alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Tech / ... / Android /
Last Installed Apps - EFE APP Manager
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57bb34fd32e2e631108b4567/last-installed-apps---efe-app-manager

Last Installed Apps - EFE APP Manager

Last Installed Apps - EFE APP Manager


“Help, HH ane tidak bisa terima sms sama sekali.”
“HH ane kok tiba2 baterenya boros sekali ya, dibiarin doank 10 menit bisa turun 10%”
“Ini kok setiap kali ane buka lock screen ada iklan menjengkelkan full screen dan berkedap/i?”
“Sejak hari minggu lalu, mendadak HH ane kok jadi lemot banget.”
“Tolong!!! ada virus ga jelas yang tiap hari download entah file apa saja di status bar HH ane”
“Ane ga bisa install apk apapun sejak tadi pagi, selalu kayak terblok tombol installnya”
“Internet ane tidak bisa konek sama sekali, selalu muncul connection error”


Apakah agan merasa pernah kejadian seperti di atas? Ane yakin semua user Android pasti sudah pernah mengalami beberapa kejadian di atas. Sering kali ketika kita kena masalah tersebut, kelihatannya penyebabnya sangat misterius, seolah-olah ada kekuatan tidak terlihat yang bersekongkol dengan HH, sengaja men-sabotase hidup kita. Padahal kalau ditelusuri lebih lanjut, mayoritas masalah spesifik seperti di atas muncul karena kita sendiri. Dalam kebanyakan kasusnya, di atas 50% lebih, masalah-masalah seperti ini disebabkan oleh app terakhir yang kita install/update. Buktinya pas agan beli dan pake HH nya di awal2 tidak ada error ini kan? Cuma setelah dipake beberapa saat, mulai install2 bermacam app dan setting sana/i, baru muncul errornya. Karena itu, sangatlah penting untuk bisa mengetahui daftar dari app terakhir yang diinstall/update (Last Installed Apps), untuk mempermudah menemukan penyebab errornya.

Jadi, pertanyaannya sekarang : Caranya ngecek last installed nya gimana?
Banyak yang akan merujuk pada manage app bawaan android, yang berada di Settings > Manage apps. (posisinya bisa berbeda2 di setiap HH). Namun Manage app bawaan android sangatlah terbatas. Semua app hanya diurutkan berdasarkan nama. Pilihan sortir lain hanyalah berdasarkan ukuran total app. Tidak ada pilihan untuk sortir berdasarkan tanggal terakhir install. Sehingga kita perlu memakai 3rd party app untuk bisa sort berdasarkan Modified date. Ada banyak app yang bisa melakukan ini. Tapi di sini ane akan menyajikan metode dari ES File Explorer (EFE). Ane pilih EFE, karena app ada versi gratis di playstore (memudahkan installasi awal) dan banyak sekali fitur lain yang sangat membantu. Bahkan trit ini hanyalah salah satu dari sekian penggunaan EFE untuk penggunaan android kita sehari-hari. Ane masih punya beberapa trit mengenai fungsi dari EFE ini, yang ane buat ketika mengikuti kontes di forum sebelah. Untuk mindahin ke kaskus agak susah, karena BBcode nya beda, jadi ane biarin aja sementara di sana. Berikut daftar tritnya jika agan ingin mengetahui fungsi lainnya :
01. Interval Selection - Select multiple files/folders easily
02. EFE 1st Install
03. EFE Send by LAN - Mengirim File/Folder via Wifi

ES File Explorer
Sebelumnya, tentu perlu Install dulu ES File Explorer. Bisa download langsung versi free dari playstore, ataupun cari versi Pro + Mod. Ane sendiri pake ES File Explorer Pro + Mod dari LFQY; bisa cari di mobilism (tidak ane kasih linknya, karena akan diupdate terus). Versi yang ane pake pada saat Screenshot adalah Pro 1.0.7. Kemudian ane juga ada install plugin Material Theme, sehingga tampilannya bisa terlihat Material Design putih seperti versi Free. Ane juga cenderung menggunakan setting bahasa Inggris. Jadi kalau ada warna, layout tombol ataupun bahasanya yang beda dikit, tolong disesuaikan dengan yang terlihat di HH agan. Kalau memang mau persis sama terlihat seperti tutor di sini, install versi yang sama seperti punya ane.

Setting tampilan awal
Kalau agan baru install ES File Explorer pertama kali setelah baca tutor ini, silahkan pilih Double toolbar ketika ditanya. Ini supaya tampilan toolbar persis seperti yang ada di tutor ini. Ane sendiri juga lebih suka tampilan Double toolbar dibanding Single toolbar yang perlu tap tambahan untuk mengakses beberapa menu penting.
Spoiler for After install:

Jika sebelumnya agan sudah install EFE dan tampilannya tidak sama dengan yang di atas; yaitu tidak ada toolbar di bagian bawah. Maka agan bisa ubah supaya toolbar nya muncul dari Settings EFE. Swipe dari tepi kiri ke kanan (wajib dari tepi ujung) > Settings > Display settings > uncheck New Layout.
Spoiler for Uncheck new Layout:


Akses ke APP Manager
Setelah Double toolbar sudah diset, sekarang di tampilan awal biasanya adalah sdcard. Default windows di sebelah kanan biasanya sudah diset ke APP Manager. Jadi dari tampilan awal, tinggal swipe ke kiri (bukan dari tepi kanan), kita sudah berada di APP Manager seperti Screenshot.
Spoiler for Default Window:

Jika ternyata default windows sudah pernah agan ubah dan tidak bisa ketemu APP manager setelah beberapa kali swipe, agan tetap bisa mengaksesnya dengan cara : Swipe dari tepi kiri ke kanan > Library > APP. Hasilnya sama saja.
Spoiler for Library - APP:


Setting Tampilan APP Manager
Tampilan awal dari APP Manager tidak begitu membantu dalam troubleshooting. Jadi kita perlu ubah dulu view nya supaya lebih detail. Caranya : tap di View > Small Detail.
Spoiler for Small Detail:

Bisa terlihat bahwa App terlist lebih detail, Nama App terlihat lengkap, ada versi nya di bawah nama App. Kemudian juga ada ukuran App dan tanggal terakhir update/install. Tampilan seperti ini mempermudah kita melihat daftar app terinstall lengkap dengan detailnya. Default sort ini adalah Name – Ascending, tidak begitu membantu dalam troubleshooting. Jadi perlu kita ganti sort nya menjadi berdasarkan waktu. Caranya : Tap di View > tap di icon jam panah ke bawah di kolom Modified (icon paling kanan bawah).
Spoiler for Mod Date Desc:

Sort akan berubah menjadi Modified – Descending; artinya app yang terakhir di update/install akan berada di paling atas. Inilah tampilan APP Manager yang diperlukan untuk troubleshooting, karena mempermudah kita melihat daftar app yang terakhir diinstall (Last Installed Apps). Jika dicek sekali lagi di View nya, maka tampilan setting View akan seperti Screenshot di bawah.
Spoiler for Last Installed View:


APP Manager Info
Selain info detail sekilas dari tampilan ini, kita juga bisa mendapatkan info lebih detail dengan cara tap di salah satu App nya; misalnya di ES File Explorer Pro. Akan terlihat detail tambahan seperti selain Version biasa yang muncul, juga ada Internal version. Internal version biasanya adalah angka bulat tanpa desimal, hanya bermanfaat untuk developer nya sebagai penanda versi. Untuk EFE Pro ane, karena versi mod, sudah diubah menjadi 99999999. Info lain yang mungkin kita perlukan juga, yaitu Package Name; yang merupakan nama unik yang mewakili ID dari setiap app di daftar app. Package Name inilah yang membedakan dua app yang mungkin saja memiliki nama yang sama; tapi tercatat sebagai App yang berbeda. Dari Package name ini juga kita bisa sekilas mengetahui apakah App yang kita install itu asli atau palsu. Misalnya ES File Explorer Pro haruslah memiliki Package name : com.estrongs.android.pop.pro. Kalau ternyata beda, meskipun satu huruf/angka saja; maka bisa dipastikan itu App palsu yang menyamar atau bahkan mungkin saja malware berbahaya. Untuk bisa tau Package name asli nya, agan bisa cek di playstore, dan liat link https di bagian belakang setelah ?id=
Code:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.estrongs.android.pop.pro

Spoiler for Package Name:

Kemudian jika agan tap di tombol permission, maka agan bisa lihat bahwa EFE Pro memiliki akses ke berbagai permissions. Jika ternyata app ini mungkin bisa menyebabkan masalah ataupun konflik dengan system, kemungkinan besar masalah tersebut akan berhubung dengan permission yang dimilikinya. Makanya kita perlu cek bagian ini nantinya.
Spoiler for EFE Pro Perm:

Selain tap sekali untuk liat properties, kita juga bisa mengakses App Info bawaan Android. Caranya : tap dan tahan lama di app yang ingin dicek > Properties. Kita akan dibawa menuju ke App Info bawaan dari App tersebut. Ingat tombol Properties hanya akan muncul kalau hanya satu app saja yang dipilih. Kalau kita select 2 atau lebih, tombol Properties akan hilang, digantikan tombol lain (biasanya Share). Karena kan ga mungkin bisa akses App Info dari dua App secara bersamaan.
Spoiler for Properties:

Di App Info, kita bisa melakukan banyak hal. Tapi untuk troubleshooting Last Installed App, kita lebih fokus ke bagian Permissions nya. Biasanya untuk mengakses App Info dari app tertentu, kita perlu masuk ke Settings > Manage app dan perlu scroll lagi cari app nya. Padahal kebanyakan waktunya kita hanya perlu app terakhir diinstall, yang bisa diakses dengan mudah di EFE seperti yang ditunjukkan di atas. Pada app info, biasanya tidak ada dicantumkan package name seperti yang terlihat pada screenshot ane di bawah. (tergantung ROM HH agan). Tampilan App Info ane sudah ada mencantumkan Package name karena sudah ane mod via Xposed Module – Xinstaller.
Spoiler for Permission:


Jadi untuk mengecek permission, ada dua cara yang bisa dilakukan, satu dari EFE itu sendiri dan satu lagi dari App Info bawaan android (yang kita akses melalui EFE juga sih). Manakah yang terbagus? Tentunya disesuaikan dengan keperluan. EFE akan menampilkan semua permission, termasuk yang APP specific, seperti C2D message permission. Namun tampilannya hanya sekilas dan tidak ada penjelasan. Untuk troubleshooting, mungkin ini yang akan lebih sering kita gunakan, karena cuma perlu dua kali tap : tap di App nya > Permission. Sementara via App Info bawaan android, tentunya lebih lengkap. Ada icon di samping permission, yang mempermudah mengenalin group permissionnya. Jika di tap di permissionnya, masih ada penjelasan tambahan. Namun permission APP specific tidak muncul, karena itu private untuk app tersebut saja. Kemudian untuk mengaksesnya, kita perlu tap dan tahan lama di App nya > Properties dan perlu scroll ke bawah lagi. (lebih lama). Silahkan pakai mana yang lebih nyaman menurut agan.

Selain itu EFE juga support search untuk mempermudah pencarian app, yang tidak dimiliki oleh manage apps bawaan Android. Cara search : Tap di Search > ketik keyword yang akan dicari. Misalnya kalau ketik “pro”, maka semua app yang punya nama pro akan muncul. Jika ditap tombol kosong di kiri atas di samping search text, maka kita bisa mengakses Advanced search. Di mana kita bisa filter app dengan ukuran tertentu ataupun modified date pada tanggal tertentu. Advanced search jarang kita gunakan karena kurang praktis. Sort Modified date – Descending sudah cukup untuk keperluan troubleshooting.
Spoiler for Search:

Setelah kita mengetahui teknisnya, mari kita lihat bagaimana menggunakan Last Installed Apps ini untuk mencari kemungkinan penyebab masalah yang kita hadapin.
Diubah oleh Desmanto
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!

Case Study – Tidak bisa terima sms

Case Study – Tidak bisa terima sms


Nah kita ambil aja langsung contoh nyata yang terjadi beberapa bulan lalu. Keseluruhan kisah nya tidak seperti yang akan dijelaskan di sini, karena sudah didramatisir untuk memberikan kesan yang “Deep Impact, Long Lasting”. Tapi esensi masalahnya masih serupa; ibaratnya kalau ane yang kena masalah ini, maka pendekatan pencarian solusinya akan seperti yang dijabarkan di bawah. Ingat, ane hanya mengambil kejadian ini sebagai contoh studi kasus, bukan dengan sengaja seolah-olah mengatakan bahwa app dari developer tertentu bermasalah. Semua app bisa ketemu bug yang mirip, atau mungkin lebih parah. Cuma kebetulan saja contoh ini termasuk masalah yang cukup mengganggu dan dialamin cukup banyak user; makanya ane angkat sebagai contoh. Tujuan utama kita adalah belajar, bukan menjatuhkan. Lagian ane cantumkan app mereka di sini, sudah seolah-olah juga ikut mempromosikan app nya (padahal tidak dibayar apapun). Jadi ane anggap impas dah. Nanti di bagian case study lainnya, ane juga akan mencantumkan beberapa contoh masalah dan solusinya. Jadi agan bisa tau bahwa bug bisa terjadi di mana saja, harap dimaklumi.

Awal Mula
Legenda kasus tidak bisa terima sms ini berawal dari ada agan yang posting, katanya sudah beberapa hari dia tidak ada terima sms sama sekali. Ada beberapa teman/famili nya katanya sudah sms dan ada pesan delivery tapi ternyata tidak ada masuk sama sekali. Teman2nya pada bilang dia sombong ga mau balas sms emoticon-Bata (S) , ataupun pacarnya jadi ngambek gara2 suruh jemput ternyata tidak datang2 emoticon-Mad . Ampe dia pun berpikir mungkin mereka bohong atau lagi dikerjain gitu. Akhirnya dia penasaran dan coba tes sms ke HH nya sendiri, ternyata benar. Di HH pengirim sudah terkirim dan ada notif deliverynya, tapi di HH nya tidak ada sms masuk sama sekali. Seolah-olah lenyap ditelan lubang hitam.emoticon-Confused Atau mungkin ada pembunuh berantai yang mengincar korban dalam bentuk sms.

Masalahnya ini sangat luas cakupannya, sehingga dia pun tidak tahu mau mulai dari mana.emoticon-Bingung (S) Bisa saja memang pas ada gangguan jaringan, tapi kok bisa sampai beberapa hari? Apakah ini cuma gangguan di BTS daerahnya sajakah, apa mungkin regional, atau mungkin seluruh Indonesia? Apa cuma HH nya yang kena saja, atau nomornya kah, tidak ada pulsa, masa aktif habis, SIM Cardnya rusak kah? Apa mungkin HH nya kena virus, atau ada yang pasang sms jammer, atau ada sms blocker yang berulah? Bisa terlihat bahwa meskipun masalahnya hanya sesimple tidak bisa terima sms, tapi cakupan kemungkinan penyebabnya sangatlah luas. Dan efeknya sangat mengerikan, bisa memicu perang dunia III emoticon-army antara pacar, teman maupun keluarga.

Dimulailah petualangan demi mencari pelaku pembunuhan sms ini. Setelah berjalan 40 hari 40 malam (#lebaymodeon), dan menemui berbagai detektif dari Shinichi Kudo ampe Hajime Kindaichi; akhirnya dia pun disuruh untuk melakukan berbagai testing untuk mempersempit ruang lingkup masalah dan menemukan ciri-ciri pelaku (metode troubleshooting lengkap akan dibahas di trit terpisah). Dimulailah troubleshooting dengan testing :
1. Check pulsa dan masa aktifnya. Masih ada pulsa beberapa puluh ribu dan masa aktif masih lama
2. Tes telepon dan sms keluar. Ternyata telepon keluar/masuk bisa normal. Sms keluar juga bisa normal, hanya sms masuk yang menghilang. Berarti masalah hanya di incoming sms
3. Tes pindahin kartu SIM nya ke HH lain, ternyata bisa terima sms normal. Berarti kartu SIM nya tidak masalah. Terus dicoba kartu SIM opsel lain di HH nya, juga jadi tidak bisa terima sms. Berarti memang ada sesuatu di HH nya yang mencegah sms masuk.
4. Cek settingan sms dan sms center nya, pastikan sudah benar. Selama ini tidak diubah dan buktinya bisa kirim keluar. Berarti ada masalah di sisi lain
5. Kemungkinan besar masalah ada di app terinstall. Maka dicobalah masuk ke safe mode untuk mengetahui apakah benar begitu (safe mode dan penjelasannya akan dibahas di trit lain). Ketika masuk safe mode, ternyata sms bisa masuk normal! Nah, bayangan pelaku sudah mulai kelihatan. Ada user app yang membunuh setiap sms yang masuk. Bisa jadi sms blocker ataupun ada virus.
6. Karena sudah fix pelaku ada di antara user app, maka perlu pembatasan waktu, untuk menelusuri sejak kapan pembunuhan sms ini terjadi. Misalnya dalam kasus ini, anggaplah saat terakhir sms masih bisa masuk normal adalah tanggal 14 Agustus 2016. Kejadian pembunuhan pertama baru mulai diketahui sejak tanggal 16 Agustus 2016. Berarti perlu ditelusuri app aja yang sudah diinstall/update setelah tanggal 14 dan sebelum tanggal 16. Di sini lah kita memerlukan EFE – APP Manager, yang sudah disort berdasarkan Modified date – Descending. Untuk selanjutnya troubleshooting kita lanjutkan dengan EFE.

Troubleshooting dengan EFE APP Manager
Buka EFE – APP Manager dan setting semuanya seperti yang sudah dijelaskan di atas. Dari sort modified date nya, kita bisa lihat jelas, bahwa ada 4 app yang terinstall pada tanggal 15 Agustus 2016. Sisanya di bawahnya sudah selisih hampir 1 minggu, yaitu 9 Agustus 2016. Karena rentang perkiraan kejadian adalah 14-16 Agustus, maka pelaku utama pasti ada di antara 4 tersangka ini : ES File Explorer Pro, Smart Keyboard Pro, Stitchcraft ataupun MyTelkomsel. Untuk mengetahui pelaku sebenarnya, maka kita perlu mencari bukti dan menginterogasi keempat tersangka tersebut. Cara interogasinya adalah mengecek alibi mereka (app permission). Karena masalah kita adalah di sms yang tidak masuk, berarti kita mencari siapa di antara tersangka ini yang punya permission yang berhubungan dengan sms.
Spoiler for 4 App last installed:

Biasanya kita akan mulai dari yang paling lama (MyTelkomsel) sampai ke yang paling baru (ES File Explorer Pro), dengan asumsi masalah selalu muncul di awal. Tapi urutan pengecekan tidak masalah, yang penting keempat app tersebut harus diinterogasi semuanya (karena hanya 4 ini tersangkanya dan pasti ada salah satu pelaku utamanya). Kita pun cek satu persatu keempat app ini. ES File Explorer Pro adalah aplikasi file manager (merangkap beberapa fungsi lain), tidak punya permission sms. Smart Keyboard Pro adalah keyboard, bisa jadi punya permission sms; tetapi setelah dicek ternyata tidak ada. Stitchcraft adalah aplikasi penggabung screenshot menjadi long screenshot (seperti yang ane pake di sini), juga tidak memiliki permission sms. Tinggallah tersangka terakhir yaitu MyTelkomsel. Kita pun cek permsisionnya. Kalau via EFE, tinggal tap di MyTelkomsel > Permission.
Spoiler for Check Permission:

Jika ceknya via App Info, Tap dan tahan lama di MyTelkomsel > Properties > Scroll ke bawah.
Spoiler for MyTelkomsel App Info:

Ek ik ek…… Ternyata benar di bagian permission terlihat bahwa MyTelkomsel punya permissionreceive text messages (SMS)”. Kemungkinan besar App versi ini punya bug yang bisa membunuh sms masuk.

Meskipun sudah ada satu bukti yang mungkin mendukung, kita tetap harus berpatokan pada “Asas praduga tak bersalah”. Sebelum bukti2nya lengkap untuk diajukan ke pengadilan (gila, app nya mo disidang emoticon-Ngakak (S)), maka kita tidak boleh semena-mena langsung vonis hukuman mati ataupun main hakim sendiri tanpa backup terlebih dahulu. Kita akan tes “mengusir” (baca : uninstall) MyTelkomsel dari HH kita, untuk mengecek apakah sms nya bisa masuk normal kembali atau tidak. Tapi sebelum tes uninstall, pastikan dulu agan sudah backup minimal apk nya. Sehingga kalau ternyata dugaan kita salah, setelah uninstall sms masih tetap tidak masuk, kita bisa install ulang app nya dengan lebih gampang. Cara backupnya : Tap dan tahan lama di MyTelkomsel (app yang akan dibackup) > Backup. APP Manager akan refresh dan warna app nya akan menjadi hijau, pertanda sudah terbackup. Hasil backup apk nya defaultnya ada di /sdcard/backups/apps/. Lokasi hasil backup bisa diganti di Settings > APP > App backup directory.
Spoiler for Backup Apk:

Setelah backup selesai, kita bisa tes lanjutkan uninstall. Namun perlu diketahui bahwa meskipun kita sudah backup apk nya; tanpa root, kita tidak bisa backup data app dari app yang akan diuninstall. Pada saat uninstall, data app dari yang bersangkutan akan dihapus. Jadi kalau app nya punya data penting seperti BBM, line, whatsapp, notes, segala jenis game; bagusan jangan jadi testing uninstall yang pertama. Hanya uninstall app sejenis ini kalau seandainya semua testing lain sudah dilakukan dan masih gagal menyelesaikan masalah. Mulailah tes uninstall dari app yang tidak memiliki data penting atau hanya sekedar setting saja. App seperti camera, video/musik player, photo editor, kalkulator dan sejenisnya, biasanya hanya punya data dalam bentukan settingan. Kalau pun uninstall dan hilang data app nya, yang hilang hanya settingan saja, tinggal setting ulang setelah reinstall. Jadi cenderung lebih aman untuk jadi tes uninstall pertama kali. MyTelkomsel termasuk salah satunya, yang meskipun perlu login; tapi data user penting disimpan di server mereka. Sehingga kalaupun uninstall dan reinstall, nanti tinggal verifikasi ulang saja. (jikalau agan bingung apakah app nya aman untuk dites uninstall atau tidak, silahkan tanyakan di android lounge)

Khusus bagi agan2 yang sudah root, maka sudah jauh lebih gampang dan aman. Karena agan ga perlu uninstall app nya juga bisa, tinggal pake app root favorit agan untuk freeze app nya (contohnya via Titanium Backup). Lalu testing liat masalah nya masih ada atau tidak. Kalau ternyata bukan, bisa tinggal unfreeze. Seandainya agan lebih milih uninstall pun, agan bisa backup app nya lengkap dengan datanya terlebih dahulu. Jadi pada saat restore, data tetap utuh. Ingat, ini hanya khusus untuk yang sudah root, inilah salah satu kelebihan dan manfaat root. #AndroidRootMasterRace

Untuk uninstall MyTelkomsel langsung dari EFE APP Manager : Tap di MyTelkomsel (app yang akan diuninstall) > Uninstall > OK. Tunggu hingga selesai dan cek app nya sudah tidak ada lagi.
Spoiler for Uninstall:

Setelah tes uninstall, cek apakah masalah nya masih ada atau tidak. Dalam hal ini, coba tes kirim sms ke HH agan dan cek apakah sms nya bisa masuk normal atau tidak. Setelah dicoba, ternyata sms sekarang bisa masuk normal!!! Perang dunia III pun tidak terjadi, anda telah berhasil menyelamatkan bumi. Berarti confirmed dah, MyTelkomsel adalah pelaku utama pembunuhan sms, yang sangat misterius ini.

Alternate outcome
Jika ternyata sms masih tetap tidak masuk juga, berarti MyTelkomsel bukan pelaku utamanya. Masih ada tersangka lain. Agan perlu tes lanjutkan uninstall dengan 3 tersangka lain tadi. Setelah menemukan pelaku utamanya, baru deh MyTelkomsel bersih dari status Tersangka. Untuk memulihkan nama baik nya, kita akan reinstall dari apk nya yang sudah kita backup sebelumnya. Masuk ke folder backup nya (defaultnya di /sdcard/backups/apps/) > tap apk nya > Install. Setelah install, setting ulang kembali seperti sebelum kita uninstall. Tentunya ini hanya sekedar contoh kalau ternyata MyTelkomsel bukan tersangkanya.
Spoiler for Reinstall:


Jadi setelah dilakukan troubleshooting panjang, kita menemukan bahwa penyebabnya adalah adanya bug di App MyTelkomsel versi 3.2.0 emoticon-Mad (untuk keperluan screenshot ane pake versi 3.2.1). Tidak diketahui jelas bug nya seperti apa. Tapi jika aplikasi MyTelkomsel 3.2.0 terinstall di HH, terutama yang dual SIM; maka mendadak semua sms tidak bisa masuk, dari opsel mana pun juga sama hilang begitu saja. Sekali lagi ane ingatkan bahwa ini hanyalah contoh studi kasus untuk pembelajaran, ane sama sekali tidak bermaksud menjelekkan app MyTelkomsel. Ini memang bug yang tidak disengaja, bisa terjadi pada app mana saja. Namanya yang buat juga manusia, pasti bisa error juga. Siapa sih yang ga pernah salah? Setelah update versi 3.2.1, ane tidak menemukan adanya keluhan ini lagi. Kemungkinan bug nya sudah diperbaiki di versi ini. Jadi kalau agan memang perlu app ini, coba tes pake versi lama sebelum 3.2.0 ataupun update lah ke versi terbaru yang sudah fix bug ini.

Jika agan googling, ternyata banyak sekali user yang kena masalah di atas. Beberapa bahkan frustasi dan akhirnya factory reset HH nya supaya bisa sembuh.emoticon-Nohope Padahal kalau mereka mengikuti troubleshooting di atas, mereka bisa menemukan penyebabnya dan hanya cukup dengan update satu app saja, masalah langsung terselesaikan. Kenapa banyak user yang kena? Kemungkinan besar karena memang beberapa bulan lalu Telkomsel ada promo kalau install app MyTelkomsel ini akan dapat gratis pulsa 50.000. Ane kurang tau detailnya, karena ane sendiri tidak install. Taunya juga setelah ada yang kena bug sms tidak masuk ini dan baru mencari tahu. Karena banyak sekali user yang kena lah makanya ane ambil kejadian ini sebagai contoh kasus di sini. Jadi jangan langsung parno. Kalau memang app nya ngebug, sampaikan ke developernya untuk diperbaiki. Dengan demikian case closed dah. emoticon-Army (S)
Diubah oleh Desmanto

Additional Usage dari EFE APP manager

Batch Backup/Uninstall
Backup ataupun uninstall tidak harus dilakukan satu persatu. Agan bisa tap dan tahan lama > kemudian pilih semua app yang mo dibackup > lalu tap backup. Contohnya agan bisa tap dan tahan lama di ES File Explorer Pro dan kemudian select ketiga app lain, dan pilih Backup. Tunggu hingga selesai, dan agan uda backup 4 App sekaligus. Untuk uninstall juga sama, tap dan tahan lama untuk select semua app nya > lalu tap uninstall. Bedanya, akan ada prompt uninstall yang perlu agan OK kan sebanyak 4 kali juga (tergantung jumlah app yang dipilih). Untuk beberapa HH android terbaru, ada fitur app batch uninstall di bagian menu dari Manage Apps. Kalaupun HH agan tidak punya itu, tetap bisa pake batch uninstall nya EFE.
Spoiler for Batch Backup Uninstall:


System Apps
Adakalanya masalah bukan timbul hanya di user apps saja. Bisa jadi setelah testing di safe mode, masalah masih tetap muncul. Artinya pelakunya ada di antara system apps. EFE APP manager juga bisa mengecek daftar System Apps. Dari APP Manager > tap di User Apps > pilih System Apps.
Spoiler for System Apps:

Maka sekarang list yang muncul adalah aplikasi system bawaan dan aplikasi system yang sudah terupdate. Biasanya yang muncul di bagian paling atas adalah google/android app seperti Chrome, Gmail, Playstore dan sejenisnya. Di screenshot atas, ane juga punya SuperSU karena sudah root. Perhatikan tanggal updatenya. Biasanya akan ada pembatas antara system app bawaan ROM, yang tidak pernah akan terupdate melalui installasi biasa. Dalam contoh di atas, pembatasnya ada di Wireless Update ke bawah (sampai ke ujung scroll paling bawah kalau seandainya ditampilkan semuanya). Tanggal update system app bawaan ROM di sini adalah 2 april 2016, yang merupakan build date dari update OTA system ane yang terakhir. Jika agan menemukan app selain google/android app di bagian atas list system app ini, apalagi jika namanya tidak jelas dengan icon android ijo; kemungkinan besar ROM agan sudah terinfeksi malware yang mampu masuk ke partisi system. emoticon-Takut (S) Tidak semua masalah di system app pasti adalah malware, bisa jadi hanya seperti user app biasa, di mana update versi terbarunya ngebug dan bikin error. Untuk masalah malware, akan perlu trit terpisah untuk cara membasminya.

Disable dan Enable
Untuk system app, agan tidak bisa uninstall kalau belum root. Agan hanya bisa disable ataupun uninstall updates nya saja. Dan juga tidak disarankan untuk sembarang disable, karena bisa bikin HH bootlove. Jika ternyata tersangka yang dicurigai memang salah satu update dari system app yang sah (biasanya Google Play Services kadang bisa ngebug/error); maka agan bisa backup dan tes uninstall updates nya untuk melihat apakah masalah bisa selesai. Caranya : Backup dulu seperti cara di atas. Kemudian tap dan tahan lama di system app yang diinginkan > Properties, kita akan masuk ke App Info bawaan. Dari sini baru tap Uninstall updates, untuk mengembalikan versi nya ke ROM awal. Bisa dites apakah masalahnya masih ada atau sudah terselesaikan. Jika masih belum bisa, mungkin bisa tes untuk disable. Tapi hati2, salah disable bisa bikin HH tidak bisa hidup loh.emoticon-Takut (S) Jadi tes ini hanya dilakukan jika memang solusi lain sudah dicoba dan tidak berhasil. Bagaimana pun juga, ane tetap tidak menyarankan untuk disable jika agan tidak ngerti sama sekali tentang app nya. (itulah sebabnya ane tidak kasih kotak merah di Screenshot)
Spoiler for Talkback App Info:

Kalaupun ternyata agan bersikeras disable, dan setelahnya agan ketemu banyak error, serta juga sudah lupa system app mana saja yang sudah sempat didisable; maka agan bisa enable kembali dari Setting android > Manage Apps > Swipe ke Disabled. Enable kembali app yang uda disabled, bila perlu semuanya. Posisi tap disabled ini mungkin bisa berbeda2 di setiap HH. Ada HH yang peletakan disabled apps nya ada di list ALL tapi bagian paling bawah.
Spoiler for Enable Back:


SDcard app
Kadang2 masalah untuk user app ini hanyalah soal lokasi installasinya. User app bisa diinstall di phone storage maupun sdcard. Defaultnya jika agan tidak mengotak/I system ataupun set install location via app lain; maka hampir semua app akan terinstall di phone storage. Hanya beberapa yang akan terinstall di sdcard (sengaja disetting oleh dev nya). Sebisa mungkin semua app diinstall di phone storage saja jika space mencukupi. Karena app yang terinstall di sdcard kadang bisa muncul error tidak terlihat. Seperti pastinya widget akan hilang, tidak bisa autostart, default app nya selalu terreset setelah restart, sering kena kill system, ataupun setiap cabut OTG flashdisk, app nya langsung jadi not installed sampai HH direstart. Karena bug tidak terduga inilah, makanya sebisa mungkin secara berkala cek lah daftar app yang mungkin terinstall di sdcard. Caranya : di EFE APP Manager > tap di User Apps > ganti ke Installed in sdcard. Akan muncul semua list app yang sekarang terinstall di sdcard. Kalau kosong, selamat! Tidak ada yang perlu agan lakukan. Screenshot di bawah, ane ada contoh satu app yang sekarang terinstall di sdcard, yaitu Handy Photo.
Spoiler for Installed in sdcard:

Di HH ane sekarang, entah kenapa setiap kali unmount OTG flashdisk, semua app yang terinstall di sdcard akan jadi “App Not installed” ampe ane restart HH nya baru bisa dibuka normal kembali. Karena itu, ane perlu move app ini kembali ke kandangnya, yaitu Phone storage. Caranya : Tap dan tahan lama di app nya > Properties, akan terbuka App Info nya. Kemudian tap di Move to phone, yang artinya memindahkan lokasi installasi Handy Photo ini kembali ke Phone storage. Tunggu hingga selesai.
Spoiler for Move to Phone:

Setelah selesai pindah, perhatikan tombolnya tadi akan berubah menjadi Move to SD card. Cukup perhatikan saja, tidak perlu ditap lagi, karena ini menandakan app sudah berada di phone storage. Agan perlu lakukan ini per satu2 app, karena seperti penjelasan di atas; kita hanya bisa mengakses satu app info pada saat bersamaan. Untungnya sih biasanya list app yang terinstall otomatis di Sdcard tidaklah banyak. Cukup ulangi beberapa kali, hingga tidak ada app lagi yang terinstall di sdcard. Agan sebenarnya juga memakai app manager lain untuk bisa sekaligus move beberapa app dari sdcard ke phone storage. Tapi karena biasanya listnya sedikit, jadi dalam kebanyakan waktunya tidak perlu sampai install app manager lain lagi.
Spoiler for No SDcard app:


APK size
Kegunaan App manager lainnya yang mungkin bermanfaat adalah untuk mengecek ukuran installasi app. Kadang kita sudah install games dan app banyak sekali. Tapi 50% lebih sudah tidak kita perlukan ataupun gamenya sudah tamat dan bosan mainnya. Kita kebetulan lagi butuh free space untuk nampung data lain. Tapi kita tidak tahu perlu uninstall app/game mana yang ukurannya besar, sehingga lebih efektif memberikan free space instant. Daripada uninstall 10 app/game dengan ukuran 5 Mb, kan lebih cepat kalau uninstall 1 app/game yang ukurannya 50 Mb. Untuk itu, bisa pake EFE ini dengan sortir Size – Descending. Tap di View > pilih icon kedua di kolom Size seperti pada screenshot. Daftar app pun tersortir berdasarkan ukuran installasi, dari paling besar di atas sampai ke bawah. Sehingga kita lebih gampang memutuskan untuk uninstall app/game yang besar dan tidak diperlukan terlebih dahulu.
Spoiler for Size Descending:

Ini sebenarnya juga bisa dilakukan di manage app bawaan, bahkan lebih detail. Karena ukuran yang ditampilkan EFE hanyalah ukuran APK, tidak termasuk dex, lib dan datanya. Ukuran terinstall (di luar data app) yang bisa dicek di App Info bisa berbeda jauh, tergantung versi android yang agan gunakan. Untuk yang pake Kitkat 4.4 ke bawah, maka ukurannya biasanya hanya sekitar 2-3 kali dari apk nya. Sementara untuk Lollipop ke atas (termasuk Kitkat dengan ART), ukurannya bisa 2-6 kali dari apk nya. Ukuran yang lebih besar ini disebabkan sejak Lollipop, google uda mewajibkan ART, yang membuat app bisa lebih cepat, tapi memakan space installasi yang lebih banyak. Itulah sebabnya kalau agan sudah pakai Lollipop, mendadak ROM internal 8 GB rasanya sudah mulai tidak cukup untuk mayoritas app agan.
Diubah oleh Desmanto

FAQ

FAQ


Q01. Trit ini panjang banget. Apa ga capek buatnya?
Ans : Lebih capek lagi jawab pertanyaan berulang dan perlu ketik ulang cara2nya.emoticon-Cape d... (S) Dengan trit ini, ane tinggal post linknya dan suruh baca, pahami dan dicoba untuk diselesaikan sendiri.

Q02. Ini ampe beberapa post sekaligus. TS ngejar setoran ya?
Ans : Ampun gan emoticon-Frown, ane ga ada jualan sama sekali, jadi ga ada yang harus dikejar. Trit ini terpaksa dibuat di beberapa post awal, karena ada limit 20.000 char per post. Meskipun 20.000, tapi kan satu pembahasan bisa saja 13.000, pembahasan kedua 14.000. Kalau dipaksa gabung dalam satu post, pembahasan kedua jadi terpotong. Supaya rapi, terpaksa tetap dipisah jadi beberapa post. Begitu juga dengan FAQ ini dan Case Study di bawah, serta reserved untuk contoh kasus lain yang uda solved dari agan2 lain.

Q03. Kenapa ane perlu cek Last Installed Apps ini?
Ans : Karena App yang terakhir diinstall/update cenderung menjadi penyebab utama dari masalah baru yang kita alamin. Beberapa contohnya termasuk namun tidak terbatas pada :
01. Versi yang terakhir diinstall ada bug, masih beta, banyak error nya
02. Versi terakhir tidak kompatibel, atau bentrok dengan app lain yang sudah ada
03. Ada fitur tambahan dari app nya, dan fitur baru nya masih ngebug
04. Update app tidak sempurna, cara installasi tidak sempurna
05. App tersebut punya fitur yang powerful yang bisa modif system files ataupun mengontrol keseluruhan system, biasanya perlu root
06. App yang punya permission tertentu dan bentrok dengan bawaan android ataupun app lain
07. App tersebut diset jadi default app/share/intent yang menimpa app bawaan lain
08. Ada app dari developer yang sama yang terinstall sebelumnya
09. Xposed module dan kawan2nya yang bisa mengubah settingan system
10. App nya tidak optimal, sering berselingkuh dengan batere di balik layar, sehingga jadi boros
11. App nya punya background service yang terlalu banyak dan tidak bisa dikill
12. App nya selalu konek ke server mereka secara terus menerus

Q04. Gimana cara cek listnya?
Ans : Lihat di atas, uda tertera jelas

Q05. Jadi setelah liat listnya, gimana ane bisa tau app mana yang bikin error?
Ans : Ane juga ga tau! Ane ga punya bola kristal. Seharusnya agan sendiri yang lebih tau, kan HH punya agan sendiri, app install sendiri, ngubah settingan juga agan sendiri. Tapi tetap saja awalnya kita tidak akan tahu sama sekali, makanya perlu dilakukan tes berulang kali seperti studi kasus di atas. Agan perlu ingat2 dulu kapan terakhir masih lancar dan kapan mulai muncul errornya. Dengan mengisolasi tanggal awal terjadinya masalah, agan lebih gampang langsung menelusuri app yang terinstall sebelum error tersebut terjadi. Seperti di studi kasus, Kalau misalnya hari ini tanggal 17 Agustus, dan agan ingat errornya mulai muncul tanggal 16 Agustus, terakhir masih lancar tanggal 14 Agustus. Berarti agan perlu cek semua app yang terinstall di antara 14 – 16 Agustus. Setelah terlihat daftar app nya, perhatikan dan pakai logika agan untuk menemukan kira2 app mana yang punya kemungkinan menyebabkan error tersebut.

Q06. Tapi ini bukan HH ane. Cuma bantuin punya teman/famili, makanya ane ga tau.
Ans : Kasih tau teman/famili bahwa agan juga tidak punya bola kristal, uda dipesan tapi belum dikirim. Tanyakan kurang lebih apa yang dilakukan sebelum error, dan paling penting kapan error mulai terjadi. Kemudian lakukan troubleshooting dan testing seperti studi kasus di atas.

Q07. Logika ane ga jalan, daya analisis lemah. Tolong kasih kisi2 donk untuk cara nyarinya?
Ans : Yang jelas agan mau mencari suatu hubungan antara app dengan error :
01. Hubungan langsung antara app dengan error, misal app sms trigger error ga bisa sms keluar
02. Hubungan intent/activites yang berdekatan, Home launcher dengan widget, Peta dengan app GPS, Browser dengan app VPN/adblocker
03. App yang punya permission berhubungan dengan error. Seperti receive sms bikin ga bisa terima sms
04. Semua touchscreen error ataupun tidak bisa tap, mayoritas berhubungan dengan permission draw over other apps. Misalnya bluescreen filter bikin tidak bisa install app.
05. Baca2 review di website/playstore. Kalau ada bug, biasanya ada yang lapor.
06. Liat changelognya, kadang2 update terbaru malah ngebug fiturnya, masih beta. Dev biasanya kasih tau kalau fitur tersebut masih experimental dan mungkin error di beberapa HH
07. Xposed module yang baru pertama kali dipake, kadang bisa ngebug, atau settingannya salah/bentrok
08. App yang mengakses root, mungkin melakukan perubahan yang tidak agan ketahui. Ini pastinya perlu agan sendiri yang cari
09. App dari developer yang sama, kadang merusak shareduserID nya. Contohnya semua jenis app dari AutoApps series, Keyboard dengan plugin dari dev yang sama, browser dengan extension dari dev yang sama.
10. SDdata dari app belum terinstall sempurna atau salah lokasi, atau perlu setting khusus tambahan
11. Cek juga mungkin ada daftar app yang seharusnya tidak agan install, seperti contohnya Clean Master.

Q08. Ane uda baca trit ini dari atas ke bawah. Uda cek last installed dan tau tanggal kejadiannya. Tapi ane gak tau app mana yang ngebug. Bisa agan bantu cek?
Ans : Screenshot daftar last installed nya dan post di kaskus android lounge yang ada di subforum android. Link ke tritnya bisa berubah2 (bisa ada part 1, 2, 3 dst), tapi trit nya stickies, jadi pasti berada di list atas. Mungkin ada agan2 lain yang pernah pake app yang sama dengan agan dan tau mana yang ngebug atau bahkan solusinya.

Q09. Uda ane post, ga ada yang tau dan ane juga tidak bisa menemukan benang merah nya.
Ans : Berarti mesti pake metode bruteforce, yaitu tes uninstall satu persatu. Lakukan backup di semua app yang diinstall/update sejak error terjadi dan lakukan tes uninstall satu persatu, mulai dari yang data nya tidak begitu penting ampe semuanya dites uninstall. Agan perlu tau dulu bahwa ada resiko kehilangan data dari app yang diuninstall. Khusus untuk app yang punya data penting, bagusan diskip saja dulu. Mayoritas socmed dan game akan punya data penting yang sangat berharga; bagusan diskip dari testing uninstall ini.

Q10. Setelah ane tes backup-uninstall semua last installed app, error masih muncul.
Ans : Berarti mungkin masalahnya bukan di app, atau agannya yang salah ingat waktu kejadiannya. Silahkan install/restore balik app yang teruninstall tadi. Mungkin aja ada settingan app yang ada agan ubah dalam jangka waktu tersebut. Silahkan coba ingat2 ada ganti setting apa sebelum error terjadi. Sekali lagi, ini tugas agan sendiri, karena pastinya agan yang lebih tau. Belum tentu juga harus app yang terakhir, bisa aja ada app lama yang sudah agan install dan agan baru ubah settingannya beberapa hari lalu. Coba di APP Manager nya, sort Modified nya ganti ke Name - Ascending. Lihat listnya dan coba ingat2 perubahan setting yang mungkin dilakukan.
Ujung2nya memang tidak semua masalah/error bisa diselesaikan dengan cara ngecek last installed, tapi setidaknya agan telah melakukan usaha untuk mempersempit ruang lingkup penyebab masalah. Dengan demikian, rumusan masalah agan lebih detil dan terperinci ketika dipost di trit (sudah menyertakan usaha2 yang pernah dilakukan), dan pastinya agan di forum akan lebih mau membantu user yang sudah menjelaskan masalahnya secara detail.

Q11. Jadi kalau mau post masalah yang belum terselesaikan, apakah post di sini juga?
Ans : Tidak, untuk masalah yang belum terselesaikan, post detail masalahnya, usaha2 yang uda agan lakukan dan daftar last installed nya di trit Kaskus Android Lounge. Sedangkan untuk masalah agan yang sudah selesai dan agan ingin kasih laporan supaya mana tau bermanfaat bagi user lain, silahkan post di sini detail masalahnya dan solusinya; kalau bisa sekaligus dengan langkah2 yang sudah agan tempuh yang tidak berhasil ampe agan menemukan solusinya. Nanti kalau masalah tergolong baru dan belum ada di case study, akan ane include ke sana supaya bisa jadi referensi di kemudian hari.

Q12. Setelah berjalan 40 hari 40 malam, ane akhirnya juga menemukan pelaku utamanya. Harus ane apain app ini? Perlu kah kita ganyang massal? emoticon-Mad (S)
Ans : Jangan dikeroyok gan. Kita kan manusia ̶b̶i̶a̶d̶a̶b̶ , eh maksudnya “beradabemoticon-Peace Ketika agan sudah menemukan pelaku utamanya, ada beberapa hal yang bisa agan lakukan :
1. Mencari versi terbaru dari app tersebut dan update ke versi itu. Cek apakah problem masih ada atau sudah solved. Biasanya ini adalah solusi terbaik untuk app yang sebelumnya tidak bermasalah, tapi baru muncul error setelah update ke versi tertentu. Contohnya adalah MyTelkomsel di trit ini.
2. Mencari versi lama dari app itu dan downgrade ke versi itu. Dalam kebanyakan kasus, update ke versi baru tidak tersedia sekarang juga; tapi versi saat ini sudah ngebug seperti ini. Dev juga butuh waktu untuk nunggu report dan fix bug (belum lagi testingnya). Jadi mungkin lebih gampang downgrade saja. Untuk downgradenya, kalau agan pernah backup apk versi sebelumnya, akan lebih gampang install balik (seperti kebiasaan ane selalu simpan 2 versi sebelumnya). Kalau tidak ada, terpaksa mesti googling atau cari versi lamanya di website yang terpercaya; seperti apkmirror dan sejenisnya.
3. Mencoba mencari apakah ada settingan app tersebut yang bisa diubah dan bisa menyelesaikan masalah. Mungkin saja versi baru memperkenalkan setting/option baru yang memicu bug ini. Perlu dilakukan testing tambahan setelah mengubah2 settingnya, dan tentunya berbeda2 di setiap app. Misalnya QRDroid, ada salah satu versinya di mana mereka update scan enginer zapper nya. Ternyata engine zapper versi tersebut ada bug, sehingga tidak bisa detek QR sama sekali. Setelah ganti scan enginer nya ke zxing, langsung bisa scan normal. Beda engine nya cuma di kecepatan dan kemampuan detek QR code besar.
4. Mencoba mencari settings bawaan system app/android yang mungkin bentrok dengan app ini. Bisa jadi ada fitur blokir dari system ROM agan, yang menyebabkan app nya tidak berjalan normal (misalnya task killer bawaan ngekill app nya terus menerus). Setting ini tentunya berbeda2 di setiap ROM maupun HH, silahkan explore sendiri. Khusus yang sudah root/modif, agan perlu cek juga kemungkinan app root/modif yang bisa bentrok dengan app ini. Contohnya di beberapa ROM MIUI ataupun MIUI-wannabe, ada task killer bawaan yang integrated ke system dan otomatis ngekill app yang tidak diwhitelist. Ini menyebabkan whatsapp, bbm, dan sejenisnya sering tidak bisa terima message/chat nya. Setelah socmed ini ditambahkan ke whitelist, otomatis chat nya bisa masuk normal kembali
5. Untuk yang ada versi gratis dan berbayar, coba tes versi sebaliknya. Biasanya versi gratis kudet (kurang update), versi berbayar atau pro nya lebih update. Agan bisa memutuskan untuk beli app versi pro nya atau cari versi pak tani nya di website favorit agan. Contoh nyatanya adalah EFE ini sendiri. Versi gratis sekarang ada beberapa iklan mengganggu, sementara versi Pro nya lebih bersih, meskipun tetap ada analytics nya juga. (makanya ane pake versi mod)
6. Mencari alternatif app lain dengan fungsi yang mirip/serupa. Ini terutama untuk app baru yang baru dicoba install. Misalnya agan install app sejenis data saver, tapi iklannya bertebaran di mana mana dari status bar, browser, ampe ke lockscreen. Katanya membantu melacak penggunaan kuota supaya bisa hemat, tapi ternyata di background loading iklannya uda entah makan kuota berapa banyak (ironis bukan?).Maka bagusan agan cari aja alternatif, yang mungkin menawarkan fitur yang sama/mirip, tapi tidak ada iklan sama sekali.
7. Uninstall total dan ga pernah reinstall lagi. Kalau agan memang tidak begitu perlu app ini dan install nya kemarin hanya sekedar iseng atau testing, maka tidak perlu repot2 dipikirin lagi. Langsung uninstall dan masalah pasti selesai.
8. Pasrah, tetap mempertahankan app ini dengan konsekuensi masalahnya masih tetap ada. Ini tentunya dilakukan karena semua cara di atas tidak berhasil dan agan juga ga bisa uninstall app ini karena memang perlu banget. Tapi tentunya agan perlu mencari solusi sideway selain uninstall app itu. Contohnya : Setelah install Pokemon Go, batere life HH agan turun drastis. Versi baru, lama, ubah setting tetap sama. Tidak mungkin ada alternatif lain dan juga tidak mungkin uninstall. Jadi agan hanya bisa menerima konsekuensinya karena tetap ingin mempertahankan Game nya. Tapi masalahnya tetap bisa diperkecil secara sideway, dengan cara pake powerbank ataupun battery pack yang lebih besar.
9. Dan yang paling extreme, agan gunakan error/bug nya untuk kegunaan khusus. Jarang sih ada yang perlu, tapi mana tau agan perlu ide gila. Contohnya : agan mungkin jualan dan tidak menginginkan customer nya sms, cuma melayani via telepon aja. Kalau pake sms blocker kan kadang mungkin masih masuk dan ada bisa terbaca. Tapi kalau agan pasang tagline : “No SMS, Call Only; MyTelkomsel 3.2.0 installed!” Dengan keterangan kecil di bawah, bahwa app MyTelkomsel akan membunuh semua SMS bahkan sebelum masuk di HH. Jadi customernya jadi tau bahwa agan benar2 serius hanya menerima orderan via telepon saja. Ntap. Leh uga.

Q13. Ane liat trit ini panjang banget, malas baca nya apalagi perlu testing2 lagi. Tolong bantu donk solve masalah ane.
Ans : OK, sekalian aja nanti kalau agan lapar, ane bantu suapin.

Q14. Kok gitu sih? Agan kan bikin trit tujuannya mo bantu user kayak ane.
Ans : Ada batasan ane dalam cara membantu, salah satunya adalah tidak boleh merepotkan ane sendiri. Dan trit ini juga adalah salah satu garis pembatasnya. Ane sudah detailkan cara2nya dengan sangat lengkap, bahkan uda terkesan spoonfeeding. #captain obvious. Kalau agan sendiri tidak mau membantu diri sendiri, tidak ada siapapun yang bisa menolong lagi. Masa mau kenyang tidak mau makan. Mau masalah selesai tapi tidak mau berusaha. Setidaknya agan perlu detailkan masalah nya, errornya di mana, kapan mulai terjadi dan detail2 lainnya (seperti di atas). Ibarat kalau agan ke rumah sakit, terus pas ditanya dokter sakitnya apa; dan agan cuma jawab : “Ga tau Dok, pokoknya ane sakit.

Q15. Ane ga mau tau, "pokoknya ane sakit".
Ans : Good Luck & Have Fun. Ntap. Leh Uga.emoticon-2 Jempol emoticon-Leh Uga
Diubah oleh Desmanto

Kumpulan Case Study

Kumpulan Case Study


Berikut adalah kumpulan Case Study selain MyTelkomsel app di atas. Daftar case nya akan ane update lagi jika ketemu atau teringat masalah yang pernah ane selesaikan sebelumnya.

Tidak bisa install app
Ane masih pake SF Andro waktu itu dan ada install beberapa app setiap hari. Mendadak suatu hari ane tidak bisa tekan install pada saat mo install apk baru secara manual. Sudah dicoba berbagai cara install, tapi semua apk tetap tidak diinstall. Sempat restart HH, masuk airplane mode (kirain ada spyware), dan nyoba2 berbagai cara lain. Akhirnya ane coba ingat2 beberapa app yang terakhir ane install (waktu itu belum tau trik Last Installed Apps ini). Setelah ditelusuri, didapatlah 3 tersangka : Chrome, My Gesture Launcher dan disk usage. Tanpa perlu tau permission draw over other apps, naluri ane pun langsung tau kalau My Gesture launcher ada hubungannya dengan touchscreen dan memang waktu itu masih aktif servicenya. Langsung ane tes uninstall app itu, dan seketika itu juga tombol install jadi bisa ditekan kembali. Belakangan ane baru tau bahwa android menerapkan Tap hijack protection jika ada app yang sedang overlay ketika install apk manual. Makanya penyebabnya sih bukan My Gesture Launcher, tapi semua app yang bisa overlay. Ane pun mencari alternatif lainnya, yaitu GMD Gesture, yang akhirnya ane pake di dua HH ane terakhir.

Tidak bisa telepon
Waktu masih pake max v, ane aktif root dan modif2 di stock rom di seputaran xposed. Salah satu modul favorit ane adalah Gravity box, yang punya banyak sekali modifi yang bisa dilakukan. Suatu hari, mendadak ane tidak bisa telepon keluar. Tombol telepon warna hijau di dialer seolah2 terhalang dan tidak bisa ditekan. Ane pun cek last installed app dan tidak menemukan adanya app yang berhubungan dengan draw over other apps permission seperti di My Gesture launcher. Setelah frustasi mencari sana sini, ane pun perhatikan tombol menu dialer nya agak berubah sedikit, ada icon 3 dot menu di bagian sudut. Setelah beberapa saat, ane baru teringat ada aktifkan setting Force overflow menu button (Fitur baru) di Gravity box. Ane pun coba tes disable fitur ini dan restart. Ternyata benar, setelah itu ane bisa telepon kembali dengan normal. Jadi tidak ada uninstall, cuma settingan di Gravity box yang diubah. Makanya tidak semua masalah adalah karena app yang diinstall/update; bisa jadi cuma settingannya saja. (yang bisa didisable tanpa harus uninstall).

App tertentu mendadak auto exit
Masih di max v, ane masih suka main dengan modul xposed terbaru. Ane ada install beberapa app untuk ngecek statistik battery seperti battery monitor widget, Wakelock detector dan GSAM. Waktu itu ane ada install beberapa modul xposed baru dan memakainya. Setelah beberapa hari, ane tes buka Wakelock detector; eh mendadak langsung auto exit. Maksudnya begitu tap buka, app sempat loading ada masuk ke UI nya, tapi langsung terlempar balik ke home screen. Dicoba tap berkali2 masih tetap sama. Ane pun tes clear data karena ga masalah dengan statistik baterenya, pikirnya ada error gitu. Ternyata masih ga bisa. Ane pun install ulang dengan versi lama, eh masih tetap auto exit juga.

Benar2 misterius, padahal 2 versi sebelumnya juga normal2 aja beberapa bulan. Ane sempat bingung dan uninstall aja wakelock detector karena mendadak tidak bisa pakai lagi. Namun pas uninstall itu, ane pun teringat untuk ngecek last installed (kadang ane bisa lupa juga lo). Ada beberapa xposed module baru yang sebelumnya belum pernah ane pake. Dan akhirnya ane tes disable module baru tersebut. Singkatnya, setelah beberapa kali percobaan, ane berhasil menemukan pelakunya adalah module Swipe Back. Module xposed ini memudahkan kita exit dari app dengan cara swipe dari tepi kiri/kanan ke kanan/kiri. Tapi entah kenapa kalau modul ini aktif, wakelock detector akan auto exit. Mungkin ada intent atau UI xml yang bentrok antara kedua app ini. Jadi setelah dipikir2, antara dua app ini, mana yang akan ane pertahankan; akhirnya ane pilih Wakelock detector aja. Swipe Back hanya punya satu fungsi, dan tidaklah wajib ada, tapi wakelock detector bisa bantu ane melacak app penyedot batere terbanyak. Belakangan ane menemukan bahwa GMD gesture juga bisa pake gesture untuk exit, sehingga setelah ketemu alternatif ini, ane ga pernah balik lagi ke Swipe Back.

Tab 2 auto restart melulu
Galaxy tab 2 teman kantor sudah dipake 1-2 tahun gitu. Tiba2 suatu hari mulai restart2 sendiri tanpa sebab yang jelas. Dimulailah petualangan mencari penyebabnya. Sudah diketahui tanggal mulai kejadian dan last installed nya. Kemudian ditelusuri dan mulai diuninstall satu persatu app nya, kecuali EFE ini, meskipun termasuk dalam daftar last installed (kalau ga nanti gimana ceknya). Karena sudah putus asa sekali, dan juga sudah coba uninstall beberapa dari beberapa hari sebelum daftar last installed itu juga masih tetap ga mempan; akhirnya diputuskan untuk factory reset deh. Tab2 nya hanya untuk browsing dan main game, jadi tidak banyak data penting di dalamnya. Setelah bersih selesai, masukkan account; kemudian langsung install beberapa app basic; termasuk EFE tentunya. Hari itu aman, tidak ada restart. Besoknya ternyata restart lagi, tapi tidak sesering pertama kali, dan masih berlanjut ampe 2 hari ke depan. Entah app mana yang bikin auto restart ini, soalnya sudah sempat reinstall banyak sekali. Akhirnya factory reset lagi dan tidak install app lain, selain EFE dan beberapa file manager lain dan update2 google apps. Ternyata masih restart emoticon-Nohope Waduh, ini sudah tes berbagai cara, sudah seminggu, bahkan hampir saja mengorbankan kucing di belakang kantor supaya bisa ketemu solusinya.emoticon-Paw

Factory reset terakhir, kita benar2 tidak ada install app apapun, dan tidak ada auto restart sama sekali. Lalu dari sebelumnya ane masih tetap ada curiga ke EFE, karena termasuk daftar last installed pertama kalinya. Ane pun tes install EFE, dan tidak install app lain. Eh, ga sampai sejam ada auto restart! Berarti EFE lah penyebabnya. Diuninstall EFE, ternyata tidak restart lagi, meskipun uda reinstall berbagai app lainnya. Dia pun sempat parno dengan EFE ini (waktu itu versi 3.x.x.x, uda lupa). Bahkan jadinya ane installkan alternatifnya, yaitu x-plore file manager (juga support kirim data via wifi, tapi lebih ribet). Padahal ane juga install versi yang sama, ada mungkin 10 HH lain di sana yang juga install versi yang sama, termasuk galaxy tab 2 lain; tapi tidak ada yang kena auto restart. Jadi ini benar2 bug unik yang hanya terjadi di galaxy tab 2 itu saja. Benar2 langka kejadiannya.

Yang mengherankan adalah setelah beberapa minggu, EFE pun update ke versi 4.x.x. Setelah lama tidak auto restart, dan EFE sudah update ke versi 4 ini, ane sarankan untuk coba tes install lagi, mana tau sudah tidak ada bug nya. Tapi teman ane masih parno dan bilang jangan deh. Soalnya transfer data via x-plore lebih ribet dan butuh setup tambahan dibanding EFE send by LAN yang jauh lebih gampang. Ane bujuk untuk tes install dengan catatan kalau auto restart lagi, ya tinggal uninstall aja. Nah, setelah install versi 4.x.x, ternyata tidak auto restart lagi seperti sebelumnya, sampai uda update terbaru sekarang masih tidak pernah auto restart lagi gara2 EFE. Benar2 misterius, tapi tetap case closed.

Tab 2 tidak bisa simpan settingan
Masih di Tab 2, tapi dari teman lain. Mendadak suatu hari, setiap kali tab 2 nya dinyalakan, setting akan kembali ke suatu masa tertentu; tapi bukan factory reset. Seolah2 OS nya beberapa hari lalu kena deep freeze. Jadi setiap kali restart akan balik ke posisi freeze ini. Dicek app nya yang terinstall ada beberapa yang masuk daftar last installed beberapa hari lalu, termasuk EFE juga ada. Dicoba install app baru, tidak bisa install. Dicoba uninstall beberapa app itu, ada tulisan uninstalled; tapi app nya masih ada di drawer dan bisa dibuka normal. Sangat misterius, tapi ane sudah mulai curiga ada yang ga beres dengan hardwarenya. Setelah mencoba berbagai solusi, akhirnya ane sarankan untuk factory reset. Karena datanya juga kebanyakan dipindah ke laptop, jadi teman ane iyakan aja. Tes factory reset, seharusnya booting pertama adalah isi data dan masukkan account gmail. Tapi ternyata masih tetap balik ke posisi freeze tersebut. Dari sini lah ane menvonis tab 2 nya sudah kena emmc lock, uda jadi read only; seperti flashdisk atau micorsd yang sudah rusak controllernya. Herannya di tab 2 yang lain, jika ini terjadi, biasanya sih uda bootlove. Ini masih bisa booting, tapi kena freeze di posisi tersebut. Mo diperbaiki sudah tidak worth lagi. Akhirnya dia pun beli HH baru (HH yang sama dengan yang ane pake untuk screenshot tutorial di atas). Jadi lagi2 tidak semua masalah hanya bersumber dari software. Tapi dengan troubleshoot last installed lah ane mempersempit kemungkinannya sampai ke kesimpulan akhir di hardware yang rusak (emmc)

File hasil download hilang secara misterius
Teman kantor ane sangat hobi nonton drama korea. Kadang2 dia ada download beberapa episode, dan baru ditonton beberapa hari kemudian. Suatu hari tiba2 dia tidak bisa menemukan video hasil downloadnya lagi. Padahal pas itulah dia punya waktu senggang untuk nonton. Kesal, tapi terpaksa download ulang, habisin kuota lagi. Beberapa hari lagi, hilang lagi file lain. Setelah dicek last installed, ada tersangka utama yang biasanya sudah pasti ane uninstall setiap kali ane ketemu app itu; yaitu Clean Master emoticon-Bata (S) Ternyata beberapa hari lalu, dia disarankan temannya untuk install Clean Master supaya HH nya lebih wuswus. Tau2nya Clean Master ada fitur delete big files. Dan ketika dijalankan, video drama korea di folder download tu, yang ukurannya 200 MB termasuk dalam big files. Tanpa tahu menahu, ketika disarankan untuk diclean, langsung diiyakan aja, pikirnya bisa menghemat space. Tapi nyatanya menghapus file yang sudah susah payah didownload sampai menghabiskan kuota bulanan. Akhirnya ane langsung sarankan untuk bunuh app ini emoticon-Army (S) , dan segera divonis mati detik itu juga. Dan memang segala jenis app dari dev yang sama, yaitu Cheetah Mobile, wajib dibinasakan. Baca lebih detailnya di trit khusus untuk membahas CM ini.

Iklan di lockscreen
Ada teman kantor yang mendadak di lockscreen muncul iklan aneh; dan ada tulisan Charging Boost. Beberapa hari sebelumnya tidak ada iklan ini. Setelah dicek last installed, ada beberapa app tapi seharusnya bukan sumber iklannya. Tapi ada satu yang terlewatkan, yaitu EFE itu sendiri. Ya benar, di ES File Explorer v4.0.5.2 versi gratis, mereka menambahkan fitur yang sebenarnya malah mengganggu, yaitu Charging Boost (plus iklan di lockscreen) . Begitu dikomplain banyak user dan dilaporkan di banyak website android, di versi berikutnya, mereka langsung buang Charging Boost ini. Jadi bahkan EFE itu sendiri bisa jadi sumber masalah. Makanya ane dari awal sarankan untuk install versi Pro + Mod nya. Ane pun uninstall versi gratisnya, dan kirim ke dia versi Pro + Mod.

App tertentu mendadak terasa lemot
Ane dari dulu sebenarnya suka dengan Picsart. Photo editor ini lengkap fiturnya dan bisa bikin collage. Bahkan sempat masuk dalam daftar app rekomendasi ane untuk HH baru. Terakhir sejak entah versi berapa, ane merasa loading untuk buka Picsart ini kok jadi lama banget, bisa ampe 10 detik, hampir setara dengan adobe photoshop versi android. Ane tidak pake adobe photoshop, karena terlalu overkill, sementara ane tidak perlu fitur editing secanggih itu. Ane pun cek lagi ukuran apk Picsart nya sekarang makin lama makin besar dan banyak bloatware yang tidak pernah ane perlukan, seperti social medianya, loginnya dan masih banyak lainnya. Akhirnya ane memutuskan untuk mencari alternatif lain saja, dan ketemulah Picsay Pro, yang ukuran apk nya kurang dari 2 Mb (vs Picsart yang sekarang uda di atas 30 MB). Bedanya dua app ini benar2 bumi dan langit. Picsay cuma loading 1 detik gitu aja, sangat cepat sekali. Selain itu fitur yang ditawarkan juga tidak kalah, dan mayoritas sudah mencukupi keperluan editing sederhana ane. Jadi kadang fitur yang lengkap bukanlah kelebihan, malah bisa jadi kekurangan; karena membuat keseluruhan app semakin lambat. Hidup ane pun damai kembali.

Main Pokemon Go (PoGo) dan batere boros
Teman ane ngeluh katanya HH nya kok jadi boros setelah main PoGo. Nah, uda jelas tersangkanya, PoGo. Case closed.

PoGo tiba2 tidak bisa ngelock location
Teman ane pasrah deh, memang uda ketagihan PoGo, jadi tetap main aja meskipun jadinya sekarang perlu gendong powerbank ke mana2. Tapi tiba2 suatu hari, dia buka PoGo dan tidak bisa ngelock location sama sekali. Waktu itu PoGo masih belum official di Indonesia, jadi ane berpikir mungkin karena itu. Tetapi katanya sebelumnya bisa, meskipun tidak ada pokemon sama sekali di sekitarnya. Setelah diinterogasi dan ditanyain last installed, akhirnya baru deh dia ngaku pernah install Fake GPS. Tapi sekarang uda uninstall karena tidak bisa fake location. Dan sejak uninstall itu, PoGo nya jadi tidak bisa ngelock location. Mesti pelaku utama sudah dieksekusi mati, ternyata akibat perbuatannya masih ada (PoGo tetap tidak bisa ngelock). Salah satu metode Fake GPS untuk spoof location adalah Enable Allow Mock Location di developer setting. Jadi ane minta dia untuk enable dulu developer option dengan cara tap 7 kali di kernel version di about phone. Kemudian di developer option, disable kembali Allow mock locations. Tes lagi, ternyata langsung bisa ngelock PoGo nya dan main normal. Agan baru bisa tau tentang Allow Mock Location, kalau pernah tau cara kerja Fake GPS. Mayoritas user tidak tahu tentang hal ini, makanya itulah manfaat nya bertanya di forum.

HH mendadak terang sekali
Di salah satu hari sabtu-minggu, mendadak HH ane selalu jadi max brightness nya. Padahal uda ane set balik jadi auto dan normal; tetapi beberapa saat kemudian balik lagi jadi max brightness. Ane sempat penasaran apa sih yang ane install/setting, kok bisa jadi begini. Takutnya light sensor yang ngaco/rusak. Tapi ga mungkin juga, karena settingnya jadi manual max brightness, bukan auto. Cek last installed, tidak ada yang aneh. Tapi terlihat ada update app dari auto apps series, seperti autoinput dan autoshare. Mendadak ane teringat bahwa sebelumnya ane ada main2 dengan tasker dan membuat beberapa profile dan task. Salah satu tasknya adalah set display ke Full Brightness, dan profilenya ane map ke Proximity sensor. Artinya kalau ane tutup proximity sensor ane, Display brightness akan langsung jadi max. Pantesan terjadi nya secara random, karena task hanya dieksekusi ketika ane tutup proximity nya, misalnya pas ane taruh di kantong. Ane pun disable Profile proximity ini dan tidak ada masalah ini lagi. Meskipun masalah bukan di app yang diupdate, tapi karena melihat last installed lah membuat ane teringat dengan kemungkinan penyebabnya.

HH lemot abis, telepon jeda 10 detik
HH secondary atasan ane masih galaxy S Duos (kalau ga salah), masih GB 2.3, ROM 4 GB RAM 768 Mb (kalau ga salah). Tiap kali kalau ada telepon masuk, ataupun mau telepon keluar, loadingnya tu bisa bikin kura2 pun ga sabar; hampir 10 detik gitu. Kadang mo angkat telepon pun ga bisa, ngelag parah. Awal pake sih tidak begitu. Tapi setahun terakhir mendadak seperti ini terus. Akhirnya dicek last installed dan dilakukan bruteforce uninstall semua app terakhir bahkan sampai ke bulan2 sebelumnya. Whatsapp, line, wechat, semua app sudah tidak dipake lagi karena uda ada HH utama lainnya; langsung uninstall aja. HH secondary ini cuma buat telepon doank. Juga uda dicek, tidak ada virus ataupun app mencurigakan. Sudah uninstall hampir semuanya, tinggal update an playstore dan sejenisnya, disable mayoritas google app yang ga terpake. Ternyata masih tetap ngelag juga. Akhirnya solusi terakhir, backup2 semua contact, sms dan segalanya; lalu factory reset. Setelah reset, masukkan data dan restore balik contact, sms dkk. Coba telepon keluar/masuk, agak cepat tapi masih tetap tergolong lemot. Kemungkinan besar karena updatean Google Play servicenya jadi membebani keseluruhan system. Atau bisa juga emmc nya sudah mulai menua dan melambat kecepatnya, termasuk juga komponen lainnya. Jadi setelah troubleshooting, kadang memang tetap tidak bisa menemukan solusi nya karena sudah mentok di hardwarenya. Untuk itu, mungkin solusi paling tepatnya untuk masalah ini adalah ganti HH baru emoticon-Big Grin

HH super lemot, panas, auto download file ga jelas
Ada dua teman kantor ane yang HH nya tiba2 lemot ga jelas. Gejalanya sama, sembarangan download file ampe ratusan (benar, 180 lebih), bikin HH ngehang, lemot, batere cepat abis. Dicas HH nya ga bisa penuh2. Diturn off wifinya, malah hidup balik. Masuk airplane mode, tetap aja wifi nya on balik, mesti forget jaringan dulu. (bayangkan kalau naik pesawat). Iklan muncul secara random, per beberapa detik ngeprompt iklan, kadang notifikasi porno, kadang buka browser kunjungi website ga jelas dan ada banyak iklan ga jelas lainnya. Ini uda jelas2 kena virus, entah apa namanya, tapi mirip banget deh. Yang satu masih pake MT6589 JB 4.2. Yang satu lagi lupa cek modelnya, tapi uda LP 5.0. Cek di Last installed baik user app maupun system, ada banyak banget app tidak dikenal. Virus nya sanggup take over root permission tanpa perlu root HH nya dan install teman2nya (banyak amet ampe 20 an) di system app. Makanya factory reset ga bakal nyembuhin. Capek banget mo navigasinya. Didisable salah satu system app virus nya, langsung terlempar balik ke home screen. Masuk lagi, cek uda ter-enable kembali; malah terinstall lagi 7 system app ga jelas lainnya. emoticon-Cape d... (S)

Akhirnya ane reboot masuk safe mode dan uninstall satu persatu yang bisa diuninstall, disable satu persatu (masih tetap membal2, karena di safe mode tetap ada). Setelah hampir 1 jam lebih, baru akhirnya berhasil disable semua virusnya dan ga ada prompt lagi, atau iklan lagi. Ane pengen tau nih app apa yang jadi pemicu pertama nya. Uda ane quarantine sih 20 lebih apk palsu, tapi ga tau mana yang jadi trigger pertama nya. Tapi sejauh ini ada beberapa kesamaan, terutama ada 9Apps. Bisa jadi ini trigger pertamanya sebelum app nya membonceng masuk komplotannya dan berkembang biak di dalam HH.

Untuk membersihkan virus ini sangat susah, terutama kalau agan belum root sama sekali. Agan hanya bisa disable semua system app yang dicurigai sebagai virus, dan perlu hati2 milihnya (salah disable bisa bootlove). Dan kalau seandainya agan factory reset, semua virus ini akan aktif kembali, sehingga tetap perlu disable ulang lagi. Makanya solusi terjitu untuk masalah ini adalah flash ulang stock ROM sesuai dengan HH agan dengan build number yang sesuai. Memang ini cenderung lebih beresiko, terutama bagi yang belum pernah flash atau tidak ngerti flash itu makanan apa. Makanya untuk user biasa, ane biasanya tetap cuma sarankan untuk disable sebisa mungkin aja. Resiko salah flash kadang lebih besar dibanding disable virusnya. Untuk mengatasi malware/virus ini, akan ane buat dalam trit terpisah.
Diubah oleh Desmanto

Daftar Case Study dari Kaskuser

Setelah melihat solusi terhadap berbagai contoh kasus di atas, agan mungkin terheran-heran : Kok bisa ya ampe ketemu solusinya itu? Selama ini tidak pernah terpikirkan sama sekali. Ingat, bahwa kita bisa menemukan penyebab masalah dan solusinya bukan hanya dengan mengedipkan mata ataupun menjentikkan jari! Hampir semua mayoritas penyebab masalah tidaklah terlihat sama sekali di awal. Bahkan semua masalah muncul secara misterius dan terlihat seperti sabotase. Tapi melalui berbagai testing dan mempersempit ruang lingkup penyebabnya, barulah masalah bisa diidentifikasi secara penuh. Seperti kata pepatah : Understanding the Problem is Half of the Solution. Dengan mengetahui masalah secara jelas, mencari solusinya akan jauh lebih gampang. Itulah sebabnya Case study di atas bisa terpecahkan.

Bagi agan2 yang sudah berhasil troubleshoot Last Installed Apps ataupun pernah punya kisah tersendiri troubleshooting app hingga menemukan penyebabnya (pelaku utama), silahkan share kisah agan yang sudah berhasil dimari. Nanti akan ane link post agan ke pejwan ini sebagai tambahan referensi untuk agan2 lain. Ane tunggu kisah agan.emoticon-Shakehand2

============================================
Diubah oleh Desmanto
sangat membantu..
ane doain masuk surga deh emoticon-thumbsup
Wah trit agan desmanto yg baru nih

Informasinya berguna bnget ane baru baca setengah ntar di lanjut lagi dah emoticon-Salaman

Kapan² reborn thread gpu dong gan emoticon-Malu (S)
Gelar tiker dulu gan
Trit menarik nih
Ntar ane baca lg via pc emoticon-Big Grin
Kalo mau lihat ukuran app yg komplit sebaiknya pake Link2SD. App nya jg multifungsi, sayangnya gak ada fitur backup.

Cukup ngebantu ane dulu storage full gegara download manager nimbun temporary file.
Izin baca, sembari nunggu donlot
Ane baru baca bgian post 1nya aja.. Ninggalin jejak dulu..
Berusaha memahami memanfaatkan bug ini
Hampir semua permasalahn android seperti yang di bahas.
Faktor utama hanya iklan yang terlalu berlebihan,
Pengen buat hp bersih dan kencang, di tutupi oleh banyak iklan


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di