TS
metrotvnews.com
TNI AD Bentuk Tim Investigasi Usut Penyebab Jatuhnya Helikopter

Metrotvnews.com, Jakarta: Tim investigasi akan segera dibentuk guna mengusut penyebab jatuhnya helikopter milik TNI Angkatan Darat di Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Tim diharapkan mampu dengan cepat mengusut tuntas penyebab jatuhnya helikopter.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigjen Sabrar Fadhillah mengatakan, tim gabungan dibentuk dari berbagai pihak. Dalam waktu dekat, tim akan segera dibentuk.
"Untuk mengusut penyebab jatuhnya, kami akan membentuk tim investigasi," kata Sabrar di Jakarta, Jumat (8/7/2016).
Tim investigasi ini bakal melibatkan pihak Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad), pihak Mabes TNI, serta pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Para Saksi mata juga akan dilibatkan dalam pemeriksaan.
"Termasuk nanti akan dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi," ungkapnya. Sabrar berharap, tim investigasi bekerja secara cepat untuk dapat mengetahui penyebab jatuhnya pesawat.
Sementara itu, pihak TNI AD juga masih mencari letak jatuhnya kotak hitam helikopter tersebut. Penemuan kotak hitam jadi salah satu kunci investigasi jatuhnya helikopter nahas itu.
Namun begitu, pencarian kotak hitam disebut tidak akan mudah. Sebab, lokasi jatunya helikopter dinilai tidak semudah yang dibayangkan.
"Tentu saja kotak hitam dan semuanya masih ada. Tapi saya kira untuk menemukannya memerlukan waktu, masih proses mudah-mudahan bisa ketemu," ucapnya.
Kondisi Helikopter Laik Terbang
Dalam kesempatan yang sama, Sabrar mengatakan, sebelum jatuh helikopter jenis Bell 205 nomor penerbangan HA-5073 milik skuadron II/Serbu Pusat Penerbangan TNI AD dinyatakan laik Terbang.
Pesawat tersebut diketahui buatan Amerika tahun 1976. Bahkan, pilot Kapten CPN Titus Benediktus Sinaga juga tidak mengeluhkan kondisi helikopter sebelum mengudara.
"Kondisi helikopter ini sebelum terbang dinyatakan laik dan dalam kondisi bagus," tutur dia.
Karenanya, Ia tidak ingin menduga-duga penyebab jatuhnya pesawat. Semua pihak diminta tetap tenang dan sabar menanti hasil penyelidikan tim investigasi.
Helikopter jenis Bell 205 nomor penerbangan HA-5073 milik Skuadron II/Serbu Pusat Penerbangan TNI AD jatuh pada pukul 15.14 WIB di Desa Kuwang, Taman Martani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Heli jatuh menimpa dua rumah.
Heli berangkat dari Bandara Adi Sumarmo, Solo, Jawa Tengah, menuju Bandara Adisutijpto, Yogyakarta. Heli diawaki lima orang, yakni Kapten Cpn Titus Benediktus Sinaga (Penerbang I); Letda Cpn Angga Juang (Penerbang II); Serka Rohmad (TI); Serda Sirait (AV); dan Kopda Sukoco (Mekanik). Dilaporkan tiga orang tewas, yakni dua pengawak (Letda Cpn Angga Juang dan Serda Sirait) dan satu warga Sipil, Fransisca Agustin.
Kronologi kecelakaan, heli berangkat pukul 15.00 WIB dari Bandara Adi Sumarmo, Solo. Saat di atas ketinggian 1.500 kaki, pada pukul 15.10 WIB, penerbang memberi tahu ke otoritas di Yogyakarta dan diperkirakan tiba pukul 15.19 WIB. Namun, pada pukul 15.14, heli jatuh di Desa Kuwang, Taman Martani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Sumber : http://news.metrotvnews.com/read/201...nya-helikopter
---
Kumpulan Berita Terkait KECELAKAAN HELIKOPTER :
-
TNI AD Bentuk Tim Investigasi Usut Penyebab Jatuhnya Helikopter-
Sipil Jadi Korban Jatuhnya Heli, ini Penjelasan TNI AD-
Tiga Korban Tewas Helikopter Jatuh di Sleman Dibawa ke RS Bhayangkaratien212700 memberi reputasi
1
1.2K
0
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan