alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/572727035a51631e398b456a/jurnalis-profesi-berisiko-yang-upahnya-belum-layak
Jurnalis, profesi berisiko yang upahnya belum layak
Jurnalis, profesi berisiko yang upahnya belum layak
Ilustrasi profesi jurnalis
Upah jurnalis pemula Indonesia belum mencapai ideal. Riset yang dilakukan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta merumuskan idealnya upah jurnalis pemula yang sudah diangkat tetap tahun 2016 adalah sebesar Rp7,54 juta.

Tapi kenyataannya, upah jurnalis pemula di sejumlah perusahaan media di Indonesia (baik televisi, radio, koran, dan online) masih berada di bawah layak, yakni di antara Rp2 juta hingga Rp5,8 juta per bulannya.

Ketua AJI Jakarta, Ahmad Nurhasim, mengatakan upah layak yang dirumuskan AJI Jakarta itu biasanya baru diterima oleh jurnalis setelah bekerja lima tahun atau bahkan lebih.

Angka kelayakan yang dirumuskan AJI Jakarta tersebut naik dibandingkan di tahun 2015 yang ditetapkan sebesar Rp6,51 juta.

AJI Jakarta menilai bila upah layak itu diberikan kepada jurnalis, maka akan meningkatkan mutu produk jurnalisme dan jurnalis tidak tergoda menerima amplop yang merusak independensi jurnalis. "Gaji yang kecil kerap menjadi pemicu jurnalis menerima sogokan dari narasumber," kata Nurhasim, dalam Kompas.com, Minggu (1/5/2016).

Adapun angka kelayakan AJI Jakarta tersebut diukur dari 40 komponen kebutuhan hidup yang berdasar kepada lima kategori ditambah dengan tabungan 10 persen. Kategori tersebut antara lain makanan, tempat tinggal, komputer lipat (laptop) dan internet, serta kebutuhan pendukung lainnya.

"Ada kebutuhan khas di jurnalis seperti langganan koran, modem, dan menyicil komputer yang membuat upah layak jauh di atas UMP," sambungnya.

Di samping itu, AJI Jakarta meminta perusahaan media juga wajib menjamin keselamatan kerja, kesehatan, dan jaminan sosial kepada setiap jurnalis dan keluarganya. Ini termasuk hak-hak jurnalis perempuan seperti ruang laktasi, cuti haid, dan melahirkan.

"AJI Jakarta masih menemukan pemecatan atau penghentian kontrak pada jurnalis karena hamil. Jurnalis juga memiliki risiko tinggi dan rentan terkena tindakan kriminal," kata Nurhasim.

Walau predikatnya terdengar bergengsi, kondisi profesi jurnalis di Indonesia dan di Amerika Serikat tidak jauh berbeda.

Di Amerika Serikat, menurut careercast.com, profesi jurnalis media cetak adalah yang terburuk dengan berada di posisi 200. Sementara jurnalis penyiaran (baik TV maupun radio) berada di peringkat 198.

Gajinya hanya sedikit di atas penebang kayu, yakni USD36,390 (sekitar Rp480 juta) per tahunnya. Sementara penebang kayu digaji sekitar USD35,236 per tahunnya. Padahal tingkat stres dan lingkungan kerja profesi jurnalis lebih berbahaya dibandingkan penebang kayu dengan skor 734.

Careercast.com mengambil empat indikator untuk mengukur tingkat buruknya sebuah pekerjaan, antara lain gaji, risiko lingkungan pekerjaan, tingkat stres, dan proyeksi masa depan.

Untuk pekerjaan jurnalis media cetak, skor yang diperoleh untuk risiko lingkungan pekerjaan adalah 86,7 (dari 100), skor untuk tingkat stres sebesar 49,9 dari 100, dan -8,72 untuk proyeksi masa depan.


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ya-belum-layak

---

Mungkin kebanyakan berpikir kalau jurnalis itu seorang penulis atau fotografer yang menyalurkan hobinya, jadi buat apalah ngasih gaji besar kepada mereka.
Ane pengen jadi jurnalis tapi masih maju mundur.. Bukan masalah gaji, tapi keselamatan itu tadi. Masih takut gan. Jaman sekarang orang mah ngeri2.. Senggol bacok. Hiiiii...