alexa-tracking

Celana Dalam Merah Muda [^.^] [TAMAT]

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/570b673adac13e996b8b456c/celana-dalam-merah-muda--tamat
Poll: Siapakah yang diinginkan sang Takdir untuk bersatu melalui perantara Tragedi CDMMB

This poll is closed - 490 Voters

View Poll
Sang Brondong Adinata dan Mbak Rahma 24.90% (122 votes)
Penemu CDMM Adinata dan Sang Pemilik Friska 40.20% (197 votes)
Adinata dan Gadis Masa lalu Yang cantik Rosa 3.88% (19 votes)
Adinata dan Gadis Baik Hati Dery 11.43% (56 votes)
Bromance antara Adinata dan Pemuda cantik Febri 8.98% (44 votes)
Tanda Kiamat : (Adi : Febri:David) (Friska: Rahma) (Dery:Vina) 10.61% (52 votes)
Celana Dalam Merah Muda [^.^]
Biasanya cinta berawal dari Mata turun ke Hati.
Pandangan pertama yang membuat hati berdegup kencang dan nafas mulai tak teratur.

Tapi Apa yang terjadi bila Cinta berawal dari Seonggok Celana dalam Berwarna Merah muda.
apa mungkin Pusaka berbahaya itu menumbuhkan tunas tunas cinta.
atau malah menjadi lelucon yang tidak patut untuk di ingat.

Tentu cerita ini tidak akan membahas jenis jenis celana dalam
Apalagi membahas hal hal yang berbau "Ehem Ehem"
cerita ini hanya tentang seonggok celana dalam yang mengantarkan kedua insan bisa bertemu dan apakah mereka akan bersatu ?

Baca ya

Bagi yang bingung TS cowok , cewek , atau hasil pesilangan.
Sehingga bingung mau manggil, agan, sista, atau Mahluk primata
panggil aja TS KaBe ok, singkatan dari Kawan Betina.
KaBe


Celana Dalam Merah Muda [^.^] [TAMAT]

Kalo bosen disini bisa mampir mampir ke B~log ane
Disana ada cerpen cerpen ane, adan link link ke cerita ane yang lain
salah satunya cerita horror
AKU MELIHAT YANG TAK TERLIHAT
DIBAWAH INI


[KAWAN BETINA HOME]
Celana Dalam Merah Muda [^.^] [TAMAT]
INDEX
1. Celana dalam Merah muda
2. Keramahan Rakyat indonesia
3. Pedagang asli dan pedagang palsu
4. Ramuan Ajaib Vs Pusaka Ajaib
5. Rasi Bintang Celana Dalam Berenda
6. Strategi Operasi Berenda
7. Customer Service Empunya Pusaka Berenda
8. Rencana sang pencipta dari seonggok celana dalam berenda.
9. Darah Muda , Darahnya Para Remaja
10. Non Stop Drama ~ Bukan Tersanjung Reborn
11. Maafkan aku sayang , Aku benar benar Khilaf
12. Usia Hanya sekedar angka
13. Kisah sedih si janda labil
14. Antara Abah, Fatamorgana dan Oasis.
15. Pemotongan Pita FF PINKY STAR
16. Dia.. Dia.. Dia... Kang Rujak
17. It's Time to Duel.
18. Noda Yang Lalu, Rahma, Adinata
19. Tidak ada yang namanya kebetulan.
20. Non Stop drama ~ Wanita dan pengakuan !!!
21. Tolong di buka lebar - lebar agar tidak sakit.
22. Bukan Celana Dalam Pelangi
23. Geng Beautiul Flowers
24.2nd Plan
25. Nyamber Aja Kayak Bensin
26. Pendekar Berbatang Layu
27. Kisah Cinta Kita
28. Di Dalam Gedung Yang Pengap
29. Program Penegakan Moral Bangsa
30. Gedung Kosong Oh Gedung Kosong Oh Yes
31. Yang ketiga selalu saja setan.
32. Pernikahan Dini
33. Beb Kita Putus
34. Zona Aman
35. Skema Baru Perdagangan
36. Ayah baru untuk anakku
37. Bisikan di balik piyama
38. Di antara kalian
39. One Punch Boy
40. Dimana... Dimana.... Dimana...
41. Kalau jodoh, pasti mirip...
42. Pertarungan Terakhir (Bagian 1)
43. Pertarungan Terakhir (Bagian 2)
44. Pertarungan Terakhir (Bagian 3)
45. Menikah MauDua (Bagian 1)
46. Menikah MauDua (Bagian 2)
47. Menikah MauDua (Bagian 3)
48. Sayonara (bagian 1)
49. Sayonara (bagian 2)
50. Sayonara (bagian 3)
51. Please jangan marah
52. Senja terakhir di Kota Apel
53. Celana dalam merah muda (Finale) TAMAT

INDEX tidak selalu diupdate.. jadi silahkan melihat last page atau last post
Terima kasih
Bila ingin tahu update selanjutnya atau cerita kawan betina yang lain silahkan kunjungi Link dibawah ini.
Twitter
Facebook

Terima Kasih



Judulnya mulai mainstrum neh gan..
Pejwan d amankan emoticon-2 Jempol

1. Celana dalam Merah Muda

Quote:Keringat menetes begitu deras dari badan Adi. Ini kali keempatnya dia mencoba berdesakan merangsek masuk ke dalam bus ekonomi ber~AC itu. Pada percobaan kelimanya dia mengendurkan semangatnya setelah melihat seorang ibu-ibu yang menggendong anaknya terjepit di kerumunan manusia yang seperti sudah kehilangan akal.

Tak sampai satu menit bus yang baru datang itu langsung penuh. Adi menatap kecewa. Libur lima hari akibat cuti bersama ini sepertinya membuat sebagian orang kalap ingin pulang dan berlibur di kampung masing-masing. Setelah beberapa bulan belakangan ini, hari libur hanya jatuh di hari minggu. Armada bus yang biasanya cukup untuk menampung penumpang yang hilir mudik dari Malang ke Surabaya, kini mendadak seperti barang langka karena banyaknya manusia yang memenuhi terminal itu.

Adi menyerah, satu jam dia mencoba merangsek masuk tapi niatnya selalu berubah setelah melihat penderitaan orang-orang yang terjepit di antara kerumunan manusia. Adi mencari tempat duduk di ruang tunggu yang masih kosong. Dia ingin istirahat sejenak hingga kondisi lebih kondusif, setelah berkeliling akhirnya Adi mendapatkan sebuah bangku kosong yang tadinya diduduki seorang mahasiswa yang sepertinya senasib dengan adi, namun sepertinya mahasiswa itu memilih menyerah lalu beranjak pergi menuju pintu keluar terminal.

Adi membuka tas ranselnya dikeluarkan botol air minum yang dia beli sebelum menuju terminal. Cairan tubuhnya seperti tersedot oleh usaha sia-sianya tadi, tanpa basa-basi dia langsung meneguk air dalam botol itu sampai tersisa seperempatnya. "ahhhhhh," katanya mendesah keras saking leganya.

Di samping Adi nampak seorang mahasiswi berkaos merah dengan celana jeans yang ketat sedang sibuk mengatur isi dari tas jinjing yang ukurannya cukup besar. Gadis itu tampak serius menghitung dan mengecek isi dari tas jinjing yang dia bawa. Sesekali dia melihat ponselnya lalu mengangguk-angguk seperti sedang membenarkan bahwa isi dari tas jinjing itu sudah lengkap.

Adi menangkap aktivitas yang dilakukan gadis itu sambil sesekali tersenyum. Nampaknya tingkah laku gadis itu sungguh lucu sehingga membuat Adi tertawa sendiri. Tentu bukan itu saja alasannya. Jelas Adi tak bisa bohong bahwa gadis yang duduk di sampingnya ini adalah sosok gadis yang begitu mengemaskan, terlepas dari pakaiannya yang super ketat dan rambutnya yang diikat pendek. Wajah gadis itu benar-benar memancarkan pesona yang tak pernah Adi lihat sebelumnya. Wajah gadis itu bulat dengan hidung kecil nan mancung, matanya yang tak terlalu lebar dan bibirnya yang tipis seperti menghipnotis Adi untuk terus tersenyum sambil tak henti menatap gadis itu.

"Stop," gumam Adi dalam hati saat dia sadar bahwa apa yang dia lakukan bisa membuat gadis itu merasa risih bila sadar.

Gadis itu bergumam. "Sekali lagi," katanya pelan. Kini dia mangeluarkan isi dari tas jinjingnya, tampak baju-baju yang masih dibungkus plastik dan sebagian ada juga yang dikemas dengan kantong plastik hitam kecil yang tak terlihat isinya. Adi cukup penasaran, dia mencoba melirik isi dari tas jinjing itu, tampak seperti baju pesanan online shop . Mungkin dia kerja sambilan jual baju, kata Adi dalam hati.

Gadis tadi mengecek jam tangan. Tampaknya dia kaget, gadis itu langsung mengecek ponselnya, sepertinya dia sedang menunggu seseorang dan berharap untuk segera di hubungi. Berapa saat kemudian ponselnya bergetar lalu dengan cepat gadis itu menerima panggilan itu.

"Hallo, kamu dimana?" ucap gadis itu.

"Aku udah di parkiran."

"Ya sudah tunggu di sana aja, aku OTW kesana."

"Ya udah dadah"

"Ya dadah"

Gadis itu langsung bergeges membuka ranselnya lalu mengeluarkan sebuah jaket hitam bertuliskan Fakultas Pertanian Univerisitas Brawijaya. Dengan cekatan dia langsung memakainya, tanpa aba-aba dia langsung merapikan kembali isi tas jinjingnya dan memasukkan barang barang yang tadi dikeluarkannya. Tangannya begitu cekatan.

Adi sembunyi-sembunyi melirik aktivitas gadis itu dengan sigap setelah merasa apa yang dia rapikan sudah beres. Gadis itu langsung berdiri dan bergegas berlari kecil menuju pintu keluar terminal. Adi tersenyum mamandang gadis itu, tidak hanya wajahnya yang lucu tapi cara jalannya juga lucu pikir Adi. Pinguin, kata Adi dalam hati.

Adi cukup senang karena dia tahu gadis itu masih satu kampus dengannya , walau rasa senangnya tak beralasan. Biarpun satu kampus emang aku berani mencarinya, canda Adi dalam hati menantang dirinya. Adi menatap kembali tempat gadis duduk tadi untuk sejenak mengingat pemandangan indah yang sebelumnya dia lihat. Adi kaget, masih ada bungkusan kresek yang tertinggal di sana. Adi masih ingat bahwa bungkusan kresek itu adalah kresek yang dikeluarkan dari tas jinjing gadis tadi. Adi bergegas mengambil kantong kresek hitam itu lalu berlari mencari gadis tadi. Ramainya terminal membuat pandangan Adi terhalang dan laju larinya juga tersendat sendat, apalagi berapa orang menegurnya agar Adi jangan lari di tengah keramaian.

"Mbak Barangnya," teriak Adi dari jauh saat melihat gadis itu masih berdiri memasang helm di parkiran dengan gadis lain yang menjemputnya. Tapi karena terminal yang ramai suara Adi tak terdengar jelas dan malah yang menoleh adalah orang orang yang tak berkepentingan.

"Mbak barangnya!" teriak Adi lagi

"Barang saya mas?" kata seorang mbak-mbak yang berada di depan Adi.

"Bukan mbak kok , maaf mbak."

"Bukan aku ya mas? Oh ya. Barang aku ternyata masih di sini. Hati aku juga masih disini kok mas," canda mbak-mbak yang gagal membuat Adi tersenyum. Ga jelas! gertak Adi dalam hati.

Obrolan tak penting itu mencegat Adi berapa detik. Adi berfikir keras agar gadis itu bisa menoleh, kantong kresek itu tak tertutup rapat hanya diikat sekali dengan simpul. Adi langsung berinisiatif membuka isi kresek agar dia tahu isinya lalu dia akan berteriak dengan meyebutkan isi keresek itu dengan detail agar sang pemilik menyadarinya. Sambil berjalan agak cepat Adi membuka bungkusan tersebut, dia langsung menarik isinya, mengangkatnya tinggi tinggi lalu melambaikan ke arah gadis tadi sambil berteriak. Sejenak Adi melihat isi kresek yang dia lambaikan ke atas. Adi tertegun, sebuah kain segitiga berwarna merah muda dengan renda renda lucu berkibar di tangan Adi dengan indahnya,

"Mbak!" kata Adi keras sehingga berapa orang yang di sana menatap langsung menatap Adi.

"Celana Dalamnya ketinggal... an," lanjut Adi dalam hati, lalu pelan-pelan Adi menurunkan tangannya dan menaruh lagi pusaka itu ke dalam tempatnya. Tatapan pengunjung terminal mulai berbeda beda, ada yang menahan tawa bahkan ada juga yang melirik Adi diam diam dengan senyum yang tersimpul di bibir mereka sambil mengelus elus tangan kekarnya.

Ternyata Gadis itu sudah tidak ada disana, bagaimana Adi bisa mengembalikan pusaka itu????


Quote:
Progress Editing ( 1/50)
Part ini sudah direvisi
Bila masih ada typo atau penggunaan kata yang tidak tepat mohon segera mention ane oke...
Terima kasih sudah membaca kisah ini..



judulnya emoticon-Ngakak (S)


ini ceritanya cinderella versi rakyat jelata ya gan yg ketinggalan daleman emoticon-Ngakak (S)

lanjuuut emoticon-Cool
njiiirrr provokatip nih judulnya ..

nenda gan emoticon-Shakehand2
awkoaokow judulnya emoticon-Ngakak
numpang bikin kontrakan gan.
njriiitttt judul nya.. emoticon-Bikini
lanjooot gaaannn... emoticon-Ngakak
ikut nenda ya gan kayaknya ceritanya menarik
Kirain cowoknya ngintip sempak pink OMG emoticon-Big Grin terus jatuh cinta dari pandangan sempak , terus tukeran emoticon-Ngakak (S)
Anjriiir langsung ngakak bacaNya emoticon-Ngakak
Dan kenapa disebut pusaka emoticon-Ngakak
judulnya mengundang selera gan..numpang titip sempak usang ganemoticon-Cool
numpang nyairin duit boz emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia

#AdminSFTHLOVERSKASKUSFBDAFFAFS
gelar tenda doloemoticon-Traveller
haha... judulnya nice banget... kayanya akan jadi cerita yang panjang.. lanjut ya ts. terlepas ini fiksi atau real. kalo liat dari part 1. cerita ini nampak sangat layak untuk diikuti.. lanjuuutt...emoticon-Toast
pejwan dulu di story baru..

Judulnya anjaay banget... haha

numpang lapak gan

2. Keramahan Rakyat indoesia / Obrolan super penting

Celana Dalam Merah Muda [^.^] [TAMAT]Quote:Dua jam berlalu, Adi akhirnya bisa duduk santai di bus ekonomi ber-AC itu. Adi duduk di dekat jendela. Di samping Adi duduk seorang pemuda yang seumurannya dengannya, bus itu tampak penuh bahkan banyak penumpang berdiri karena kehabisan tempat duduk. Agak susah untuk berbuat baik di dalam bus ekonomi seperti ini walaupun Adi mendapati bapak-bapak yang sudah tua tidak dapat tempat duduk dan harus berdiri sambil berdesakan. Dengan kondisi bus yang padat tak memungkinkan untuk menukar tempat duduk, bisa-bisa malah berakibat penumpang lain tergencet.

Dibandingkan rasa capeknya saat ini, Adi merasa lebih capek untuk menutup rasa malunya di terminal tadi. Dia masih terbayang bagaimana tangannya dengan indah melambai lambaikan pusaka merah muda itu di depan puluhan bahkan ratusan pasang mata di terminal tadi.

Untung saja tidak ada anggota ormas anarkis di sana. Bisa-bisa Adi dituduh melakukan tindakan pemberontakan terhadap kedaulatan NKRI karena sudah mengibarkan bendera merah muda berbentuk segitiga berenda di tengah tengah ratusan orang.

Tangan Adi masih memegang kantong plastik hitam berisi pusaka merah muda berenda itu. Awalnya dia berfikir untuk membuangnya tapi hati kecilnya mengatakan dia harus mengembalikannya walau tidak sekarang, tapi nanti setelah dia kembali ke kota Malang karena Adi akan mudik untuk tiga sampai lima hari kedepan.

Awalnya Adi berfikir untuk menaruh bungkusan itu kedalam tas ranselnya, namun Imajinasinya mulai merusak niatnya itu. "Tas ranselku bisa ternoda," batin adi. "Lipstik dan bedak saja tidak pernah masuk ke tas ini, sekarang tas ini harus aku nodai dengan memasukkan pusaka keramat ini, aku ga sanggup!"batin Adi. Ia berdebat dengan imajinasinya yang mulai berlebihan.

Srekkk Duk Cesss bungkusan itu jatuh ke lantai bus karena Adi terlalu khusuk menghayal yang aneh-aneh. Tiba tiba dengan sigap pemuda di samping Adi bermaksud baik untuk membantu Adi mengambil barangnya yang jatuh. Entah karena ikatannya kurang kuat atau ikatan kresek itu sedikit terbuka sehingga isi dari kresek itu bisa terlihat jelas.

"Lucu ya mas," kata mahasiswa itu sambil mengembalikan bungkusan itu ke Adi, pemuda itu sepertinya sudah tahu isi dari tas kresek itu.

"Ahh ehh Iya," kata Adi gugup tapi malah mengiyakan perkataan pemuda tadi. Adi berharap obrolan ini sampai disini saja, dia tidak bisa membayangkan bila ada dua orang cowok berbincang mengenai celana dalam merah muda sambil memuji keimutan dari pusaka keramat itu.

"Boleh liat enggak mas? Kayaknya model modelnya lucu deh mas. Mas jualan ya?" lanjut pemuda itu, entah bermaksud sok akrab guna memperteguh slogan Rakyat Indonesia yang katanya masyarakat yang ramah dan baik atau memang mahasiswa itu doyan hal-hal begituan. Adi bingung harus merespon apa keramahan pemuda di sampingnya namun apapun alasannya Adi tidak mau terjebak di oborolan tentang pelindung selangkangan itu.

Adi berfikir sejenak bagaimana cara menolak keinginan mahasiswa sok akrab itu dengan sopan namun mahasiswa yang kebanyakan gaul itu malah berimprovisasi dengan mengambil sendiri pusaka merah muda itu dari kantong kresek yang dipegang Adi. Dielusnya pusaka itu sambil berkata."Kainnya bagus mas." Adi hanya terdiam mematung bingung harus menanggapi apa.

Adi sudah mulai gila. Apalagi sudah ada beberapa pasang mata yang mulai memandang interaksi dua pemuda yang sedang bermain dengan pusaka keramat milik perempuan yang tidak seharusnya digenggam manusia berbatang seperti Adi dan pemuda sok akrab itu. Kini mahasiswa sok akrab itu merentangkan pusaka merah muda yang dia pegang. Rasanya Adi ingin mengambil alih pusaka itu lalu menaruhnya ke singgasanannya di kresek hitam yang dia pegang tapi dia tidak ingin membuat suasana semakin tidak enak.

"Ini ukurannya S ya mas? Ini buat yang bokong kecil," tawa mahasiswa itu sok asik. Adi malah melihatnya seperti mahasiswa cabul.

"Anak saya sering beli yang model begini. Adik jualan ya? Kalau masih ada, bapak boleh lihat model modelnya?" tiba tiba seorang bapak-bapak yang kira kira berumur 50 tahunan yang dari tadi berdiri di bus ikut nimbrung diobrolan persempakan yang hina itu. Kenapa masyarakat indonesia menjadi tiba-tiba begitu ramah dan mudah akrab dikondisi seperti ini. batin Adi kesal.

"Kalo model begini berapa dik ?" tanya bapak itu lagi. Padahal Adi masih belum mengiyakan pertanyaan bapak sebelumnya.

"Oh ini cuman contoh contoh aja pak. Nnggaj dijual. Jadi ini buat model kalo ada yang mesen secara grosir,"jawab Adi bohong. Adi tiba-tiba berevolusi menjadi pengusaha sempak grosiran.

"Wah enterprenuer muda ya mas ini," Kata mahasiswa yang dari tadi diam sambil membolak balikan pusaka merah muda yang sama sekali tidak di lepas dari genggamannya.

"Buat selingan aja. Selain ini, ada tas baju sama sepatu juga kok pak," jawab Adi melanjutkan kebohongannya. "Ada jilbab, mukena, sarung , sejadah juga ada" lanjut Adi. Dia mencoba menyelamatkan dirinya dari cap pengusaha sempak, setidaknya ada barang yang lebih relijius yang dijualnya.

"Berarti ga bisa beli bijian ya dik?" Bapak itu terlihat kecewa. "Padahal anak saya pasti seneng kalo bapak beliin model ini." Adi hanya terdiam mendengar kekecewaan bapak itu. Antara percaya tidak percaya,.

"Ini bahannya bagus, lembut juga," ucap seorang ibu. Adi menoleh, dari mana asalnya? Tiba tiba sekarang seorang ibu-ibu yang duduk di kursi sisi lain sedang mengusap usap pusaka merah muda itu. Adi tercengang sejak kapan pusaka itu berestafet kesana.

"Kalo murah, Ibu mau pesen buat di jual di toko ibu. Ini kualitasnya bagus banget" Lanjut ibu itu.

"CUKUPPPPPPPPPPP MEMBAHAS PERSEMPAKAN INIIIIIII !!!!!" JERITTT ADI DALAM HATI !!



Quote:
Progress Editing ( 2/50)
Part ini sudah direvisi
Bila masih ada typo atau penggunaan kata yang tidak tepat mohon segera mention ane oke...
Terima kasih sudah membaca kisah ini..

wanjirr hahaha emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By panji1028
Judulnya mulai mainstrum neh gan..
Pejwan d amankan emoticon-2 Jempol

Oke gan, siap 86 !!!!
Quote:Original Posted By nonanyonyo
judulnya emoticon-Ngakak (S)
ini ceritanya cinderella versi rakyat jelata ya gan yg ketinggalan daleman emoticon-Ngakak (S)
lanjuuut emoticon-Cool

Hehehe.. sedikit inspirasinya dari sana, hehehe
Quote:Original Posted By cobra.tonsea
njiiirrr provokatip nih judulnya ..
nenda gan emoticon-Shakehand2

Sebenernya judulnya biasa aja gan, tapi otak anak SFTH udah mulai berlendir haha
Quote:Original Posted By rafc
awkoaokow judulnya emoticon-Ngakak
numpang bikin kontrakan gan.

monggo, jangan lupa bayar pake bintang gan gege
Quote:Original Posted By bagsa.09
njriiitttt judul nya.. emoticon-Bikini
lanjooot gaaannn... emoticon-Ngakak

emoticon-Smilie
Quote:Original Posted By MIKBENTO
ikut nenda ya gan kayaknya ceritanya menarik

monggo
Quote:Original Posted By rondo.royal
Kirain cowoknya ngintip sempak pink OMG emoticon-Big Grin terus jatuh cinta dari pandangan sempak , terus tukeran emoticon-Ngakak (S)

Lah hahaha, boleh lah imajinasi agan
Quote:Original Posted By gusdetama
Anjriiir langsung ngakak bacaNya emoticon-Ngakak
Dan kenapa disebut pusaka emoticon-Ngakak

Pusaka emang gan, itu barang terlarang banget, hehe
Quote:Original Posted By monoxxx.maniak
judulnya mengundang selera gan..numpang titip sempak usang ganemoticon-Cool

daur ulang gan sempaknya
Quote:Original Posted By playas
numpang nyairin duit boz emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia
#AdminSFTHLOVERSKASKUSFBDAFFAFS

he si admin
Quote:Original Posted By stand.up
gelar tenda doloemoticon-Traveller

monggo
Quote:Original Posted By SanzNya
haha... judulnya nice banget... kayanya akan jadi cerita yang panjang.. lanjut ya ts. terlepas ini fiksi atau real. kalo liat dari part 1. cerita ini nampak sangat layak untuk diikuti.. lanjuuutt...emoticon-Toast

udah di jelasin di post 1 gan
Quote:Original Posted By maspion222
pejwan dulu di story baru..
Judulnya anjaay banget... haha
numpang lapak gan

Monggo
Quote:Original Posted By kawan.main
wanjirr hahaha emoticon-Ngakak

Bang Id ente kok sama id ane mirip
jangan jangan kita
Mantra Pusaka
amankan Pejwan

HIAAATTTTTTT....
×