CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58001472e05227770c8b4567/sekedar-kisah

Sekedar Kisah

newbie yang lari dari RL dan kepincut untuk tumpah ruah keluh kesah di mari...,
Bingung mau curcol dimana.., (hehe) takut ganggu di room publik, jadi mau bikin 'diary' sendiri

mungkin akan dipenuhi tulisan yang 'egosentris', tapi buat agan aganwati yang mau menanggapi atau berbagi kisah, nggak dilarang ^^

: : Inilah (a)Ku : :
tidak tau pasti, sejak kapan ku terbiasa menyimpan segala cerita seorang diri. hanya saja, baru belakangan ini aku sadar arti sepi dalam keheningan. ingin sesekali membuat harmoni bersahutan nada dengan orang lain. sayangnya, keinginan yang ada belum cukup kuat untuk membuatku bergerak. akhirnya ku sadar, mungkin memang beginilah adanya, inginku bukan kemuaanku (atau hanya beralibi untuk bersembunyi di balik kata tidak mau atas rasa malu? entahlah). jadilah saat ini ku coba menulis kisah (siapa tau bisa menjadi bahan renungan di kemudian hari) untuk merekam apa yang sebenarnya dirasakan, apa yang sebenarnya diinginkan, apa yang sebearnya yang sedang dijalani.

one step closer to know myself better emoticon-Smilie
profile-picture
profile-picture
profile-picture
arcaraya dan 10 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 14

siapa kah dia..😆

memendam rasa menjadi sesak...
tinggal menunggu waktu pasti meledak
lepaskan semua penat..
I wanna be free...
biar orang menilai aku apa..
peduli amat yang penting lepas..

yaa...gitulah aku..
Quote:


bener banget..., pepatah sedikit demi sedikit menjadi bukit sangat relevan untuk segala hal.., mulai dari sampah, uang, kerjaan, sampe perasaan.., :'D
Sayangnya saat sudah terlalu lama ditumpuk, ibarat kata laper yang udab kelewat laper sampe nggk nafsu makan, ingin meluapkan pun terlalu banyak berpikir untuk menentukan awal cerita lantas tak terasa akhirnya lupa, tertumpuk lagi, lalu penuh, terus mikir sampe lupa.., dan siklus berulang..., hahaha
profile-picture
zankeyle88 memberi reputasi
Nggk nyangka bakal goyah di detik2 terakhir. Ternyata kapasitas diri itu y segitu2nya. Mau dikuat2in juga kalo melebihi kapasitas ujung2nya nggk akan bisa tuntas dengan mulus...,

Orang yang tau dirinya sakit, tau obat penyembuhnya dan tau efek samping segala macemnya, tapi cuma milih buat meratapi sakit, alhasil tak ada perubahan hanya kondisi yang semakin memburuk. Apakah sembuh datang dengan sendirinya? Berdiam bikanlah kehendak Tuhan, ini adalah pilihan (?)
profile-picture
zankeyle88 memberi reputasi
Jadi kepikitan.., kalo pengen 'hidup' normal, bagian mana yang perlu diobati lebih dulu.
Perfeksionis? Acuh? Suka menghindar? Pemalas? Over thinking? Hmm.., jafi madalah utamanya yg mana y...? :'D
profile-picture
zankeyle88 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Saat tau nggk baik tapi tetep dilakuin, kyknya tanda2 ada yg gak beres.., :')
dear myself in the future, semoga kamu udah jadi orang yg lebih baik dan cukup waras buat nggk ngelakuin ini lagi.., dan semoga bisa berbagi kisah biar nggk makin banyak org2 yg kelakuannya kayak gini. Kasian, cuma 'ngotorin' bumi..
entah apakah hanya karena ku terlalu naif atau apa.., rasa-rasanya ruang hati ini memang tak pernah diisi tapi mengapa terasa seperti ada yang terambil? apa yang perlu diambil dari kekosongan ini? ataukah hanya aku yang terlalu bodoh untuk menyadari bahwa hati ini tak lagi hampa seperti sedia kala dan dipenuhi angan tak tergapai??
Mungkin emang nggk semua orang bisa seketika menyelesaikan masalahnya. Ada masa perlu adanya 'pengalihan'. Tapi akan jadi masalah kalo pengalihannya udah kelamaan. Ini yang kurasakan saat ini. Bukan sekedar dirasa, lebih tepatnya memang yg dikerjakan saat ini. Dan...., sering kalinya lagi kalo makin kelamaan acara pengalihan, keenakan buat menelantarkan masalahnya, yg ada makin nggk bisa tidur nyenak dan bakL cari2 alasan buat terua ngehindar. Solusinya, musti dihadepin. Kalo susah, y bilang aja susah. Sadari aja kalo emang ini masalahnya susah. "Orang nggk bisa ngerti kalo nggk diceritain".

Cerita di sini emg nggk nyelesein masalah, tapi semoga bisa jadi pengingat di kemudian hari (jikalau kemudian hari itu ada) :"
Alamak..., kenapa pepatah lama itu begitu nyata dan tidak begitu mengenakkan. Entah siapa pula pencetusnya. Atau ini memang pola belajar manusia paling ampuh?
Entah sudah berapa hari dilalui dengan kesiasiaan. Mungkin karena aku tak cukup pintar untuk benar-benar belajar apa kata pepatah. Tapi saat ini aku benar2 kesal pada diri sendiri. Tidak tau pasti ada berapa orang tersakiti karena sikapku ini. Mungkinkah ini diriku yang sesungguhnya? Ataukah ada permasalahan tak terselesaikan membuatku menjadi orang aneh saat ini? Ataukah semua ini hanya alibi pembenatan agar egoku tidak runtuh begitu saja?
Katanya tak ada kata terlambat selama ingin berubah dengan sungguh-sungguh, semoga :')
Diubah oleh angangan18
It's tricky. I don't trust anyone but i can't love myself. It feels like wanna make my own happiness without depend on other people but the other side of myself betray me with making other people as a biggest support for me to be the better person.
+1 emoticon-Paw
Kehampaan ini bukan tanpa alasan. Apakah aku terlalu malu untuk kembali lantas menghindar, ataukah memang ini garis takdirku untuk menjadi orang yang menghindar? Tapi mimpi2 kedamaian senantiasa mengisi buah tidurku. Berharap.., mengapa sekedar berharap? :')
Cek cek
Terima kasih ternyata aku masih bisa merasakan bahwa hatiku ini belumlah mati, dia hanya sakit. Perlu mengubah pola hidup yang no wacana. Semoga....., :')
Bodoh itu bukan tidak tahu, saat dia tidak tau artinya perlu menvari tahu. Tapi kalo bodoh, dia tau dan menolak untuk mengaplikasikan pengetahuannya.
Tak ada salahnya menyalahkan orang lain atas kebodohan diri sendiri, tapi tidak ada yang bisa merubah kebodohan selain tindakan diri sendiri. Berasa bodoh.
Percaya nggk percaya, kayaknya semakin besar tembok pertahanan diri yang dibuat seseorang menunjukkan kerapuhan yang makin akut. Kadang kita membangun pertahanan diri *defence mechanism* agar kita bisa percaya/'kuat' untuk tetap melangkah menjalani rutinitas. Tapi bisa jadi kenyataan sesungguhnya, kita terlalu takut mebampilkan diri apa adanya atau lebih tepatnya tidak bisa menyukai/menerima diri sendiri dengan segala kekurangan yang ada. Sampai akhirnya di sisi yang lain munculah tindakan2 membingungkan. Apakah mereka yang disebut 'dewasa' mengalami hal ini juga?
Tak masalah jika termabat asal jangan salah langkah (lagi). Siapa bisa menerka sisa waktu tuk menyesal (lagi).
Dan tapinya terjadi lagi, :')
mengapa hal mutlak di dunia fana ini adalah 'ke-fana-an'.
Saat tersundut inginnya terus menjalarkan api hingga kembang api itu meledak. Nampak indah tapi sekejap saja. Walau tau itu sekejap, tapi tetap saja indah, ah sudahlah ini hanya fatamorgana.
Hal tersulit dari sebuah nasihat adalah menjalankannya.
harusnya gue tau. emangnya udah berapa lama hidup bareng?. harusnta juga gue yg
It feels like i had walk a million steps but sadly, actually i didn't go anywhere.
Halaman 1 dari 14


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di