CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Pandangan Berbeda Kasus Ibu Eni yang Barang dagangannya disita Satpol PP Serang
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/575cd6a5dac13e06098b4568/pandangan-berbeda-kasus-ibu-eni-yang-barang-dagangannya-disita-satpol-pp-serang

Pandangan Berbeda Kasus Ibu Eni yang Barang dagangannya disita Satpol PP Serang

Tampilkan isi Thread
Halaman 2 dari 4
memang ada hotel melati yang dipaksa tutup karna ada yg berzinah dihotel tersebut? lah kalo berzinahnya dikebun kelapa sawit apa harus ditutup juga tu kebun kelapa sawit? emoticon-Big Grin
Diubah oleh autobaneddd
Quote:


Gw asal serang banten bree Gw kesel memang sama berita ini, perda di banten bukan ngelarang jualan saat ramadhan tapi di larang jualan jam 12 siang, karena sudah di tentukan buka jam 4, kenapa mekdi ga kenapa yg di mall engga? Sooo...ada kebijakan lain yaitu tirai, kalo di tutup pake tirai aman dan banyak juga di serang warteg keadaan kaya tutup tapi buka dan itu aman.
saya memandang dari 2 sisi

sisi satunya satpol PP terlalu berlebihan karena
mengambil barang dagangan ibu eni, seharusnya cukup ditegur
tidak usah sampai mengambil semua barang dagangannya,

sisi ibu eni, saya ibaratkan seperti hotel melati. memang menyewakan kamar
merupakan hal yang baik, tapi banyak juga yang menyewa hotel untuk keperluan "pemuas nafsu".
otomatis semua yang terlibat di hotel kena getah atau dosanya jugakan karena memfasilitasi.
kasusnya mirip dengan ibu eni, memang menjual makanan merupakan hal yang baik tapi banyak
juga orang yang seharusnya wajib puasa, malah tidak berpuasa dikarenakan sudah difasilitasi
oleh ibu eni.
ingat semua yang kita lakukan akan dipertanggungjawabkan. mungkin nanti dipengadilan akhirat
kelak, si Yang tidak berpuasa ini akan ditanya "kenapa engkau tak berpuasa?" kemudian dia bisa
saja menyalahkan anda karena memfasilitasinya. repot, bukan?

jauh lebih baikkan kalau ibu berjualan mendekati berbuka atau sahur,
lebih Berkah, bukan?
[/QUOTE]

Maap gan ane kurang setuju dgn statement ente yg ane bold.
Puasa itu kan tergantung niat dr umat muslim yg menjalankan, klu dia emank berniat untuk menjalankan puasa mau liat warteg buka jg tetep bakalan puasa, lagi pula warteg yg buka pasti di tutupin kain sehingga makanan yg di jajak kan gk kliatan.

Dan yg menjadi pertanyaan ane apakah bila tidak ada warteg yg buka/berjualan bakal ada jaminan klu semua umat muslim bakalan puasa?

Lalu seperti yg sudah ane post di thread sebelah jg bbrp wkt yg lalu.
Apakah bila ada umat muslim yg bekerja di lapangan (di luar kantor) dan pada hari itu matahari sedang terik2 ny sehingga umat muslim yg sedang berpuasa tsb membatalkan puasa ny karna tidak sanggup lg menahan rasa haus ny... maka matahari ny yg di salahkan karna sinar ny terlalu terik?
Quote:


keperluan "pemuas nafsu"? trus apa esensi puasa kalau gak ada yang ditahan?

beda kalau ibu itu menawarkan makanan sambil keliling komplek. itu baru dosa

btw ane tadi pagi sarapan, untung ada warung yang gak ego yang tidak hanya memikirkan kaumnya
logika ttp dipakai yah jaman sekarangemoticon-Jempol
Diubah oleh bona1707
Kalau warung makan pinggir jalan kelas kaki lima harus tutup!
Kalau K*C-J*O-Mc***ld-PIZ**H*T boleh buka terutama yg di mall sekali lagi BOLEH BUKA

KENAPA?

Karena kaki lima gak bayar pajak daerah, kalupun bayar nilainya kecil. (Setoran utk komandan satpol pp lebih sering ndak ada)
Kalau di mall jangankan komandan pp, walikota aja dapet jatah bulanan.

Ada seorang kaskuser yg komen, aye kutip dimari; -- Kalau semua tempat makan/minum selama bulan puasa ditutup, trs esensi puasa menahan lapar dan haus apa?
Quote:


ntap satirnya emoticon-Jempol
Boleh juga pandangannya TS
emoticon-Leh Uga
Quote:

Ibarat nurunin level difficulty
Gini nih gan, ane kan puasa kan yak..
Tapi ane masa bodo lah, mau ada warung buka di tempat kerja ane, di kampus ane, di depan rumah ane..

emang ane harus ngapaiiin tong??

Ane puasa karena kewajiban ane sebagai seorang muslim, ini merupakan ibadah dan urusan personal dengan tuhannya masing-masing..
Masalah ada warung buka, itu diibaratkan sebagai ujian dalam berpuasa, kalau imannya ndak kuat ya dapet dosa lah mereka, kita mah yang imannya kuat fine-fine aja ndak dapet dosa tapi nambah poin plus di puasanya..
Kalau masalah ibu Eni, itu juga urusannya ibu Eni..

Kalau dari satpol PP dan atasannya, menurut ane merekalah TERORIS yang sebenarnya, berbuat seenaknya demi sudut pandang mereka sendiri..
Diubah oleh tigasebangkai
Setau ane puasa itu melatih untuk menahan nafsu dan godaan... kalau hanya ken puasa gak boleh jualan makanan, apakah selemah itu masyarakat yg puasa kalau ada jualan makanan langsung mau makan juga? Berarti saat idul fitri yg katanya hari kemenangan ya menang dari apa? lah kalau pada menghindari nafsu dan godaan bukan menghadapinya dgn menahan akan semua itu
Quote:


Wew, Satpol PP nya pada puasa gak tuh, kok maen bungkus masakan aja emoticon-Bingung (S)

Hayoooo, mau dimakan dimana tuh emoticon-Ngakak
Diubah oleh LiniPOT
Dari sudut pandang mana lagi harus ditinjau...
Peratiran daerahnya juga tidak ada aturan menyita dagangan yang berjualan makanan saat bulan ramadhan... adanya hanya himbauan untuk tidak berjualan tanpa menyebutkan sanksi apabila ada yang mengabaikan himbauannya...
Soal ibadah kembali ke orang"nya sendiri... bukanlah hak manusia untuk menindak apabila seseorang itu mau beribadah atau tidak...
Quote:


lah.. apa hubungannya.. klo emang imannya kuat mah liat orang makan di depannya juga bakal tahan kok
Berbeda pandangan gpp gan asal jangan timbul perpecahan
nitip jejak aja gan
perbedaan pendapat itu hal wajar asal gak saling pukul
Diubah oleh Sickestdan
Ts kurang piknik......
Kalau mau piknik ke kota Medan yg punya multietnis-multibudaya. Tuh banyak RM Padang yg buka. Bukan ratusan...puluh ribu mungkin, dan tersebar merata di pelosok kota Medan. Kota Medan itu tidak "didominasi" oleh suku Batak. Tapi juga Jawa-Melayu-Karo-Padang-Aceh plus Tionghoa-India-Arab dll. Tapi di Medan Tingkat Toleransi Masyarakatnya "Jauh Lebih Tinggi" dibanding masyarakat di serang, banten. Ts jangan mengira budaya dan nilai2 islam di kota Medan sudah luntur. Datang-Liat dan buktikan sendiri gimana Toleransi Beragama di kota Medan. Gak ada tuh ribut2 soal RM harus tutup saat siang hari. Gubernur (pjt) atau walikotanya muslim tuh di kota Medan.
Apakah niat ibu ini untuk menggoda orang yg sedang berpuasa? Atau cuma cari rezeki sebab tidak semua yg di sana berpuasa atau muslim? IDK
Kalo Opinion ane yang salah itu satpol PPnya gan...
Jelas2 warung nya udh ditutup pake kain...masa ttp dirazia..
Toh pelanggan ga semuanya Muslim , masih ada kepercayaan lain yang juga butuh makan,masih ad perempuan yg lagi hamil butuh asupan buat calon anak sekarang kalo orang puasa tapi makan sblm jam buka ya kembali lagi ke tiap Iman orang tsb kuat apa nggak...


*apa cuma gara2 ada Camera+wartawan ,satpol PP langsung nunjukin ketegasan?*
Apakah Tuhan juga bs menyalahkan pemilik warteg krn dia tidak tahu agama / kesulitan konsumennya?
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 12
Halaman 2 dari 4


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di