Kaskus

News

metrotvnews.comAvatar border
TS
metrotvnews.com
Warga Ingin 2 Desember Kondusif
Warga Ingin 2 Desember Kondusif

Metrotvnews.com, Jakarta: Unjuk rasa merupakan hak warga di negara demokrasi sehingga tidak ada yang bisa melarang. Tetapi, massa harus tetap menghormati pentingan dan menjaga ketertiban umum.


Nurdin, 40, warga Kemang Raya, Jakarta Selatan, sepakat, kesempatan warga menyampaikan pendapat di muka umum tidak boleh dihalangi. "Selagi tidak merusak, tidak merugikan umum," kata Nurdin kepada Metrotvnews.com, Selasa (22/11/2016).


Nurdin berharap pedemo beraksi dengan damai dan kondusif. Pedemo harus tetap mengedepankan keutuhan bangsa, menghormati perbedaan, dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.


"Kalau demo yang tertib, rukun, dan jangan anarkistis, karena itu semua merugikan kita," ujar Nurdin.


Ormas yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia akan unjuk rasa pada Jumat 2 Desember. Tuntutan mereka adalah penjarakan tersangka dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.


Pembina GNPF MUI yang juga Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab mengatakan, peserta aksi akan gelar sajadah untuk salat Jumat di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman-Jalan H.H. Thamrin, Jakarta.


Terkait tuntutan agar polisi menahan Ahok, menurut dia, sebaiknya dipercayakan kepada proses hukum yang sedang berjalan. Nurdin percaya hukum berjalan semestinya, adil, dan transparan.


Nurdin menilai, selama ini kepolisian profesional dalam mengusut kasus dugaan penistaan agama. Selain itu, ia juga melihat Ahok cukup kooperatif dalam menghadapi masalah ini.


"Kalau ada hukum, hukum yang lebih berhak. Indonesia negara hukum," ucap dia.


Muhammad Fahri, 25, warga Rawamangun, Jakarta Timur, menilai wajar masyarakat merencanakan demonstrasi pada 2 Desember. Ia menduga ada tuntutan masyarakat yang belum dipenuhi pemerintah.


"Harus bisa dipahami, demo itu ada karena adanya tuntutan yang tidak didengar," kata Fahri.


Meski demikian, Fahri tetap berharap demonstrasi berjalan damai, sehingga tidak ada pihak yang  terganggu. Fahri pun mengingatkan, agar pedemo tidak terpancing provokasi. "Tunjukkan kalau umat Islam berakhlak."


Pendapat berbeda diutarakan Mochamad Ridwan, 25, warga Matraman, Jakarta Timur. Ridwan menngatakan seharusnya tidak ada lagi unjuk rasa berkaitan kasus dugaan penistaan agama. Sebab, kasus ini sudah ditangani polisi.


Ia khawatir ada pihak memanfaatkan aksi ini untuk tujuan lain. "Mudah-mudahan polisi segera menangani kasus ini agar tidak terjadi demo jilid III, karena akan berdampak luas," ujar dia.

Sumber : http://news.metrotvnews.com/read/201...ember-kondusif

---

Kumpulan Berita Terkait UNJUK RASA :

- Warga Ingin 2 Desember Kondusif Helikopter Sebar Maklumat Kapolda Metro Soal Aturan Demo

- Warga Ingin 2 Desember Kondusif Aksi 2/12, Kapolda Minta Massa Salat Jumat di Masjid

- Warga Ingin 2 Desember Kondusif Warga Ingin 2 Desember Kondusif

anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
833
2
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan