alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5728a17362088197728b456e/hardiknas-amp-ironi-pendidikan-di-indonesia
Hardiknas & Ironi Pendidikan di Indonesia
Hardiknas & Ironi Pendidikan di Indonesia

Metrotvnews.com: Puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini 'dijewer' dengan terungkapnya kasus-kasus kekerasan yang terduga pelakunya adalah anak didik. Pembunuhan dosen oleh mahasiswa di Medan, pemerkosaan yang menewaskan seorang siswi SMP di Bengkulu dan bullying di sebuah SMA di Jakarta.


Sejumlah kalangan yang mengevaluasinya meyakini kejadian mengenaskan itu tidak lepas dari dampak negatif sistem pendidikan mengedepankan teori dan buku pelajaran. Sedangkan materi yang berorientasi kepada sikap mental dan perilaku masih sangat kurang.


Beberapa tahun terakhir negeri ini berpolemik soal urgensi Ujian Nasional (UN) sebagai tolak ukur tunggal keberhasilan siswa. Ada yang menuding UN mengakibatkan tekanan psikologi bagi siswa, menegasikan penilaian sikap mental dan perilaku. Bahkan ada yang membandingkan dengan Finlandia yang sistem pendidikannya dianggap terbaik di dunia.


Tantangan Bagi Pendidik


Mungkin bila Ki Hajar Dewantara masih hidup akan mengatakan tidak mudah membangun intelektual di zaman ini. Tantangan yang dihadapi kini infiltrasi budaya, teknologi informasi hingga narkoba yang terlanjur merangsek ke sendi-sendi sosial.


Jurus menghadapi tantangan ini sebenarnya sudah banyak dikemukakan.  salah-satunya meninggalkan pola behavioristik, teori dan belajar dengan metode stimulus-respon pada pendidikan dini. Sekali lagi teladan yang dimunculkan adalah pola pendidikan humanistik, seperti Finlandia.


Padahal sudah banyak pakar pendidikan yang menyatakan pelajaran baca, tulis dan berhitung (calistung) tidak tepat untuk usia dini. Calistung dapat menyebabkan stress bagi anak-anak yang dunianya adalah bermain dan sedang beradaptasi dengan lingkungan sosial. Namun masih banyak lembaga pendidikan dini mengedepankan calistung.


Tapi tidak mesti menyalahkan lembaga pendidikan, faktanya, orangtua juga banyak yang belum menyadarinya. Kebanyakan, khususnya di daerah, orangtua lebih memilih calistung dengan harapan anaknya bisa diterima di SD favorit karena sudah bisa baca dan menghitung.


Alasan yang sama mendorong orangtua kalangan menengah ke atas 'memaksakan' bahasa asing kepada balitanya. Memang itu sah-sah saja, tapi perlu memperhatikan aspek psikologis anak. Ada hal krusial yang wajib disadari, yaitu bahasa nasional dan daerah yang digunakan anak berkomunikasi dengan lingkungannya sehari-sehari.


Pola behavioristik dinilai sudah tak relevan dengan tantangan pendidikan saat ini. Pola humanistik menjadi pilihan di tengah ancaman budaya hari ini, sistem belajar yang memadukan teori dan praktek serta menempatkan murid sebagai objek yang bebas merdeka namun diiringi rasa tanggung jawab.


Sebenarnya sudah banyak sekolah swasta yang menerapkan metode pendidikan ini, sayangnya hanya ada di kota-kota besar. Harapannya, ini menjadi pola pendidikan nasional yang baru, dan tentunya pendidik juga perlu dibekali kemampuan mendidik berpola humanistik ini.


"Mendidik tak semata membentuk ketahanan raga. Utamanya juga membangun jiwa. Bertumpu agama. #hardiknas #pendidikanbuatsaya." Semoga harapan Menteri Agama, Lukman Saifuddin di twitter ini bisa segera terwujud.

Sumber : http://news.metrotvnews.com/read/201...n-di-indonesia

---

Kumpulan Berita Terkait HARDIKNAS :

- Hardiknas & Ironi Pendidikan di Indonesia Hardiknas & Ironi Pendidikan di Indonesia

- Hardiknas & Ironi Pendidikan di Indonesia Pesta Pendidikan: Semua Guru, Semua Murid (5)

- Hardiknas & Ironi Pendidikan di Indonesia Pesta Pendidikan: Semua Guru, Semua Murid (4)

miris juga
Harus diperbaiki secepatnya emoticon-Berduka (S)
di sekolah ente belajar buat apa?
buat nilai

kalo masih gini2 aja, gua yakin bobrok terus emoticon-Wakaka
saat pak guru dan bu guru udh gak kayak guru oemar bakri lagi( sekarang udh pake apanja ma r3). knapa kriminalitas pelajar tambah ningkat? knapa mutu pendidikan gak berbanding lurus ma peningkatan penghasilan para guru?
Akan sia2 murid menguasai bermacam2 ilmu, baik ilmu agama atopun ilmu pengetahuan umum, kalo si murid belum mengetahui siapa dirinya. Maka yg akan terjadi ke depannya adl baik ilmu agama ato ilmu pengetahuan umum yg dikuasai si murid akan diselewengkan untuk kepentingannya sendiri.
org sekarang jadi guru ngejar status PNS bukan karena dr bakat atau cita2 atau memiliki kerinduan mendidik anak2. karena lulus tes CPNS adalah hal yg mustahil bagi awam. oknum2 guru yg cuma cari status PNS inilah yg merusak dunia pendidikan selama 20tahun belakangan. sehingga kita lihat hasilnya sekarang betapa bobroknya generasi penerus bangsa. pernah di kelas pak guru bilang "saya nggak masukpun tetep digaji jd kalian jgn mcm2 sama saya"...
atau "kamu dtg terlambat ngapaen? coli dulu ya"...
atau "kamu itu nakal sekali, klo jadi anakku sudah aku bunuh kamu"...
atau guru agama "mari kita buka surat al pukimak"...
n masih bnyk lagi...
Quote:Original Posted By been.tank
org sekarang jadi guru ngejar status PNS bukan karena dr bakat atau cita2 atau memiliki kerinduan mendidik anak2. karena lulus tes CPNS adalah hal yg mustahil bagi awam. oknum2 guru yg cuma cari status PNS inilah yg merusak dunia pendidikan selama 20tahun belakangan. sehingga kita lihat hasilnya sekarang betapa bobroknya generasi penerus bangsa. pernah di kelas pak guru bilang "saya nggak masukpun tetep digaji jd kalian jgn mcm2 sama saya"...
atau "kamu dtg terlambat ngapaen? coli dulu ya"...
atau "kamu itu nakal sekali, klo jadi anakku sudah aku bunuh kamu"...
atau guru agama "mari kita buka surat al pukimak"...
n masih bnyk lagi...


Kalo beneran kyk gene. Berarti bukan cuman muridna doang yg musti direvolusi mentalnya. Revolusi mental wajib bagi semua gan. Ngga pandang usia jenis kelamin, status sosial dll. Ada hadits bilang, pd dasarnya anak itu suci. Yg jadiin anak jelek/baik itu ya tergantung orang tuanya. Bs ngebayangin ndak klo ortu, guru, pns ngga tau posisi dirinya, apakah masih berperilaku spt hewan ternak ato hewan yg berfikir ato udah jd manusia beneran. Ya yg terjadi ke depannya hanya 3 pilihan diatas yg akan ditiru si anak. IMHO..
step 1 copot anis skrg
step 2 pasang prof yohannes surya sbg mendikbud
step dst trust him & let him works

tunggu keajaibannya........👍

serius copot anis detik ini juga
banyak juga dari anak-anak yang dituntut orang tuanya untuk les ini itu
padahal sekolah saja sudah menyita waktu selama kurang lebih 7 jam
habis itu sorenya les
pulang les terus belajar atau ngerjain PR
kesiksa banget kan itu
kayak gak punya waktu buat main2 bareng teman-temenya
waktu istirahatpun berkurang
tujuannya si mungkin biar si anak ini jadi pinter
tapi memang gak kepikiran kalau anak bisa setres kalau dibebani banyak pikiran
×