CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Kepolisian /
Ketika Melanggar Lalu Lintas, Apakah Polisi Harus Menilang?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5754d8c832e2e64e768b4569/ketika-melanggar-lalu-lintas-apakah-polisi-harus-menilang

Ketika Melanggar Lalu Lintas, Apakah Polisi Harus Menilang?

Mungkin judul di atas terdengar sentimentil terhadap pihak kepolisian terutama Polisi Lalu Lintas. Ane sebagai pengendara kendaraan bermotor selama hidup ane memang selalu di tilang oleh polisi ketika ane melanggar lalu lintas dan bermacem-macem jenis polisi lalu lintas yang pernah ane temuin di jalanan ketika menilang ane. Mulai dari yang tanpa basa basi menilang sampai yang tipe negoisator ketika ane bilang mau sidang aja ketika di tilang.

Ane memang gak menutup mata bahwa praktek suap menyuap ketika di tilang banyak merebak di negara ini, tapi memang dari tahun ke tahun praktek ini semakin berkurang, karena tipe negosiator sudah jarang ditemukan, kalau pun ada ya mungkin perbandingannya 1:10 (menurut pengalaman ane hehehe). Dan ane selama ini memang tipe yang lebih suka sidang aja ketika di tilang karena ane gak ikhlas kalo uang ane dikasih ke kantong si polisi yang menilang, makanya gak jarang ketika di tilang dan ane mengajukan diri untuk sidang ane dilepaskan begitu saja karena si polisi tidak mendapat uang cash dari ane saat ane ditilang. Dari situ lah timbul pertanyaan di benak ane, sebenarnya SOP penilangan itu seperti apa? Apakah ketika pengendara melakukan kesalahan langsung di tilang atau sebaiknya di berikan peringatan secara lisan tanpa langsung ditilang? (Mungkin kondisi ini berlaku untuk pelanggaran ringan, menurut ane ya ini hehehe)

Oke, untuk pertanyaan itu memang sampai saat ini ane belum menemukan jawabannya, tapi ane punya pandangan lain mengenai polantas dari keluarga besar ane. Ane punya pakde jauh (maksudnya silsilahnya ane agak bingung jelasinnya ini hubungan pakde ane dari darah ibu atao bapak hehehe) dan beliau bernama Hardono. Pakde Hardono ini adalah seorang polantas yang sering mengatur arus lalu lintas di daerah kembangan, yaitu tepatnya di simpangan depan RCTI dan di pertigaan Relasi (ane sering ngeliat beliau ketika bertugas soalnya hehehe). Ane memang gak pernah ngobrol secara langsung dengan pakde Hardono ini, bahkan ketika ada acara keluarga pun ane cuma menyapa saja tanpa chit chat lebih jauh karena memang biasanya Pakde Hardono ini ngobrol dengan para orang-orang tua hehehe. Nah ane sering mendengar cerita dari ibu bapak ane dan beberapa sodara ane kalau pakde Hardono ini dinobatkan sebagai Polantas Teladan oleh orang-orang sekitar tempat beliau bertugas karena sikapnya yang ramah ketika mengatur lalu lintas dan juga tidak pernah menilang pengendara yang melakukan kesalahan ketika berkendara. Nah, untuk poin tidak pernah menilang ini apakah ini dibenarkan oleh kepolisian RI atau tidak karena memang ane tidak tau prosedur SOP mereka.

Tidak menilang disini maksudnya bukan membiarkan si pengendara lewat begitu saja di hadapannya ketika berkendara, tetapi Beliau tetap memberhentikan si pengendara yang bersalah lalu dengan pembawaannya yang humble, beliau memberi peringatan secara lisan bahwa si pengendara salah dalam berlalu lintas. Tentunya yang disampaikan tidak dengan nada membentak atau marah-marah, setidaknya yang ane denger, beliau tetap tersenyum ketika memberi peringatan kepada pengandara yang melanggar lalu lintas. Dari situ lah Beliau sempat mendapat cap pribadi yang ramah dan bersahaja, walaupun mengatur ruwetnya lalu lintas daerah Kembangan dan Pertigaan Relasi di teriknya sinar matahari, Beliau selalu tersenyum dan tak jarang menyapa pengendara yang lewat. Tapi saat ini Beliau udah pensiun, jadi masyarakat sekitar agak kehilangan sosok Beliau yang sering mengatur arus lalu lintas di daerah tersebut. Ya, harapan ane sih semoga mulai bermunculan polantas-polantas yang baik, ramah, dan murah senyum kepada pengendara yang lewat.

Ane sih gak ngerti, apakah cap polisi yang tidak pernah menilang ini di mata rekan-rekan sesama polisi ini salah atau benar, tapi seenggaknya apa yang dilakukan Pakde Hardono membuktikan bahwa masih ada polisi ramah, baik, dan mengayomi masyarakat emoticon-Smilie Ya emang sih, gak semua polisi itu baik karena ada polisi yang mementingkan dirinya sendiri ketika bertugas, yaitu tipe polisi negosiator tadi, tapi perbandingannya saat ini sudah jauh lebih banyak polisi yang baik di negara ini, terlebih dengan adanya tayangan 86 di NET TV, citra polisi secara gak langsung terangkat dan menuju ke arah positif, apalagi beberapa waktu terakhir ini pakain mereka terlihat lebih modis dengan setelan polo shirt bertuliskan "TURN BACK CRIME". Semoga saja menjelang HUT Bhayangkari, Kepolisian Republik Indonesia akan semakin maju dan berkembang semakin baik, sehingga dapat menjadi pengayom masyarakat Indonesia. Dirgahayu Kepolisian Republik Indonesia emoticon-Smilie
Thread sudah digembok
sesuai kata ente bray, tiap polisi beda2. ane pernah distop karena lupa ngidupin lampu depan. ada yang negur aja, ada yang langsung keluar kitab saktinya, hehe
Quote:

Berarti kalau gitu gan gak ada yang istilahnya "satu kepala" alias satu persepsi dong. Kalau guru ane dulu gak ngidupin lampu depan langsung di suruh push up dan bebas (menurut cerita beliau), tapi kenapa ada yang main tilang juga? Gimana tuh?
Quote:


Hehe,, tanya sama entut dimari, mungkin ada penjelasannya emoticon-Smilie
Quote:

Oh jadi agannya gak tahu ya? Okedeh

Saya pikir seh jelas, kata²nya "melanggar lalulintas" ya polisi berhak tilang sipelanggarlah cmiiw
Justru sbnernya masalah sidang ini...apa pd saat sidang sipelanggar bs melakukan pembelaan? Atw sudah dipastikan bersalah heheh...karna sipelanggar jg belum tentu mutlak melakuka kesalahan..klo memang sdh dpastikan hasil sidang kena denda, artinya polisi lalulintas ini berperan sbg hakim donk???
kalau menurut saya gan, tergantung gan, yang ditilang itu kehidupannya dibiayai oleh negara atau tidak. Kalau dibiayai oleh negara polisi berhak menilang karena negara telah investasi kepada orang tersebut, dan jika orang tersebut kemudian melanggar lalu lintas dan dapat membahayakan nyawa maka negara menjadi rugi. Lain lagi dengan jika orang yang ditilang tersebut tidak dibiayai oleh negara. hehehe emoticon-Jempol
Diubah oleh pepenc
Wadoh emoticon-Cape d...
Pen'jelas'an di'atas se'kilas bener, tapi setelah di'tinjau..
Orang di'kasih ganjar'an tilang ajah masih banyak yang ngawur,
Ini malah minta cuman di'per'ingat'kan saja..
Apa ndak tambah ngawur ??? emoticon-Bingung
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di