alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5796d24ee0522795368b4569/quotsaya-muhroji-sarjana-universitas-peternakanquot
Breaking News! 
"Saya Muhroji, 'Sarjana Universitas Peternakan'"
"Saya Muhroji, 'Sarjana Universitas Peternakan'"
YOGYAKARTA - Sang Fajar di Yogyakarta baru mulai menyembul. Karena bermula dari sebelah timur, maka pagi hari di kota eksotis ini lebih dulu terang benderang dibanding Ibukota Jakarta. Jarum jam baru saja melintas pukul setengah 6 pagi, cahaya lembut matahari itu mulai berarak menghilangkan gulita subuh di tiap sudut Jogja, begitu kota ini disebut. Meski lebih cepat terang, namun ramainya kehidupan pagi tak begitu terasa di Jogja. Sepanjang Jalan Kaliurang, jalur utama yang menghubungkan Kota Jogja dan Gunung Merapi, keramaian hanya nampak di sudut-sudut pasar tradisional. Hidup memang terasa lebih lambat di Kota yang syahdu ini, serupa ungkapan jutaan pendatang yang sempat merasakan sejenak hidup di Kota Jogja.
"Saya Muhroji, 'Sarjana Universitas Peternakan'"
Tapi lambatnya permulaan pagi di Kota Jogja tak berlaku bagi Muhroji, Wariadi, Jasmin dan Wagiran. Semakin lambat Muhroji dan timnya memulai hari, maka suara kambing-kambing di kandang akan semakin melengking bersahutan mengembik. Kambing-kambing ini menanti Muhroji dan ketiga orang timya memberi pakan pagi. Muhroji dan kawan-kawan mendapat amanah sebagai penanggungjawab sementara ratusan kambing-kambing terbaik yang sedang disiapkan Global Qurban – Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Lumbung Ternak Masyarakat (LTM) Yogyakarta.
"Saya Muhroji, 'Sarjana Universitas Peternakan'"
Beberapa hari sebelum Muhroji dan timnya datang dari Kabupaten Blora (lokasi LTM GQ paling sukses), proses pembangunan bertahap sedang berlangsung di kompleks Integrated Community Shelter (ICS) ACT di Dusun Gondang Legi, Hargo Binangun, Pakem Sleman, yang pernah menjadi lokasi penampungan para pengungsi erupsi Gunung Merapi. Bangunan hunian terpadu yang berdiri di atas lahan 2 hektare itu akan diubah seluruhnya menjadi deretan kandang-kandang kambing bertajuk Lumbung Ternak Masyarakat Yogyakarta, menjadi penerus cerita pemberdayaan masyarakat yang dikelola Global Qurban.
"Saya Muhroji, 'Sarjana Universitas Peternakan'"
Tahun-tahun sebelumnya, rintisan LTM sudah berjalan di Kabupaten Blora, Kecamatan Cepu, Kabupaten Tasik, sampai ke Provinsi Aceh. Lumbung Ternak Masyarakat akan berfokus pada proses pembiakan sampai penggemukan hewan kurban, digarap langsung oleh warga lokal yang dilatih menjadi kader peternak berpengalaman.

Sudah hampir satu minggu ini, Muhroji dan timnya menyesap suasana pagi di lereng Gunung Merapi. Sejuk dan dinginnya pagi khas dataran tinggi harus ditepis Muhroji demi memberi makan hampir 300 kambing ternak di LTM Yogyakarta. Menenteng ember, ia dan tiga orang timnya menuangkan pakan kambing khusus dari drum-drum besar. Pakan spesial ini didatangkan khusus langsung dari Blora, berupa fermentasi berbagai bahan pakan ternak seperti kedelai, jagung, kacang tanah, kulit kacang, kangkung, tetes tebu, garam bahkan vitamin B kompleks dan mineral yang dicampur jadi satu dan diendapkan selama beberapa pekan. Alih-alih menjadikan rumput sebagai pakan utama, Muhroji menerapkan metode ternak modern dengan menyajikan pakan fermentasi sebagai pakan primer, sementara rerumputan hanya dijadikan pakan selingan.
"Saya Muhroji, 'Sarjana Universitas Peternakan'"
“Sudah beberapa hari ini saya dan kawan ini datang langsung dari LTM Blora. Sementara tunggu kandang kambing ini tuntas seluruhnya, saya diberi amanah merawat dan menjaga kambing-kambing ini setiap hari. Nanti kalau kandang di lereng Merapi ini sudah jadi, insyaAllah akan dikirim 500 bibit kambing terbaik dari Blora,” ungkap Muhroji di sela memberi pakan pagi bagi ratusan kambing-kambing belia itu.

Pertama kali berjumpa, perawakannya tampak begitu sederhana. Tahun ini Muhroji genap melompati umur ke-50 dalam perjalanan hidupnya. Gurat tegas penuh pengalaman hidup tergores jelas dalam wajahnya. Peci putih dan baju batik kebanggaan terus ia gunakan sepanjang hari, bahkan batik biru itu tetap melekat ketika mengurusi kambing-kambingnya. Ia berkisah, sudah sejak 1 dekade terakhir hidupnya dihabiskan untuk bergelut dengan urusan ternak, terutama kambing.

Bukan peternak biasa, Muhroji mantap mendapuk dirinya sendiri sebagai peternak yang menerapkan prinsip ternak modern. “Kalau di kampung, biasanya satu orang memelihara kambing sepuluh itu sudah kewalahan. Tapi kalau dengan metode ternak modern, satu orang bisa memelihara kambing sampai 120 dengan cara yang sederhana,” ujarnya.

Penerapan ternak modern model Global Qurban ini pula yang kini sedang dirintis oleh Muhroji dan tiga orang timnya di LTM Yogyakarta. Puluhan peternak lokal di sekitar LTM rencananya akan diberdayakan dengan menanamkan ilmu serupa. Setelah peternak lokal di sekitar LTM Yogyakarta siap mandiri, Muhroji akan kembali pulang ke kampung halamannya di Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

“Saya dan kambing-kambing ini seperti teman baik. Kalau di Jogja ini kan banyak mahasiswa sarjana, nah saya itu mungkin ‘sarjana’ universitas peternakan,” ucap Muhroji sembari mengurai gelak tawa.

Bagi kebanyakan “orang kota” yang terlalu sibuk bergumul dengan derasnya rutinitas kantoran, mungkin ucapan Muhroji bukan sekadar candaan. Ilmu yang ia pahami tentang beternak sudah menghasilkan ribuan kambing-kambing kurban terbaik selama beberapa tahun terakhir. Bahkan Muhroji sampai bisa menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang perguruan tinggi dan menunaikan umrah dari rezeki ternak-ternaknya.

“Bagi saya, prinsip ternak modern itu ada '5 M', yang pertama menyayangi, tanpa kasih sayang kambing itu ndak akan bisa besar. Nomor dua itu memberi makan tepat waktu, pagi jam 6, siang jam 12, sore jam 5, ndak boleh sampai kambing kelaparan. Nomor tiga memberi minum, minum harus dipersiapkan, jangan sampai kotor supaya kambing tidak terkena bakteri. Nomor empat memandikan, kambing juga harus dimandikan. Minimal 1 minggu sekali, supaya bersih, kalau keringatnya cepat turun, dia cepat gemuk. Dan terakhir, nomor lima itu mendoakan, ya kambing-kambing ini saya terus doakan setiap saat,” pungkas Muhroji. Kambing pun makhluk, ia harus disayangi sepenuh hati. Bahkan doa pun perlu tercurah untuk mereka. Sebab kehadirannya dipersiapkan untuk menjemput berkah di Hari Kurban nanti.[]

Penulis: Shulhan Syamsur Rijal

Ayo Berpartisipasi
Jadi Relawan (Get Involved)
Info Kebencanaan
Cyber Volunteer
act emang top emoticon-2 Jempol
Yang doyan ternak sapi, kambing dan ayam nongol dong emoticon-Leh Uga
wihh banyak banget tuh kambing emoticon-Matabelo
ijin baca dulu gan, panjang soanya emoticon-Jempol emoticon-Rate 5 Star
emoticon-Ngacir
Act Memang T.O.P BGT Deh emoticon-2 Jempol
Lanjut Terus Buat ACT Bray emoticon-2 Jempol
Pakan utk ternakny eksklusif.
wih keren peternak sukses
Salah satu keinginan ane ni emoticon-Cool

Wlaupun kuliah ambil IT
Bawah ane bau Bandot emoticon-Cool
Njir ternaknya banyak amat
idul adha besok panen mereka





Quote:<<<GREEN WARRIOR>>> Berinvestasi, mempersiapkan dana pensiun, dan peluang bisnis dengan menyelamatkan bumi
udh siap nih buat idul adha ... emoticon-Ngakak
mantaplah
banyak bener ternaknya . emoticon-Wow
Pengen jadi peternak nihh
And I don't give fuck
oh gitu... sip




ternak tuyul menjanjikan









emoticon-Cool
Quote:Original Posted By rizalshinoda
udh siap nih buat idul adha ... emoticon-Ngakak



Betul Nih Kata Si Agan Buat Idul Adha emoticon-Ngakak
Ente Udah Beli Kambing Nggak Gan emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By daniyalkhan

Betul Nih Kata Si Agan Buat Idul Adha emoticon-Ngakak
Ente Udah Beli Kambing Nggak Gan emoticon-Ngakak


blm nih ... emoticon-Frown
Trit keren..motivasi untuk semua..bukan untuk anggota..