alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/587d9bc131e2e607298b456e/hakim-pertanyakan-kejanggalan-laporan-saksi-di-sidang-ahok
Hakim Pertanyakan Kejanggalan Laporan Saksi di Sidang Ahok
Hakim Pertanyakan Kejanggalan Laporan Saksi di Sidang Ahok

Liputan6.com, Jakarta - Briptu Ahmad Hamdani menjadi saksi pertama yang memberikan keterangan di persidangan kasus dugaan penistaan agama yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Anggota Polres Bogor itu diperiksa lantaran adanya kejanggalan pada laporan saksi Willyudin. Pada laporan itu tertulis waktu kejadian pada 6 September 2016. Padahal dugaan penistaan agama di Pulau Seribu baru terjadi 27 September 2016.

Hakim menanyakan bagaimana proses pelapor saat melapor ke Polres Bogor pada 7 Oktober 2016 lalu.

"Waktu itu pelapor datang tanggal 7 Oktober 2016 jam 16.30 ke Polresta Bogor. Pelapor melihat video Ahok di rumahnya dari group WhatsApp," ucap Hakim.

Hakim bertanya pada Ahmad Hamdani, apakah dirinya tidak menanyakan alasan pelapor tidak melaporkan kasus itu di wilayah kepulauan Seribu.

"Kalau ada masyarakat melaporkan pasti diterima, kasihan masyarakat ke pulau jauh. Kejadian pada tanggal 6 September 2016, kejadian penistaan agama. Saya tidak tahu kapan itu kejadian Pulau Seribu," jawab Ahmad Hamdani.

Ahmad Hamdani mengaku sebelum laporan ditandatangani, pelapor membaca sendiri isi laporan.

Hakim juga menanyakan bagaimana SOP laporan tersebut. "Apakah ada kalender di ruangan saudara? Dicocokkan?" tanya hakim.

"Ada. Saya tidak mencocokkan karena (kalender) di belakang," jawabnya.

Ahmad Hamdani mengaku tidak mencocokkan tanggal yang diucapkan pelapor dengan kalender. "Yang menyebutkan tanggal dan hari siapa?" tanya hakim.

"Pelapor sendiri," jawab Ahmad.

Hakim menyebut bahwa tanggal 6 September bukan hari Kamis melainkan Selasa. "Yang hari Kamis itu tanggal 7 Oktober," kata Hakim.

Ahmad Hamdani yang sudah bertugas selama tujuh tahun di Polres Bogor itu mengaku tidak merasa aneh mengapa rentang waktu kejadian dan laporan lama sekali, yakni kejadian 6 September dan melaporkan ke Polres Bogor 7 Oktober 2016.

Hakim pun menceramahi Ahmad Hamdani agar lebih hati-hati dalam mengecek waktu kejadian. "Harus lebih hati-hati," ucap hakim.

Pantauan Liputan6.com, Ahok yang mengenakan batik coklat hikmad menyimak pernyataan Ahmad Hamdani. Suara Ahmad Hamdani saat menjawab pertanyaan Hakim terdengar lirih.

Sumur: http://news.liputan6.com/read/282929...adline_click_1

Buka kejanggalannya pelan2 pak hakim, lama2 terkuak sendiri modus kriminalisasinya...emoticon-Malu (S)
ntar ngaku salah tulis kagak tuh???

enak banget yak.........misal semua yg di BAP tinggal dibantah "pakai" salah tulis.........emoticon-Big Grin
beres perkara......emoticon-Big Grin






emoticon-I Love Indonesia (S) emoticon-I Love Indonesia (S)

lapor pak....

ane dah bilang di bap....
hari ini ahok pasti pake batik coklat....
dapet BC di WA langsung latah ikut lapor... emoticon-Leh Uga
mungkin di BC ada seruan juga untuk ramai2 melapor seperti yg diserukan irene handoyo di FB emoticon-Traveller
nih berita sebelumnya

emoticon-Bingung

Saksi Akui Salah Ketik, Hakim Minta Polisi yang Bikin BAP Dipanggil

Jakarta - Willyuddin Abdul Rosyid menjadi saksi keempat yang dimintai keterangan dalam sidang kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Willyuddin mengaku melaporkan Ahok setelah membaca diskusi di sebuah grup WhatsApp.

"Saya tidak ingat pengirimnya siapa tapi saya lihat di grup Aliansi Anti Syiah (Anas)," kata Willyuddin dalam persidangan di auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2017) malam.

Willyudin mengaku melihat video pidato Ahok secara penuh. Durasi video yang dilihatnya selama 1 jam 48 menit 32 detik.

"Saya hanya melihat bagian besar, awal pidato-pidato program perikanan. Konsentrasi pada menit yang terdakwa melakukan penodaan agama," ucap Willyuddin.

"Fokus Al Maidah karena saya tersinggung. Saya cukup di situ karena pada intinya sebagai umat Islam tidak etis diucapkan oleh terdakwa," imbuhnya.

Salah satu pengacara Ahok kemudian menanyakan tentang kesesuaian data antara laporan dengan berita acara pemeriksaan (BAP). Salah satunya ada tentang kesalahan ketik mengenai lokasi kejadian dan tanggal kejadian.

"Menurut laporan saudara saksi tercantum tanggal 6 September 2016 dengan lokus di Bogor, penodaan agamanya TKP di Tegallega, Bogor. Jadi bukan yang di Pulau Seribu," ujar pengacara Ahok.

"Tanggal 6 (September 2016) itu saya lihat video yang di-upload sehingga saya kaji setelah kita download saya mengamati video itu di rumah saya di Tegallega," jawab Willyuddin.

Lalu, pengacara Ahok kembali menanyakan tentang kronologi waktu menonton video pidato itu dengan kesesuaian peristiwa. Menurutnya, pidato Ahok baru berjalan pada 27 September 2016.

"Bagaimana mungkin 21 hari sebelum peristiwa, saudara saksi sudah bisa menonton YouTube?" tanya pengacara Ahok.

Willyuddin berdalih apabila yang mengetik BAP itu bukan dirinya. "Mungkin salah ketik dari polisi, waktu itu saya melapor jelang Isya," kata Willyuddin.


Kemudian, pengacara Ahok kembali mencecar Willyuddin soal kesesuaian kronologi waktu di BAP. Pengacara Ahok mengutip waktu pada BAP tercatat pukul 11.00 WIB.

"Yang mulia dikesampingkan saja saksi ini supaya sidang berikutnya lagi. Minta dibuatkan laporan palsu atau terserah yang mulia saja," kata pengacara Ahok.

Mendengar hal itu, majelis hakim mengaku akan mempertimbangkan permohonan tersebut. Pengacara Ahok menegaskan tidak akan melanjutkan pertanyaan jika belum jelas jawaban dari saksi.

"Majelis kami kalau tidak clear tidak akan melanjutkan," kata pengacara Ahok.

Setelah beberapa menit, majelis hakim akhirnya memutuskan untuk memerintahkan penuntut umum untuk memanggil polisi Polresta Bogor yang mengetik BAP saksi. Majelis hakim juga memerintahkan polisi tersebut membawa buku register.

"Setelah kami bermusyawarah ditanggapi salah ketika kami perintahkan polisi yang mengetik untuk sidang yang akan datang sambil membawa buku register apakah bener membuat laporan. Dari situ akan ketahuan di register sama akta bandingnya tidak masalah," jelas hakim Dwiarso.

Pengacara Ahok kemudian meminta sidang malam ini tidak dilanjutkan. Mereka meminta kejelasan mengenai salah ketik. Namun salah satu anggota tim kuasa hukum Ahok sempat ingin melanjutkan pertanyaan. Namun disetop oleh rekannya sesama tim.

"Ketika tidak clear tidak dijelaskan, mohon dijelaskan mohon maaf pak tri," kata pengacara Ahok.

Majelis hakim akhirnya menengahi dan memutuskan dua orang polisi yang menangani BAP Willyuddin dipanggil menjadi saksi di persidangan. Sidang kemudian ditutup dan dilanjutkan pada Selasa (17/1) pekan depan.

"Maka untuk melanjutkan sidang ini kami tunda, memerintahkan JPU memanggil dua petugas dan saksi lainnya yang belum diperiksa dan sudah di-BAP. Bapak Willyuddin hadir pagi Selasa (17/1) sidang kita mulai seperti biasa pukul 09.00 WIB," tutup Dwiarso.
(dhn/fdn)

https://news.detik.com/berita/d-3392785/saksi-akui-salah-ketik-hakim-minta-polisi-yang-bikin-bap-dipanggil
Otak nihil yg ngelapor gini , trus ahok bakal di penjara ? Gw sih udah mulai ragu , doa aja moga ahli nya margarito kamis yg fenomenal
semoga banyak kisah lucu hari ini emoticon-Leh Uga
kalo liat video yg mengandung unsur pidana misal tdk tau tempat kejadian perkaranya trus musti lapornya kemana ya???
malah jd sidang lawak
Mulai terkuak pelan2 emoticon-Ngacir
Tenang aja, Tuhan tidak tidur.
Ahmad Ham dani.. klop

emoticon-Traveller emoticon-Ngacir
emoticon-Leh Uga
bsk2 tolong live dong ga seru lawak klo dr cerita org
pantes aj minta ditutup saksi tipu2 smua wkwkwkkwk
salam 2 jari.....

salam 2 periode....

God Bless NKRI
dari kojahan di grup
njuk terus lapor penistaan.

masa ampe nipu tanggal sgala
ribet banget sih idupnya

emoticon-Hammer2
Ada Benarnya juga sidang ini tidak live
1. Supaya saksi tidak bisa saling koordinasi dan menyamakan pendapat. Jadi kketahuan semua boongnyaemoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
2. Supaya jangan tejadi kayak kasus Jessica,. -yang mestinya saksi-saki dan ahli tidak boleh saling memaki2 . Bahaya.Ahli ULAMA berdebat saling memaki, bakal membuat malu mereka dan merugikan Islam sendiri.
3. Buat pendukung AHOK mestinya bersyukur hakim tidak membolehkan sidang ini Live.
Kalao live itu bakal menyulitkan posisi AHOK-karena SAKSI dan AHLI yang memberatkan bisa saling intip dan membuat skneario di setiap persidangan. emoticon-Hammer emoticon-Hammer
kira2 si polkis kena hukuman ga tuh? kan kasian jatuh korban lagi gara fpi
O aza ea kand emoticon-Busa
Klo ini salah nulis gk ya tpi ngaku pinter..

TERBONGKARNYA KEPALSUAN GIP YG NGAKU2 MUSLIM..


Trit sendiri dihajar sama Nastak

Berawal dari kaskuser Muslim yg komeng ke Gip..
Hakim Pertanyakan Kejanggalan Laporan Saksi di Sidang Ahok
Kmudian penulisan Alhamdulillah di permasalahkan oleh Gip utk membully kaskuser Muslim
Hakim Pertanyakan Kejanggalan Laporan Saksi di Sidang Ahok
Sblumnya sempet dikasih bukti Gip si Muslim penyaru lain oleh salah satu nastak.
Hakim Pertanyakan Kejanggalan Laporan Saksi di Sidang Ahok
kaskuser Muslim yg merasa di permasalahkan tulisannya protes
Hakim Pertanyakan Kejanggalan Laporan Saksi di Sidang Ahok
Awalnya merasa paling pintar..
Hakim Pertanyakan Kejanggalan Laporan Saksi di Sidang Ahok
Masih dengan Pintarnya versi gip menginjak kepala..
Hakim Pertanyakan Kejanggalan Laporan Saksi di Sidang Ahok

Jreenngg... jrreenngg... Blunder Gip yg pertama..
Hakim Pertanyakan Kejanggalan Laporan Saksi di Sidang Ahok

Dan Blunder yang kedua..
Hakim Pertanyakan Kejanggalan Laporan Saksi di Sidang Ahok
Dihajar lagi oleh salah satu Nastak..
Hakim Pertanyakan Kejanggalan Laporan Saksi di Sidang Ahok
Antara bodoh, pura2, ngeles karena terbongkar kepalsuannya.. Akhirnya cmn bisa ad hominem
Hakim Pertanyakan Kejanggalan Laporan Saksi di Sidang Ahok


Masih percaya Gip itu Muslim?
Benar-benar NAJIS sekali cara adu dombanya..
Akibat buru...yang ngelapor juga berapi2, mungkin teriak2 jga akhirnya slah ketik heheee
×