Kaskus

News

everesthomeAvatar border
TS
everesthome
[LIVE REPORT] Sidang Kopi Racun: Upaya Jessica Hadirkan Fakta
[LIVE REPORT] Sidang Kopi Racun: Upaya Jessica Hadirkan Fakta
Sep 7, 2016 10:35


Episode ke-19 sidang kasus kopi racun sianida kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Saksi hari ini yang dihadirkan dari kuasa hukum. Yakni Hartanto Sukmono dan Saiful Hayat.
Saksi pertama yang dimintai keterangan Hartanto Sukmono.
“Saya datang pukul 16.00 WIB. Saya saat itu bersama saudara Saiful Hayat,” kata saksi fakta.

“Saya dahulu yang datang, kemudian Pak Saiful. Saya jemput Pak Saiful di luar Kafe Olivier,” kata Hartanto.
“Saya pernah diperiksa polisi. Dan menjalani serangkaian pemeriksaan,” ujarnya.
“Setelah Pak Saiful datang tidak ada lagi yang datang,” ungkapnya.
“Maksudnya orang dari kantor tidak ada lagi yang datang,” lanjutnya.

“Saya melihat ada orang di meja 54. Saat itu saya tidak tahu siapa nama orangnya,” ungkap saksi.
“Saya akhirnya tahu. Pas liat dia sedang berdiri nelepon,” lanjutnya.

Saat ini Otto sedang membacakan BAP saksi saat diperiksa penyidik.

“Jadi yang saya lihat dia berdiri di samping saya, sebelum 16.20 WIB. Setelah itu kami tidak memperhatikan lagi, karena saya meeting,” kata saksi.

“Saudara melihat Jessica menaruh sianida,” tanya Otto.

“Tidak. Saya sedang serius dengan meeting,” ujar saksi.

“Posisi duduk saksi terhadap jessica seperti apa,” tanya jaksa.

“Saya duduk di sini. Dia duduk di meja pembela. Sama sekali tidak memerhatikan tempat duduk dia,” kata saksi.
“Saya inget Pak Saiful pesan kopi vietnam panas,” kata saksi.
“Saya melihat pembuatan kopi vietnam milik Pak Saiful ada penuangan air ada saringan,” kata saksi.

“Apa ada efek dari Pak Saiful sehabis minum kopi,” tanya jaksa

“Tidak ada,” kata saksi.

“Saudara selaku direktur KIA mobil. Meeting apa itu?” tanya jaksa.

“Kantor kami ingin menjual sebidang tanah. Karena itu saya membicarakan hal itu,” kata saksi.

“Saat Anda memerhatikan sedang telepon, anda lihat berdiri dulu baru telepon atau duduk baru telepon,” tanya jaksa.

“Saya tidak tahu,” kata saksi.

“Anda tahu ada kejadian apa saat itu,” tanya jaksa

“Saya lihat ada ramai. Kemudian ada kejadian,” jawab saksi.

“Apa saat anda melihat Jessica berdiri itu dia bawa tas,” tanya jaksa.

“Saya tidak memerhatikan,” kata saksi.

“Saya ingin bertanya perihal kejadian Mirna kolaps. Itu seperti apa?” tanya jaksa.

“Saya melihat korban duduk begini (sembari menyender ke kursi). Saat itu ramai. Beberapa tamu lain datang. Saya tidak melihat apa yang dilakukan terdakwa,” ujar saksi

“Apa yang terjadi setelah korban kepalanya duduk menyender,” tanya jaksa.

“Saya tidak tahu. Yang saya tahu ada korban dibawa dengan kursi roda,” kata saksi.

“Saat dibawa kondisi korban seperti apa? Apa ada kejang?” tanya jaksa.

“Saya tahunya korban seperti setengah tertidur. Untuk kejang saya tidak memerhatikan,” jawab saksi

Kali ini giliran Otto yang ingin bertanya beberapa hal. Namun sebelum itu ditayangkan CCTV.
Rekaman CCTV yang ditayangkan kembali.

Saat ini kuasa hukum menunjukkan detik-detik kejadian.

“Iya itu Pak Saiful,” ujar saksi
“Pak Saiful saat itu berbaju biru,” kata saksi.
“Jarak antara terdakwa sama saya sekitar 1 sampai 2 meteran,” kata saksi

“Saya ingin memperlihatkan saat saksi dan Pak Saiful datang bersamaan pukul 16.23,” ujar jaksa

“Apakah saat itu saksi melihat kondisi terdakwa menelepon,” tanya jaksa.

“Saya melihat dia membawa telepon,” kata saksi

“Saya katakan saya meeting. Ada yang berdiri di samping saya, dia menelepon,” kata saksi

“Apakah yang di samping itu terdakwa,” tanya jaksa

“Ya,” jawab saksi

“Bisa tahu dari mana itu terdakwa,” tanya jaksa.

“Setelah tampil baru saya tahu. Saat tampil di televisi. Setelah dua sampai tiga hari baru tahu dia,” kata saksi

“Saat meeting anda tidak beranjak lagi dari meja?”

“Ndak,” jawab saksi

“Siapa yang memesan kopi vietnam milik Pak Saiful,”

“Dia sendiri. Dia tidak mengalami kejang-kejang setelah minum,” kata saksi

“Pak Rudi minta meja yang besar. Pak Rudi datang duluan baru saya. Karena untuk 6 orang. Pak Rudi minta meja saya mendengar,” kata saksi

“Saya tidak menyadari saksi. Saat itu saya belum tahu,” ujar saksi

“Saya tidak melihat meja 54. Saya lihat setelah adanya ramai-ramai,” jawab saksi

“Saat kopi Pak Saiful disajikan, Pak Saiful sudah duduk di tempatnya,” kata saksi

“Anda perhatikan cara membuat kopi Pak Saiful,” tanya hakim

“Saya lihat cara pembuatan. Ada gelas, terus dia taruh saringan, dia tuangkan sesuatu,” kata saksi
“Jam yang saya kasih dalam keterangan itu perkiraan. Diminta perkiraan,” kata saksi.

“Saudara melihat ada yang telepon,” tanya hakim.

“Saat itu ada bunyi dan ada yang berbicara,” tanya saksi
“Saya ingat ada telepon. Saat mereka cipika-cipiki, saat ada yang kolaps,” kata saksi.
“Saat ada yang kolaps saya memerhatikan yang kolaps,” kata saksi.
“Saya tatap terdakwa menelepon. Karena suaranya saja yang keras,” kata saksi.
“Yang bayar saya. Saya bayar saat mau pulang,” kata saksi
“Saya baru sekali itu saja minum di situ” kata saksi

Saksi pertama selesai dimintai keterangan. Sidang diskors.

Skors dicabut. Sidang kembali dimulai

Saat ini saksi kedua Saiful Hayat dimintai keterangan.

“Pernah diperiksa polisi,” tanya Otto.

“Pernah, tapi lupa kapan,” jawab saksi
“Saya diminta Pak Hartanto untuk datang. Kemudian Pak Hartanto telepon, di Olivier,” kata saksi
“Saat di sana ada Pak Hartanto, Rudii, Pungki dan dua lainnya yang saya tidak tahu,” kata saksi
“Saat kejadian saya lihat Mirna menengadah. Saya sempet bilang ke temen, wah itu stroke,” kata saksi

“Kenapa bilang stroke,” tanya Otto.

“Ya abis menyender seperti itu,” jawabnya

“Ada bau almond busuk pas saat itu,” tanya Yudi

“Tidak,” kata saksi

Giliran jaksa yang mengkonfrontir saksi.

“Begitu waitress bawa nampan satu peralatan kopi, gelas kopi ditaruh di meja, lalu dia tuang tuh air panas ke kopi. Saat itu ada susu ya dalam situ,” kata saksi.
“Setelah minum kopi vietnam panas saya sehat-sehat saja,” kata saksi.
“Setelah semua dikonsumsi selesai. Baru di-closed bill,” kata saksi.
“Kurang memerhatikan. Saat meeting itu saya yang banyak bicara. Saya bicara dengan Pak Pungki. Jadi saya tidak banyak toleh kanan-kiri,” kata saksi.

“Saudara memerhatikan jenis kopi 54, dengan pengalaman selama kopi yang sama pernah anda pesan,” tanya jaksa.

“Saya lihat kejadian. Ada yang tergeletak,” kata saksi.
“Saat tergeletak ada busa, tapi tidak banyak. Sedikit sih, kemudian langsung dilap,” kata saksi.

“Saya sempat kasih tahu ke waitress untuk langsung aja dibawa dia ke rumah sakit. Dia jawab enggak bisa, nunggu suaminya dulu. Saya bilang suaminya biar langsung aja nanti ke rumah sakit,” kata saksi.

“Saat ada yang bersandar. Saya jadi lihat terus. Sudah enggak urus pertemuan,” kata saksi.


....BERSAMBUNG KE POST BERIKUT...

SUMBER

Katanya saksi yg meringankan...tapi kayaknya kurang mantap nih. emoticon-Ngacir
0
1.8K
14
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan