alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5802348cdc06bdbd4a8b4569/militer-ottoman-pada-perang-dunia-pertama-1914-1918
Militer Ottoman pada Perang Dunia Pertama (1914-1918)
Militer Ottoman pada Perang Dunia Pertama (1914-1918)
Spoiler for Pendahuluan:

Spoiler for Jalan Menuju Perang Dunia I:

Spoiler for Pasukan Ottoman:

Spoiler for Uniform dan Perlengkapan:

Part 2

Spoiler for Transportasi dan Komunikasi:

Spoiler for Angkatan Laut:

Spoiler for Angkatan Udara:
wih keren gan masih pada pake pedang emoticon-Matabelo
wahh nice thread gan... banyak2in thread sejarahny gan...ane haus ilmu sejarah nihh
Bener" parah ya
Kesultanan otoman dengan wilayah dan reputasi yang besar gak punya industri pertahanan dan pendukungnya.
Apalagi logistiknya........
Mungkin ini yang memotifasi turki untuk mandiri dengan industri pertahanannya.
setelah sultan sulaiman wafat penerusnya kurang handalemoticon-No Hope
Quote:Original Posted By noerdeal
setelah sultan sulaiman wafat penerusnya kurang handalemoticon-No Hope

Nggak juga. Masih ada sultan-sultan bagus yang mimpin Ottoman. Contohnya Mustafa II, Mehmed IV, Mahmud II, Abdulaziz, Abdulmejid, sama Abdulhamid II

armenian yang jadi pasukan ottoman itu muslim atau christian ?
Quote:Original Posted By nitrammmm
armenian yang jadi pasukan ottoman itu muslim atau christian ?

Hampir semuanya Kristen Ortodoks
senjata anti pesawat terbang perang dunia pertama:

Militer Ottoman pada Perang Dunia Pertama (1914-1918)

versi oversize dari maxim machine gun. kaliber terkecil untuk AAA: 37mm.

sumur
tank WW 1 inggris diproduksi sejak 1916:

Militer Ottoman pada Perang Dunia Pertama (1914-1918)

tank mark I:

crew: 8 orang (komandan, driver, 2 pemindah gigi, 4 gunner)

senjata utama: 2x meriam 57mm (male); atau 4x senjata mesin .30 (female)

panjang: 8 m
lebar: 4 m
tinggi: 2 m
berat: 30 ton

max speed: 6 km/h

unit diproduksi: c 2000

Militer Ottoman pada Perang Dunia Pertama (1914-1918)

Militer Ottoman pada Perang Dunia Pertama (1914-1918)

Militer Ottoman pada Perang Dunia Pertama (1914-1918)
Quote:Original Posted By ryansyahardi
wahh nice thread gan... banyak2in thread sejarahny gan...ane haus ilmu sejarah nihh


semua kapal perang ottoman dipesan dari inggris. cmiiw.

awalnya bank ada di belakang jerman. baru setelah inggris menjanjikan palestina kpd bankir, produksi tank inggris dimulai dgn bantuan uang dari bank.

setelah WW 1 berakhir wilayah ottoman dibagi dlm protektorat inggris dan perancis. kecuali wilayah turki.

perancis menguasai lebanon, jordan, suriah. inggris menguasai mesir, saudi, oman, yaman, palestina dan irak. cmiiw.
Quote:Original Posted By mtyson
semua kapal perang ottoman dipesan dari inggris. cmiiw.

awalnya bank ada di belakang jerman. baru setelah inggris menjanjikan palestina kpd bankir, produksi tank inggris dimulai dgn bantuan uang dari bank.

setelah WW 1 berakhir wilayah ottoman dibagi dlm protektorat inggris dan perancis. kecuali wilayah turki.

perancis menguasai lebanon, jordan, suriah. inggris menguasai mesir, saudi, oman, yaman, palestina dan irak. cmiiw.

Sebenernya wilayah Anatolia masuk ke protektorat Inggris, kecuali beberapa wilayah kecil di dekat Istanbul.
Nggak juga. Sebelum perang Ottoman punya kapal selam dan kapal penjelajah Prancis. Dan seperti yang udah ane sebutin, cukup banyak kapal perang Ottoman yang berasal dari Jerman
Quote:Original Posted By wedusndeso
Bener" parah ya
Kesultanan otoman dengan wilayah dan reputasi yang besar gak punya industri pertahanan dan pendukungnya.
Apalagi logistiknya........
Mungkin ini yang memotifasi turki untuk mandiri dengan industri pertahanannya.


Kesultanan Ottoman gagal memodernisasi diri sejak abad 17 (terakhir mereka mampu menyerbu Eropa adalah dalam pengepungan Vienna pada tahun 1683). Sejak itu, kesultanan Ottoman perlahan-lahan mulai ketinggalan dari negara-negara Eropa yang mulai mendapatkan pencerahan (age of enlightenment) dan meninggalkan berbagai tahayul abad pertengahan.

Akhirnya sepanjang abad 19 mereka dijuluki Orang Sakit Eropa, dan kalo masih dipertahankan oleh negara-negara besar Eropa hingga awal abad 20, hanya karena mereka tidak pernah sepakat mengenai apa yang harus dilakukan terhadap wilayah kesultanan tersebut kalo Ottoman dihapus dari muka bumi.

Quote:Original Posted By peyotpetot
Kesultanan Ottoman gagal memodernisasi diri sejak abad 17 (terakhir mereka mampu menyerbu Eropa adalah dalam pengepungan Vienna pada tahun 1683). Sejak itu, kesultanan Ottoman perlahan-lahan mulai ketinggalan dari negara-negara Eropa yang mulai mendapatkan pencerahan (age of enlightenment) dan meninggalkan berbagai tahayul abad pertengahan.

Akhirnya sepanjang abad 19 mereka dijuluki Orang Sakit Eropa, dan kalo masih dipertahankan oleh negara-negara besar Eropa hingga awal abad 20, hanya karena mereka tidak pernah sepakat mengenai apa yang harus dilakukan terhadap wilayah kesultanan tersebut kalo Ottoman dihapus dari muka bumi.

Kesultanan Ottoman gak sepenuhnya terbelakang dan lemah. Mereka bisa mempertahankan sebagian besar wilayah mereka selama abad ke 17- pertengahan 19 itu buktinya. Selain itu modernisasi sering dilakukan, walau berpengaruh sedikit sampai pada akhirnya pada kekuasaan Mahmud II dan penerusnya baru modernisasi bisa berjalan dengan penuh. Banyak Orientalis dan Ottomanis sekarang yang malah berteori kalau kesultanan Ottoman tidak pernah mengalami masa "decline", tetapi langsung jatuh

Kenapa Ottoman dilindungi karena kalau sepenuhnya jatuh, akan menyebabkan pergantian kekuatan yang bisa berakibat fatal. Seperti unifikasi Jerman yang secara tidak langsung menimbulkan WWI karena pergantian kekuatan



Quote:Original Posted By Zooasaurus

Kesultanan Ottoman gak sepenuhnya terbelakang dan lemah. Mereka bisa mempertahankan sebagian besar wilayah mereka selama abad ke 17- pertengahan 19 itu buktinya. Selain itu modernisasi sering dilakukan, walau berpengaruh sedikit sampai pada akhirnya pada kekuasaan Mahmud II dan penerusnya baru modernisasi bisa berjalan dengan penuh. Banyak Orientalis dan Ottomanis sekarang yang malah berteori kalau kesultanan Ottoman tidak pernah mengalami masa "decline", tetapi langsung jatuh

Kenapa Ottoman dilindungi karena kalau sepenuhnya jatuh, akan menyebabkan pergantian kekuatan yang bisa berakibat fatal. Seperti unifikasi Jerman yang secara tidak langsung menimbulkan WWI karena pergantian kekuatan


Bukan decline, tapi stagnasi.

Ottoman memang masih kuat .. ketika dibandingkan dengan negara-negara non Eropa.
Tapi kalo dibandingkan dengan negara-negara Eropa, mereka ibarat berjalan kaki sedangkan negara-negara Eropa sedang berlari.

Hal yang sama juga saat itu terjadi di Cina. Walaupun pada abad 18 masih bisa dengan sombong sesumbar, "Negeri Cina tidak butuh barang Eropa," sebenarnya Cina saat itu tidak bakalan mampu membalas kalo diserang oleh salah satu negara Eropa. Cina masih bisa lebih lama bertahan karena lokasinya jauh dari Eropa sehingga tidak ikut diundang ke perang dunia pertama (tapi Jepang malah ikutemoticon-Hammer (S))

Yang membuat negara-negara Eropa berlari maju adalah dimulainya age of enlightenment, dengan dimulainya pengamatan secara objektif terhadap berbagai hal sehingga banyak tahayul yang diungkap dan ditinggalkan. Akhirnya di wilayah Ottoman tidak ada industri persenjataan yang mampu menyaingi kuantitas apalagi kualitas dari persenjataan negara-negara Eropa. Seperti Indonesia di tahun 1960an, militernya kuat karena membeli persenjataan dari orang lain, dan kalo tidak bisa membeli maka senjatanya jadi besi tua.

Quote:Original Posted By peyotpetot
Bukan decline, tapi stagnasi.

Ottoman memang masih kuat .. ketika dibandingkan dengan negara-negara non Eropa.
Tapi kalo dibandingkan dengan negara-negara Eropa, mereka ibarat berjalan kaki sedangkan negara-negara Eropa sedang berlari.

Hal yang sama juga saat itu terjadi di Cina. Walaupun pada abad 18 masih bisa dengan sombong sesumbar, "Negeri Cina tidak butuh barang Eropa," sebenarnya Cina saat itu tidak bakalan mampu membalas kalo diserang oleh salah satu negara Eropa. Cina masih bisa lebih lama bertahan karena lokasinya jauh dari Eropa sehingga tidak ikut diundang ke perang dunia pertama (tapi Jepang malah ikutemoticon-Hammer (S))

Yang membuat negara-negara Eropa berlari maju adalah dimulainya age of enlightenment, dengan dimulainya pengamatan secara objektif terhadap berbagai hal sehingga banyak tahayul yang diungkap dan ditinggalkan. Akhirnya di wilayah Ottoman tidak ada industri persenjataan yang mampu menyaingi kuantitas apalagi kualitas dari persenjataan negara-negara Eropa. Seperti Indonesia di tahun 1960an, militernya kuat karena membeli persenjataan dari orang lain, dan kalo tidak bisa membeli maka senjatanya jadi besi tua.

Mau decline atau stagnasi rasanya sama deh. Yg ane baca pake decline, bukannya stagnation, walau pada akhirnya keduanya dibilang gak pernah terjadi emoticon-Hammer2
Nah klo ini memang bener, terutama dalam hal industrinya. Buat ane karena dikit perang gede yang terjadi ke Ottoman pada abad ke 19, mungkin pada saat itu sebanding ama Austria sebelum unifikasi

btw China akhirnya ngikut allies karena alasan politik, didorong ama pemerintahan pro allies era warlord
Quote:Original Posted By Zooasaurus

Mau decline atau stagnasi rasanya sama deh. Yg ane baca pake decline, bukannya stagnation, walau pada akhirnya keduanya dibilang gak pernah terjadi emoticon-Hammer2
Nah klo ini memang bener, terutama dalam hal industrinya. Buat ane karena dikit perang gede yang terjadi ke Ottoman pada abad ke 19, mungkin pada saat itu sebanding ama Austria sebelum unifikasi

btw China akhirnya ngikut allies karena alasan politik, didorong ama pemerintahan pro allies era warlord


stagnation -> decline -> collapse ... setelah stagnasi di akhir abad 17, decline di akhir abad 18, wilayahnya digerogoti kian kemari, hingga akhirnya collapse ketika kalah perang dunia pertama.

Abad 19 justru negara-negara Eropa lebih berani, mulai dari Napoleon dan Inggris yang mengacak-acak Mesir, negara-negara Balkan yang memerdekakan diri, perang di Crimea ... semuanya terjadi antar negara Eropa sendiri, tapi dilakukan di dan demi sepotong wilayah Ottoman. Yang punya tanah malah gak dianggap karena memang sudah tidak berarti lagi untuk dimasukkan perhitungan. Pokoknya pemenangnya dapat tanah Ottoman, peduli yang punya tanah mau tereak-tereak nangis guling-guling memangnya bisa apa.

oot cina ... ikutan perang dunia kan karena sedang perang dengan Jepang, jadi ikutan sekalian supaya dapat teman emoticon-Hammer (S)

Quote:Original Posted By peyotpetot
stagnation -> decline -> collapse ... setelah stagnasi di akhir abad 17, decline di akhir abad 18, wilayahnya digerogoti kian kemari, hingga akhirnya collapse ketika kalah perang dunia pertama.

Abad 19 justru negara-negara Eropa lebih berani, mulai dari Napoleon dan Inggris yang mengacak-acak Mesir, negara-negara Balkan yang memerdekakan diri, perang di Crimea ... semuanya terjadi antar negara Eropa sendiri, tapi dilakukan di dan demi sepotong wilayah Ottoman. Yang punya tanah malah gak dianggap karena memang sudah tidak berarti lagi untuk dimasukkan perhitungan. Pokoknya pemenangnya dapat tanah Ottoman, peduli yang punya tanah mau tereak-tereak nangis guling-guling memangnya bisa apa.

oot cina ... ikutan perang dunia kan karena sedang perang dengan Jepang, jadi ikutan sekalian supaya dapat teman emoticon-Hammer (S)

Nah, Ottomanis dan Orientalis sekarang berpendapat kalau Ottoman gk pernah mengalami masa stagnasi dan decline, walau ane sendiri kurang setuju...

Ralat. Makanya di post sebelumnya ane bilang "pertengahan abad 19" emoticon-Hammer2

oot China, setau ane karena di pertengahan era warlord ada keluarga pro allies yang masuk pemerintahan, jadi China ngikut allies, walau paling banter cuma ngirim labour force
Quote:Original Posted By Zooasaurus

Nah, Ottomanis dan Orientalis sekarang berpendapat kalau Ottoman gk pernah mengalami masa stagnasi dan decline, walau ane sendiri kurang setuju...

Ralat. Makanya di post sebelumnya ane bilang "pertengahan abad 19" emoticon-Hammer2

oot China, setau ane karena di pertengahan era warlord ada keluarga pro allies yang masuk pemerintahan, jadi China ngikut allies, walau paling banter cuma ngirim labour force


Kegagalan Ottoman memodernisasi diri bermula dengan penolakan mereka terhadap mesin cetak yang diciptakan oleh Guttenberg di abad 15. Mesin cetak mempermudah pembuatan dan penyebarluasan buku-buku dan dengan demikian bisa memancing timbulnya ide-ide yang kemungkinan tidak sejalan dengan dogma-dogma yang berlaku saat itu. Dan kekhawaritan tersebut bukannya tanpa sebab.

Beberapa dekade setelah mesin cetak diperkenalkan, Eropa diguncang peperangan Reformasi antara Katolik vs Protestan. Karena dengan mudahnya Alkitab dicetak dan disebarluaskan menyebabkan rakyat jelata bisa membaca isinya, memperdebatkan, dan kemudian mulai berani membantah pemahaman yang dibuat para petinggi gereja. Lama-kelamaan keadaannya kian meruncing dan akibatnya terjadilah perang saudara di antara orang-orang Kristen (dalam hal ini, Eropa).

Tetapi setelah situasinya stabil, maka Eropa mulai menikmati hasil dari banyaknya para pemikir yang dilahirkan lewat keberadaan mesin cetak tersebut. Sedangkan Ottoman yang secara aktif menghambat keberadaan mesin cetak di wilayahnya, bisa hidup damai tapi hanya menjadi penonton ketika Eropa memasuki age of enlightenment, dan akhirnya menjadi mangsa yang gemuk dan empuk ketika Eropa sudah sanggup berlari jauh di depan.