TS
metrotvnews.com
PDI Perjuangan Temui Presiden

Metrotvnews.com, Jakarta: Perwakilan PDI Perjuangan menemui Presiden Joko Widodo. Perwakilan partai berlambang banteng moncong putih itu masing-masing Bendahara Umum PDI Perjuangan Olly Dondokambey, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Utut Adianto, anggota Komisi XI Hendrawan Supratikno, dan beberapa kader lainnya.
Pertemuan guna membicarakan soal pengambilan keputusan RUU Tax Amnesty dan APBN-P. "Kami berikan masukan APBN-P telah selesai dibahas, tax amnesty nanti (pukul 15.30 WIB) raker. Detail akan kami sampaikan dalam rapat semua," kata Olly di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (27/6/2016).
Menurut Olly, ada beberapa catatan yang disampaikan kepada Jokowi. Beberapa di antaranya soal berapa besar uang yang akan masuk, mengapa seharusnya tax amnesty menjadi bonus dalam APBN, namun tidak masuk APBN-P.
"Ternyata Presiden sudah siapkan begitu lengkap data-data penerimaan negara dan tax amnesty," ucap dia.

Menko PMK Puan Maharani di Kompleks Istana Presiden--Metrotvnews.com/Githa Farahdina.
Presiden, tambah Gubernur Sulut ini, menginginkan ada dana yang kembali ke Indonesia. Dana itu berguna agar perekonomian, likuid, fiskal, dan kredibel.
Olly optimistis RUU Tax Amnesty selesai besok. "Kalau enggak selesai besok, kami enggak datang ke mari," ujar dia.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung--Metrotvnews.com/Githa Farahdina.
Sekretaris Kabinet Pramono Anung menjelaskan, sebagai fraksi terbesar pendukung pemerintah, PDI Perjuangan perlu menyamakan beberapa hal. Beruntung, semua hal telah selaras dan klop dengan Presiden.
Pertemuan, kata Pramono, merupakan permintaan Fraksi PDI Perjuangan. "Jadi hari ini dalam rangka menyelaraskan apa yang menjadi keinginan pemerintah dan apa yang menjadi pandangan atau posisi kritis Fraksi PDI Perjuangan," ucap bekas Wakil Ketua DPR periode 2009-2014 ini.
Selain Olly, Hendrawan, dan Utut, tampak pula Menko PMK Puan Maharani yang keluar Istana berbarengan dengan Pramono. Sayangnya, putri Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri itu enggan berkomentar.
Ketua DPR Ade Komarudin menyampaikan, RUU Tax Amnesty dipastikan akan disahkan pada rapat Paripurna, Selasa, 28 Juni 2016.
"Saat ini, DPR sedang membahas Tax Amnesty. Kita Genjot RUU Pengampunan Pajak. Kita tahu sejak Desember 2015, ekonomi dunia melambat. Kita khawatir benar dan tidak ekonomi kita lemah, kalau tidak diberlakukan pengampunan pajak maka defisitnya mangkrak," ujar Ade Komarudin.
Menurut Ade, RUU Tax Amnesty menjadi sebuah kebutuhan sehingga harus segera diterbitkan. Dikhawatirkan Ade, pada beberapa bulan ke depan, perekonomian Indonesia mengalami defisit melebihi 3 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto).
Sumber : http://news.metrotvnews.com/read/201...temui-presiden
---
Kumpulan Berita Terkait TAX AMNESTY :
-
PDI Perjuangan Temui Presiden-
Tax Amnesty Bikin Pemerintah Leluasa Bangun Infrastruktur-
Tiga Fraksi Masih Belum Muluskan Jalan Tax Amnesty0
640
1
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan