alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Tech / ... / Android /
Tutorial Root Android Qualcomm-based
5 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58516b755c7798dd2b8b4568/tutorial-root-android-qualcomm-based

Tutorial Root Android Qualcomm-based

Tutorial Root Android Qualcomm-based


Disclaimer
Dengan mulai membaca dan menggunakan semua informasi yang akan disajikan di bawah, agan setuju bahwa semua resiko ditanggung sendiri. Semua saran, panduan dan informasi disediakan apa adanya, dan tidak ada unsur paksaan supaya agan melakukan sesuai dengan yang tertulis. Setiap warning telah ditambahkan ke setiap informasi/saran yang agak beresiko, dan kalaupun tidak ada, agan sendiri sudah tahu bahwa agan wajib melakukan backup secara berkala. Proses rooting sebenarnya tidak berbahaya selama mengikutin sesuai tutor. Tapi apa yang bisa agan lakukan setelah root, itulah yang berbahaya. Oleh sebab itu, jika agan tidak siap untuk mengambil resikonya ataupun tidak mengerti apa yang akan agan lakukan, berhentilah membaca sampai di sini.

Ane tidak bertanggungjawab atas segala resiko apapun yang terjadi pada HH agan, baik karena menggunakan tutor di bawah ketika batere HH lowbat, mati lampu, kabel putus, PC hang, SIM card error, microsd lumer, HH terjatuh, colokan melonggar, ataupun bencana apapun yang terjadi pada saat agan menerapkan saran di bawah, termasuk di antaranya banjir, tanah longsor, gempa bumi, gunung meletus, tsunami, angin topan, hujan batu, bumi terbelah, huru-hara, serangan teroris, pasar saham jatuh, perang dunia ketiga, nuklir meledak, serangan virus epidemi, pesawat jatuh, bom meledak, gedung ambruk dan segala rintangan yang tidak terlihat sekarang dan bisa mengganggu penerapan informasi di bawah. Sehingga mengakibatkan HH Force close melulu, data hilang, IMEI invalid, bootloop, bootstuck, bricked, berasap, terbakar, meledak, dan lain-lain.

Mungkin saja pada suatu masa, ada agan yang menggunakan tutor root di bawah ini dan mengakibatkan HH nya meledak, dan agan tersebut juga menghilang dalam ledakan tersebut, sehingga tidak bisa melaporkan kejadiannya. Oleh sebab itu,
DO WITH YOUR OWN RISK!!!
Jika di kemudian hari ada masalah, agan mengetahui bahwa tanggungjawab berada di tangan agan sendiri, tidak ada unsur paksaan, semua informasi yang ada di sini disajikan apa adanya. Keputusan untuk menggunakan tutor di bawah masih tetap berada di tangan agan sendiri. Jadi belajarlah untuk bertanggungjawab atas keputusan agan sendiri. Jika terkena masalah, fokuslah ke pemecahan & solusinya.

Daripada mengutuk kegelapan, lebih baik menyalakan lilin….
Atau bayarlah rekening listrik anda tepat pada waktunya!

Petunjuk Trit ini
Tolong baca dulu tutor di bawah secara detail sebelum mulai eksekusi. Lebih gampang bacanya di PC/laptop, karena tutor ini sendiri juga pasti memerlukan PC/Laptop. Ingat tanyakan di sini kalau ada step yang kurang jelas/meragukan. Ingat juga untuk baca disclaimer di atas kalau belum baca. Ada beberapa teks yang ane kasih warna maupun efek bold, untuk mempertegas maknanya.

Adapun beberapa contoh penggunaan :
Hitam normal : Teks biasa
Hitam tebal : Penekanan perintah, nama file, bagian yang perlu perhatian lebih.
Biru normal : Komentar dan tambahan info untuk step tersebut
Biru tebal : Path dari file ataupun nama file, seperti /sdcard/Root/
Hijau tebal : Status/mode, log/output dari perintah yang dilakukan
Merah tebal : Command yang perlu diketik, peringatan khusus

Sebelumnya ane mohon maaf bila ada penggunaan kata2 yang agak keras ataupun sindiran yang sangat tajam. Karena memang banyak user bandel yang sering melangkahin step di tutor root seperti ini, dan setelah terjatuh akhirnya nyalahin pembuat tutor, nyalahin tetangga, nyalahin dunia. Kata2 yang agak keras dan tajam tersebut diperlukan untuk membuat mereka tersadar dan kembali ke jalan yang benar, ataupun untuk mencegah ada yang akan terjerumus, supaya mereka tidak menjadi seperti yang ane sindir. Dalam upaya menyembuhkan ataupun mencegah penyakit, terkadang dokter pun harus menggunakan obat yang pahit, jarum suntik yang menyakitkan bahkan operasi yang menakutkan. Jadi mohon dimaklumi.

Perhatian : Buat yang mo copy tutor saya ini keluar, entah ke blog atau manapun, mohon tidak menghilangkan tutor sedikitpun, terutama di bagian backupnya. Sering kali banyak yang copas tanpa mengetahui fungsi dari setiap step, malah menghilangkan bagian paling pentingnya (yaitu backup). Akhirnya jadi celakain banyak orang, karena membypass step backup. Karena banyak yang copas itulah yang menyebabkan korban berjatuhan tanpa mengerti apa yang terjadi, dan akhirnya mewek di trit. Kalau ternyata itu yang terjadi, ane doain yang lakukan tu blog atau apapun itu jadi sepi, rezekinya tertutup dan kalau mo usaha apapun selalu gagal. Kecuali kalau memang tutor sudah disajikan sesuai yang di sini, tapi user nya yang bandel dan tidak mengikutin; itu memang salah mereka sendiri. Bagaimana pun juga, tutor ini akan ane update seandainya ada informasi baru, atau update baru. Jadi sebisa mungkin untuk tidak copas isinya keluar, namun link ke trit ini saja.

ChangeLog
20161214 : Initial release


Daftar Isi
Belum selesai, lagi disusun.
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 6

Prologue

Prologue
Spoiler for Dongeng panjang, boleh diskip:

Dari pengalaman rooting 3 bulan di atas, ane belajar bahwa memang sampai saat ini, metode rooting yang terbukti berhasil, terutama untuk HH Qualcomm based adalah via TWRP + flash SuperSU zip. Ane tidak ingin ada lagi agan lain yang menderita seperti pengalaman ane di atas. Makanya ane share tutor ini, supaya bisa dipakai oleh agan2 yang sebenarnya paham cara oprek, tapi tidak menemukan tutorial yang tepat dan sistematis. Selain itu, tutor ini juga adalah sebagai dokumentasi dari pengalaman ane, sehingga bisa menjadi referensi bagi ane sendiri untuk rooting di kemudian hari. Tanpa mengabadikan nya menjadi trit di kaskus, mungkin saja ane akan lupa dan menyia2kan pengalaman 3 bulan yang berharga itu.

Masih perlu root kah?
Uda 2016, Android juga uda Nougat 7.1. Uda ada banyak fitur baru. Masih perlu root kah?

Jawabannya : Masih. Bagi yang uda terbiasa dengan root, pastinya uda terasa hambar banget pake HH yang non root. Lihat gimana menderitanya ane selama 3 bulan sejak pertama kali pegang pureshot. Root masih diperlukan untuk melakukan berbagai konfigurasi yang perlu akses ke level system. Lihat Daftar Panjang Keuntungan Root di Android. Root terutama ane pake untuk GMD gesture, akses ke berbagai action dengan gesture di layar; block iklan, mengubah setting font di Chrome menjadi kecil dan set desktop user agent, Lucky patcher untuk memakai app tertentu, Xposed untuk pake modul2 nya seperti app settings, Gravitybox, xinstaller dan sebagainya; menggunakan server dengan port di bawah 1024, wifi shark jaringan sendiri, Backup full maupun per app via TWRP dan Titanium backup, Tasker root script, remote control, full control screen mirroring, dan masih banyak lainnya.

Tapi kalau agan merasa sudah nyaman dengan fitur yang ada di HH sekarang, ya ga perlu diroot lagi. Buat apa repot2 kalau sekarang saja sudah mencukupi. Kalau agan masih melanjutkan membaca sampai di sini, seharusnya agan termasuk yang memang tetap perlu root.
Diubah oleh Desmanto
Rooting & Stock Firmware
Proses rooting adalah one way trip, tidak ada cara unroot yang bisa benar2 bersih, kecuali flash kembali ke Stock Firmware (Software asli, official, bawaan HH). Karena sejak Kitkat ke atas, google sudah mulai menerapkan verified boot yang menggunakan dm-verity. Sekali agan flash apapun di partisi apapun, sudah akan menyenggol first bootloader (yang biasanya adalah aboot), dan HH sudah tidak per*w*n sejak saat itu. Hanya flash stock firmware yang bisa menggembalikan aboot ke posisi semula. Begitu aboot tersenggol, agan juga sudah tidak bisa update OTA, karena system sudah ditandai sebagai modified. Root dan Update OTA ibarat minyak dan air, tidak pernah bisa bercampur. Antara Root dan Update OTA, agan hanya bisa pilih salah satu. Mo root, lupakan update OTA. Mo update terbaru terus menerus, jangan pernah root. (yang berarti hentikan membaca sampai di sini). Tentunya agan masih tetap bisa flash ke stock firmware yang sudah update ke versi terbaru seperti yang di update OTA. Tapi dalam prosesnya, root akan hilang.

Itulah sebabnya agan wajib punya stock firmware dulu sebelum melanjutkan. Ada beberapa vendor yang baik hati dan menyediakan langsung di website mereka. Ada juga yang malu2 kucing, distribusi nya lewat jalur lain, seperti needrom ataupun forum bebas. Jika sewaktu2 setelah root, agan perlu kembali ke stock ROM/firmware dengan alasan mungkin mo klaim garansi, mo dijual kembali ataupun hanya dikasih ke saudara/family; maka tinggal flash stock Firmware yang sudah ada, dan root pun akan hilang bersih. Ingat, hanya melalui cara inilah HH bisa kembali official, bukan hanya dengan unroot. Ane sendiri memiliki dua HH yang ane sebutkan dalam tutor ini, dan keduanya sudah ada stock Firmwarenya. Makanya ane lebih berani root, karena tahu ada cara untuk mengembalikannya ke stock firmware jika diperlukan. Jika agan tidak punya stock Firmware dan nekat lanjutin, semua resiko tidak bisa kembali ke Stock Firmware ditanggung sendiri. Ingat, ane tidak pernah memaksa agan untuk root ataupun menggunakan tutor di sini. Semua keputusan ada di tangan agan sendiri.

Syarat
Adapun untuk mengikutin tutor rooting dimari, ada beberapa persyaratan yang perlu agan penuhi :
1. HH androidnya menggunakan Qualcomm sebagai SoC nya. Idealnya tutor ini lebih untuk Chipset keluaran 2015 ke atas, dengan OS minimal Lollipop 5.0 ke atas. Untuk HH dengan chipset lain, mohon maaf, ane tidak begitu mengerti layout boot dan TWRP nya maupun stock firmware nya. Meskipun tutor tentang TWRP di sini mungkin masih tetap berguna untuk agan.
2. Punya Stock Firmware yang bisa diflash untuk membuat status HH kembali official. Stock Firmware boleh yang asli langsung dari vendor HH nya atau bisa juga dari sumber lain terpercaya, seperti needrom. Jika agan tidak punya ini dan nekad melanjutkan, maka say goodbye dengan garansinya. Proses rooting adalah one way trip, tidak ada cara unroot yang aman, kecuali flash kembali ke Stock Firmware. Agan perlu cari cara alternatif ataupun metode lain.
3. Punya TWRP yang khusus untuk HH nya, dan juga boot img asli yang sudah diedit menjadi unsecure. Jika tidak ada, agan perlu cari cara supaya bisa dapat kedua file ini. Untuk porting dari HH lain, akan ane buatkan trit terpisah. Biasanya jika agan sudah punya stock ROM, terutama ROM QPST, di dalamnya sudah ada stock boot dan recovery img yang bisa diporting.
4. Download beberapa bahan root dan backup nya. Punya PC/laptop untuk backup maupun eksekusi tutornya.
5. Bersedia untuk backup rutin dan backup on demand setelah root. Rooting bukanlah akhir dari segalanya, tapi permulaan dari perjalanan hidup baru.
6. Punya logika, mau dan mampu membaca, memahami sebelum eksekusi, bersedia mengikuti tutorial secara sistematis, bertanya jika ada step yang meragukan/kata2 yang salah di tutor, bertanggungjawab atas kesalahan sendiri, mampu belajar dari kesalahan dan diutamakan mengerti Bahasa Inggris. (kayak mo interview calon karyawan nih emoticon-Hammer (S))

Variable yang bisa berbeda
Semua versi software ataupun apk yang disertakan di sini sifatnya dinamis. Artinya sewaktu2 mungkin bisa berubah versinya (upgrade ataupun ganti nama). Kalau itu terjadi, tolong sesuaikan dengan perubahan yang terjadi. Misalnya adb setup nya mungkin ke depannya akan ada update 1.4.4, 1.4.5 dan seterusnya. Karena tutor ini sengaja dibuat menjadi universal, berarti agan perlu ganti beberapa command ataupun path ataupun file yang digunakan, sesuai dengan HH yang agan pakai. Dalam tutor ini, pada saat diketik, inilah daftar tool yang dipake dan versinya :
1. ADB installer 1.4.3
2. SuperSU zip flashable 2.78
3. Partitions Backup & Restore 1.6.0*apk
4. TWRP 3.0.2-0 Blade S6 - Pureshot 6.07.00.img
5. Boot Pureshot 6.07.00 unsecure.img

Jika misalnya di kemudian hari ada update dari developer ataupun agan yang compile/porting TWRP dan Boot unsecure nya, silahkan diupdate sendiri dan download ulang untuk mendapatkan versi terbaru. Khusus untuk TWRP dan Boot unsecure ini berbeda2 di setiap HH, silahkan disesuaikan dengan file yang spesifik untuk HH agan. Misalnya untuk PSP2, maka filenya adalah TWRP 3.0.2-0 Nubia Z11 mini - PSP2 6.02.06.img dan Boot PSP2 6.02.06 unsecure.img. Jangan sembarangan memakai TWRP ataupun Boot unsecure yang bukan untuk HH agan!!! Bisa menyebabkan kerusakan fatal!!!

Bahan-bahan yang diperlukan
1. PC dengan windows XP/7/8/10 (sebisa mungkin 7), 32/64 bit ga masalah. Untuk Win 8/10, kemungkinan perlu disable driver signature enforcement, tergantung versi windowsnya. Sementara untuk linux dan mac, juga ada toolnya. Namun di tutor ini tidak akan ane bahas, karena mayoritas agan punya akses ke windows.
2. Space HDD yang mencukupi untuk nampungin hasil backup. Kalau bisa minimal sebesar ukuran ROM HH agan + microsd nya (misalnya 16 + 32 GB = 48 GB), biar bisa nampungin backup microsd dan internal virtual sdcard nya (untuk berjaga2)
3. Free space di HH sekitar 3-6 GB, untuk menampung hasil backup ROM pertama kalinya. Kalau ada microsd, maka free space boleh yang di microsd. Jika HH nya support OTG, juga boleh pake OTG (tapi sebisa mungkin dihindarin)
4. ADB, Fastboot and Drivers, download dari xda
5. SuperSU zip flashable, download dari xda
6. TWRP untuk HH agan (portingan juga boleh) dan Boot img original yang sudah diubah menjadi unsecure.
7. Partitions Backup & Restore untuk backup full partition setelah root
8. Kabel data yang bagus, diutamakan bawaan HH karena biasanya lebih tebal.
9. HH dicas ampe minimal 80% lebih.

Download link
1. adb-setup-1.4.3.exe, ADB installer 1.4.3 bisa didownload dari [TOOL] [WINDOWS] ADB, Fastboot and Drivers - 15 seconds ADB Installer v1.4.3
2. SuperSU-v2.78-201609011115.zip, SuperSU zip flashable 2.78, bisa didownload dari [STABLE][2016.09.01] SuperSU v2.78, cari versi flashable/installable dari TWRP
3. Partitions Backup & Restore 1.6.0*apk, yang bisa didownload dari playstore, Partitions Backup & Restore

Sementara untuk TWRP dan Boot Unsecure, silahkan download dari trit official lounge HH bersangkutan. Di sini ane akan coba link beberapa jika uda terbukti berhasil. (link nyusul)
1. TWRP 3.0.2-0 Blade S6 - Pureshot 6.07.00.img dan Boot Pureshot 6.07.00 unsecure.img, bisa diperoleh dari Official lounge Hisense Pureshot.
2. TWRP 3.0.2-0 Nubia Z11 mini - PSP2 6.02.06.img dan Boot PSP2 6.02.06 unsecure.img, bisa diperoleh dari Official lounge Hisense Pureshot Plus 2.
Diubah oleh Desmanto

Step by Step to Root

Step by step to Root

01. Persiapan di HH
a. Backup dulu data agan semua yang bisa dibackup. Dalam hal ini, contact, call log, sms, bookmark, data app, game, chatting, termasuk isi microsd dan internal storage dicopy ke PC semuanya via MTP (colok kabel ke PC). Contact/sms bisa dibackup dengan app seperti SMS & Contact backup atau superbackup sejenis. Data game bisa disync ke FB atau Google play games jika game nya mendukung. Untuk beberapa socmed seperti Whatsapp, chattingnya bisa dibackup ke /sdcard. Meskipun tutor sudah terbukti work, alangkah baiknya tetap backup untuk berjaga-jaga seandainya terjadi sesuatu yang tidak beres. Apalagi bagi agan2 yang baru pertama kali nya mencoba root dengan metode ini, pastinya akan mengalami rintangan tidak terlihat yang mungkin membuat agan jantungan saat eksekusi. Backup data sebelum memulai adalah awal yang paling bagus. Jika agan melangkahin step ini, dan kemudian terjadi sesuatu di luar dugaan; maka agan tau itu semua adalah salah agan sendiri yang tidak mengikuti prosedur di sini.
Tujuan step ini adalah membuat salinan data agan di PC. Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, minimal data agan tidak hilang semuanya. Data dalam hal ini terutama data app, contact, sms, chatting, foto, video, lagu, ataupun data2 penting lainnya.

b. Copy SuperSU zip, Boot Unsecure dan TWRP ke internal virtual sdcard (atau microsd), untuk diflash nantinya. Taruhlah di satu folder di sdcard, contohnya di /sdcard/Root/ untuk memudahkan pencarian nantinya
Spoiler for 01. 3 Bahan flashable:
Copy bahan2 yang akan diflash nantinya. Dalam hal ini ada 3, yaitu Boot unsecure, TWRP dan SuperSU untuk root.

c. Nyalakan Wifi dan bluetooth. Buka Settings > Scroll cari about phone > Status dan catatlah semua identitas HH yang ada di sana. Screenshot tentunya akan lebih gampang, simpan hasil screenshot di tempat yang aman, bukan di HH. Sebisa mungkin agan mencatat manual (ditulis pake pen) semua detail penting seperti IMEI, MEID, ESN, wifi mac, bluetooth address dan serial number (adb). ID ini berbeda2 di setiap HH, dan merupakan identitas tidak terpisahkan dari HH agan. Wifi mac dan bluetooth address kemungkinan hanya akan terlihat kalau wifi dan bluetooth nya on (makanya disuruh aktifkan dulu sebelumnya).
Spoiler for 02. IMEI dkk:
Tujuannya adalah mencatat Identitas HH secara manual. Dalam kasus terburuk seandainya terjadi hal2 yang tidak diinginkan dan agan terpaksa edit manual IMEI dkk ini, agan sudah punya catatannya. Kasus terburuk tidak harus terjadi pada saat proses rooting ini. Bisa saja terjadinya setelah 2 tahun kemudian, mungkin agan entah modif apa dan mendadak IMEI dkk ini hilang. Dengan adanya backup di awal, setidaknya agan ada tali pengaman terakhir untuk menyelamatkan jati diri HH. Tanpa IMEI dkk, HH agan akan menjadi tablet tanpa fungsi wireless. Wifi, bluetooth, 2G, 3G, 4G semuanya tidak bisa berfungsi normal jika tidak ada IMEI dkk ini.

02. Persiapan di PC/laptop
a. Download dan siapkan bahan2nya di satu folder di PC. Sebisa mungkin taruhnya di drive D: saja. Karena di beberapa PC, mungkin adminnya ataupun mungkin antivirusnya ngunci drive C:, sehingga lebih susah untuk eksekusi dari sana. Dalam contoh ini, ane copy ke folder D:\Android\Pureshot\Root\. Agan boleh saja copy ke folder lain, yang penting nanti disesuaikan path nya. Misalnya jika HH agan adalah PSP2, maka mo dicopy ke D:\PSP2\ juga boleh.
Spoiler for 03. 4 Item:
Dengan menyiapkan semuanya dalam satu folder, akan mempermudah step berikutnya. Dari 4 file yang dicopy, sebenarnya di PC kita hanya butuh 2 file saja, yaitu ADB, Fastboot and Drivers dan TWRP saja. Sementara Boot unsecure dan supersu zip hanya digunakan di HH.

b. Double klik di ADB, Fastboot and Drivers, Install driver ADB dan fastboot, termasuk driver HH sendiri. Akan ada muncul window command prompt dengan background biru. Jawab yes (y) sebanyak 3 kali untuk install semuanya.
Spoiler for 04. Driver & 05. yes all:
Langkah ini akan menginstall ADB dan Fastboot supaya diakses dari command prompt. Pertanyaan install ADB system-wide adalah supaya bisa diakses dari folder manapun juga, bukan terbatas di folder installasi ADB saja.

c. Setelah jawab Yes 3 kali, akan ada keluar window baru untuk install device driver. Next saja, dan tunggu hingga selesai dan klik Finish.
Spoiler for 06. install driver:
Step ini akan install driver universal untuk semua HH, termasuk driver fastboot; yang akan digunakan di tutor ini.

d. Untuk beberapa HH, mungkin perlu driver tambahan supaya bisa terdetek di PC. Dalam kebanyakan waktu, agan tinggal colok HH nya dalam keadaan hidup normal, via kabel ke PC dan ketika ada prompt, pilih cdrom, install phone driver. Sementara untuk HH lain, ada kemungkinan perlu download official drivernya dari website vendor nya. Untuk ini silahkan cari sendiri, karena berbeda2 di setiap HH. Agan mungkin tidak perlu melakukan step ini lagi jika HH sudah terdetek nantinya di fastboot.
Spoiler for 07. Driver installed finished:
Tujuannya adalah supaya HH bisa dikenalin oleh PC. Tanpa driver, mo dicolok dengan kabel apapun, HH tidak akan terdetek di PC sebagai adb device ataupun fastboot device. Langkah ini boleh diskip bila HH sudah terdetek di step berikutnya.

Setelah install driver selesai, sekarang perlu boot HH ke Bootloader mode. Step ini akan berbeda2 di setiap HH. Khusus untuk Hisense Pureshot series, caranya akan dijelaskan di beberapa langkah berikut.

03. Masuk ke Bootloader/Fastboot
a. Untuk masuk ke fastboot, perlukan matikan HH dulu. Dari keadaan HH off, tekan dan tahan tombol power dan volume down selama beberapa detik. Akan ada getar yang menandakan HH booting.
Spoiler for 11. Tahan tombol:
Tombol power + vol down adalah untuk masuk ke recovery. Tapi akan melewatin Status screen terlebih dahulu.

b. Setelah muncul status product, tahan tombol untuk melanjutkan. Dalam keadaan normal, maka seharusnya status masih official, seperti System status : Official. Jika agan sudah root atau pernah otak/I sebelumnya, di sini bisa muncul sebagai Custom, rooted, brushed atau sejenisnya yang menyatakan sudah tidak official.
Spoiler for 12. System Status:
Tombol power adalah untuk melanjutkan ke recovery

c. HH akan masuk ke recovery original. Jika sebelumnya agan sudah pernah pake TWRP atau custom recovery lainnya, maka yang muncul adalah custom recovery itu. Dari recovery ini, gunakan tombol volume down beberapa kali untuk memilih menu Reboot to bootloader.
Spoiler for 13. Recovery Original:
Tombol Volume up dan down adalah untuk memilih menu yang diinginkan. Karena kita ingin masuk ke bootloader, maka kita tekan Volume down beberapa kali.

d. Setelah berada di menu reboot to bootloader, tekan tombol power untuk menjalankan perintah tersebut.
Spoiler for 14. Reboot to Bootloader:
Tombol power adalah tombol OK/enter nya di mode recovery.

e. HH sudah berada di mode fastboot aka bootloader. Di layar seharusnya akan muncul tulisan Fastboot Downloading …, Bootloader mode, Download mode atau kata2 sejenis. Dalam mode ini, colokkan HH ke PC dengan menggunakan kabel original, baik dari bawaan maupun kabel original HH lain. Sebisa mungkin colok di port usb belakang untuk PC, dan jangan menggunakan usb hub atau sejenisnya lagi. Ini memastikan HH mendapatkan supply power yang mencukupi untuk terdetek di PC/laptop. Jika agan tidak mencolokkan ke PC pada saat ini, hanya ngetes step ini saja, agan bisa booting kembali ke mode normal dengan cara tahan tombol power beberapa detik. Ada yang mungkin tahan 2 detik, ada yang perlu tahan 10 detik baru bisa reboot.
Spoiler for :
Step inilah awal pertama kali HH dicolok ke PC supaya bisa terdetek fastboot nya. Dalam keadaan normal, TWRP maupun boot img hanya bisa diflash ketika HH sudah root, yang tentunya tidak bisa karena justru kita mau root lewat TWRP. Makanya perlu masuk fastboot untuk bisa boot/flash manual TWRP/boot img nya.

Bagian masuk ke bootloader ini berbeda2 untuk setiap HH. Step di atas adalah khusus untuk HH dari Hisense, khususnya uda dites di Hisense Pureshot/+ dan Pureshot Plus 2; dan mungkin kebanyakan HH Hisense lainnya. Untuk HH lain, ada kemungkinan tombol kombinasinya seperti :
Tahan tombol power + volume Up;
Tahan tombol power + Volume Up juga, tapi perlu tahan volume Down setelah ada status;
Tahan tombol power + Volume Down juga, tapi perlu tahan volume Up setelah ada status
Tahan tombol power + volume Up/Down + tombol home;
Tahan Tombol power + volume Up/Down, tekan Volume down untuk pilih menu fastboot dan tekan tombol power,

dan masih banyak kemungkinan kombinasi lainnya. Silahkan dicoba atau ditanyakan kepada yang lebih berpengalaman dengan brand HH tersebut.

Jikalaupun tidak bisa dari tombol kombinasi, agan juga bisa reboot langsung ke bootloader dengan command dari adb. Tentunya HH harus masih bisa hidup normal, USB debugging sudah diaktifkan. Untuk mengaktifkan USB debugging, perlu aktifkan Developer Options dulu. Caranya masuk ke Settings > About Phone > Kemudian tap 7 kali di kernel version (HH tertentu perlu tap di ROM version atau sejenisnya). Akan ada toast message Your are now a developer. Akan muncul setting Developer Option. Buka dan enable USB Debugging nya. Kemudian colok HH dalam keadaan hidup ke PC dengan usb debugging on. Di adb, ketikkan command adb reboot bootloader atau adb reboot-bootloader untuk reboot HH ke bootloader.

Khusus HH yang lock dari opsel, biasanya bootloader sudah dilock ataupun dihilangkan sama sekali. Sehingga tidak ada akses khusus untuk flash TWRP seperti cara di bawah. Bagi yang bootloader nya dilock, agan perlu cari tahu cara unlock nya. Ada yang segampang command fastboot oem unlock atau fastboot flashing unlock; ada yang perlu centang OEM unlock di developer option; ada yang perlu kirim email surat cinta ke vendor untuk minta password/unique key/unlock code; tergantung dari jenis HH nya. Ingat, unlock bootloader berarti factory reset, semua data agan akan hilang, baik di partisi Data (userdata) maupun Internal storage (internal virtual sdcard). Makanya di step sebelumnya sudah diberitahu untuk backup lengkap semuanya.

Sementara untuk yang bootloadernya dihilangkan, agan perlu cari cara root lain atau cara lain untuk bisa flash TWRP nya. Biasanya USB debugging juga dipassword, sehingga tidak bisa memakai cara di atas. HH yang termasuk dalam kategori ini adalah andromax series, termasuk HH Hisense apapun yang sudah dilock oleh Smartfren (Max R, Max Es, Max R2 dkk). Untuk HH seperti ini, silahkan cari cara alternatif. Jika agan ada ketemu cara apapun untuk minimal bisa boot TWRP ke HH, maka agan baru bisa mengikutin tutor root di bawah. Salah satunya adalah melalui TF update, yang selama ini memang hanya ada di andromax series dan beberapa OEM seperti Hisense, Haier sejenisnya. TWRP akan disisipkan di ROM QPST dan kemudian diflash ke HH melalui “jurus tiga jari”. Sama seperti unlock bootloader, jurus tiga jari ini akan factory reset, semua data termasuk yang ada di internal storage akan hilang. Untuk ini, tidak akan ane jelaskan di sini. Mungkin ke depan nya, Om Sugi bisa bantu untuk buat tutor lengkapnya.
Diubah oleh Desmanto
04. Booting TWRP dari fastboot
a. Sekarang kita balik ke PC/laptop. Pastikan TWRP sudah disiapkan di folder yang ditentukan, yaitu D:\Android\Pureshot\Root\.
Spoiler for 21. 4 Item:

b. Tekan Windows + R untuk membuka jendela Run. Kemudian ketikkan CMD dan tekan enter / Klik OK. Akan terbuka jendela command prompt seperti yang terlihat. Default foldernya akan berada di C:\Users\[NamaUser]>.
Spoiler for 22. Cmd:
Khusus Windows 7 ke atas, bisa juga cukup tekan windows, ketikkan CMD dan akan muncul cmd.exe di pilihan pertama, tekan enter.

c. Ketikkan command D: untuk mengganti drive ke D: drive di mana TWRP nya berada. Path akan sekarang pindah ke D:\, ketikkan cd android\pureshot\root\. Path sekarang akan masuk ke folder D:\Android\Pureshot\Root>.
Spoiler for 23. cmd cd:
Perintah cd adalah singkatan dari Change Directory. Ini adalah untuk mengarahkan command promt ke folder di mana TWRP kita berada. Jadi kalau agan memakai folder lain, tolong sesuaikan path nya dengan folder di mana TWRP agan berada. Misalnya Jika agan taruhnya langsung di D:\PSP2\TWRP\. Maka command di atas akan menjadi cd D:\PSP2\TWRP\.

d. Khusus untuk Windows 7 ke atas, ada cara singkat untuk langsung command prompt ke path di folder TWRP nya berada. Jadi agan tidak perlu ketik cmd ataupun ketik2 cd di atas. Langsung aja browse ke folder tempat TWRP nya berada. Kemudian tahan tombol Shift di keyboard dan klik kanan di tempat kosong, dari salah satu pilihan akan ada option Open command window here. Tanpa tahan tombol shift terlebih dahulu, pilihan command tu tidak akan muncul; begitu juga dengan harus klik kanan di tempat kosong. Command prompt akan langsung terbuka dengan path di tempat folder TWRP berada.
Spoiler for 24. klik kanan 25. klik kanan cmd:
Ini adalah cara lebih singkat untuk langsung command prompt ke folder TWRP nya. Terlepas dari cara manakah yang agan pakai, intinya sekarang agan berada di command prompt dengan path tempat TWRP berada.

e. Setelah di folder ini, pastikan agan sudah colok HH ke PC dengan kabel microusb original (jika sebelumnya belum colok). Jika speakernya aktif, akan ada bunyi notifikasi ketika HH dicolok sempurna. Akan ada notifikasi installing driver jika ini adalah pertama kalinya dicolok. Cek apakah HH sudah terdetek sempurna di fastboot, dengan cara ketik fastboot devices. Akan terlihat serial number adb dengan mode fastboot. Jika agan cek di device manager (klik kanan my computer > Manager > Device Manager), di device pertama akan muncul ADB interface dan jika diklik akan ada Fastboot interface. (kata2nya mungkin beda jika agan pake driver bawaan HH). Intinya jika salah satu dari dua ini ada, berarti HH sudah terdetek sempurna di PC, dan siap untuk diboot ke TWRP.
Spoiler for 26. cmd fastboot 27. fastboot devmgr adb:
Jika tidak terdetek sama sekali, pastikan agan sudah menginstall drivernya secara sempurna, HH sudah booting di fastboot mode, sudah memakai kabel original bawaan dan sudah dicolok ke Port yang masih berfungsi (idealnya port belakang di PC). Atau silahkan masuk ke troubleshooting atau FAQ.

f. Langkah berikutnya ini adalah yang paling krusial dari bagian PC ke HH. Setelah HH terdetek sempurna, kita akan boot TWRP ke HH nya. Di command prompt ketikkan : fastboot boot “TWRP 3.0.2-0 Blade S6 - Pureshot 6.07.00.img”. Di mana, fastboot boot pasti sama di semua HH, sementara bagian TWRP nya “TWRP 3.0.2-0 Blade S6 - Pureshot 6.07.00.img” tolong sesuaikan dengan nama TWRP yang untuk HH agan. Untuk TWRP yang ane porting, ane selalu kasih nama sesuai versi TWRP + nama HH yang TWRP nya ane comot + versi ROM dari kernel HH tujuan porting. Karena ada spasi, makanya nama TWRP nya perlu dikurung dengan tanda petik (“). Jadi contohnya untuk PSP2 ane, command di atas akan menjadi : fastboot boot “TWRP 3.0.2-0 Nubia Z11 mini - PSP2 6.02.06.img”. Agan bisa ketik langsung ketik nama panjangnya secara cepat, dengan cara ketik fastboot boot twrp, lalu langsung tekan tab di keyboard. Nama TWRP nya akan otomatis terisi. Pastikan sudah benar, lalu tekan enter. Akan ada notif downloading dan booting. Seharusnya prosesnya tidak lebih dari beberapa detik. HH akan reboot ke TWRP setelah ini. Agan sudah boleh cabut kabelnya dari PC, karena semua step berikutnya akan dilanjutkan di HH. Jika semuanya lancar2 saja, boleh dibilang tugas dari PC sudah selesai sampai di sini, kecuali untuk step copy hasil backup untuk disimpan di harddisk nantinya.
Spoiler for 28. cmd boot twrp:
Perintah fastboot boot TWRPnya akan booting TWRP nya ke RAM secara temporary. Bedakan dengan fastboot flash TWRP, yang akan menyebabkan TWRP diflash secara permanen ke partisi recovery. Di sini kita akan memakai fastboot boot, karena kita perlu temporary terlebih dahulu. Setelah booting ke TWRP, kita masih akan melakukan backup partisi recovery, sehingga yang terbackup adalah stock recovery (original). Ini untuk memastikan bahwa backup pertama kita dari TWRP adalah benar2 bersih murni dari modif apapun.

Alasan lain adalah karena mungkin ada beberapa agan yang tidak memiliki TWRP asli untuk HH mereka, tapi mereka ingin mengambil stock recovery original untuk diporting menjadi TWRP asli untuk HH mereka. Mereka akan mengambil resiko, mencoba TWRP menggunakan kernel HH lain yang hampir serupa dengan HH mereka sekarang ini. Inilah yang ane lakukan kemarin, untuk mengambil stock recovery bawaan pureshot, yang akhirnya ane porting lagi untuk mendapatkan TWRP dengan kernel bawaan pureshot. Ane juga ambil partisi Boot, yang kemudian ane edit jadi unsecure, supaya nantinya HH bisa booting normal setelah root.

Meskipun PC sudah tidak digunakan setelah step ini, agan tetap boleh membiarkan HH tercolok saja. Akan ada prompt install driver maupun MTP, jika default setting adb dan MTP nya dari TWRP yang di boot sudah on dari sana nya. Dengan tetap colok ke PC, maka minimal HH akan tercas sedikit, supaya tidak keburu lowbat pada saat backup berjalan (jika data yang dibackup cukup banyak dan progressnya lambat). Tapi kadang jika HH jadi panas pada saat backup sambil dicolok, maka bagusan dicabut saja, daripada nantinya overheat. Dalam kasus terburuk sekalipun, seharusnya backup tidak memakan waktu lebih dari ½ jam.


Sama seperti fastboot di atas, jika HH agan tidak support fastboot; maka agan perlu cari cara lain untuk bisa booting ke TWRP ini, terlepas dari metode apapun yang agan lakukan (tanpa merusak HH tentunya). Jika agan sudah bisa booting ke TWRP, maka proses rootingnya akan mirip2 seperti yang akan dijelaskan selanjutnya. Lantas kenapa kita perlu bootingnya ke TWRP? Karena jika HH booting hanya ke recovery original, tidak banyak yang bisa dilakukan, recovery original terkunci, minim feature dan tidak bisa install superSU zip (zip signature akan error). Dengan TWRP, maka ada lebih banyak hal yang bisa dilakukan.

05. Ritual full backup di TWRP
Sebenarnya kalau pun agan punya HH selain Qualcomm pun, selama agan bisa memasukkan TWRP dan bisa berfungsi normal di HH agan sekarang ini, maka tetap bisa mengikuti tutor mulai dari step ini sampai seterusnya. Karena penggunaan TWRP sebenarnya memang universal, yang penting HH nya support TWRP itu sendiri dan berfungsi normal. Tapi ane tetap limit tutor ini ke Qualcomm-based saja, karena memang belakangan ini ane lebih punya akses ke qualcomm daripada HH lain.

a. TWRP adalah custom recovery berbasis touch, sehingga mempemudah navigasi. Agan bisa tap, swipe bahkan bisa mengetik dengan keyboard standard bawaan. Awal booting ke TWRP, akan ada notif Unmodified System Partition dari TWRP, tap Keep Read Only. Kemudian di menu utama TWRP, langsung tap di Backup.
Spoiler for 31. TWRP buka pertama:
Kita memang akan rooting setelah ini, tapi sebelumnya kita perlu backup dulu, makanya tetap dibuat read-only dulu. Read-only ini bisa ditoggle di setting mount nantinya jika diperlukan, ikutin dulu untuk sekarang ini. Tap backup adalah untuk backup terlebih dahulu. Jika agan melihat ada muncul icon mouse pointer di bagian tengah, itu adalah wajar. Dari beberapa TWRP terakhir yang ane porting belakangan ini, selalu ada mouse pointernya. Jika agan ingin memastikan jam backup tepat sesuai dengan jam HH, agan bisa masuk dulu ke Menu Settings TWRP dan set timezone terlebih dahulu. Bisa dilihat di bagian Penjelasan Menu TWRP – Settings.

b. Di menu backup, centang empat partisi utama, yaitu : System, Data, Boot, Recovery. Jangan centang partisi lain jika agan tidak tahu isinya apa. Kemudian di bagian name ada tulisan (Auto Generate), tap untuk rename backup pertama kali ini. Akan muncul keyboard untuk bisa mengetikkan nama backup.
Spoiler for 32. Backup 4 partisi:
Di TWRP agan mungkin pilihannya ga persis seperti itu, tergantung recovery.fstab hasil compile/porting. Jika tidak ada minimal 4 partisi itu, sebisa mungkin compile/porting ulang supaya ada, edit di bagian recovery.fstab, cocokkan dengan fstab yang ada di stock recovery bawaan. Lalu mungkin juga ada pilihan partisi lain seperti System image, firmware, efs, IMEI, atau pun apa namanya. Contohnya di SS ada pilihan system image. Sebenarnya kedua pilihan ini sama, bedanya hanya bisa terlihat di recovery.fstab. Di fstab nya, terlihat bawah system dibackup dengan format ext4, sementara system image dibackup dengan format emmc (raw). Artinya Systemhanya backup data yang terisi, sementara System image backup data terisi + free space nya. Makanya System hanya 2005 MB, sementara System Image 2355 MB (ukuran max dari partisi System). Sebisa mungkin jangan centang partisi lain jika agan tidak tahu apa isinya, cukup 4 partisi penting ini saja. Partisi kecil lainnya akan kita backup setelah root.

c. Hapus namanya dan ketikkan nama Preroot ROM, tekan spasi dan tap di Append Date. Tap OK untuk melanjutkan (berbentuk centang putih tombol biru di kanan bawah). Maka nama backup akan menjadi Preroot ROM + [Tanggal & Jam backup].
Spoiler for 33. Rename Backup:
Dengan memberikan nama backup awal yang sesuai, akan memudahkan restore di kemudian hari nya. Jika hanya dibiarkan auto generate, agan tidak tahu backup ini adalah backup awal sebelum mulai otak/i. Melihat tanggal dan jam backup saja kadang bisa membingungkan, terutama jika agan sudah punya backup TWRP beberapa kali. Belum lagi jika agan salah set tanggal atau jam sehingga mempersulit mengetahui tanggal dan jam aslinya dari backup. Jika agan ingin menyetel dulu supaya jamnya benar (biasanya timezone nya salah), maka bisa lihat dulu bagian setting TWRP.

d. Tap di Select Storage dan pilih tempat penyimpanan backup nya. Dalam tutor ini ane menunjukkan tempat backup ke Internal Storage saja, meskipun ane punya microsd terpasang. Karena bisa saja HH agan tidak dipasang microsd atau tidak support microsd. Bisa terlihat sisa free space yang tersedia untuk menampung backup. Silahkan total sendiri pas centang 4 partisi tadi, dan pastikan sisa nya mencukupi untuk backup 4 partisi tersebut. Kemudian tap di tab Options dan centang Enable compression. Ini supaya hasil backup dicompress sehingga menghemat storage yang terpakai untuk backup. Tap balik tab Backup setelah centang.
Spoiler for 34. Compression:
Tempat storage untuk backupnya bisa disesuaikan dengan free space yang tersedia. Jika internal storage agan tidak mencukupi, boleh pilih MicroSD jika ada (dan mencukupi). Atau jika HH agan support OTG, dan agan colok pada saat di TWRP ini, juga bisa pilih OTG sebagai tempat backup nya. Pilihan enable compression memang mengurangi ukuran hasil backup secara signifikan (bisa sampai 50% nya), tapi tetap saja pada saat backup nya agan memerlukan free space sebanyak total space sebelum tercompress. Makanya di awal2 tutor disebutkan untuk memiliki free space yang mencukupi. Pindahkan data2 yang tidak critical ke PC jika free space tidak mencukupi untuk backup.

e. Setelah balik di tab Backup, pastikan lagi 4 partisi sudah tercentang. Kemudian Swipe to Backup di bagian bawah. Backup pun dimulai dengan parameter yang telah diset sebelumnya. Agan bisa liat total backup partition dan total backup size di bagian lognya. Lama backup bervariasi di setiap HH, biasanya berkisar 5-15 menit. Tunggu hingga selesai.
Spoiler for 35. Progress backup:
Total backup size 3.262 MB adalah total dari 4 partisi yang dibackup. Inilah free space minimal yang diperlukan supaya backup sempurna. Bisa terlihat di log, available space masih 8.328 MB, artinya masih lebih dari cukup. Karena kita enable compression, hasil backup sebenarnya jauh lebih kecil. Kecepatan backup ini akan tergantung pada pilihan sebelumnya. Jika agan backup ke internal storage, pasti akan lebih cepat. Karena kecepatan write emmc masih tetap lebih cepat dari microsd, bisa up to 30 MB/s di HH ane. (kenyataannya tidak pernah tercapai ampe max karena faktor lain). Sementara jika backup storage nya dipilih ke microsd, maka kecepatan bervariasi tergantung kecepatan microsd dan SDcontroller HH. Pureshot ane sanggup support up to 30 MB/s juga di microsd, namun karena ane pasang microsd class 10 (10 MB/s), maka max kecepatan backup nya hanya sekitar 10-12 MB/s saja. Kemudian jika agan enable compression, biasanya kecepatan backup akan turun sekitar 1/3 nya (backup akan lebih lama 30-50% dibanding tanpa compression). HH dengan processor lebih kuat cenderung akan lebih cepat selesai. Pureshot ane dengan Qualcomm SD415, bisa stabil backup ampe sekitar 10 MB/s, meskipun uda Enable Compression (masih jauh di bawah max 30 MB/s). Terakhir adalah total ukuran backup. Dengan total ukuran backup 3.262 MB, dibagi dengan kecepatan kurang lebih 10 MB/s; maka waktu yang diperlukan akan sekitar 300-350 detik atau 5-6 menit.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah setelah selesai backup 1 partisi, akan ada MD5 calculation. Untuk partisi yang ukurannya sangat besar, yaitu System (2.005 MB) dan Data (1.192 MB), progress Generating md5… ini akan terasa sangat lama sekali. Ini adalah wajar, karena HH perlu hitung MD5 dari file dengan ukuran bergiga2. Ini akan lebih lama lagi jika HH agan memiliki processor yang tidak begitu powerful ataupun ukuran partisi Data sangat besar (di atas 5 GB). Jadi jangan terkejut ataupun panik, Generating md5… tetap akan selesai.


f. Setelah menunggu beberapa menit, tergantung dari berbagai faktor di atas; backup pun selesai. Cek di log nya, pastikan tidak ada error apapun. Seharusnya tampilannya akan mirip2 seperti punya ane. Bisa terlihat average speednya adalah 9 MB/s untuk file system (System dan Data, memakai format ext4) dan 21 MB/s (boot dan recovery, memakai format emmc). Total backup adalah 1.481 MB, cuma setengah dari 3.262 MB. Berarti Enable Compression uda hemat 1,5 GB sendiri. Total lama backup adalah 346 detik, tidak beda jauh dengan hasil perhitungan di atas. Tentunya lama backup ini akan bervariasi seperti yang dijelaskan di atas. Tekan Tombol home untuk kembali ke menu utama. Selanjutnya kita akan cek hasil backup.
Spoiler for 36. Backup selesai:
Meskipun TWRP sudah melakukan semuanya untuk agan, tetap cek dulu log backup nya. Pastikan tidak ada error. Jika selama backup, HH masuk ke sleep, tidak apa2. Itu sama seperti sleep biasanya, tinggal tekan power dan swipe to unlock screen uda akan balik ke backup ini. Selama sleep, backup masih tetap berjalan. Agan bisa mengatur display timeout nya TWRP di bagian setting.

Tujuan dari full backup TWRP ini adalah backup pertama sesaat sebelum root. Karena semau partisi yang dibackup ini belum modif, sehingga backup ini bisa digunakan sewaktu2 ketika agan ingin kembali ke stock ROM untuk memulai hidup baru dari awal. Namun hasil backup ini belum tentu bisa digunakan untuk update OTA di kemudian hari. Karena mayoritas update OTA dari vendor setelah android Lollipop, seringkali menyertakan partisi boot yang pastinya sudah termodif di step berikutnya. Jadi backup ini lebih sebagai cadangan seandainya setelah root, ada yang salah; backup ini adalah checkpoint untuk memulai ulang root dari awal. Untuk kembali ke Stock ROM awal, tetap lebih baik menggunakan Stock firmware bawaan yang sudah disediakan oleh vendor ataupun berhasil agan temukan di dunia maya (contohnya di needrom). Stock Firmware bisa berupa ROM QPST yang diflash via Qfil ataupun TF update yang bisa diflash dengan jurus tiga jari.

Ingat, ini adalah step backup. Agan bisa aja melangkahin step ini jika ingin bermain api. Tapi sudah banyak korban berjatuhan gara2 melangkahin step ini, dan akhirnya mewek2 di trit dengan alasan “lupa backup”, “khilaf”, atau apapun itu. Ane tidak membantu agan lagi kalau inilah yang terjadi, terutama jika HH agan termasuk salah satu dari sekian banyak HH “unik” yang jumlahnya usernya sangat sedikit. Jika itu yang terjadi, ane akan naik ke atas meja, menunjuk ke agan yang sedang menangis di pojokan, sambil mengajak teman2 lain untuk membantu menertawain kecerobohan agan sendiri.
Diubah oleh Desmanto
06. Cek hasil backup pertama dari TWRP
a. Setelah backup selesai, langkah selanjutnya adalah cek hasil backup. Dari menu utama TWRP, tap di Advanced > File Manager. Ini adalah file manager sederhana bawaan dari TWRP.
Spoiler for 41. File Manager:
Agan mungkin sudah tidak sabaran ingin melanjutkan ke proses rooting. Tapi percayalah pada ane, jika agan tidak mengecek nya terlebih dahulu, agan akan menyesal di kemudian hari. Terutama bagi yang punya HH unik dan usernya sedikit. Bisa saja memang di log TWRP berhasil sempurna, tapi ternyata partisinya di recovery.fstab TWRP yang agan gunakan itu salah mount. Jadinya hasil backup tidak tersimpan benar. Nah, kalau suatu hari agan perlu stock preroot ROM ini, baru akhirnya menyesal mengapa melangkahin step ini. Agan tetap wajib cek dulu apakah TWRP nya backup sempurna, terutama jika agan pertama kali pake TWRP yang diboot ini. Agan tidak tahu apakah yang compile/porting uda mount benar atau tidak. Bisa saja mount nya sudah benar, namun pengenalan partisi di HH agan sedikit berbeda, sehingga partisi layout berbeda dari TWRP pada umumnya. Intinya sih, agan tetap perlu memastikan hasil backup TWRP ini ada dan utuh. Karena ini adalah tali pengaman terakhir agan seandainya suatu saat terjatuh secara tidak sengaja. Toh, ceknya juga cuma sebentar saja. Jika hasil backup ternyata zonk, atau gagal total; hentikan proses rooting ini!!! Agan perlu cari TWRP yang bisa benar2 backup secara sempurna sebelum melanjutkan lebih jauh.

b. Default path setelah buka file manager adalah di folder root / (tanpa path). Agan bisa swipe up untuk scroll down seperti biasanya. Tergantung pada pilihan storage agan sebelumnya, agan perlu browse ke folder tempat hasil backup berada. Jika agan backupnya ke microsd, berarti agan perlu browser ke /external_sd. Sementara jika pake OTG, berarti perlu ke usbdrive (atau mungkin di di /storage/usbdrive). Sesuaikan path awal ini dengan storage yang agan pilih. Di tutor ane ini, karena ane backup ke internal storage, dan HH ane memakai sistem emulated storage (/data/media/), maka internal storage ada di /sdcard.
Spoiler for 42. SDcard:

c. Dari /sdcard, scroll ke bawah dan cari folder TWRP. Kemudian buka folder BACKUPS. (/sdcard/TWRP/BACKUPS/)
Spoiler for 43. TWRP backups:

d. Di dalam folder BACKUPS, akan ada folder yang namanya sesuai dengan serial number adb HH agan. Serial ini berbeda2 di setiap HH, jadi silahkan disesuaikan. Di pureshot ane adalah 78b728f7. Tap di folder ini, akan muncul folder dengan nama backup yang sudah kita rename sebelumnya, yaitu Preroot ROM + [Tanggal & Jam backup]. Berarti sekarang kita sudah berada di path /sdcard/TWRP/BACKUPS/78b728f7/Preroot ROM 2016-11-27-09-37-21/.
Spoiler for 44. Serial number Preroot:
Jika sebelumnya agan backup ke microsd, dan microsd yang sama sudah pernah dipake untuk backup di HH lain; maka akan muncul beberapa folder dengan serial number adb yang berbeda di dalam folder BACKUPS. Itulah sebabnya ane beritahu untuk mencatat serial number nya. Tapi ini sangat jarang sekali terjadi, biasanya cuma ada 1 folder di sini. Sementara nama folder backup nya bisa jadi berbeda, terutama di tanggal dan jam backup nya. Jika sebelumnya agan sudah backup TWRP di tempat yang sama, maka akan ada beberapa folder hasil backup sebelumnya. Biasanya ini terjadi karena agan update stock ROM, dan melakukan root ulang, sehingga perlu backup stock ROM ulang. Itulah sebabnya kita rename hasil backup pertama ini untuk mempermudah mengenalin ROM awal sebelum root.

e. Di folder Preroot ROM bisa terlihat hasil backupnya. Karena kita ada backup 4 partisi, maka seharusnya ada 4 jenis partisi berbeda di dalamnya. Pastikan kurang lebih tampilan hasil folder backup TWRP agan seperti SS, maka berarti backup nya sudah sempurna (meskipun belum dites restore). Jika agan cek via file manager setelah booting post root nantinya, folder akan terlihat seperti di SS. Tekan home untuk kembali ke menu utama setelah selesai cek.
Spoiler for 45. Hasil Backup & 46. Hasil backup cek setelah root. :
Setiap partisi akan ada pasangan md5 nya. Extension emmc artinya backup raw, yaitu boot dan recovery. Extension ext4 adalah backup partisi dengan format filesystem ext4, yaitu data dan system. Karena backup nya adalah ext4, maka ada tambahan file data.info dan system.info, yang isinya adalah total backup size dalam byte dan jumlah file yang terbackup. Sementara win adalah extension TWRP menandakan hasil backup partisinya tercompress. Compression yang digunakan adalah tar, dan agan bisa rename .win ini ke .tar, untuk bisa langsung extract via winrar (penggunaan tingkat lanjut, tidak dibahas di sini). Untuk data dan system, karena hasil backup bisa lebih dari 1 GB, maka ada kemungkinan extensionnya menjadi .win000, .win001 dan seterusnya. TWRP memisah hasil backup per 1 GB (kemudian dicompress). Setiap pemisahan ini akan ada md5 tersendiri. Kemudian ada file recovery.log yang berisi log dari progress backupnya. Jika ada error, maka akan terlihat di sini.

Cek folder hasil backup TWRP ini sangat penting. Karena agan sebenarnya tidak pernah tahu apakah backup berhasil sampai akhirnya agan restore. Tapi tidak akan kita tes sekarang. Minimal kita bisa cek hasil backup nya sempurna, kita percaya bahwa TWRP hasil compile/portingan sudah benar. Salah satu satu cara sederhana untuk konfirm hasil backup yaitu liat ukuran size hasil backup. Partisi boot dan recovery biasanya hanya berkisar 10-40 MB (tergantung ukuran kernel). Di Pureshot ane, ukurannnya sekitar 20 MB dengan max paritition size adalah 32 MB. Karena kedua partisi ini dibackup secara raw, maka ukurannya adalah max partition size, yaitu 32 MB. Sementara partisi system untuk lollipop biasanya berukuran 1,5 – 3 GB; setelah dicompress akan tersisa sekitar setengahnya, yaitu 750 MB – 1,5 GB. Partisi data akan lebih bervariasi. Pureshot ane baru install mungkin 3-4 app. Dengan adanya ART optimazation dari system app, maka bawaannya sudah terpakai sekitar 1,2 GB; setelah dibackup dan compress tinggal sekitar 450 MB. Dengan size seperti ini, cukup masuk akal kalau backup nya berhasil.

Jika seandainya agan bersikeras ingin tes dulu apakah hasil backup ini benaran aman atau tidak, caranya sebenarnya cukup gampang. Tinggal reboot normal, dan kemudian lakukan uninstall salah satu app yang kurang penting bagi agan, misalnya uninstall facebook. Kemudian dengan ritual di atas, booting lagi TWRP dan restore seperti di bagian tutor restore di bawah. Reboot lagi dan cek apakah facebook nya kembali ada (sudah terrestore kembali). Kalau ada, berarti restore berhasil. Caranya sederhana, tapi agan perlu melakukan beberapa step tambahan. Jadi tergantung apakah agan mo melakukan atau tidak. Agan juga bisa testing restore ini nantinya setelah TWRP nya dibuat permanen, sehingga lebih gampang, tidak butuh PC lagi.

07. Ritual Rooting
a. Akhirnya kita tiba di ritual yang paling menegangkan dari keseluruhan proses ini, yaitu ritual rooting. Dari menu TWRP utama, tap di Install. Akan terlihat bawaannya adalah Install Zip. Tap di Install Image untuk switch ke mode Install image.
Spoiler for 51. Install Image:
Kita akan install boot unsecure dan TWRP ke HH secara permanen, dan kemudian flash SuperSU zip untuk rootingnya. Image yang dimaksud di sini bukanlah “gambar”, tapi raw binary dari sebuah partisi, yaitu boot dan recovery nya.

b. Pastikan Tulisan di bagian atas adalah Install Image. Default folder install akan merujuk ke path /sdcard (internal storage atau internal virtual sdcard). Jika agan taruh ketiga file yang akan diflash di microsd, maka agan perlu tap di Select Storage dan pilih Micro SDCard. Di tutor ini, ane dari awal sudah beritahu untuk taruh ketiga file nya di /sdcard/Root/, berarti pilihannya tetap Internal Storage. Kemudian browse ke folder tersebut, /sdcard/Root/.
Spoiler for 52. Select storage:
Tergantung di mana agan taruh ketiga file ini, step ini bisa berbeda sedikit path nya. Yang penting arahkan foldernya ke tempat 3 file ini berada.

c. Setelah berada di folder tujuan, yaitu /sdcard/Root/, akan terlihat pilihan boot dan TWRP nya. Kita akan flash Boot unsecure terlebih dahulu. Tap di Boot Pureshot 6.07.00 unsecure.img dan flash ke partisi Boot. Swipe untuk eksekusi. Proses flashing sangatlah cepat, hanya beberapa detik. Perhatikan log nya dan pastikan Image Flash Completed. Tap di back untuk kembali ke menu Install Image.
Spoiler for 53. Flash Boot & 54. Boot berhasil:
Boot unsecure sebenarnya sama seperti boot original. Bedanya hanya diedit di default prop nya supaya jadi unsecure, supaya kita bisa edit partisi lain tanpa bootstuck. Boot unsecure ini diperlukan terutama untuk HH Lollipop ke atas, karena adanya fitur verified boot. Jika boot mendeteksi adanya modifikasi apapun di system, HH akan langsung ngambek dan tidak mo booting, dan langsung terjatuh ke emergency download mode, seolah2 bootstuck dengan layar off.

d. Sekarang pilih TWRP 3.0.2-0 Blade S6 - Pureshot 6.07.00.img dan flash ke partisi Recovery. Swipe untuk eksekusi. Perhatikan log nya dan pastikan Image Flash Completed. Tap di back untuk kembali ke menu Install Image.
Spoiler for 55. Flash TWRP & 56. TWRP berhasil:
TWRP adalah sejenis custom recovery, makanya perlu diflash ke partisi Recovery. Step ini adalah membuat TWRP nya menjadi permanen. Di step sebelumnya kita sengaja pake fastboot boot(bukan flash), supaya agan masih punya kesempatan untuk backup stock recovery nya dulu sebelum mulai flash TWRP jadi permanen.

e. Setelah boot unsecure dan TWRP selesai diflash, di menu Install Image tadi, tap di Install Zip untuk switch ke mode Install Zip. Perhatikan Tulisan di bagian atas akan berubah kembali menjadi Install Zip dan di folder nya kelihatan file SuperSU nya. Tap di SuperSU-v2.78-201609011115.zip untuk diinstall.
Spoiler for 57. Install SuperSU zip:
Inilah step rooting secara harafiah nya, yaitu memasukkan binary su ke dalam system dan menginstall app superuser management untuk memonitor penggunaan hak root. Meskipun begitu, agan tidak boleh melangkahin step2 sebelumnya dan langsung loncat ke tahap ini. Karena tanpa ritual backup yang lengkap, maka proses rooting akan sama seperti memanjat tebing tanpa tali pengaman.

f. Di menu berikutnya tidak usah lakukan apa2, cukup swipe aja untuk eksekusi flashing zip nya. Tunggu sebentar, cek log nya dan pastikan tidak ada error. Setelah kata …done, berarti rooting sudah berhasil. Misi kita di TWRP pun selesai, tap Reboot System untuk restart HH nya. Selamat!!! HH agan sudah full rooted, lengkap dengan TWRP. Berikutnya kita akan mengecek SuperSU nya setelah booting dan melakukan backup post root.
Spoiler for 58. Rooting berhasil:
Kedua checkbox tidak perlu dicentang. Zip signature verification adalah untuk ngecek keaslian dari Zip nya, biasanya dipakai untuk zip OTA asli dari vendor dan diflash dengan stock recovery, bukan TWRP. Reboot after installation is complete juga jangan dicentang, supaya kita sempat untuk ngecek log nya, memastikan tidak ada error. Add more Zips digunakan jika agan perlu install beberapa zip sekaligus, yang tidak dibutuhkan dalam proses rooting ini. Clear Zip Queue kalau seandainya tadi agan pilih beberapa zip untuk diinstall, juga tidak diperlukan. Karena semua option yang ada tidak dibutuhkan, makanya diabaikan saja, langsung swipe saja untuk eksekusi install zip SuperSU nya.

Jika agan perhatikan, kita install nya secara berurut dari Boot unsecure, TWRP baru SuperSU. Sebenarnya ketiga ini boleh dibalik urutannya, tapi ada pertimbangan khusus mengapa urutannya seperti itu. Jika agan install nya berurut dari Boot unsecure dulu, dan agan stop, tidak install TWRP maupun SuperSU; HH tetap bisa booting normal. Agan cuma install Boot unsecure dan TWRP saja, tanpa SuperSU; HH juga masih bisa booting normal. Namun jika agan install SuperSU nya saja, tanpa install boot unsecure, maka HH akan bootstuck dan untuk beberapa HH, akan selalu stuck di mode 9008, dengan gejala layar off, getar 3 detik setelah logo booting kedua. Makanya ikutinlah proseduer yang sudah terbukti lebih aman.

Pada saat install boot/TWRP, jangan sampai salah pilih partisi. Jika agan terbalik installnya, Boot ke recovery dan TWRP ke boot, maka HH akan boot secara terbalik. Jika agan boot normal, malah akan masuk ke TWRP; jika boot dengan tombol kombinasi, malah baru bisa boot normal ke android. Tentunya akan lebih fatal lagi jika agan sampai bisa salah install ke partisi system image. Ane akan bingung sekali jika ini yang terjadi, karena Screenshot tutor sudah begitu jelas masih saja bisa salah begitu. Nampaknya agan tidak cocok deh untuk root dan modif HH, karena instruksi sesederhana itu saja bisa salah langkah. Mungkin inilah resiko terbesar dalam tutor rooting ini.

Booting setelah root ini mungkin akan lebih lama dari biasanya dan ada pesan android is upgrading, khususnya untuk optimize SuperSU yang kita install di TWRP. Sekarang, kalau HH dimatiin dan cek Power + Vol down, di status akan muncul tulisan, rooted dan custom. Dari testing ane, meskipun agan restore ulang ke hasil backup TWRP di atas, status HH tetap akan rooted dan custom. Karena penanda rooted dan custom ini berada di partisi aboot, atau merupakan partisi dari fastboot nya itu sendiri. Begitu agan sudah pernah flash boot.img dan TWRP, partisi ini sudah akan tersenggol. Hanya flash via ROM QPST ataupun TF update yang bisa mengembalikan partisi ini secara utuh kembali per*w*n.

Meskipun secara konteks, HH agan sudah selesai root sampai di sini; ingat untuk tetap melanjutkan mengikuti langkah2 berikut sampai selesai. Root sama seperti kesuksesan; Root bukanlah tujuan akhir, tapi adalah suatu proses perjalanan yang berkesinambungan. Sama seperti halnya memanjat tebing, di mana tali pengaman adalah satu paket dengan proses panjatnya, tidak terpisahkan. Begitu juga dengan root, backup dan modif adalah satu paket tidak terpisahkan. Di langkah2 berikutnya, ane akan menunjukkan cara memasang tali pengaman (backup) dan cara menggunakannya seandainya agan terjatuh (restore). Ada juga ritual backup penting yang perlu agan lakukan secara rutin, dan beberapa trik lain dalam menggunakan tali pengamannya (penjelasan menu2 di TWRP).
Diubah oleh Desmanto
08. Post Root Backup
a. Setelah HH booting selesai, maka bisa terlihat di Home Screen sudah bertambah app SuperSU. Tidak ada data yang hilang ataupun terreset, jika semuanya berjalan lancar. Versi ROM agan juga tidak berubah sama sekali. Inilah keuntungan rooting melalui metode fastboot. Tap di SuperSU untuk membuka app nya, kita akan melakukan beberapa setting.
Spoiler for 61. SuperSU:
Jika SuperSU tidak kelihatan di home screen, coba cek di app drawer.

b. Pilih Expert dan kemudian masuklah ke tab Settings.
Spoiler for 62. Settings:

c. Scroll down di bagian Settings dan centang Enable Pro. SuperSU akan restart dan label di atas akan berubah menjadi SuperSU PseudoPro, yang akan mengaktifkan fitur Pro. Uncheck Mount namespace seperation dan restart HH setelah uncheck.
Spoiler for 63. Pro Mount namespace:
Fitur pro seperti bisa setting root management per app, full content logging (untuk debugging) dan sebagainya. Sementara uncheck mount namespace seperation diperlukan beberapa app yang membutuhkan root supaya bisa berfungsi normal. Salah satunya adalah Titanium Backup. Beberapa app root juga akan tidak bisa mengakses microsd jika ini tercentang. Makanya bagusan langsung uncheck saja dari awal.

d. Setelah itu, kita akan lanjut ke backup partisi kecil. Tapi sebelumnya masuk dulu ke System setting dan ganti Display timeout nya menjadi semaksimal mungkin. Di Pureshot ane ada pilihan 30 minutes, bahkan Never. Ane pilih saja 30 menit. Dalam kebanyakan waktu 10 menit sudah lebih dari cukup.
Spoiler for 64. Sleep 30 minutes:

Setting Display timeout ini berbeda2 di setiap HH, tolong disesuaikan. Kebanyakan HH, bisa diakses di Settings > Display > Sleep > 30 minutes. Atau ada juga yang taruh di Settings > Lockscreen > Timeout. Intinya agan perlu set supaya timeout nya cukup lama. Timeout ini diperlukan supaya nanti pada saat proses backup di partition backup nanti tidak ngehang. Karena app Partition backup nya tidak punya fitur wakelock yang bisa menjaga HH tetap menyala pada saat proses backup nya yang sangat lama.

e. Untuk melakukan post root backup, kita memerlukan Partitions Backup & Restore dari wanam (developer Wanam Xposed). Agan bisa langsung install dari Playstore, gratis. Buka app nya dan Grant root ketika ada prompt Supeuser request. Tap di icon Setting, dan pastikan path backup nya sudah terpilih sesuai keinginan agan. Ane akan biarkan hasil backup tetap di internal storage saja, sehingga bisa terlihat Backup Path ada di /storage/emulated/legacy/PartitionsBackups/ atau kalau file manager bisa terlihat di /sdcard/PartitionBackups/. Semua setting lain biarkan default saja, IMEI tetap tercentang dan Backup formats tetap Compressed backup (tar.gz)
Spoiler for 65. Partition Backup:
Agan bisa agan juga bisa install Partitions Backup terlebih dahulu sebelum memulai root. Atau bisa juga sediakan apk mentahnya di /sdcarddan install setelah root. Hasil backup dibiarkan tercompress supaya menghemat space.

f. Centanglah semua partisi yang terlihat, kecuali 4 partisi yang sudah kita backup sebelumnya di TWRP dan juga partisi cache. Contohnya Pureshot ane punya 31 partisi. Maka total partisi yang tercentang adalah 31 – 4 – 1 = 26 partisi kecil yang perlu dibackup. Artinya centang semua partisi, kecuali System, Data, Boot, Recovery dan Cache.
Spoiler for 66. Full partition kecuali 5:
Jumlah partisi di HH agan pasti berbeda2. Yang penting uncheck saja 4 partisi yang sudah kita backup di TWRP. Karena jika kita memakai Partitions Backup untuk backup 4 partisi tersebut, pasti akan butuh waktu yang sangat lama sekali. App ini tidak optimize untuk backup partisi besar, dan akan ngehang di tengah proses backup. Sedangkan partisi cache adalah temporary file, jadi tidak perlu dibackup. Jadi di langkah ini, kita hanya fokus untuk backup partisi kecilnya saja. Partisi besarnya sudah dibackup di TWRP. Mungkin akan lebih gampang jika agan centang dulu semua partisi, baru scroll untuk uncheck lagi 5 partisi yang tidak ikut dibackup.

g. Setelah semua partisi kecil tercentang, tap di icon download di bagian kanan bawah dan tap di Backup. Akan muncul dialog Backup sedang dalam progress, namun tidak ada indikasi apapun tentang progressnya. Di HH ane proses backup semua partisi kecil itu kurang lebih 7 menit. Ironisnya adalah meskipun ukuran backupnya sangat kecil, tapi malah ini lebih lama daripada backup partisi besar di TWRP.
Spoiler for 67. Backup lama:
Tidak adanya progress bar membuat App ini penuh dengan misteri. Jika HH sleep ketika progress backup ini berjalan, backup akan ngehang meskipun kita hidupkan kembali HH nya. Makanya di step sebelumnya sudah diberitahu untuk set Display timeout ke opsi paling lama yang ada. Lama backupnya bisa jadi lebih lama dari 10 menit. Jadi bagi agan yang punya display timeout max 10 menit, silahkan tap di layar HH nya setelah beberapa menit untuk memastikan HH tidak sleep selama progress backup. Bersabarlah, proses backup pasti selesai jika tidak ada sleep.

Jika ternyata HH sempat sleep dan app nya sudah backup lebih dari 30 menit dan tidak kunjung selesai, berarti proses backup sudah hang. Silahkan tekan home saja dan force app nya dari manage app. Masuk ke folder backup nya, hapus hasil backup sebelumnya (yang sudah hang), dan ulangi langkah backup nya lagi. Pastikan kali ini HH tidak jatuh tertidur lagi seperti sleeping beauty.


h. Setelah menunggu beberapa abad, akhirnya backup selesai. Silahkan dicek hasil backupnya di /sdcard/PartitionBackups/. Total seharusnya ada sejumlah partisi yang agan centang tadi, yaitu 26 file untuk tutor ini. Total ukuran backupnya di Pureshot ane tidak lebih dari 35 MB.
Spoiler for 68. Hasil Backup:
Sama seperti di TWRP, pastikan untuk mengecek hasil backup ini sebelum melanjutkan ke step berikutnya. Jika ada yang kurang, hapus semua hasil backup ini dan ulangi lagi backup nya, pastikan semua partisi kecil tercentang.

i. Setelah cek hasil backup, copy lagi 3 file berikut : Diag, modemst1 dan modemst2 ke satu folder terpisah. Di tutor ini, ane copy ke /sdcard/IMEI Pureshot/. Ketiga partisi sakral ini berisi identitas asli dari HH, dan perlu dicopy ke tempat terpisah untuk memastikan ada cadangannya.
Spoiler for 69. IMEI dkk:
Partisi diag kemungkinan berisi serial number dari HH. Modemst1/2 berisi IMEI, MEID, wifi mac dan Bluetooth address. Identitas ini unik di setiap HH, meskipun modelnya sama. Makanya wajib dicopy ke folder terpisah sekali lagi untuk memastikan ada cadangannya. Ukurannya kecil, tidak sampai 2 MB, jadi seharusnya tidak memakan space yang banyak. HH agan mungkin tidak ada modemst2 jika HH nya single SIM saja, jadi mungkin hanya ada dua partisi : diag dan modemst1. Ketiga partisi ini sangat penting untuk HH agan. Karena jikalaupun HH agan bootstuck dan hasil backup agan di atas mungkin corrupt, agan masih bisa restore partisi apapun dari HH lain yang sejenis; kecuali 3 partisi ini. Jika agan restore 3 partisi ini dari HH lain, maka identitasnya kan ikut ter-restore, sehingga akan muncul double IMEI di jaringan opsel, double wifi mac address/bluetooth address. Ini akan memicu hal2 yang tidak bisa diprediksi. Flashing Stock Firmware sekalipun juga tidak bisa menyelamatkan 3 partisi ini, jika sudah hilang dari sebelumnya. Makanya software flashing QPST biasanya ada fitur backup NV partition (3 partisi sakral) sebelum mulai flashing HH nya. Namun perlu file khusus untuk bisa baca konfigurasinya jika dilakukan melalui QPST. Makanya cara terbaik yang tersedia adalah backup melalui Partition Backup & Restore ini.

Partitions Backup memang bisa digunakan untuk backup partisi kecil secara mudah. Namun untuk restorenya sendiri, ada beberapa user yang melaporkan bahwa app ini tidak bisa restore partisinya secara sempurna. Karena agan jarang modif di partisi kecil ini, maka dalam kebanyakan waktunya, kita hampir tidak pernah perlu restore. Adapun jika sudah terpaksa untuk restore, maka kita bisa pake terminal emulator, dengan dd command untuk bisa restore (sudah terbukti pasti berhasil). Dd command juga bisa digunakan untuk backup. Namun karena command ini sangat berresiko, salah ketik bisa merusak keseluruhan partisi; maka tidak akan ane bahas di sini. Hanya ketika diperlukanlah baru akan dibahas.

Kalaupun ada mungkin yang akhirnya meminta stock ROM dari agan, agan boleh share semua hasil backup dari TWRP dan partition backup ini, kecuali partisi Data dan Cache (yang berisi data agan) dan ketiga partisi sakral ini. Jika agan share partisi Data, maka yang restore partisi ini akan mendapatkan seluruh data dari HH agan, termasuk akses ke email, data banking, password dari berbagai app dan sebagainya. Sementara untuk 3 partisi sakral, jika direstore ke HH lain, akan menyebabkan dua HH muncul dengan IMEI dkk yang sama, terhubung ke jaringan. Bisa jadi sms apapun yang agan terima, atau data apapun yang agan kirim melalui jaringan bisa terduplikasi ke HH lain yang memakai IMEI dkk dari agan. Agan tentunya tidak mau itu terjadi kan? Makanya jika diminta untuk share hasil backup pun, ingat hanya untuk share partisi System saja. Kalaupun diperlukan, barulah dishare partisi kecil hasil backup Partitions Backup kecuali 3 partisi sakral tersebut.

09. Total Backup
Sampai di sini, maka selesailah semua ritual backup dan rooting untuk tahap awal nya. Sampai sekarang, agan seharusnya sudah mempunya berbagai jenis backup, yaitu :
1. Data pribadi agan, seperti Contact, sms, call log, data game, chatting dan sebagainya; yang sudah dibackup sebelum root.
2. Data internal storage dan microsd yang sudah agan copy ke PC/laptop.
3. Catatan tertulis berbagai ID dan serial number dari HH, yaitu : IMEI, MEID, wifi mac, Bluetooth address dan serial number.
4. Hasil backup TWRP pertama kalinya, yang berisi 4 partisi : System, Data, Boot dan Recovery. Ukuran total sekitar 1,5 – 5 GB (tergantung besarnya partisi Data)
5. Hasil backup dari Partition Backup & Restore setelah root, berisi total jumlah partisi – 5 : yaitu semua partisi kecil lainnya dikurangin 4 partisi di atas dan cache. Ukuran totalnya biasanya tidak lebih dari 50 MB
6. Copy an backup 3 partisi sakral : Diag, Modemst1 dan Modemst2. Ukuran total sekitar 2 MB

Simpanlah hasil backup di atas di satu folder terpisah di PC dan beli label yang sesuai. Ingat untuk taruh text file menandakan kapan backup ini dibuat dan dalam rangka ritual rooting. Tapi seandainya jika agan kekurangan space ataupun mungkin agan rootingnya di PC teman, sehingga tidak boleh ada data tertinggal di sana; maka setidaknya simpan hasil backup perdana secara terpisah, yaitu :
1. Catatan tertulis dari IMEI dkk. Dalam bentuk catatan atau screenshot, ukuran mungkin 1 MB.
2. Backup 3 partisi sakral : Diag, Modemst1 dan Modemst2. Total 2 MB
3. Backup dari partisi kecil dari Partition Backup & Restore. Total 50 MB
4. Backup TWRP pertama. Ukuran bervariasi. Partisi data boleh tidak diikutkan, sehingga total cuma 3 partisi : System, Boot dan Recovery. Total 1 GB an.

Total backup minimal yang harus disimpan terpisah adalah sekitar 1 GB lebih. Silahkan dicopy ke Harddisk internal, harddisk external, flashdisk, microsd atau apapun itu yang bisa menyimpan datanya dengan aman. Partisi data meskipun memiliki data penting agan, boleh tidak diikutkan dalam penyimpanan backup terpisah. Karena ukurannya biasanya terlalu besar dan nantinya kita akan ada backup rutin lagi partisi ini, untuk memastikan bahwa kita selalu memiliki backup dari data terbaru. Sementara partisi System tetap harus disimpan terpisah, karena partisi ini belum tersentuh sama sekali; dan akan menjadi checkpoint restore terakhir jika seandainya agan otak/I partisi system agan sampai hancur berantakan.

Silahkan windows shopping apa-apa saja yang agan bisa lakukan setelah root. Tapi ingat untuk melanjutkan baca trit ini sampai selesai dulu sebelum mulai otak/i.
Diubah oleh Desmanto
10. Backup Rutin & restore
Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa root bukanlah tujuan akhir. Jika agan sudah selesai root, bukan berarti misi anda di bumi ini telah selesai, tinggal menunggu waktunya tiba. Bukan seperti itu! Justru setelah root, maka ada ritual rutin yang perlu agan lakukan secara berkala, yang tidak dilakukan oleh agan lain yang tidak root. Ritual rutin terpenting adalah Backup di TWRP secara berkala. Agan juga bisa melakukan backup dengan cara lain seperti memakai Titanium Backup dan sejenisnya. Tapi untuk yang TWRP ini tidak boleh ditawar, uda harga mati. Untuk itu, kita perlu tahu tahapan Backup & restore. Step Backup akan lebih sering digunakan dibanding restore. Karena agan hanya perlu restore jika seandainya ada sesuatu yang tidak beres.

Untuk melakukan Backup, tentunya agan perlu masuk ke TWRP terlebih dahulu. Bisa memakai tombol kombinasi dari HH agan jika booting dari keadaan off. Atau karena sudah root, agan bisa install app yang support reboot langsung ke recovery, seperti Xposed Installer, ROM Toolbox, Android Tuner dan sejenisnya. Setelah reboot ke TWRP, maka step backup sudah sangat mirip seperti backup awal ketika kita pertama kali boot ke TWRP.

a. Dari TWRP, tap di Backup dan lakukan backup mirip seperti di step di atas. Untuk backup rutin, agan biasanya cukup backup 2 partisi saja, yaitu System dan Data. Agan boleh rename backup nya seperti “sebelum_install_xposed” atau “tes_ganti_font”, untuk mempermudah mengenali pada saat restore nya. Ane sendiri membiarkan (auto generate) saja berdasarkan tanggal. Swipe untuk eksekusi backup.
Spoiler for 71. Backup rutin 2 partisi:
Partisi System sering disebut sebagai ROM, adalah partisi yang paling sering diotak/I setelah kita root. Binary su, SuperSU, Xposed, Adblock (hosts), edit2 build.prop, dan segala macam modifikasi lainnya sering terjadi di partisi ini. Makanya partisi System wajib dibackup. Sementara untuk Data adalah tempat data agan disimpan, termasuk contact, sms, call log, chatting, data game/app dan sebagainya. Tentunya inilah yang cenderung paling penting bagi agan. Makanya backup rutin 2 partisi ini (System & Data) adalah wajib.

b. Dua hal yang perlu diperhatikan untuk backup rutin ini adalah usahakan untuk backup ke Microsd jika HH agan support. Jadi tap di Select Storage > pilih Micro SDCard dan OK. Lalu kedua, pastikan juga di tab Options, Enable Compression sudah tercentang (seharusnya tidak berubah jika agan tidak otak/i). Encryption boleh dienable juga jika agan paranoid; tapi ane sarankan jangan.
Spoiler for 72. Microsd compression:
Hasil Backup TWRP setelah agan pakai HH nya biasanya akan bergiga2. Jika disimpan di internal storage, akan cepat membuat low storage space. Makanya sebisa mungkin simpan di MicroSD. Enable Compression juga memastikan space yang terpakai lebih sedikit. Encryption boleh dipakai, tapi sangat berbahaya jika nantinya agan lupa password nya. (ini sering terjadi loh).

c. Untuk restore, caranya juga mirip sekali. Dari menu utama TWRP, tap Restore. Lalu akan ada pilihan Hasil backup yang bisa direstore.
Spoiler for 73. Restore pilihan:
Di sini akan terlihat betapa pentingnya rename backup yang pertama. Karena namanya backup akan terlihat berbeda dari backup rutin yang agan lakukan.

d. Jika agan tidak bisa melihat hasil backup nya, pastikan agan sudah memilih storage yang benar. Tap Select Storage > pilih storage yang sesuai dan OK kan. Contohnya kita akan tap di hasil backup TWRP pertama. Bisa terlihat informasi kapan backup tersebut dibuat, nama backupnya, berapa partisi yang dibackup. Centang partisi yang akan direstore, misalnya ke 4 partisi yang ada. Lalu Centang Enable MD5 Verification of Backup Files untuk memastikan hasil backup tidak corrupt. Lalu Swipe untuk eksekusi restore nya. (agan tidak perlu lakukan sekarang, lakukan hanya ketika diperlukan).
Spoiler for 74. Restore 4 partisi:
Pastikan untuk mengecek partisi yang dicentang dan agan yakin memang mau restore partisi tersebut. Pastikan juga bahwa backup TWRP yang agan restore itu memang untuk HH agan, karena bisa saja tertukar dengan HH lain. Jangan pernah restore backup TWRP dari HH yang berbeda!!! Proses restore adalah one way trip, lebih beresiko dari proses backup. Semua data lama yang ada di partisi yang direstore akan hilang total digantikan dengan data dari hasil backup yang direstore. Jadi pastikan agan mengecek ulang berkali2. Tentunya ini akan jauh lebih aman jika backup yang agan restore adalah yang agan buat sendiri. Makanya sangat disarankan untuk menyimpan hasil backup TWRP sendiri.

e. Dalam kebanyakan waktu, hanya partisi System dan Data yang perlu direstore. Karena biasanya kita hanya otak/I di partisi System. Sedangkan partisi Data menyimpan data terakhir kita. Jadi agan bisa cuma restore dua partisi ini saja. Jika hasil backup TWRP nya adalah Backup rutin seperti yang dijelaskan di atas, maka pilihan partisinya hanya akan ada 2, yaitu System & Data saja.
Spoiler for 75. Contoh centang restore:
Tergantung apa yang agan centang pada saat backup, maka pilihan partisinya hanya sejumlah yang dibackup sebelumnya.

Disebutkan di atas bahwa backup rutin dilakukan secara berkala, sementara restore hanya saat diperlukan saja, yaitu saat ada yang ga beres aka bootstuck sejenisnya. Seberapa seringkah kita perlu backup? Perlukah tiap hari? Jawabannya tergantung seberapa sering agan modif di partisi system ataupun otak/I lainnya. Idealnya minimal seminggu sekali wajib backup TWRP, meskipun agan tidak ada otak/i. Max 2 minggu sekali. Karena agan tidak tahu kapan tiba2 agan perlu mengambil data dari hasil backup sebelumnya. Ane sendiri juga biasanya backup perminggu, kadang 2 minggu baru backup sekali. Toh backup cuma max 15 menit gitu, bisa dilakukan sambil ngerjain hal lain.

Lalu agan juga perlu backup on demand, yaitu backup sesaat sebelum agan memulai otak/I yang agak riskan atau belum pernah dicoba sebelumnya. Misalnya agan mo install Xposed, karena belum tau apakah HH agan cocok dengan frameworknya; maka tetap bagusan backup TWRP dulu di kedua partisi System & Data, sebelum akhirnya install xposed.zip. Jika gagal dan bootlove, agan tinggal restore aja ke backup sebelum install xposed itu. Stepnya sangat mudah, yang lama itu di backup dan restore nya. Beberapa contoh modifikasi yang juga riskan, seperti install GLTools, edit2 build.prop, overclock/underclock, mencoba tasker dengan script level root, install dolby atmos, viper4android sejenisnya, install font/systemui/theme modif, termasuk install custom ROM. Banyak sekali agan yang mewek2 di trit ketika mereka bootstuck gara2 melakukan modifikasi berbahaya di atas tanpa backup TWRP dulu sebelumnya. Sering kali mereka harus terjatuh dulu baru bisa belajar mengenai pentingnya backup TWRP ini. Semua mewek2 itu bisa dihindari jika agan sudah backup TWRP dulu sebelum eksekusi.

Memang ane akui, kadang akan sangat menggoda sekali ketika melihat ada modif baru yang ingin kita coba. Misalnya ada module xposed baru yang bisa melakukan sesuatu yang telah kita tunggu2 selama ini. Akan terpikir bahwa perlu menunggu 15 menit lagi (ritual backup di TWRP) baru bisa menggunakan tu akan terasa lamanya seperti berabad2. Banyak sekali godaan untuk langsung install dan aktifkan saja tanpa backup terlebih dahulu. Ane sendiri juga pernah begitu dan akhirnya semi bootstuck, bisa booting tapi tidak bisa akses home screen. Jadi hampir setiap orang akan mengalami kejadian seperti ini sebelum akhirnya bisa belajar. Bedanya adalah ane sudah tahu ada cara cepat untuk mengembalikan modif tadi, tanpa harus restore ke backup sebelumnya. Dan cara itu akan ane jelaskan di bagian file manager TWRP.

Lalu pertanyaan berikutnya adalah seberapa banyak jumlah backup yang perlu disimpan sebelum backup lama dihapus? Yang paling jelas adalah backup pertama preroot tidak boleh dihapus sampai HH agan rusak. Backup ini akan agan simpan di luar HH, hanya digunakan saat emergency (ketika backup sekarang juga tidak mempan lagi). Setelah itu, untuk backup rutin, ane biasanya menyimpan minimal 2 backup terakhir. Artinya dalam kondisi normal, ane bisa restore ke backup TWRP 1 atau 2 minggu lalu. Ane sarankan agan juga minimal menyimpan dua backup terakhir. Satu backup ane berukuran sekitar 2 + 6 GB = 8 GB. Partisi data ane cukup besar, karena ane ada install 100 lebih app. Karena fitur enable compression, cuma memakan space sekitar 5 GB. Kali 2 backup, berarti total 10 GB. Ane perlu menyediakan space 10 GB untuk menyimpan 2 backup TWRP terakhir. Ukurannya memang cukup besar, namun sangat masuk akal sebagai asuransi dari tindakan ceroboh ane. Hasil backup agan mungkin tidak sebesar itu, tapi yang jelasnya sisihkan space di microsd agan untuk menyimpang 2 hasil backup TWRP terakhir ini untuk berjaga2. Untuk menghapus backup TWRP lama, tinggal masuk ke folder backup nya (/sdcard/TWRP/BACKUPS/[serial number adb HH agan]/ atau di /sdcard1/TWRP/BACKUPS/[serial number adb HH agan]/) dan hapus tanggal yang paling lama, sisakan dua yang terbaru. (cek dari tanggal foldernya jika auto generate)

11. Konsep Backup & Restore
Dari awal ane selalu menekankan pentingnya backup, sebagai tali pengaman untuk nantinya bisa restore. Sebenarnya bagaimana cara kerja Backup & Restore tersebut? Terutama backup & Restore di TWRP.

Proses Backup TWRP akan mengambil snapshot dari apapun yang ada di partisi yang dibackup tersebut pada saat itu. Contohnya jika agan backupnya tanggal 1 Desember 2016, backup rutin partisi System & Data. Saat itu agan punya 500 contact, 300 sms, 250 call log, 10.000 chat di WA dan lain sebagainya; 120 App terinstall, system sudah terpasang xposed v87 dan hosts file sebanyak 100 ribu entry. Maka inilah snapshot backup pada saat itu. Jika agan kemudian install 10 app baru, nambah 50 contact, ada 1000 chat WA baru, uninstall xposed atau apapun itu sampai tanggal 10 Desember 2016. Lalu karena suatu hal, agan perlu restore ke System dan Data backup TWRP tanggal 1 Desember 2016. Maka setelah restore, semua perubahan apapun yang terjadi selama 10 hari itu akan hilang; digantikan dengan System & Data dari tanggal 1 Desember 2016. Seolah2 agan naik mesin waktu dan kembali ke tanggal 1 Desember 2016. Contact akan balik menjadi 500, app terinstall tetap 120, xposed akan kembali masih terpasang dan semuanya utuh seperti saat backup. Karena itulah, restore ke hasil backup TWRP ini bisa menyelamatkan agan dari bootstuck ataupun masalah lainnya. Tapi efek sampingnya adalah agan akan kehilangan data yang berubah dari sejak tanggal backup. Jika HH agan bootstuck karena ada modif sesuatu di partisi System, maka restore ke hasil backup TWRP sebelumnya 99% akan selalu berhasil membuat HH bisa booting normal kembali.

Nah, bagaimana seandainya agan tidak ingin kehilangan chat, contact yang sudah bertambah selama 10 hari tersebut? Bisakah kita cuma restore hanya partisi System saja? Sehingga System ambil dari hasil backup yang tanggal 1, sementara partisi Data masih menggunakan yang tanggal 10. Jawabannya bisa ya, bisa tidak. Tergantung dalam 10 hari ini agan ada modif apa yang ada linknya ke partisi Data. Misalnya jika dalam 10 hari ini, agan cuma ada update adblock untuk nambah entry hosts file dan edit build.prop saja (modif hanya mengubah partisi System). Maka boleh2 saja agan restore hanya partisi System doank, tetap mempertahankan partisi Data. Setelah booting normal, agan bisa memutuskan untuk modif ulang entry hosts dan build.prop tadi. Tapi jika sudah ada banyak yang berubah, misalnya sudah install dolby atmos, yang app nya juga ada buat setting di Data; install xposed yang binarynya ada di System, tapi module dan app nya ada di Data; dan lain sebagainya; maka ada kecenderungan setelah restore akan tetap bermasalah. Agan perlu tes dan liat errornya sampai sebatas mana. Jika bisa diselesaikan hanya dengan install ulang atau set binarynya ulang, maka boleh2 aja dilanjutkan. Tapi jika jadi nya makin banyak yang berantakan, maka bagusan restore total bersamaan dengan partisi Data saja. Itulah sebabnya ane menyarankan untuk tetap backup berkala dan terutama backup on demand sebelum modif apa2.

Lalu juga ada beberapa partisi yang tidak boleh agan restore sembarangan :
1. Partisi boot tidak boleh direstore. Karena jika agan restore ke boot original, berarti Boot sekarang balik jadi secure. Lollipop ke atas menerapkan sistem Verify Boot, yang akan membuat HH bootstuck jika ada modifikasi di partisi lain; dalam hal ini TWRP dan partisi System sudah diinstall SuperSU. Makanya di awal disebutkan bahwa proses rooting adalah one way trip. Kalau agan ingin restore boot original, harus langsung restore semuanya termasuk partisi kecil lainnya melalui stock firmware yang sudah disediakan oleh vendor (atau agan temukan di dunmay).
2. Partisi recovery yang sekarang berisi TWRP juga tidak boleh direstore. Jika agan restore, ya TWRP nya hilang, kembali jadi recovery original yang impoten. Kalau agan masih root, agan bisa langsung install TWRP nya via Rashr Flash Tool. Atau agan bisa ulangi proses booting TWRP nya dari fastboot juga. Agan mungkin berpikir bahwa agan cuma mo root, tapi tidak mo pasang TWRP permanen. Ini sama saja dengan bunuh diri, ibarat memanjat tebing tapi tidak mo pasang tali pengaman. Sudah disebutkan di atas bahwa backup dan modif adalah tidak terpisahkan, root dan TWRP juga satu paket tidak terpisahkan. Memilih Root berarti harus bersedia menerima TWRP sebagai pendamping hidup HH agan dan melakukan ritual backup rutin secara berkala.
3. Partisi system juga tidak perlu direstore ke backup awal jika agan masih ingin memakai TWRP. Mungkin agan berpikir mau unroot tapi masih tetap mempertahankan TWRP supaya tetap bisa backup. Alasannya mungkin supaya tetap bisa update OTA, tetap bisa pake app yang ngambek kalau ROM nya root, contohnya PoGo. Lihat lagi statement di atas, bawah root dan TWRP adalah satu paket. Hanya flash TWRP saja pun tetap sudah trigger ROM nya menjadi Custom, tetap one way trip. Jadi sudah tidak bisa update OTA secara normal. Agan hanya bisa milih salah satu, mo Root atau Update OTA, tidak bisa keduanya. Beberapa app yang anti-root, juga akan menggunakan data dari Status Custom tersebut dan juga memblok HH agan. Jadinya kalau sama2 juga terblok dan ga bisa update OTA, ya mending sekalian ja stay rooted dan menikmati manfaat dari root. Tapi bisa aja agan memang benar2 hanya ingin memanfaatkan fitur dari TWRP (seperti yang dijelaskan di bawah), tapi tidak mo mengambil resiko dari root nya. Padahal ane sendiri malah root karena ingin bisa flash TWRP (yang sangat berguna). Kalau memang itu, ya silahkan saja. Yang penting ingat, kalau agan mo klaim garansi pun, HH agan tetap dianggap sudah diotak/I, meskipun belum root sama sekali. Karena status sudah berubah menjadi Custom. Mo laga mulut (bukan ciuman ya) sampai bagaimana pun juga, tetap saja kalah, karena Status Custom tidak bisa berbohong. (meskipun memang benar ada beberapa malware app yang bisa trigger status ini juga, dan agan bisa bersandiwara dengan berpura2 tidak tahu apa2).

Lantas kalau boot ketiga partisi tersebut tidak boleh direstore, buat apa dibackup? Buat apa menghabiskan waktu berputar2 melalui ritual backup yang lama dan membosankan?

Partisi boot dan recovery berisi kernel dan dtb khusus untuk HH tersebut. Agan tidak bisa mendapatkan kedua file ini darimana partisi lain manapun kecuali dua partisi ini. Memang benar bisa saja vendor rilis source code, sehingga agan bisa compile sendiri kernelnya. Tapi berapa sih vendor yang rilis source code? Jumlahnya bisa dihitung dengan jari, dari jutaaan android di luar sana. Boot ini bisa diubah menjadi unsecure supaya tidak bootstuck. Ini terutama jika agan sedang mengambil resiko dengan mencoba2 booting dari TWRP HH lain. Dengan adanya recovery original, TWRP yang diporting bisa benar2 menggunakan kernel bawaan dari HH, sehingga tidak ada masalah kompatibilitas. Selain itu, recovery.fstab juga bisa dipelajari untuk membuat recovery.fstab di TWRP yang cocok dengan HH agan. Untuk update OTA berikutnya (jika ada), agan bisa mendapatkan boot.img dari update terbaru juga dengan cara booting TWRP dari kernel lama ini, backup boot.img dan recovery.img terbarunya; sehingga agan bisa porting menggunakan kernel terbaru. Agan juga bisa pelajari boot.img untuk diporting menjadi systemless root jika diperlukan. Dan masih ada kemungkinan penggunaan lainnya yang tidak bisa ane sebutkan di sini. Intinya sih tetap backup saja, toh keduanya menggunakan space tidak lebih dari 100 MB.

Sementara backup partisi System tersebut bukanlah untuk klaim garansi ataupun unroot. Tapi ini adalah checkpoint terakhir jika agan ingin memulai ulang root dari awal. Seperti sudah diberitahu sebelumnya bahwa proses rooting adalah one way trip, jadi restore ke backup System pertama ini hanya dilakukan jika ternyata dua backup rutin terakhir agan sudah bermasalah dan terkontaminasi dengan modif2 yang agan sendiri juga sudah lupa diapain saja. Dengan memulai ulang dari awal, pastinya agan akan bebas dari masalah tersebut, meskipun perlu modif ulang dari awal lagi. Jadi Backup partisi System ini tetap perlu dilakukan. Banyak sekali agan yang tidak menyimpan backup pertama ini, dan akhirnya setelah terjatuh baru minta tolong di trit ke agan2 lain untuk dishare backup TWRP mereka. Tidak semua agan punya kuota unlimited, dan tidak semuanya ngerti cara share hasil backup mereka. Belum lagi mereka tidak tahu persis apakah model HH mereka cocok persis dengan HH agan, misalnya seperti di pureshot ada versi plus nya juga. Restore salah model HH bisa merusak hardware HH. Apalagi jika HH agan termasuk HH unik yang sedikit pemakainya. Makanya tetap wajib restore memakai hasil backup sendiri jika masih memungkinkan.
Diubah oleh Desmanto
12. File Manager TWRP
File manager TWRP sudah kita bahas di atas pada saat langkah mengecek hasil backup TWRP. Ane berikan penjelasan khusus karena fitur ini benar2 sangat berguna terutama jika HH agan bootstuck; tapi agan tahu cara membalikkan hanya dengan sekedar rename, delete ataupun change permission file.

Ane akan ambil contoh kasus kecerobohan ane yang disebabkan ketidaksabaran ane ingin mencoba xposed module baru yang belum terbukti cocok di HH ane, yaitu Android N-ify. Meskipun sudah ada warning dari modulenya bahwa systemUI harus AOSP-ish; tapi ane tetap melanjutkan saja. Ane lupa detailnya waktu itu seperti apa, tapi yang jelasnya ane ada baca di website (kalau ga salah xda), bahwa ada xposed module yang bisa merubah tampilan menjadi mirip seperti Android Nougat. Sebenarnya sih ane tidak begitu masalah sih dengan tampilan. Alasan utama ane pengen coba adalah supaya ane bisa replace quick setting di HH ane yang sangat terbatas dan tidak bisa dimodif via Gravity Box. Lalu ane juga agak kurang sreg dengan recent apps yang bentuknya MIUI-ish, tidak seperti AOSP yang berbentuk card. Gara2 recent app MIUI-ish ini, jadinya menu nya agak lag, ada delay 2 detik sebelum pilihan recent app muncul. Dua UI inilah yang tidak sabaran ingin ane ganti. Ane berpikir ya gapapa deh ga backup, toh ane tahu cara disable modulenya jika something wrong.

Ane langsung lanjutkan install aja module Android N-ify ini, aktifkan modulenya dan restart. E I E, HH bisa booting ampe home screen, tapi launchernya ga muncul, cuma background hitam doank. Mo akses quick setting ataupun application launchernya gravity box yang sudah ane map ke tombol back pun tidak bisa. Artinya systemUI hang parah karena module ini. Nah celaka benar kan. Tidak bootstuck, tapi bisa dibilang semi bootstuck karena tetap tidak bisa akses home screen. Ane matiin HH deh, boot ke TWRP dan memakai File Manager TWRP ini untuk menyelesaikan kecerobohan ane. Untuk disable xposed, ane perlu delete file modules.list yang ada di folder data Xposed; yaitu di /data/data/de.robv.android.xposed.installer/conf/modules.list.
a. Dari menu utama TWRP, tap di Advanced > File Manager.
Spoiler for 81. File Manager:
Caranya mirip seperti waktu di cek hasil backup TWRP.

b. Dari tampilan awal File Manager, kita berada di folder root /. Dari sini kita browse ke folder yang diinginkan, yaitu /data/data/de.robv.android.xposed.installer/conf/. Bisa terlihat file yang perlu kita musnahkan dalam rangka disable Xposed, yaitu modules.list. Tap di file ini.
Spoiler for 82. Xposed Installer:
Agan mungkin perlu scroll dan mencari folder app xposed ini. Partisi /data hanya bisa terlihat jika agan sudah mount di menu TWRP mount.

c. Setelah tap di file tersebut, akan ada pilihan apa yang bisa dilakukan. Dalam hal ini, ane perlu delete filenya. Jadi ane tap di Delete dan swipe untuk eksekusi Delete nya.
Spoiler for 83. Delete Modules.list:
Sebenarnya cara teraman bukanlah delete. Dalam kebanyakan kasus, jika agan tidak ngerti apa yang dilakukan, agan seharusnya cukup rename file tersebut, tambahkan kata2 .old atau .ori, supaya tidak terbaca lagi oleh app nya. Atau bisa juga di move saja ke folder lain di /sdcard. (jangan biarkan tertinggal di partisi /data, bisa salah permission). Tapi karena ane ngerti bahwa file ini aman untuk dihapus dan akan dibuat ulang oleh Xposed Installernya, maka ane dengan mantap langsung delete. Lalu ada pilihan chmod 755, fungsinya adalah untuk set permission file/folder ke full read/write/execute untuk owner dan read/execute untuk group dan other. Ini biasanya berhubungan dengan file yang agan copy ke system (biasanya binary dari suatu app), tapi lupa agan set permissionnya sehingga bootstuck. Kebanyakan waktunya chmod 755 uda cukup. Atau agan juga bisa chmod dengan angka octet lain jika agan ngerti apa yang diperlukan.

d. Perhatikan bahwa setelah agan eksekusi delete nya, tidak ada log apapun. Tekan back dan bisa terlihat bahwa file modules.list telah lenyap dari folder Xposed. Setelah misi selesai, silahkan reboot HH dan agan akan menemukan Xposed sudah tergeletak tidak berdaya (disabled)
Spoiler for 84. Terhapus:
Ada cara lain untuk disable xposed melalui command di terminal emulator. Namun ini jauh lebih gampang, karena tidak perlu ketik panjang2. Jika agan perlunya adalah operation di folder, misalnya folder /conf nya; maka bisa tap di icon cekris (kanan bawah) untuk operation di folder conf nya. Dalam kebanyakan waktu, kita lebih fokus ke per file; jadi tidak ane bahas di sini.

Setelah reboot, sekarang HH ane sudah booting normal dengan semua module Xposed disabled, termasuk gravity box, app settings, lucky patcher dkk. Ane langsung uninstall dulu module Android N-ify (atau module yang bikin bootstuck nya). Jika ane buka Xposed Installer Modules, akan terlihat modulenya masih tercentang seolah2 masih aktif. Padahal sebenarnya sudah nonaktif. Jadi perlu ane toggle centangnya, dan centang kembali supaya aktif; kemudian restart untuk aktifkan module2 lain yang bisa berfungsi normal. Supaya benar2 bersih, sebenarnya sewaktu di TWRP file manager, kita bisa saja menghapus bukan hanya file modules.list saja. Tapi hapus juga file enabled_modules.list nya juga. Jika agan hapus kedua file ini, maka ketika masuk ke Xposed Installer Modules, bisa terlihat semua centangnya uda hilang. Ini jauh lebih tepat, karena agan tau module nya benar2 nonaktif. Jadi untuk mengaktifkan module2nya, tinggal centang kembali saja. Ingat untuk tidak mengaktifkan module yang bermasalah tadi, atau agan akan bootstuck lagi.

Agan bisa pake file manager TWRP ini untuk beberapa kasus bootstuck lainnya. Seperti misalnya :
1. Otak/I di build.prop dan ternyata ada baris yang salah edit dan bootstuck; agan bisa copy/rename kembali build.prop aslinya (kalau sudah dibackup sebelumnya).
2. Ada install app yang mendadak buat bootstuck; agan bisa musnahkan app tersebut langsung dari apknya di /data/app/, cari package name app tersebut dan hapus apk nya. Setelah booting normal, baru remove orphan data dari Titanium Backup.
3. Mencoba swap sdcard dengan cara edit vold.fstab, tapi gagal dan ternyata app editnya terinstall di sdcard, sehingga ikut hilang. Bisa boot ke TWRP dan rename balik yang ori nya (jika sudah dibackup sebelumnya).

File manager memang bisa digunakan untuk menyelesaikan problem2 kecil seperti ini yang hanya membutuhkan 1-2 step rename/move. Sehingga agan tidak perlu sampai restore satu partisi System nya, yang pastinya lebih lama. (dan mungkin saja belum agan backup sebelumnya). Tapi jika modifikasinya adalah sekelas install zip, contohnya agan salah install framework xposed; yang harusnya untuk LP 5.0, agan install MM 6.0; maka File manager TWRP tidak bisa membantu dalam kasus ini. Lebih cepat restore partisi System nya ke hasil backup sebelumnya dibanding rename/delete file xposed nya satu persatu.

13. Penjelasan Menu di TWRP
Untuk kegunaan TWRP secara garis besar nya sudah dijelaskan di atas. Namun ane tetap akan menjelaskan secara terstruktur dan sistematis sekali lagi, sebagai referensi bagi yang baru pertama kali pake TWRP. Menu2 di TWRP yang agan bisa jadi berbeda dengan yang di sini, karena bisa saja ada beberapa fitur ditambah/kurang oleh yang compile/portingnya. Tampilan TWRP nya juga bisa jadi berbeda total jika pake theme custom. Di sini ane pake TWRP 3.0.2-0 standard saja sebagai referensi. Untuk yang beda2, silahkan disesuaikan command nya dengan tampilannya.

a. Menu utama TWRP memiliki 8 menu. Tombol soft navigation berada di bawah, ada tombol Back, Home dan Log. Selanjutnya kita akan menjelajahi masing2 dari 8 menu ini.
Spoiler for 91. Menu utama:
Posisinya bisa berbeda di tempat agan, tergantung hasil compile/porting. Ada beberapa prop yang akan memungkinkan agan tetap menggunakan tombol hardware capacitive di HH agan (jika ada).

b. Paling pertama adalah Menu Install. Seperti yang sudah kita gunakan di ritual rooting, Menu ini dipakai untuk install zip flashable ataupun image dari partisi boot, recovery maupun system image. Contoh penggunaan install zip adalah install SuperSU, Xposed Framework, Gltools, Dolby atmos/Viper4android, ataupun zip flashable yang sudah dibuat script di dalamnya. Jadi agan juga bisa flash zip yang isi filenya kosong, hanya ada script untuk eksekusi perintah tertentu. Seperti zip uninstall xposed maupun GLTools. Untuk Install image, kita gunakan untuk install boot hasil modif (unsecure), custom recovery seperti TWRP maupun full system image (Custom ROM). Tapi biasanya Custom ROM disajikan dalam bentuk flashable zip.
Spoiler for 92. Install Zip, Boot, Recovery:
Default pilihan adalah install zip, karena kebanyakan waktunya inilah yang diperlukan. Untuk install image, perlu tap di Install Image dulu untuk switch modenya. Di mode image, agan hanya bisa memilih file dengan extenstion .img

c. Menu Wipe adalah untuk menghapus data, terutama untuk factory reset. Default wipe adalah partisi Data, Dalvik-cache dan Cache. Jika agan tap di Advance wipe, akan muncul pilihan wipe yang lebih banyak. Biasanya kita hanya perlu menu advance ini untuk wipe hanya Dalvik-cache, yang aman untuk diwipe tanpa takut kehilangan data. Kalaupun perlu factory reset, maka partisi Data dan Cache juga perlu dicentang. Ingat, begitu diswipe maka data agan dihapus semuanya. Jangan pernah wipe System, Internal Storage ataupun MicroSD jika tidak diperlukan. Partisi System tidak perlu diwipe, tapi cukup dengan cara direstore saja jauh lebih aman. Jika agan wipe Partisi System dan tidak restore partisi tersebut setelah wipe, akan muncul error No OS installed. Pilihan Repair or Change File System adalah fitur advance, hanya digunakan ketika ada partisi yang corrupt parah (jarang terjadi)
Spoiler for 93. Wipe:
Satu hal yang perlu diperhatikan adalah kebanyakan HH sekarang memiliki partisi internal storage yang merupakan hasil emulasi dari partisi /data/media/. Jika agan factory reset dengan stock recovery bawaan android, biasanya data yang ada di /data/media/yaitu internal storage aka internal virtual sdcard aka /sdcard0/ akan juga ikut terhapus. Ini berarti foto, video, chatting dan obb game juga bisa ikut terhapus. Sementara di TWRP, jika raciknya benar; seharusnya wipe partisi Data di sini tidak akan menghapus data apapun di /data/media/ (internal storage). Artinya TWRP lebih unggul dari recovery bawaan android, karena bisa factory reset tanpa hapus data di internal storage (/sdcard0). Bagaimana juga, sebelum benar2 eksekusi Wipe Data, ane tetap sarankan agan untuk backup dulu semua data di internal storage (/sdcard0) ke microsd atau OTG flashdisk ataupun PC. Karena jika agan belum pernah tes sebelumnya dan langsung Wipe Data begitu saja, bisa jadi internal storage juga ikut terwipe. Ingat, data yang di internal storage tidak pernah bisa direcover dengan tool apapun di PC (beda dengan MicroSD). Yang jelas sebelum agan tap wipe di sini, ingat untuk sudah backup minimal Partisi Data dan data yang ada di internal storage nya untuk berjaga2.

d. Menu Backup dan Restore sudah dijelaskan secara terpisah di atas. Jadi cukup ingat selalu backup rutin dua partisi : System & Data secara berkala.
Spoiler for 94. Backup Restore:
Silahkan lihat bagian Backup dan Restore di atas untuk penjelasan lebih lanjut

e. Menu Mount adalah untuk Mount partisi supaya terlihat ketika agan perlu install zip/image, backup/restore maupun ketika memakai terminal emulator/file manager. Jika agan tidak menemukan partisi yang diinginkan ketika browse; kemungkinan besar partisi tersebut belum dimount di sini. Biasanya kita cukup mount System, Data dan Micro SDCard saja. Jika ada OTG flashdisk, juga akan muncul di sini. Mount System partition read-only dibiarkan tercentang saja. Hanya uncheck jika agan memang perlu otak/I via File manager di partisi System.
Spoiler for 95. Mount:
Agan tetap bisa install Zip flashable secara normal tanpa perlu uncheck pilihan ini. Mount USB Storage adalah untuk mengubah partisi microSD HH menjadi bisa terbaca di komputer seperti disk biasanya. Artinya HH menjadi card readernya. (ingat untuk unmount setelah selesai). Select Storage akan menunjukkan pilihan storage yang tersedia seperti pada saat install, backup ataupun restore. Sementara Enable MTP (di SS Disable MTP) adalah fungsi MTP tanpa perlu unmount microsd nya. Di beberapa TWRP, biasanya ini sudah aktif secara default, sehingga agan bisa tetap copy data ke HH selama di TWRP, tidak perlu menunggu booting normal dahulu. Bisa digunakan juga sebagai sarana backup internal storage (/sdcard0) nya jika HH tidak bisa booting normal.

f. Menu Settings adalah untuk mengatur beberapa setting standard TWRP. Biasanya agan cuma perlu set di bagian General, pastikan Use rm –rf instead of formatting, Enable MD5 Verification of Backup Files dan Use 24-hour clock dicentang. Kemudian di setting jam nya, sesuaikan dengan zona waktu agan, uncheck daylight savings time (karena kita di Indonesia).
Spoiler for 96. Settings:
Use rm –rf instead of formatting adalah untuk menjaga supaya emmc kita lebih awet, tidak cepat aus. Ketika agan wipe partition, TWRP tidak format seluruh partisi tersebut, tapi hanya menghapus file yang ada. Enable MD5 Verification of Backup Files adalah untuk memastikan ketika kita restore, file hasil backup nya tidak corrupt. Ini terutama jika agan restorenya dari hasil backup agan lain (bisa saja pas download, ada corrupt). Jika agan tidak centang ini dan ternyata file backupnya corrupt, bisa berakibat fatal. Use 24-hour clock untuk memudahkan agan mengenali kapan backup agan (karena namanya auto generate dari tanggal & jam). Timezone perlu diset sesuai dengan jam di HH agan, supaya agan juga lebih gampang mengenali backup agan ketika restore. 3 tab setting lainnya adalah mengatur kecerahan layar, display timeout, vibrasi tombol dan bahasa TWRP yang digunakan. Silahkan diubah seperlunya.

g. Menu Advanced adalah kumpulan dari beberapa menu tambahan. Dalam kebanyakan waktu, agan cuma perlu dua saja, yaitu : File Manager, yang sudah dijelaskan sebelumnya; dan Terminal (Emulator).
Spoiler for 97. Advanced Option:
Masih ada menu lain yang bisa diakses, tapi kebanyakan waktunya agan tidak perlu semua itu. Jangan sembarangan tap menu di sini jika tidak mengerti fungsinya! Seperti kalau ada Partition SDCard, itu akan repartisi SDcard agan, sehingga datanya akan hilang semua (biasanya untuk keperluan link2sd).

h. Khusus untuk Terminal, agan bisa mengeksekusi berbagai perintah terminal di sini, terutama jika agan sudah ada busybox. Ini adalah penggunaan level advanced, dan memerlukan ketelitian agan ketika mengetikkan command. Salah ketik bisa fatal! Ini hanya digunakan jika masalahnya tidak bisa diselesaikan dengan hanya restore partisi saja. (contohnya ketika agan perlu restore partisi kecil)
Spoiler for 98. Terminal:
Perhatikan tanda di sebelah kiri atas. Kebanyakan TWRP sudah diedit sedemikian rupa, supaya terminalnya sudah default ke Root user (tanda nya adalah hash (#)). Jadi command yang membutuhkan root akan langsung dieksekusi tanpa ada permission denied lagi. Berhati2lah. Jika simbolnya adalah dollar sign ($), berarti defaultnya terminal masih user biasa. Untuk mengeksekusi command yang butuh root, perlu ketik su dulu untuk switch ke root user (ditandain dengan $ berubah menjadi #). Contoh command di SS adalah ls, yang fungsinya adalah list directory. Bisa terlihat hasil command nya adalah menampilkan semua directory yang ada di root /.

i. Menu terakhir adalah Menu Reboot. Sederhana sekali, fungsinya untuk reboot. Kebanyakan waktu agan cuma perlu Reboot System, artinya restart HH untuk booting secara normal.
Spoiler for 99. Reboot:
Kadang agan juga perlu memakai Power Off, jika seandainya mungkin setelah memakai TWRP, agan perlu switch SIM card ataupun microsd. Reboot Recovery adalah untuk reboot ulang ke recovery ini. Kalau agan belum flash TWRP jadi permanen, maka reboot recovery akan kembali ke stock recovery. Jika TWRP sudah permanen, maka akan reboot kembali ke TWRP. Agan mungkin perlu ini jika misalnya ada TWRP versi baru, dan barusan agan install lagi via Install Image; agan ingin tes langsung liat bedanya. Terakhir adalah Reboot Bootloader adalah untuk masuk ke fastboot, jika agan butuh command yang hanya bisa dieksekusi dari fastboot (biasanya command fastboot oem, spesifik untuk HH tertentu). Namun jika HH agan sudah terlock bootloader nya, maka TWRP tidak akan bisa memunculkan fastbootnya, sebaliknya HH akan restart secara normal.
Diubah oleh Desmanto
FAQ

(Belum siap)
Diubah oleh Desmanto
Daftar Troubleshooting selama proses Rooting


Bootstuck karena boot.img masih secure
Kalau seandainya agan ternyata salah step dan masuk ke 9008 ini, maka satu2nya cara adalah cabut batere kalau baterenya removeable atau tahan power pas 10 detik! Supaya HH pas off (tidak ada indikasi off nya). Kemudian ulangi lagi prosedur masuk ke Bootloader/Fastboot Downloading di atas. Jika 10 detiknya kelewatan, maka HH akan terlanjur restart (bukan hanya sekedar off). Akan gagal booting dan jatuh lagi ke mode 9008/900x tadi. Agan perlu tekan tombol kombinasi dengan cepat dan tepat untuk bisa masuk ke bootloader. Dan 80% waktunya, sangat susah untuk bisa tekan tombol vol up/down pada waktu yang tepat. Makanya ini cukup susah untuk HH yang baterenya non removeable, pastikan agan mengikuti step sebelumnya secara tepat. Jika ternyata tidak bisa off sama sekali dan terjadi gejala HH seperti padam total, maka tidak ada cara lain selain menunggu sampai batere HH nya habis. Mode 9008/900x ini meskipun nampaknya tidak ada tanda2 kehidupan, sebenarnya cukup boros batere. Tapi tetap aja agan mungkin perlu menunggu 6-10 jam (untuk batere 3000-4000 mAh) sebelum akhirnya HH “off total” (bukan mati total) karena habis batere. Setelah penantian, agan bisa tes cas HH nya ampe ada muncul logo batere (charging). Jika tidak, maka agan perlu nunggu lagi beberapa jam dan dites lagi cas nya ampe bisa. Setelah bisa ngecas, cas lagilah minimal di atas 50% sebelum mencoba ulang untuk masuk ke bootloader.

Tutor Spesifik untuk HH dan ROM tertentu

ROOT ANDROMAX L HAIER B26D2H Firmware 4.0 Tanpa Kena PERMANENTLY BROKEN
Diubah oleh Desmanto
Special Thanks & Credit


Tuhan Yang Maha Esa, Alam Semesta serta seluruh isinya.
Hisense, Smartfren, Qualcomm yang membuat ane “terjerumus” untuk memakai HH mereka.
Agan su91art0.st (kaskus), da bantu untuk ngecek cara masuk Qualcomm Diag 9006 (meskipun pureshot ga bisa), dan beberapa info mengenai emmc raw, hddraw copy, termasuk share stock ROM Andromax R untuk dipelajari partisinya. Terakhir membantu pencerahan untuk cara singkat flash TWRP dan Boot nya secara permanen tanpa harus dari fastboot lagi. Dengan caranya, tutor ini menjadi lebih gampang dan minim resiko.
Agan Vian Magnifico (facebook), da membantu ane via PM di facebook, terutama ketika pureshot ane sempat bootstuck setelah root kemarin. Juga TWRP max R racikannnya dah membantu ane uda bisa backup stock recovery Pureshot.
Agan tirta.agung (xda), yang uda share cara restore yureka nya. Ane pernah berselisih paham dengannya di kaskus. Mungkin memang waktu itu dia lagi stress karena yurekanya. Bagaimanapun juga ane belajar banyak mengenai qualcomm dari postingan dia.
Agan KonstaT (modaco), meracik TWRP 2.8.7.0 untuk Blade S6 (dan berikutnya diupdate ke 3.0.2-0), yang akhirnya ane pakai untuk repack ulang jadi TWRP nya pureshot dengan menggunakan kernel dan dtb asli dari pureshot. Ane pakai yang versi AU dengan emulated internal sdcard (sama seperti pureshot).
Agan santosa53114 (kaskus), yang bersedia menjadi tester pertama dan akhirnya berhasil root (dengan metode lama). Dia juga sempat share banyak partisi kecil dan bahkan /system nya (1 GB) untuk ane crosscheck perbedaannya.
Agan dimaswibowo (kaskus), yang bersedia backup partisi kecil untuk crosscheck tambahan. Sempat jantungan karena bootstuck pasca backup, dan akhirnya bisa root dan pamer di trit.
Agan zacshawn (kaskus), yang bersedia backup boot.img ROM 06.00 lewat TWRP, supaya bisa diracik jadi boot.img unsecure.
Berbagai agan lain di kaskus yang memberikan dukungan moral dan tidak bisa ane sebutkan satu persatu. (maaf jika kelupaan )
Berbagai agan lain di luar sana, yang membuat tutorial, tool dan resource, seperti Adb driver Installer, Chainfire SuperSU, Partitions Backup & Restore, tutorial porting recovery tanpa compile/source dan sebagainya.
Tidak lupa kepada abang ane sendiri, yang uda minjamin Monitor 17 inch nya ke ane sampai waktu yang tidak ditentukan emoticon-Big Grin. Second monitor benar2 membantu banget dalam pembuatan tutor ini.




Kosakata

Penjelasan beberapa istilah :
Root
Driver HH
ADB
Minimal ADB and Fastboot
SuperSU
TWRP
Flashable zip
Backup
Restore
Fastboot
Fastboot boot vs flash

(belum selesai)
Diubah oleh Desmanto
Meninggalkan jejak dlu di trit master.. Sambil baca2
Masih ada beberapa bagian belum selesai. Tolong bantu cek kalau ada step yang salah atau kata2 salah. Download link untuk Pureshot dan PSP2 uda ane post di lounge masing2. Ntar baru edit lagi. Tapi kayaknya ga malam ini deh. emoticon-Tepar

mantap

akhirnya slesai juga baca smuanya wkwkwk
Based Qualcomm tapi sebenarnya Limitted sih, secara beberapa disebelah ada lock adb fastbootnya. Banyak device base qualcomm yg tidak mempan dengan metode ini, so...judul mungkin perlu revisi atau jika tdk ya ditambahin notes.

edit add:
Thanks rupanya ada nama ane disebut 2x...yg ane komenin yg point 3. Tutornya udah prnh ane bikin "easy root tanpa pc pakai file flashable qpst yg dibikin tf update. Entah perlu dibawa kesini atau enggak, secara itu work juga buat psp2 ini.
Diubah oleh su91art0.st
mantap dah...
slalu jelas dan lengkap...
mantep lengkap banget hahaha..top emoticon-thumbsup emoticon-thumbsup
Quote:

Hehehe, judulnya menipu ya emoticon-Big Grin Tapi sengaja ane limit dulu. Entar ada yang pake mediatek nyasar dimari, ane bisa bingung jawabnya. Soalnya 3 bulan tu habis nya cuma pelajari qualcomm doank, uda ga ngeh lagi dengan mediatek. Tapi esensinya kalau uda pasang TWRP, step berikutnya uda mirip2 sih. Mo device yang ga bisa fastboot, kalau mereka bisa akalin kingroot + flash TWRP, ya tetap bisa pake cara ini, cuma langsung ke tahap TWRP nya. Bedanya ya hasil backup pertama uda langsung ga per*w*n.

Nah, tu yang ane tunggu. Kemarin ane ingat agan pernah buat. Tapi ga tau uda tenggelam di mana. Kalau bisa ditambahkan minimal beberapa SS, bisa lebih jelas. Ntar ane link dimari. (tu sengaja biar summon agan dulu emoticon-Big Grin) Soalnya ane ga pernah lakuin cara agan, makanya ga dalam posisi bisa detail tutornya. Ya pureshot/+ ga punya ROM QPST. PSP2 punya, tapi uda versi lama, jadinya kan ngestuck di rooting versi lama. Tapi ntar ane ada buat tutor TF update sih, uda ada gambar2nya dari kemarin2 (termasuk 4 yang ane pake di tutor ini).

Tadi siang sih baru kepikiran ada metode untuk backup via TWRP ini dan tetap bisa mempertahankan keper*w*nan HH setelah aboot tersenggol sekalipun. Tapi perlu edit2 hasil backup lagi tentunya, dan TWRP nya harus dibuat bisa backup partisi aboot. Kalau ntar ane ada waktu dan tes berhasil, berarti ane perlu edit semua nih tutornya, menambahkan bahwa bisa balik full normal tanpa perlu stock ROM. Tapi ini masih konsep sih, belum terbukti. Amannya tetap ada firmware.

================
BTW, belum ada yang berhasil root kah? Belum ada yang post uda berhasil. Atau pada nunggu akhir minggu baru eksekusi nih.

Done PSP2 Rooted

kemarin ketiduran nunggu tutornya keluar
alhasil pas sampe tempat kerja lihat kasku eh udah keluar , mumpung kaga ada bos langsung aje eksekusi tadi pagi dan berhasil
thankyou gan , tutor sangat detil se detil detilnya , trutama tutor Backup lancar dan sangat perlu untuk d kemudia hari
hehehe maaf baru laporan

Spoiler for SS1:

Spoiler for SS2:

Spoiler for SS3:
Diubah oleh sadha79
tanya disini ttg twrp gpp kan?
aku uda lewati semua buat root max r ku dan ada bbrapa yg ga sama yg buatku penasaran:

1. di twrp kalo aku centang compresionnya ntar pas restore pasti balik normal kan?
aku pernah coba centang itu dan memang dr file backupan yg 3gb bisa dipress sampe 1,5gb..cuma takutnya pas restore ga sama/ga utuh makanya ga pernah restore hasil itu..slalu yg full tanpa kompress....
2. aku stiap ganti rom/cusrom pasti wipe semua( data,internal storage,cache,dalvik) baru instal file zip yg dr micro sd...stelah itu wipe cache dan dalvik lgi..gpp kah?
3. restore /system dan /data malah bootstuk..mesti digabung dg /boot...
apakah itu punyaku secured bootnya?
4. ada flash supersu,dolby atmos walo kelihatan done ditwrp tapi dihomescreen ga ada ikonnya...
yg kutau ini cusrom uda prerooted dan /system ada file dolbi...
kenapa yah?
tb,rotex dll jalan normal...
5. yg lain nyusul emoticon-Stick Out Tongue
Halaman 1 dari 6


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di