alexa-tracking

Kunci Memutus Dinasti Politik ada di Tangan Pemilih

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/586a2cff162ec24b518b456c/kunci-memutus-dinasti-politik-ada-di-tangan-pemilih
Kunci Memutus Dinasti Politik ada di Tangan Pemilih
Kunci Memutus Dinasti Politik ada di Tangan Pemilih
Bupati Klaten Sri Hartini---ANTARA/Widodo S. Jusuf

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan pasal politik dinasti adalah kekeliruan yang amat besar yang pernah dilakukan lembaga tersebut. Hal itu diungkapkan Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Fariz. "Dampaknya semakin nyata hari ini seperti kasus di Klaten, politik dinasti menjadi pemicu munculnya kasus korupsi," ujar Donal, saat dihubungi, Senin (2/1).

Kata dia, operasi Tangkap Tangan terhadap Bupati Klaten Sri Hartini oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin menunjukkan borok dari sistem Pilkada di Indonesia, yakni langgengnya dinasti politik.

Sri menjadi contoh kesekian kali kasus korupsi yang bermula akibat berlanjutnya kekuasaan secara turun temurun. Tidak bisa ditampik jika MK turut andil dalam melanggengkan dinasti politik dengan putusannya yang membatalkan pelarangan politik dinasti di Pasal 7 huruf r UU No.8/2015 tentang Pilkada yang diketok 8 Juli 2015.

Untuk itu, Donal berpendapat terdapat dua kunci untuk memangkas berlanjutnya dinasti politik yaitu melalui peran parpol dan pemilih. Parpol mesti memilih kader-kader yang berkualitas yang bukan berasal dari dinasti politik untuk maju dalam konstestasi Pilkada. Adapun pemilih harus cerdas dalam memilih dengan tidak memilih calon yang berasal dari dinasti politik.

"Pemilih yang paling bertanggung jawab untuk memangkas dinasti politik, kewenangan pemilu itu di pemilih. Dinasti politik tidak akan tumbuh dan terbonsai kalau pemilih tidak memilih kelompok dan keluarga yang terafiliasi dinasti politik, dia akan berkuasa di parpol tapi tidak di rezim pemerintahan," jelas Donal.

Donal menjelaskan, selama ini kekuatan materi menjadi kekuatan kepala daerah yang melangggengkan dinasti politik. Pasalnya kepala daerah tersebut harus memiliki basis dukungan yang besar melalui ormas-ormas baik ormas kemasyarakatan, budaya, dan keagamaan. Untuk menghidupi kekuatan massa itu, dibutuhkan biaya yang tidak besar.

"Itu dilakukan untuk memelihara kekuasaan dan itu biayanya besar sekali. Kalau itu diakumulasikan, bakal memicu orang untuk mengeluarkan biaya lebih dan memicu kasus korupsi muncul," pungkas Donal. OL-2

http://www.mediaindonesia.com/news/r...lih/2017-01-02


Walau begitu tidak dapat dipungkiri, dinasti politik banyak menimbulkan pro dan kontraKunci Memutus Dinasti Politik ada di Tangan Pemilih
sulit om..kalo masih ada politik duid.. politik dynasty emang terkenal fulusnya waw.. gelontorin dana.. serangan fajar.. beres..menang..😐 janji kampanye? bodo amaat..

kcuuaaaali kalaaau masyarakat indo memang bener2 milih pake nalar..logika..n hati.. kalo cuman karna figurnya yg cakep..santun..sok agamis.. banyak senyam senyum.. yaaaaaaaaaah..kaga bakal bisa lepas... apalagi ane liat di tipi "rata2 masyarakat pemilih tuh senang dikasih janji manis..hanya sedikit yg memilih berdasarkan nalar"
leh uga
abis kebo trus skrg mau gudel
panaspung bergerilya
Kunci Memutus Dinasti Politik ada di Tangan Pemilih Kunci Memutus Dinasti Politik ada di Tangan Pemilih
Quote:


emoticon-Recommended Seller

setuju sama agan ini emoticon-Om Telolet Om!
Yuk mulai sekarang jangan pilih terdakwa jadi pemimpin. emoticon-Smilie

Karena akan merusak NKRI dan Bhineka tunggal ika emoticon-Smilie

Masih banyak yg lebih baik kok emoticon-Smilie

Terdakwa ke bui aja emoticon-Big Grin
Mayoritas warga negara indonesia itu tidak mampu/bisa memilih pemimpin yg benar dan baik (gubernur/walikota/bupati/dpr/dprd) walaupun HANYA 1 x saja dalam seumur hidupnya emoticon-shakehand

Jadi dri mulai idup sampe modar mayoritas penduduk negeri ini ...... (jika anda lama tinggal dinegara ini amat sangat mudah mengisi titik2 trsbut) emoticon-Ultah
next jabarnistan nih emoticon-Big Grin
Yakin cuman ditangan pemilih atau rakyat?????

Beresin dulu tu oknum oknum di KPU yg biasa jual beli suara atau manipulasi rekapitulasi suara. Selama masih kayak kondisi sekarang, politik dinasti atau calon kepala daerah korup yg modalnya banyak hampir pasti selalu menang.
Jangan pemilih disalahin 100% dong.
emoticon-Cape d...
dinasti cikeas tuh mulai ngancam lg
Dinasti Cikeas jangan dibiarkan menggurita lagi emoticon-army
makin asik nih dinasti pepo hehehe
Sulit gan .. kalau si pemilih tersebut masih bisa di bdohi atau politik duit di kasih 500 rebu per orang emoticon-Cape d...
Quote:


Yang masalah politik uang itu sebenarnya solusinya gampang.

Kalau masyarakat kita cerdas ambil aja uangnya tp jangan coblos orangnya emoticon-Cool
Mereka Licik tp kita juga harus lebih licik.

Masalah uangnya ane saranin di sumbangin aja jangan di pakai pribadi.
Quote:


Terdakwa itu belum tentu bersalah..

Yang tepat itu.. jangan pernah memilih narapidana untuk menjadi pejabat.. emoticon-Big Grin
Pemilih harus cerdas. Jika masih menggunakan politik uang, ambil uangnya, pilih yg sesuai nurani. Pilih yg jelas² punya kapabilitas, integritas dan tdk tersandera kepentingan apapun. Untuk pemerintah, tlng carikan formula tepat, jd pilkada tdk berbiaya tinggi. Termasuk mahar ke parpol.
konsekuensi dari pemilihan langsung...
emoticon-Traveller
dinasti cikeas masuk itungan juga gak nih??
emoticon-Leh Uga
kalo lihat judul sih sudah terjawab kek nya emoticon-Malu

kembali ke kita sebagai rakyat yang menjadi penentu siapa yang layak jadi pemimpin
Dinasti politik memang lebih banyak mudharatnya dibanding manfaatnya.
Aneh bin ajaib.
Rakyat Indo paling demen milih pejabat dari Dinasti politik.

emoticon-Cool