alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57964d9ae052271a228b4567/kisah-mistis-pendakian-gunung-di-indonesia
KISAH MISTIS PENDAKIAN GUNUNG DI INDONESIA
Sebenarnya ini bukan edisi salah kamar, tapi ane pengen rangkum jadi satu aja tulisan ini. Sebelumnya udah ane share di Cerita Perjalanan OANC dan udah dibaca sama agan/sista lainnya.. Tapi lebih seru lagi kalo digabung jadi satu Thread aja.. (masih edisi sok-sokan insomnia) emoticon-Angel

Ini tentang cerita mistis yang ane dan teman ane alami selama kami melakukan pendakian beberapa gunung di Indonesia.. Ane mau nyoba nyeritainnya lagi aja.. Share tulisannya step by step yaa..

Yukkk.. diintip ceritanyaa..
GUNUNG ARGOPURO - PART 1
PART 2
PART 3
PART 4
PART 5

GUNUNG DEMPO - PART 1
PART 2
PART 3
PART 4
PART 5
PART 6
PART 7

GUNUNG KERINCI - PART 1
PART 2
PART 3

GUNUNG SEMERU - PART 1

GUNUNG SIBAYAK - PART 1
PART 2



Biar Gak ada KENTANG diantara kita, ane cuma ngingetin aja, kalo next post-nya tergantung dari cerita yang ane dapatin. Kalo lagi kosong, gak ada update, kalo ada cerita baru dari teman, ane akan update. karena gak bisa tiap hari ane update, GAnsis.. emoticon-Big Grin emoticon-Traveller emoticon-Traveller

Kalo udah baca, tolong dibagi-bagi RATE emoticon-Ketupat ama es Cendolnya dong Gansiisss emoticon-Toast emoticon-Angkat Beer
Terengkuuuiiiiiii emoticon-Betty
Jual post pertamax ini, minat langsung PM aja gan emoticon-Shakehand2
GUNUNG DEMPO

PART 1 (Penampakan None Belanda)

Gunung Dempo (3.159 Mdpl) emang gak setenar gunung-gunung lain di Sumatera. Selain karena tingginya gak semenjulang gunung-gunung di Jawa, jarak tempuh ke perkampungannya juga jauh. Gunung Dempo berada di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan (Sumsel). Jarak antara kota Palembang ke Kota Pagaralam itu sekitar delapan jam (kalo naik bus antar kota dalam provinsi). Dari pemberhentian terakhir, di Pabrik Teh Pagaralam, kamu harus berjalan lagi ke Kampung IV. Biasanya kita sering numpang truk karyawan pemetik teh. Bisa satu jam deh kesana, tapi kalo mau jalan.. yaaa bisa 2-3 jam lah. Tergantung niat masing-masing.hehee. Dari kampung empat, kamu juga harus jalan lagi sampai pintu rimba. Barulah disana kamu akan memulai pendakian.

KISAH MISTIS PENDAKIAN GUNUNG DI INDONESIA

Selama pendakian gunung Dempo, kamu bisa beristirahat di Shelter 1, Shelter 2 sebelum muncak, serta di pelataran (dibawah puncak Gunung Dempo). Pelataran ini berada ditengah puncak Gunung Dempo dan Puncak Merapi. Jadi, sebenarnya ada dua puncak yang bisa kamu daki. Namun, untuk mendaki gunung ini, harus sering-sering berolahraga. Jalurnya ajib banget, kamu akan merasakan sensasi mencium lutut setiap akan lanjut mendaki keatas. Bukan sekali dua kali mencium lutut, tapi terus menerus. Nah.. bayangin aja deh..

So.. ane gak akan ceritain panjang lebar gimana jalurnya. Tapi ane akan ceritain tentang kisah mistis yang dialami temen ane, Nila.

Walau cewek, tapi Nila termasuk yang sering mendaki Gunung Dempo. Biasanya di bulan Agustus, para pendaki sering ngerayain HUT RI 17 Agustus di puncak gunung. Sama juga kayak temen ane nih. Tahun lalu dia juga ngerayain HUT RI di Gunung Dempo. Yaa.. kebayang kan gimana ramenya tuh gunung, kalo para pendaki mau ngerayain dipuncak gunung semua.

Berangkat dari Palembang, Nila membawa satu keril dipunggung dan satu daypack didepannya. Dia berangkat sendirian loh.. Setiba di pintu Rimba, dia bertemu dengan teman-temannya yang lain dan akhirnya mereka mendaki bareng. Padahal Nila gak ada janji mendaki bareng, tapi karena banyak ketemu teman-temannya, akhirnya dia barengan aja.

Akhirnya Nila mendaki bareng dua tim, yang kebanyakan pria semua. Nila termasuk cewek yang rajin dan pinter masak. Oleh karena itu, teman-temannya merasa beruntung kalo barengan sama Nila. Nila juga membawa kebutuhan pendakiannya sendirian.

Rencananya, Nila ingin nge-camp di Shelter 1. Karena kata orang, Shelter 2 lebih angker dan sering terlihat penampakan. Namun, karena teman-temannya ingin nge-camp di Shelter 2, akhirnya Nila pun mengikuti ritme teman-temannya.

KISAH MISTIS PENDAKIAN GUNUNG DI INDONESIA

Hujan pun mengguyur perjalanan mereka ke Shelter 2. Sesampai disana, mereka langsung memasang tenda masing-masing. Ada tiga unit tenda yang mereka pasang. Sayangnya, tenda yang dibawa Nila bocor dan tidak layak digunakan. Terpaksa Nila menumpang di tenda Agus dkk. Untuk ukuran tenda 5 orang, terpaksa harus diisi oleh 6 orang. Karena tubuh Agus dkk ini pada gembul-gembul semua, akhirnya mereka pun beristirahat di tenda melebihi posisi susun dencis. Ada yang tidur, ada yang duduk, ada yang kakinya dilipet. Gitu deh..

Malam pun menyelimuti hutan gunung dan udara di Shelter 2 pun terasa menusuk-nusuk raga. Karena posisi yang kurang mengenakkan untuk tidur, Nila yang kebagian posisi duduk pun susah untuk memejamkan mata.

Rasa kantuk hilang seketika, karena semua pada tidur, akhirnya Nila memilih memainkan telepon genggamnya, walaupun tidak ada sinyal.

Malam itu sekitar pukul 02.00 WIB. Tidak ada lagi aktifitas yang terdengar diluar tenda Nila. Entah mengapa.. Nila langsung melihat ke sudut tenda, seperti ada sesuatu yang menarik untuk dilihat.

Lalu..

Pandangan Nila seperti tidak terhalang oleh parasut tenda dan Nila bisa melihat luas diluar tenda. Seketika.. Nila melihat dengan jelas sosok wanita cantik berparas bule, kayak none Belanda.

None Belanda itu menggunakan gaun panjang berwarna putih dan membawa sepeda ontel jadul turun melewati jalur Shelter 2. Nila terpana melihat sosok none Belanda tersebut, terlebih karena parasnya yang cantik. Si none Belanda berjalan sambil mendorong sepedanya.

KISAH MISTIS PENDAKIAN GUNUNG DI INDONESIA

Namun..
Semakin none belanda itu berjalan turun, wajahnya langsung berubah jadi jelek, jelek dan hancur. Dan terakhir, wajah none Belanda itu berdarah-darah dan tidak berbentuk.

Nila langsung tersadar dan ketakutan. Dia langsung memalingkan pandangannya dan menunduk. Untuk menghilangkan syok dan ketakutannya, Nila langsung mengucap istigfar berkali-kali.

Tapi entah mengapa, setelah itu tatapan Nila kembali lagi ke sudut tenda dan kejadian tersebut terulang kembali sebanyak tiga kali.. Nila benar-benar merasa ketakutan dan dia memilih berganti posisi dan memejamkan matanya.

Cukup sulit bagi Nila untuk tidur terlelap dengan posisi yang gak nyaman dan penampakan yang mengerikan tersebut. Namun, Nila tetap memaksakan agar bisa tidur dan menghilangkan ketakutannya itu. Satu jam kemudian, Nila baru tertidur.

Paginya, suara aktifitas diluar tenda terdengar jelas dari para pendaki lainnya. Ada beberapa temannya didalam tenda yang juga sudah bangun. Nila pun terbangun sekitar pukul 08.00 WIB. Dia lalu keluar dan melihat kesamping tendanya, tempat dia melihat sosok None Belanda tersebut. Namun tidak ada jejak apapun atau yang aneh-aneh.

Nila tetap melanjutkan pendakiannya sampai ke puncak Dempo dan puncak Merapi..

KISAH MISTIS PENDAKIAN GUNUNG DI INDONESIA
kawah Belerang Puncak Merapi Dempo

PART 2 : Melihat Kerajaan di Pelataran Gunung Dempo emoticon-Takut emoticon-Takut
Ijin gelar tikat, kynya bkalan seru nih
Seru kayanya nih, nitip sendal swallow dulu.
ijin nenda dimari
Gelar tiker dulu gan emoticon-Cool
Quote:Original Posted By rizki54112
Maaf gan, pertamax diamankan emoticon-Shakehand2



di forsup nda ada pertamax"an gan kalau gasalah ya benar emoticon-Big Grin

nyimak cerita nya puh
Quote:Original Posted By rizki54112
Maaf gan, pertamax diamankan emoticon-Shakehand2


Calon Anak Band...

Quote Buat Barbuk... emoticon-Ngakak
PART 2 : Melihat Kerajaan di Gunung Dempo

Sumatera Selatan memang terkenal sebagai tempat kekuasaan Kerajaan Sriwijaya. Dari sejarah yang ane baca dan ane telusuri dari sejarahwan Sumsel, kawasan Kerajaan Sriwijaya itu luas, bahkan bisa hingga seluruh Pulau Sumatera. Raja Sriwijaya juga suka ekspansi ke pulau lain untuk memperluas kawasan kekuasaannya, namun akhirnya kalah dari kekuatan Kerajaan Majapahit.

Walaupun hingga kini, belum diketahui pusatnya Kerajaan Sriwijaya, tapi banyak yang meyakini bahwa Kerajaan Sriwijaya itu pusatnya berada di Gunung Dempo..

Disini ane akan ceritakan tentang penampakan bangunan kerajaan yang mungkin aja itu benar adalah Kerajaan Sriwijaya. Ini cerita dari teman ane..

Temen ane, Andra bersama teman-temannya, menemani Budi, tamu dari pulau Sulawesi, mendaki Gunung Dempo. Perjalanan dari Palembang ke Pagaralam pun mereka nikmati dengan suka cita. Sesampai di Kampung IV dibawah kaki Gunung Dempo, mereka memulai perjalanan ke Pintu Rimba. Setelah sampai ke Pintu Rimba (disinilah awal mula pendakian), Budi melihat dua sosok orang yang berdiri diantara Pintu Rimba. Mereka berpakaian seperti prajurin kerajaan dengan kostum lengkap dan tombak dan perisai ditangannya.

KISAH MISTIS PENDAKIAN GUNUNG DI INDONESIA

Dua prajurit tersebut seakan menjaga wilayah pertama dari Kerajaan. Penampakan itu hanya Budi yang melihat, sedangkan teman-teman lainnya tidak melihat. Karena baru pertama kali, Budi beranggapan kalau mungkin itu memang warga sekitar yang bertugas dibawah kaki gunung dan tidak menceritakan ke teman-temannya.

Mereka pun akhirnya melanjutkan perjalanan hingga ke Puncak Gunung Dempo. Selama perjalanan ke puncak, tidak ada hal yang aneh-aneh yang dialami Budi. Dari puncak Gunung Dempo, mereka lalu melanjutkan turun ke pelataran.

Namun, alangkah terkejutnya Budi.
Ditengah perjalanan turun ke pelataran, dia melihat bangunan kerajaan yang sangat megah. Lagi-lagi, Budi masih belum sadar bahwa dia sendiri yang melihat penampakan tersebut. Dia masih mengira, mungkin bangunan kuno tersebut adalah peninggalan bangunan bersejarah di kawasan Gunung Dempo.

KISAH MISTIS PENDAKIAN GUNUNG DI INDONESIA

Setelah sampai ke pelataran..
Dia berjalan dan memasuki kawasan kerajaan tersebut. Budi melihat banyak sekali orang didalam kerajaan tersebut. Orang-orang yang ada didalam kerajaan tersebut menggunakan pakaian tempo dulu.

Mereka semua berlalu lalang didekat Budi dan teman-teman dengan santai, seperti melakukan aktifitas seperti biasa, tanpa merasa terusik dengan kehadiran Budi dkk. Bahkan, disana juga seperti ada pasar warga. Budi masih belum sadar kalau yang dilihatnya itu bukanlah sungguhan.
Setelah sampai ke puncak Merapi Dempo, mereka memutuskan segera turun gunung dan pulang ke Palembang.

Sewaktu di Palembang, Budi baru menanyakan perihal apa yang dilihatnya.

Budi : Ndra, di Gunung Dempo ramai juga ya warga yang disana

Andra : Kalau dikampung IV emang ramai, disana kan banyak warga transmigran dari Jawa yang bekerja sebagai pemetik daun teh.

Budi : Bukan di Kampung IV, tapi pelataran Gunung Dempo

Andra : Perasaan waktu kita muncak, Cuma ada beberapa pendaki aja yang mendaki. Gak ramai-ramai amat kok

Budi : Lah, saya lihat di pelataran, ada kerajaan besar dan orang-orangnya ramai. Baju yang mereka pakai juga kayak orang dulu. Di pintu rimba juga ada dua penjaga yang berdiri berjaga didepannya.

Andra : Salah lihat kali kamu. Disana gak ada aktifitas apa-apa, selain pendaki dan warga yang naik kesana. Mereka juga gak lama menginap diatas gunung.

Budi : Terus yang saya lihat kemarin apa coba???

Dan semua bingung dengan apa yang dilihat Budi..

*karena ane hanya mendengar ceritanya dari teman, jadi ane gak bisa menjamin kebenarannya. Yang bisa menjamin adalah orang yang ngelihatnya langsung dan TUHAN. hehehee...

PART III : Misteri ‘Buntut’, Manusia Abadi Gunung Dempo
PART 3 : Misteri ‘Buntut’, Manusia Abadi Gunung Dempo

Kalo agan/sista pernah main atau mendaki Gunung Dempo, Pagaralam. Pasti Legenda Buntut sudah menjadi cerita masyarakat yang sering didengar. Namun, kebanyakan dari cerita yang disampaikan dari mulut ke mulut, semuanya sama. Cerita ‘buntut’, manusia yang abadi di Gunung Dempo. Entah sampai kapan abadinya, hanya TUHAN yang tahu..

Yang belum pernah mendengar ceritanya, atau yang penasaran bagaimana kisahnya, ane akan ceritakan. Lagi-lagi.. ini cerita turun temurun yang disampaikan, bahkan ada yang pernah melihat dan berkomunikasi dengan Manusia Buntut.

Konon ceritanyaa...
Ada seorang pria yang tergila-gila dengan Judi Togel, kalau disini disebut Buntut, nomor Buntut. Jadi, pria tersebut nekat naik Gunung Dempo untuk mendapatkan nomor buntut. Mungkin dia mengira, kalau dapat dari penunggu gunung atau makhluk halus, nomor buntut yang dikasih itu akan menang.

Setelah dia sampai di Gunung Dempo, dia berdoa dan meminta ke penunggu Gunung Dempo. Dia meminta agar diberikan buntut agar dia menang Judi.

Ternyata...
Permintaannya terkabul dan dibelakang pantatnya langsung tumbuh buntut seperti monyet. Tubuhnya juga berbulu seperti monyet.

KISAH MISTIS PENDAKIAN GUNUNG DI INDONESIA

Karena kondisinya yang sudah berubah dan tak sesuai dengan apa yang diinginkannya, dia lalu berlari kedalam hutan gunung. Dia merasa malu karena kondisinya seperti itu. Dan hingga kini, manusia buntut masih berkeliaran dan tinggal didalam hutan dan hidupnya abadi. Ane gak tau kapan kejadian ini, namun dari dulu, cerita ini sudah melegenda.

Bentuknya masih seperti manusia pada umumnya, namun hanya bulu di tubuhnya dan buntutnya saja yang membuat dia berbeda. Kalau lapar, dia makan apa saja yang bisa dimakan. Biasanya manusia buntut akan muncul didekat tenda pendaki pada malam hari, hanya untuk mencari makanan yang dibuang pendaki.

Pernah ada pendaki yang melihat manusia buntut saat sedang mendaki Gunung Dempo. Karena penasaran, pendaki tersebut berusaha mendekati manusia buntut. Namun, melihat pendaki itu mendekatinya, manusia buntut langsung berlari menjauh dan bersembunyi dibalik pepohonan.

Jarak mereka pun cukup dekat. Dibalik pohon, Manusia Buntut bilang ke pendaki tersebut agar jangan mendekati dan mengganggunya. Dia pun tidak berniat mengganggu pendaki tersebut. Setelah itu, pendaki tersebut akhirnya memilih meninggalkan Manusia Buntut itu.

Konon katanya, keluarganya sering datang ke Gunung Dempo, hanya untuk menemui Manusia Buntut. Entah ketemu atau gak sih.. Tapi tradisi itu rutin dilakukan.

Biasanya, Manusia Buntut akan lewat di kawasan Shelter 2, tempat para pendaki sering nge-camp. Kalau nanti agan/sista mendaki dan buka tenda disana, jangan kaget kalau malam-malam, suara nesting atau tempat makanan yang kalian letakkan diluar tenda tiba-tiba berbunyi, seperti ada yang menggerakkannya. Bisa jadi itu Manusia Buntut yang sedang mengambil makanan kalian.

Ane pernah juga mengalaminya, di Shelter 2 Gunung Dempo. Tiba-tiba, nesting yang ada diluar tenda mendadak berbunyi. Seperti ada yang sedang mengambil makanan. Karena ane takut untuk melihatnya, ane hanya diam aja dan saling bertatapan sama teman ane lainnya. Mungkin juga itu hewan yang lewat aja dan tertarik dengan makanan kami. Yaa.. siapa tahu!

Tapi tenang aja, Manusia Buntut tidak jahat kok. Sejauh ini, ane gak pernah mendengar pendaki diserang Manusia Buntut. Malah, dia selalu takut kalau ada yang melihatnya. Tapi yang harus diwaspadai adalah binatang liar disana. Teman ane pernah dihadang oleh Beruang saat turun dari puncak.
Gunung Kerinci

Part 1 – Diikuti Kuntilanak

Setiap ane ngajak Heri, teman ane di Palembang, untuk mendaki Gunung Kerinci, dia selalu menolak. Dia yang udah dua kali mendaki Gunung Kerinci, diperbatasan Sumbar-Jambi, selalu gagal mendaki. Bukan karena fisiknya gak kuat sampai ke puncak, tapi selalu ada gangguan aneh yang dia alami selama pendakian.

Ane penasaran, kenapa dia ngotot gak mau diajak ke Gunung Kerinci. Padahal, ke beberapa gunung, dia malah bersemangat. Lalu, dia menceritakan tentang kisah mistis yang dialaminya waktu pendakian Gunung Kerinci

KISAH MISTIS PENDAKIAN GUNUNG DI INDONESIA.

Saat dia mendaki Gunung Kerinci, selama memulai perjalanan, dia dan teman-temannya emang gak merasa ada hal-hal yang aneh. Sampai akhirnya mereka nge-camp di pos pertama. Seperti aktifitas biasa, mereka mendirikan tenda, masak, makan dan tidur. Keesokan harinya, mereka kembali melanjutkan perjalanan.

Ditengah perjalanan, mereka merasa kelelahan dan beristirahat dipinggir jalur pendakian. Awalnya, mereka berencana untuk memasak nasi dan mie karena sudah merasa kelaparan dan kehausan.

Tiba-tiba..
Hujan mengguyur mereka dengan derasnya. Mereka pun kaget, karena tiba-tiba hujan datang dan membuat mereka basah kuyub. Mereka lalu membereskan nesting dan kompor yang mereka keluarkan dan melanjutkan perjalanan.

Anehnya...
Saat mereka mulai berjalan, hujan mendadak berhenti. Mereka pun tidak merasa ada yang aneh, lalu mereka melanjutkan perjalanan lagi. Mereka pun nge-camp di pos selanjutnya, karena hari sudah sore. Tiba-tiba, hujan kembali mengguyur tenda mereka. Aktifitas masak memasak terpaksa dilakukan didalam tenda.

Keesokan harinya, mereka melanjutkan perjalanan. Seperti kejadian sebelumnya,ditengah perjalanan mereka beristirahat untuk sekedar membuat minuman hangat. Lagi-lagi hujan kembali mengguyur mereka. Padahal selama perjalanan, cuaca nampak bersahabat, tidak terlihat mendung atau gelap. Saat itu mereka berteduh dibawah pohon.

Heri lalu melihat keatas pohon, tempat mereka berteduh. Namun, alangkah kagetnya dia. Ternyata diatas dia ada penampakan menyeramkan. Heri melihat ada wanita berjubah putih seperti kuntilanak yang berada tepat diatas mereka.


KISAH MISTIS PENDAKIAN GUNUNG DI INDONESIA
Tanpa pikir panjang, mereka pun lalu bergegas turun gunung dan tidak melanjutkan pendakian lagi.

Ternyataa...
Katanya di Gunung Kerinci, dilarang untuk makan langsung dari nesting masakan. Jadi, makanan harus dipisah dulu ke nesting lainnya, yang tidak digunakan untuk masak. Mereka awalnya tahu pantangan ini, tapi mereka tidak menggubrisnya karena hanya menganggap itu sebagai bualan belaka. (Gak tau juga yaa, kalo ada yang makan langsung dan tidak terjadi apa-apa).

PART 2 : JAKET PENDAKI YANG HILANG
Kopi kopi.. mana kopi.....
Monggo di lanjut gan.. sambil nunggu maghrib
PART 2 – JAKET PENDAKI YANG HILANG

Masih dengan cerita di Gunung Kerinci.
Kali ini, ane akan ceritain tentang perjalanan satu tim pendaki yang gak terlalu mengerikan, tapi dikasih petanda aja saat diperjalanan.

Jadi, satu tim pendaki ditemani pendaki senior ke Gunung Kerinci, Ali. Selama perjalanan, mereka tidak menemukan rintangan yang berarti, selain kecapekan dan kedinginan. Hal yang lumrah dialami para pendaki.

KISAH MISTIS PENDAKIAN GUNUNG DI INDONESIA

Ditengah perjalanan, salah satu pendaki, sebut saja Rian, menemukan jaket outdoor berwarna merah, ditengah jalur. Kondisi jaket tersebut masih baru dan bagus. Tidak terlihat rusak dan kotor.

Rian : Wah.. ada jaket nih. Masih bagus.. Bawa ah.. Paling ini jaket pendaki lain yang tertinggal.

Ali langsung melihat ke belakang, kearah Rian. Dia juga melihat jaket yang akan diambil oleh Rian. Lalu, Ali melarang Rian untuk mengambil jaket tersebut dan menyuruhnya bergegas untuk melanjutkan perjalanan.

Pendakian pun berhasil dilaksanakan hingga kepuncak. Lalu, mereka bergegas turun gunung dan beristirahat di salah satu rumah warga, di bawah kaki gunung Kerinci. Lalu, Ali menceritakan alasannya melarang Rian mengambil jaket tersebut.

Ali : Kamu tahu gak, kenapa saya larang kamu ambil jaket itu?

Rian : Kenapa bang?

Ali : Itu jaket milik pendaki wanita yang hilang beberapa tahun lalu di Gunung Kerinci. Saat itu, saya ikut menjadi tim SAR untuk mencari keberadaan wanita tersebut. Dari fotonya, pendaki wanita menggunakan jaket yang mirip seperti yang kamu temukan.

Ali : Makanya saya larang kamu ambil jaket itu. Logikanya, gak mungkin kondisi jaket itu masih bagus dan terlihat baru. Pendaki wanita itu aja hilang entah kemana. Pastinya jaketnya rusak atau entahlah.

Ternyata sebelum Rian menemukan jaket itu, Ali melihat ada sepatu pendaki yang mirip seperti sepatunya pendaki wanita yang hilang tersebut. Dia pun hanya diam dan melanjutkan perjalanan.

Mungkin kemiripan jaket tersebut hanya kebetulan saja. Tapi, karena Ali ingin menghindari resiko terjadinya hal-hal mistis, menjadi alasan dia melarang keras Rian mengambil jaket itu.

Ke Cerita Lain yaa... emoticon-Traveller
Quote:Original Posted By nefri.ryu
PART 2 : Melihat Kerajaan di Gunung Dempo

Sumatera Selatan memang terkenal sebagai tempat kekuasaan Kerajaan Sriwijaya. Dari sejarah yang ane baca dan ane telusuri dari sejarahwan Sumsel, kawasan Kerajaan Sriwijaya itu luas, bahkan bisa hingga seluruh Pulau Sumatera. Raja Sriwijaya juga suka ekspansi ke pulau lain untuk memperluas kawasan kekuasaannya, namun akhirnya kalah dari kekuatan Kerajaan Majapahit.

Walaupun hingga kini, belum diketahui pusatnya Kerajaan Sriwijaya, tapi banyak yang meyakini bahwa Kerajaan Sriwijaya itu pusatnya berada di Gunung Dempo..

Disini ane akan ceritakan tentang penampakan bangunan kerajaan yang mungkin aja itu benar adalah Kerajaan Sriwijaya. Ini cerita dari teman ane..

Temen ane, Andra bersama teman-temannya, menemani Budi, tamu dari pulau Sulawesi, mendaki Gunung Dempo. Perjalanan dari Palembang ke Pagaralam pun mereka nikmati dengan suka cita. Sesampai di Kampung IV dibawah kaki Gunung Dempo, mereka memulai perjalanan ke Pintu Rimba. Setelah sampai ke Pintu Rimba (disinilah awal mula pendakian), Budi melihat dua sosok orang yang berdiri diantara Pintu Rimba. Mereka berpakaian seperti prajurin kerajaan dengan kostum lengkap dan tombak dan perisai ditangannya.

KISAH MISTIS PENDAKIAN GUNUNG DI INDONESIA

Dua prajurit tersebut seakan menjaga wilayah pertama dari Kerajaan. Penampakan itu hanya Budi yang melihat, sedangkan teman-teman lainnya tidak melihat. Karena baru pertama kali, Budi beranggapan kalau mungkin itu memang warga sekitar yang bertugas dibawah kaki gunung dan tidak menceritakan ke teman-temannya.

Mereka pun akhirnya melanjutkan perjalanan hingga ke Puncak Gunung Dempo. Selama perjalanan ke puncak, tidak ada hal yang aneh-aneh yang dialami Budi. Dari puncak Gunung Dempo, mereka lalu melanjutkan turun ke pelataran.

Namun, alangkah terkejutnya Budi.
Ditengah perjalanan turun ke pelataran, dia melihat bangunan kerajaan yang sangat megah. Lagi-lagi, Budi masih belum sadar bahwa dia sendiri yang melihat penampakan tersebut. Dia masih mengira, mungkin bangunan kuno tersebut adalah peninggalan bangunan bersejarah di kawasan Gunung Dempo.

KISAH MISTIS PENDAKIAN GUNUNG DI INDONESIA

Setelah sampai ke pelataran..
Dia berjalan dan memasuki kawasan kerajaan tersebut. Budi melihat banyak sekali orang didalam kerajaan tersebut. Orang-orang yang ada didalam kerajaan tersebut menggunakan pakaian tempo dulu.

Mereka semua berlalu lalang didekat Budi dan teman-teman dengan santai, seperti melakukan aktifitas seperti biasa, tanpa merasa terusik dengan kehadiran Budi dkk. Bahkan, disana juga seperti ada pasar warga. Budi masih belum sadar kalau yang dilihatnya itu bukanlah sungguhan.
Setelah sampai ke puncak Merapi Dempo, mereka memutuskan segera turun gunung dan pulang ke Palembang.

Sewaktu di Palembang, Budi baru menanyakan perihal apa yang dilihatnya.

Budi : Ndra, di Gunung Dempo ramai juga ya warga yang disana

Andra : Kalau dikampung IV emang ramai, disana kan banyak warga transmigran dari Jawa yang bekerja sebagai pemetik daun teh.

Budi : Bukan di Kampung IV, tapi pelataran Gunung Dempo

Andra : Perasaan waktu kita muncak, Cuma ada beberapa pendaki aja yang mendaki. Gak ramai-ramai amat kok

Budi : Lah, saya lihat di pelataran, ada kerajaan besar dan orang-orangnya ramai. Baju yang mereka pakai juga kayak orang dulu. Di pintu rimba juga ada dua penjaga yang berdiri berjaga didepannya.

Andra : Salah lihat kali kamu. Disana gak ada aktifitas apa-apa, selain pendaki dan warga yang naik kesana. Mereka juga gak lama menginap diatas gunung.

Budi : Terus yang saya lihat kemarin apa coba???

Dan semua bingung dengan apa yang dilihat Budi..

*karena ane hanya mendengar ceritanya dari teman, jadi ane gak bisa menjamin kebenarannya. Yang bisa menjamin adalah orang yang ngelihatnya langsung dan TUHAN. hehehee...

PART III : Misteri ‘Buntut’, Manusia Abadi Gunung Dempo




ndra aku padamu emoticon-Shakehand2
GUNUNG DEMPO

PART 4 – JANGAN SOMBONG DI GUNUNG !

Dari judulnya aja, kita udah tahu kalau sifat sombong itu harus dihilangkan, termasuk di Gunung. Ini terjadi sama salah satu fotografer di Palembang yang menyombongkan diri saat mendaki Gunung Dempo.

Peristiwa ini terjadi beberapa tahun lalu. Awalnya ane mau ikut naik gunung bareng teman-teman lain. Namun, karena ada pekerjaan yang gak bisa ditinggalkan, jadi ane batal mendaki bareng temen. Lalu mereka berangkat sekitar berdelapan orang. Kebanyakan dari mereka emang suka mendaki gunung.

Awalnya, yang mereka takutkan adalah dua cewek yang ikut inilah yang tepar dijalan. Karena mereka sama sekali belum pernah mendaki gunung, apalagi gunung terjal seperti Dempo. Tapi kenyataannya berbeda.

Satu dari dua orang tersebut bahkan gagah banget mendaki gunung, sedangkan satu cewek lagi emang rada tepar tapi gak membuat pendakian jadi molor panjang. Yang membuat mereka gagal muncak adalah kesombongan Riko, fotografer yang ane sebutkan diatas.

Mereka memulai pendakian dari Jalur Rimau. Kalau dari jalur ini, lebih cepat dibandingkan jalur konvensional. Mereka berangkat sekitar pukul 10 malam, agar tidak terlalu capek dan bisa sampai di puncak pagi harinya.

KISAH MISTIS PENDAKIAN GUNUNG DI INDONESIA

Baru menapaki pendakian di kaki gunung, Riko langsung berkoar meninggi.

Riko : Tenang aja naik gunung dempo, saya udah sering naik gunung ini, saya kan orang sini.

Candra : Husstt.. jangan sombong. Kita jalan ajalah, fokus pendakian..

Shelter 2 pun sudah sampai, namun Riko sudah ngos-ngosan. Melihat kondisi Riko yang terlihat mulai nge-drop, akhirnya Candra pun menemaninya di urutan belakang saat pendakian dimulai. Mereka berjalan sangat pelan, bahkan tertinggal dari teman-teman lainnya yang sudah duluan didepan.

Kaki Riko yang terasa lunglai dan tak bertenaga akhirnya tidak mampu untuk melangkahkan kakinya. Padahal jarak tempuh ke puncak masih sangat jauh dan malam semakin larut. Tubuh Riko langsung jatuh ke tanah, tapi dia tetap sadar. Dia hanya merasa sangat lelah dan kecapekan.

KISAH MISTIS PENDAKIAN GUNUNG DI INDONESIA

Akhirnya, teman-teman yang sudah berada di depan, kembali lagi ke belakang dan melihat kondisi Riko.

Candra : teman-teman, kita tunggu sampai kondisi Riko agak mendingan ya, baru kita lanjut jalan lagi. Jangan ada yang terpencar, ini sudah pukul 2 pagi.

Riko : Iya teman-teman, kaki saya lemas dan gak bisa dibawa jalan. Tunggu bentar ya, saya istirahat sebentar.

Namun, satu jam, dua jam, tiga jam, kondisi Riko belum menunjukkan kemajuan. Wajahnya terlihat pucat dan keringat bercucuran.

Banyak pendaki yang lalu lalang dan menanyakan kondisi Riko. Teman-temannya sebenarnya ingin membuka tenda agar Riko bisa istirahat dan tidur. Namun, ditempat Riko jatuh lunglai, tidak ada tempat yang luas untuk membuka tenda. Teman-temannya juga sudah capek dan tidak kuat untuk memanggul tubuh Riko. Untuk berdiri saja, Riko tidak mampu, apalagi untuk berjalan.

Malam pun terus menyelimuti Gunung Dempo dan Riko kian menunjukkan gelagat yang aneh. Dia selalu mengucap kata yang aneh-aneh. Teman-temannya pun cemas, kenapa Riko bicara sendiri, seakan ada yang mau mengganggunya.

Riko : Jangan dekati aku.. Pergi kamu..

Candra : Riko, kenapa, ada apa? Apa maksud kamu jangan dekati, jangan dekati itu.

Riko : Aku melihat hal yang aneh kak..

Candra : Hal aneh gimana, apa?

Riko : Leak!

KISAH MISTIS PENDAKIAN GUNUNG DI INDONESIA


Candra langsung terdiam seketika. Namun, dia tidak ingin memperlihatkan ketakutannya didepan Riko dan teman-temannya.

Candra : Ah, kamu jangan asal ngomong. Ini di hutan, ayoo sadar..

Riko : Aku gak asal ngomong kak, aku sadar. Itu Leaknya kelihatan jelas.

Candra : Dimana?

Riko : Didepan aku, disamping kakak

Candra pun langsung kaget dan berusaha menjauh dari Riko. Dia syok karena ternyata yang dilihat Riko berada didekatnya.

Waktu menunjukkan pukul 05.00 WIB. Dan gelap malam sedikit demi sedikit sirna oleh sinar mentari. Seketika, kondisi Riko langsung pulih dan bisa berdiri sendiri. Karena tidak ingin terjadi hal-hal aneh lagi, akhirnya mereka memutuskan untuk turun.

Saat turun, mereka bertemu dengan Pak Iman, salah satu warga disana. Sebelum mendaki gunung, mereka juga bertemu dengan Pak Iman. Orangnya ramah dan menyenangkan. Lalu, mereka bercerita tentang kejadian aneh yang dialami oleh Riko. Pak Iman hanya tersenyum saja menanggapinya.

Bukannya menanyakan kondisi Riko. Pak Iman lebih tertarik menanyakan gimana perjalanan Widi, pacar Candra, yang dari awal pendakian hingga turun, masih terlihat gagah dan kuat.

Pak Iman : Widi, gimana selama perjalanan, capek gak?

Widi : Alhamdulillah masih segar dan kuat pak.

Candra : Wah, Widi mah hebat. Kita-kita sudah kecapekan, dianya masih aja terus jalan, barisan depan lagi. Padahal dia baru kali ini loh pak, mendaki gunung Dempo.

Pak Iman : Iya, saya tahu. Dari awal pendakian, sebenarnya Widi ditemani Si Nyai. Makanya dia kuat dan gagah

KISAH MISTIS PENDAKIAN GUNUNG DI INDONESIA

Widi : Nyai? Nyai gimana maksudnya pak

Pak Iman : Ya udahlah, yang penting kalian bisa turun dengan selamat, walau gak sampai puncak.

Pertanyaan pun menggelayuti mereka tentang cerita Nyai tersebut. Mereka akhirnya pulang ke Palembang. Riko dan teman-temannya terus-terusan mengeluhkan rasa capek yang dirasakan, namun berbeda dengan Widi. Dia tidak merasakan capek sedikit pun.

Sesampai di Palembang, Widi langsung tepar dan lemas. Dia baru merasakan seluruh badannya kesakitan dan pegal.
gunung di indonesia masing masing menyimpan kisah mistisnya...
ditunggu update nya gan.
GUNUNG KERINCI

PART 3 : HADIAH MISTERIUS

Cerita ini dialami langsung oleh teman akrab ane, Jaya. Dia emang gak mendaki Gunung Kerinci, tapi dia jalan-jalan Cuma sampai kaki Gunung Kerinci.

Saat itu, dia berkunjung ke Jambi karena ada kerjaan. Lalu, dia diajak temannya di Jambi untuk sekedar berjalan-jalan di kaki Gunung Kerinci. Karena dia gak hobi mendaki gunung, akhirnya dia hanya menikmati sejuknya udara dikawasan gunung saja. Saat dia berjalan sendirian mendekati kaki Gunung Kerinci, dia bertemu dengan seorang anak kecil yang berlari kearahnya.

KISAH MISTIS PENDAKIAN GUNUNG DI INDONESIA

Busana anak kecil itu berbeda dari orang-orang pada umumnya. Dia hanya pakai kain yang menutupi tubuh bagian bawahnya. Karena anak kecil itu tidak menggunakan baju, Jaya akhirnya memberikan baju yang ada ditasnya agar bisa digunakan oleh anak kecil itu.

Lalu, anak kecil itu berlari meninggalkan Jaya dengan membawa baju yang didapatnya. Tampak terlihat jelas wajah sang anak yang kegirangan setelah dihadiahkan baju bergambar band grunge.

Tak lama setelah anak kecil itu berlalu dari hadapannya, Jaya langsung menoleh ke belakang, karena ada suara gaduh yang terdengar jelas. Dia melihat ada beberapa pria dewasa, yang pakaiannya juga sama dengan anak kecil itu, berusaha mendekatinya. Karena ketakutan, Jaya pun kabur kearah perkampungan warga. Dia mengira, pria-pria berwajah sangar itu akan menyerangnya.

Saat jarak antara Jaya dan pria-pria itu semakin dekat, Jaya pun memilih berhenti berlari dan bersiap untuk berkelahi dengan para pria asing tersebut. Namun, ternyata pria-pria tersebut bukan ingin menyerangnya. Namun memberikan sesuatu ke Jaya. Tanpa berbicara sepatah kata pun, salah satu pria tersebut memberikan gelang berbahan kulit ke Jaya.

Karena melihat kesamaan karakter dan busana yang digunakan oleh anak kecil tadi dan pria ini, Jaya langsung mengerti kalau pria-pria ini kemungkinan adalah keluarga anak kecil tersebut. Hadiah sederhana ini mungkin sebagai bentuk rasa terima kasih mereka karena Jaya telah menghadiahkan kaos ke anaknya.

Lalu, Jaya pun berjalan kearah kampung warga dan menemui temannya. Hadiah gelang itu pun langsung dipakainya hingga ia pulang kerumah.

Karena merasa nyaman menggunakan gelang tersebut, Jaya tidak pernah melepasnya. Bahkan saat mandi, dia masih menggunakan gelang tersebut. Tapi, lama kelamaan, rasa gatal mulai terasa di tangannya, tepat pergelangan tangan yang menggunakan gelang tersebut. Dia lalu melepas gelang tangannya. Setelah dilepas, dia mencium aroma sangat busuk yang berasal dari gelang tersebut. Akhirnya, dia meletakkan gelang itu diatas lemarinya.


Beberapa hari kemudian, ayah Jaya mengajak ngobrol Jaya dan menanyakan tentang perjalanannya selama berada di Jambi.

Ayah : Gimana kemarin di Jambi, kerjaannya beres?

Jaya : Beres yah. Cuma, waktu aku ke kaki Gunung Kerinci, ada orang, kayaknya suku anak dalam disana deh. Dia memberikan saya gelang berbahan kulit dan sedikit berbulu.

Ayah : Oh itu, iya.. ayah melihatnya kemarin waktu kamu pakai. Lalu, kenapa gak kamu pakai lagi?

Jaya : Gak ah, gatel pergelangan tanganku pakainya, lagian baunya busuk banget. Jadi aku lepas aja.

Ayah Jaya hanya tersenyum saja mendengarnya.

Jaya sama sekali tidak pernah lagi menyentuk gelang tersebut. Dia membiarkan gelang itu tergeletak diatas lemari bajunya. Setahun

Setahun kemudian..
Saat Jaya sedang tidur, tiba-tiba dia terjaga dengan kondisi mata yang masih setengah sayu dan tubuh yang masih lemas diatas kasurnya. Dia melihat ada bayangan hitam yang berada dikamarnya dan mendekat kearah lemari bajunya. Jaya mengira dia hanya bermimpi saja dan kembali melanjutkan tidurnya.

KISAH MISTIS PENDAKIAN GUNUNG DI INDONESIA

Beberapa hari kemudian, entah mengapa Jaya kepikiran sama gelangnya tersebut. Dia lalu mengambil gelangnya, namun saat dicari, gelangnya menghilang. Padahal, gelang tersebut diletakkannya ditengah atas lemarinya. Teman-temannya juga tidak tahu keberadaan gelang itu, terlebih lemarinya juga tinggi. Jaya pun enggan untuk menguras tenaga mencari keberadaan gelang itu. Dia akhirnya kembali melanjutkan aktifitasnya.

Seminggu kemudian, ayah Jaya kedatangan tamu, teman ayahnya yang sudah lama tidak bertemu. Mereka lalu mengobrol panjang lebar, sampai akhirnya Jaya pun dipanggil untuk menemui teman ayahnya tersebut.

Ayah : Darman, kamu masih pakai gelang itu?

Darman : Masih mas. Neh masih kupakai (Darman menunjukkan sembari mengangkat lengan bajunya hingga keatas).

Tampak bentuk gelang yang sama seperti gelang yang didapat Jaya. Tapi diameternya lebih lebar, mengikuti besar otot lengan teman ayahnya.

Disekitaran otot lengan kanan teman ayahnya, terlihat juga luka borok yang parah dan berwarna gelap. Jumlahnya pun banyak dan sangat jorok.

Ayah : Jaya, apa gelang yang dipake Om Darman itu sama dengan gelang yang kamu dapat waktu di Jambi?

Jaya : Sama persis, tapi bulu di gelang aku tidak sebanyak gelang om Darman

Ayah : Itu adalah Rantai Babi. Gunanya untuk membuat si pemakai itu kebal.

KISAH MISTIS PENDAKIAN GUNUNG DI INDONESIA

Darman : Oh, kamu dapat juga ya? Dimana sekarang gelangnya?

Jaya : Hilang om, gak tahu kemana

Darman : Wah, sayang banget tuh. Kalau dijual, bisa sampai Rp 2 Miliar. Tapi kalau dapat langsung dari orang disana, lebih bagus lagi, lebih berkhasiat.

Ayah : Makanya ayah kemarin tidak memberitahu kamu gelang apa itu. Takutnya kamu akan gunakan gelang itu untuk hal-hal yang tidak benar.

Jaya : Gila aja yah, gak mau ah aku pakai itu. Kalau dari dulu aku tahu itu Rantai Babi, aku sudah buang sejak lama. Untung saja sekarang sudah hilang
Quote:Original Posted By nefri.ryu
GUNUNG KERINCI

PART 3 : HADIAH MISTERIUS

Cerita ini dialami langsung oleh teman akrab ane, Jaya. Dia emang gak mendaki Gunung Kerinci, tapi dia jalan-jalan Cuma sampai kaki Gunung Kerinci.

Saat itu, dia berkunjung ke Jambi karena ada kerjaan. Lalu, dia diajak temannya di Jambi untuk sekedar berjalan-jalan di kaki Gunung Kerinci. Karena dia gak hobi mendaki gunung, akhirnya dia hanya menikmati sejuknya udara dikawasan gunung saja. Saat dia berjalan sendirian mendekati kaki Gunung Kerinci, dia bertemu dengan seorang anak kecil yang berlari kearahnya.

KISAH MISTIS PENDAKIAN GUNUNG DI INDONESIA

Busana anak kecil itu berbeda dari orang-orang pada umumnya. Dia hanya pakai kain yang menutupi tubuh bagian bawahnya. Karena anak kecil itu tidak menggunakan baju, Jaya akhirnya memberikan baju yang ada ditasnya agar bisa digunakan oleh anak kecil itu.

Lalu, anak kecil itu berlari meninggalkan Jaya dengan membawa baju yang didapatnya. Tampak terlihat jelas wajah sang anak yang kegirangan setelah dihadiahkan baju bergambar band grunge.

Tak lama setelah anak kecil itu berlalu dari hadapannya, Jaya langsung menoleh ke belakang, karena ada suara gaduh yang terdengar jelas. Dia melihat ada beberapa pria dewasa, yang pakaiannya juga sama dengan anak kecil itu, berusaha mendekatinya. Karena ketakutan, Jaya pun kabur kearah perkampungan warga. Dia mengira, pria-pria berwajah sangar itu akan menyerangnya.

Saat jarak antara Jaya dan pria-pria itu semakin dekat, Jaya pun memilih berhenti berlari dan bersiap untuk berkelahi dengan para pria asing tersebut. Namun, ternyata pria-pria tersebut bukan ingin menyerangnya. Namun memberikan sesuatu ke Jaya. Tanpa berbicara sepatah kata pun, salah satu pria tersebut memberikan gelang berbahan kulit ke Jaya.

Karena melihat kesamaan karakter dan busana yang digunakan oleh anak kecil tadi dan pria ini, Jaya langsung mengerti kalau pria-pria ini kemungkinan adalah keluarga anak kecil tersebut. Hadiah sederhana ini mungkin sebagai bentuk rasa terima kasih mereka karena Jaya telah menghadiahkan kaos ke anaknya.

Lalu, Jaya pun berjalan kearah kampung warga dan menemui temannya. Hadiah gelang itu pun langsung dipakainya hingga ia pulang kerumah.

Karena merasa nyaman menggunakan gelang tersebut, Jaya tidak pernah melepasnya. Bahkan saat mandi, dia masih menggunakan gelang tersebut. Tapi, lama kelamaan, rasa gatal mulai terasa di tangannya, tepat pergelangan tangan yang menggunakan gelang tersebut. Dia lalu melepas gelang tangannya. Setelah dilepas, dia mencium aroma sangat busuk yang berasal dari gelang tersebut. Akhirnya, dia meletakkan gelang itu diatas lemarinya.


Beberapa hari kemudian, ayah Jaya mengajak ngobrol Jaya dan menanyakan tentang perjalanannya selama berada di Jambi.

Ayah : Gimana kemarin di Jambi, kerjaannya beres?

Jaya : Beres yah. Cuma, waktu aku ke kaki Gunung Kerinci, ada orang, kayaknya suku anak dalam disana deh. Dia memberikan saya gelang berbahan kulit dan sedikit berbulu.

Ayah : Oh itu, iya.. ayah melihatnya kemarin waktu kamu pakai. Lalu, kenapa gak kamu pakai lagi?

Jaya : Gak ah, gatel pergelangan tanganku pakainya, lagian baunya busuk banget. Jadi aku lepas aja.

Ayah Jaya hanya tersenyum saja mendengarnya.

Jaya sama sekali tidak pernah lagi menyentuk gelang tersebut. Dia membiarkan gelang itu tergeletak diatas lemari bajunya. Setahun

Setahun kemudian..
Saat Jaya sedang tidur, tiba-tiba dia terjaga dengan kondisi mata yang masih setengah sayu dan tubuh yang masih lemas diatas kasurnya. Dia melihat ada bayangan hitam yang berada dikamarnya dan mendekat kearah lemari bajunya. Jaya mengira dia hanya bermimpi saja dan kembali melanjutkan tidurnya.

KISAH MISTIS PENDAKIAN GUNUNG DI INDONESIA

Beberapa hari kemudian, entah mengapa Jaya kepikiran sama gelangnya tersebut. Dia lalu mengambil gelangnya, namun saat dicari, gelangnya menghilang. Padahal, gelang tersebut diletakkannya ditengah atas lemarinya. Teman-temannya juga tidak tahu keberadaan gelang itu, terlebih lemarinya juga tinggi. Jaya pun enggan untuk menguras tenaga mencari keberadaan gelang itu. Dia akhirnya kembali melanjutkan aktifitasnya.

Seminggu kemudian, ayah Jaya kedatangan tamu, teman ayahnya yang sudah lama tidak bertemu. Mereka lalu mengobrol panjang lebar, sampai akhirnya Jaya pun dipanggil untuk menemui teman ayahnya tersebut.

Ayah : Darman, kamu masih pakai gelang itu?

Darman : Masih mas. Neh masih kupakai (Darman menunjukkan sembari mengangkat lengan bajunya hingga keatas).

Tampak bentuk gelang yang sama seperti gelang yang didapat Jaya. Tapi diameternya lebih lebar, mengikuti besar otot lengan teman ayahnya.

Disekitaran otot lengan kanan teman ayahnya, terlihat juga luka borok yang parah dan berwarna gelap. Jumlahnya pun banyak dan sangat jorok.

Ayah : Jaya, apa gelang yang dipake Om Darman itu sama dengan gelang yang kamu dapat waktu di Jambi?

Jaya : Sama persis, tapi bulu di gelang aku tidak sebanyak gelang om Darman

Ayah : Itu adalah Rantai Babi. Gunanya untuk membuat si pemakai itu kebal.

KISAH MISTIS PENDAKIAN GUNUNG DI INDONESIA

Darman : Oh, kamu dapat juga ya? Dimana sekarang gelangnya?

Jaya : Hilang om, gak tahu kemana

Darman : Wah, sayang banget tuh. Kalau dijual, bisa sampai Rp 2 Miliar. Tapi kalau dapat langsung dari orang disana, lebih bagus lagi, lebih berkhasiat.

Ayah : Makanya ayah kemarin tidak memberitahu kamu gelang apa itu. Takutnya kamu akan gunakan gelang itu untuk hal-hal yang tidak benar.

Jaya : Gila aja yah, gak mau ah aku pakai itu. Kalau dari dulu aku tahu itu Rantai Babi, aku sudah buang sejak lama. Untung saja sekarang sudah hilang


untuk rantai babi gw pernah dikasih tau ama orang yg pernah megang rb, sebenarnya ada penangkal alami supaya pemegang rb tidak gatal2.
tapi ya gitu benda2 kyk gini ngeri euy, pasti ada harga yg harus dibayar.tapi ndak tau jg ya klo "misal" rb bisa bikin seret rejeki lalu dia jg pengamal yg bisa rejekinya lancar. wallahualam klo yg bentrok begitu

lanjut gan lumayan cerita petualangan hidupnya



GUNUNG ARGOPURO

PART 4 - AKIBAT JAHIL DI GUNUNG

Dimana-mana, orang jahil itu pasti akan ada balasannya, terutama di gunung. Pak Alim pun menceritakan beberapa pendaki yang bertingkah jahil saat mendaki Gunung Argopuro. Ane bertemu dengan beliau setelah turun dari Jalur Bremi dan mampir ke Pos Pendakian Situbondo.

Pendakian Gunung Argopuro memang memakan waktu yang cukup panjang. Karena jalurnya yang panjang juga. Ada dua puncak disana, yaitu Puncak Dewi Rengganis dan Puncak Argopuro. Tapi, kata sodara ane, sebenarnya ada tiga puncak. Tapi ane Cuma bisa ke dua puncak itu aja, gak terlalu ngoyo mau sampai ke tiga puncak sekaligus.

Jadi, ada cerita salah satu pendaki yang jahil dan membawa barang dari gunung yang seharusnya tidak boleh dibawa pulang.

Sebut saja namanya Aji. Dia mendaki bersama teman-temannya yang lain. Selama pendakian, tidak ada kejadian aneh atau rintangan saat pendakian. Semuanya berjalan mulus. Aji dan teman-temannya bisa mencapai dua puncak gunung tersebut. Lalu mereka turun gunung dan pulang kerumah masing-masing.

Setelah Aji pulang kerumah, dia langsung sakit-sakitan. Demam tinggi yang tak kunjung berkesudahan. Meskipun dibawa ke dokter, namun sakitnya Aji tetap saja berkelanjutan. Orang tuanya sampai putus asa dengan kondisi Aji yang tiba-tiba sakit setelah turun gunung. Biasanya, Aji masih segar bugar setelah turun gunung. Namun, berbeda dengan kondisinya sekarang.

Lalu..
Ayahnya menanyakan perihal perjalanannya di Gunung Argopuro. Dari cerita Aji, dia tidak menceritakan hal aneh yang terjadi selama pendakiannya. Tapi ayahnya masih ngotot kalau pasti ada apa-apa sampai Aji jatuh sakit seperti ini. Bahkan dokter tidak bisa mendeteksi apa sakit Aji.

Akhirnya Aji pun jujur dan menceritakan semuanya.
Saat dipuncak Dewi Rengganis, dia mengambil batu yang ada di puncak tersebut. Rencananya, batu tersebut akan dibuatnya batu cincin. Karena saat itu,sedang musim batu akik dan Aji pun tertarik membuat batu cincin yang berbeda dari batu cincin yang sedang tren.

KISAH MISTIS PENDAKIAN GUNUNG DI INDONESIA

Sontak, ayahnya pun langsung naik pitam dan memarahi Aji. Tindakan konyol Aji inilah yang dipercaya membuat kondisi Aji memburuk.

Tak lama kemudian, ayah Aji ke Kabupaten Situbondo dengan membawa batu tersebut. Dia lalu menemui Pak Alim dan menceritakan semuanya.

Ayah Aji : Anak saya seminggu lalu turun gunung dan membawa batu yang diambilnya dari puncak Dewi Rengganis. Lalu dia sakit-sakitan, makanya saya bawa batu ini kemari, agar anak saya bisa sembuh

Pak Alim : Iya pak, tidak boleh membawa apapun yang berasal dari gunung.

Ayah Aji : Jadi saya harus gimana sekarang, pak?

Pak Alim : Batu ini harus dikembalikan ke asalnya pak. Kalau anak bapak tidak sanggup, bapak yang harus membawanya kembali ke tempatnya. Bapak harus mendaki gunung dan mengembalikan batu itu ke tempatnya.

KISAH MISTIS PENDAKIAN GUNUNG DI INDONESIA

Setelah itu, ayah Aji ditemani Pak Alim langsung mendaki Gunung Argopuro melalui Jalur Bremi. Sesampainya dipuncak Rengganis, ayah Aji langsung meletakkan batu itu dan langsung turun pulang.

Ayah Aji lalu pulang kerumahnya untuk melihat keadaan anaknya. Tak disangka, kondisi Aji mendadak membaik dan sembuh dari penyakitnya.

Lalu, cerita lainnya juga datang dari tim pendaki lainnya. Entah karena apa, setelah turun gunung, dua orang pendaki dari satu tim tersebut mengalami kesakitan yang luar biasa. Pak Alim pun bingung kenapa sepasang kekasih ini kondisinya berbeda dan aneh.

Pak Alim lalu menyuruh mereka berendam di Waduk di kaki gunung Jalur Bremi Situbondo selama beberapa jam. Dia takutnya, sepasang kekasih ini telah melakukan hal tak senonoh saat pendakian dan terkena imbasnya setelah turun gunung. Setelah mereka direndam beberapa lama, akhirnya kondisi mereka berangsur pulih dan bugar.
×