kamu, yang paling aku cintai segenap jiwa dan raga. Orang yang seharusnya paling bisa kupercayai. Sudah mengkhianati dan membuat hidupku hancur sampai habis tak bersisa. Mungkin kedengaran berlebihan, tapi jujur rasanya seperti hidup segan, mati pun tak mau.

Kamu tunjukkan semua sandiwaramu, kebohonganmu, kemunafikanmu, keegoisanmu, dan seluruh keburukan yang bisa kamu lakukan. Yah, itulah makananku sehari-hari. Hidupku sudah sepenuhnya hancur. Seakan janji dan sumpah yang kamu ucapkan didepan Tuhan hanyalah bualan semata. Peluk cium yang kamu tunjukkan didepan tamu undangan semua, itu cuma ilusi belaka. Kamu menyeret aku kedalam dramamu yang entah akan berakhir atau tidak. Hanya demi “seorang” lain yang baru kamu kenal, masa depan kita kamu buang jauh-jauh. Tiada lagi seorangpun yang bisa aku percaya. Lalu adakah yang masih bisa aku harapkan dari pernikahan ini? Benar2 sudah diambang akal sehatku rasanya.

Sepertinya aku sudah terlalu lama terjebak dalam situasi ini. Orang lain disekitar banyak yang bilang aku seperti mayat hidup, tak punya emosi lagi. Yah, dari situ aku mulai berbenah diri. Ingin mengubahmu, tapi tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kamu yang sudah terjerumus terlalu dalam, terbuai dalam mimpi bersamanya. Kamu yang terang-terangan menginginkan “Dia” tapi juga tak mau melepaskan aku. Mustahil rasanya bila berharap kamu kembali. Lalu, entah sejak dari kapan kuulang memori pernikahan kita, kuputar terus dan kudapati sepertinya ada yang salah. Yah, aku yakin kalau kita tak akan dapat dipisahkan oleh apapun kecuali maut. Itulah janji dan sumpahmu yang kudengar saat berhadapan denganku. Bergetar dan penuh emosi saat kamu mengucapkannya.

Baiklah, kalau kau belum bisa berubah, biar aku yg akan merubah diriku dan cara pandangku. Maka dari situ, kamu pasti akan mulai melihatku. Entah mengapa aku bisa yakin. Lalu aku mulai mengerjakan sesuatu yang aku tunda semenjak terpuruk akan kelakuanmu. Yah..kulakukan yang terbaik untuk menjadi istrimu, kusingkirkan semua ragu dan berontak dalam hatiku untuk melayanimu sebagai suamiku. Hingga akhirnya kamu mulai sedikit demi sedikit tersadar.

Semua caci maki dari sekelilingku yang kasihan dan tidak rela aku kembali berpihak kepadamu tidak menghambatku untuk terus mengambil langkah ini. Aku berusaha dan pasrah kepada Tuhan. Yah, Dia yang sudah mempersatukan kita bukan? Tak mungkin Dia ingin memisahkan kita, kecuali ajal memang telah tiba. Aku tau ini merupakan ujian yang Tuhan beri dari awal pernikahan kita. Biarlah dosa yang sudah kau dan aku perbuat jadi tanggung jawab masing-masing kelak ketika menghadap-Nya.

Satu yang aku tau. Aku mengasihimu, Suamiku. Karena itulah aku belajar memberi yang terbaik, membuka pintu hatiku untuk memaafkan segala perbuatanmu yang walaupun secara logika tidak layak untuk dimaafkan. Karena aku tau, Kasih itu murah hati, kasih itu sabar menanggung segala sesuatu, kasih itu pemaaf, kasih itu mau memberi, kasih itu tidak cemburu, tidak menyimpan kesalahan, kasih itu menutupi segala sesuatu dan percaya segala sesuatu.

Aku memang masih belum bisa menyanggupi semua itu. Tapi kau tau sendiri kan, apa yang sudah kulalui sampai ke tahap ini? Yah, semua perjuanganku tidak sia-sia. Semua terbayar dengan kau kembali seutuhnya kepadaku Sayang. Rasa sesal, tangis, sakit hatimu dan bersalahmu yang sudah menyakitiku telah kuterima dengan ikhlas. Jangan lagi kamu ragu soal keseriusanku. Ayo, kita bangun lagi puing-puing rumah tangga yang sebelumnya sudah lebur gak beraturan.

Aku terima segala kekurangan mu, apa adanya. Biar yang lalu jadi pelajaran buat kita. Aku tak akan meninggalkanmu. Aku akan terus bersama mu, saat engkau sehat, sakit, senang, sedih, susah, walau apapun kondisimu. Sampai maut yang memisahkan kita.
I Love You so much emoticon-Peluk


Aku yang mencintai dan mengasihimu,


Istrimu
profile-picture
tata604 memberi reputasi
Thread sudah digembok
tulisannya yang bagus sis.. emoticon-Ultah
Quote:


Thanks sistt emoticon-Kiss
Justru aku takut banget malah kayak curhat soalnya panjang bgd kegnya emoticon-Ngakak (S)
Tapi ini emg pengakuan dari hati terdalam sih emoticon-Malu (S)
Quote:


namanya surat cinta, biasanya isinya curahan hati buat penerima.. emoticon-Big Grin
emoticon-Mewek
tetep semangat ya neng emoticon-Kiss
Quote:

Iyahh, hehee..dari hati yg terdalam emoticon-Angel

Quote:

Iyah pasti dongg , thanks emoticon-Kiss
×
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di