TS
metrotvnews.com
Ketika Zulkifli Hasan Disinggung JK untuk Kritik Presiden

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi positif kritikan yang dikeluarkan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono. Dia menilai, kritik yang dikeluarkan SBY dalam kapasitasnya sebagai ketua umum Partai Demokrat.
Dalam acara buka bersama di Kediaman SBY, JK pun meminta ketua umum partai lain untuk tak segan menyampaikan kritik kepada pemerintah. Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan jadi salah satu ketum yang disinggung JK.
Zulkifli pun mengaku kerap menyampaikan saran dan kritik kepada Presiden Joko Widodo. Dia membeberkan, posisinya yang pendukung pemerintah membuatnya memiliki kesempatan untuk menyampaikan saran dan kritik secara langsung, berbeda dengan SBY yang menyampaikan kritiknya secara terbuka.
"Saya sering ke Istana bertemu Pak Presiden untuk menyampaikan pikiran karena saya kan bergabung. Jadi, menyampaikannya langsung," kata Zul usai acara buka bersama di Kediaman SBY, Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin (13/6/2016).
Ada beberapa poin penting yang disampaikan Zul kepada Presiden. Untuk menghadapi lebaran, Zul menyoroti ketersediaan bahan pokok dan harga barang pokok di pasar.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengikuti buka bersama dengan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I dan II di Kediaman Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. MTVN/Dheri Agriesta.
Pemerintah, kata dia, harus memberikan perhatian khusus kepada gula dan daging. Zul bahkan menyorot kelangkaan gula di daerah Garut. "Saya baru kembali dari Garut, gula yang langka. Harganya Rp13.500," kata Zul.
Mantan Menteri Kehutanan era pemerintahan SBY ini juga menyoroti langkanya keberadaan tomat di Jakarta. Menurut dia, petani Garut enggan memetik tomat karena harga yang sangat rendah. Harga tomat bahkan lebih murah dari upah angkut.
"Mereka tidak petik tomat karena cuma Rp1.000 per kilo. Sementara, ongkos angkut Rp2.000," pungkas Zul.
Sementara sebelumnya, SBY mencatatkan kritik terhadap Pemerintahan Jokowi-JK. SBY mengatakan, masih ada tujuh hal yang harus dibenahi Pemerintah agar tak membawa implikasi buruk bagi masa depan bangsa.
SBY menilai, kondisi perekonomian Indonesia masih di bawah tekanan perlambatan ekonomi global. Hal itu berimplikasi pada rendahnya pertumbuhan ekonomi, pendapatan dan daya beli rakyat menurun. SBY mengingatkan Pemerintah agar bijaksana mengatur kebijakan fiskal.
"Pemerintah harus sangat serius dan tepat di dalam mengelola perekonomian kita. Kalau tidak, harapan ekonomi tahun 2016 ini lebih baik dari ekonomi tahun 2015 akan sirna. Jika ada shock (krisis) baru pada tingkat dunia dan kawasan, ekonomi kita benar-benar dalam keadaan bahaya," kata SBY di kediamannya di Cikeas, Jumat 10 Juni.
Sumber : http://news.metrotvnews.com/read/201...ritik-presiden
---
Kumpulan Berita Terkait PEMERINTAH :
-
Ketika Zulkifli Hasan Disinggung JK untuk Kritik Presiden-
Wali Kota Bogor Sebut Pekerjaan Humas Semakin Sulit-
Menkominfo Resah Kualitas dan Kuantitas Humas Pemerintah Menurun0
729
0
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan