alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56fbb549507410d84f8b456c/timeline-sejarah-penulisan-alkitab
Timeline Sejarah Penulisan Alkitab
Sebagai pengantar, berikut saya sadur pernyataan dari William Dever, seorang arkeolog terkemuka dari Amerika mengenai Alkitab:
Dalam masa waktu yang lama, Alkitab menjadi sumber tertua bagi rekonstruksi dari keagamaan orang Israel kuno, namun sekitar 100 tahun terakhir, bidang Arkeologi mulai memberi informasi penting. Dan selama 20-30 tahun belakangan terjadi revolusi dalam pemahaman keagamaan Israel kuno. Mungkin anda mengira Alkitab sudah cukup untuk menjadi sumber, bukankah ia adalah buku agama? Tapi tidak demikian, ia bukanlah sumber yang bagus. Alkitab ditulis setelah puluhan atau bahkan ratus tahun sejak keruntuhan kerajaan Israel dan Yehuda.

Bukan hanya itu, ia juga di tulis oleh sekelompok kaum elit yang berafiliasi dengan kuil (Bait Allah) dan istana di Yerusalem. Kelompok elit ini adalah orang-orang yang berpaham ekstrim kanan, ortodoks, nasionalis. Dan tulisan mereka bukanlah representatif dari pandangan umum mayoritas. Alkitab adalah gambaran idealis dari kepercayaan Israel kuno yang seharusnya dipraktekkan, dan kelompok elit ini tidak mampu mewujudkannya, malah yang terjadi adalah sebaliknya.

Alkitab adalah "laporan minoritas" yang mencoba merekonstruksi agama yang ideal, yang sesuai dengan pandangan para penulis Alkitab, berdasarkan sumber kuno yang mereka miliki. Dan arkeologi memberi kita jendela baru untuk melihat kepercayaan dan praktek keagamaan orang-orang Israel kuno, sebuah "alat" untuk memahami orang Israel kuno. Alkitab adalah sebuah "sumber sekunder" ia terbatas, kita tidak dapat menggali informasi baru dari naskah-naskahnya selain yang tersedia disana. Dan Arkeologi setiap waktu memberi kita informasi melalui penemuan-penemuan di Israel dan Suriah. Dan saya akan menceritakan dalam sudut pandang sejarawan mengenai keagamaan dari orang-orang Israel kuno. Dan agama Israel kuno itu adalah segala sesuatu yang dicela oleh penulis Alkitab.

Index

Timeline
- Sejarah Israel & penulisan kitab-kitab
- Dinasty Babilon hingga Persia
- Situasi Provinsi Yehudah Pada Masa Persia
- Peristiwa penting di masa Babylon, Persia, Hellenistik sebagai dasar penanggalan kitab Daniel
- Otorisasi Torah
- Kanonisasi Tanakh berdasarkan Arkeologi
- Sejarah kota Nineveh
- Kehancuran Jericho
- Dari Adam & Hawa -> Kehancuran Israel & Yehudah

Referensi
- Referensi Artefak Ashur yang berhubungan dengan kerajaan Israel.
- Surat Ariesteas, dasar penanggalan LXX
- Daftar Literatur Rabbinik/Talmud
- Diagram pohon keluarga Adam & Hawan
- Dokumen Hipotesis Torah

Kitab Alkitab - Daftar Kanon
- Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan
- Yoshua
- Hakim-Hakim
- Ruth
- Samuel I & II
- Raja-Raja
- Tawarikh
- Ezra & Nehemiah
- Esther
- Ayub
- Mazmur
- Amsal
- Pengkhotbah
- Kidung Agung
- Yesaya
- Yeremiah
- Ratapan
- Yehezkiel
- Daniel
- Hosea
- Yoel
- Amos
- Obaja
- Yunus
- Mikha
- Nahum
- Habakuk
- Zefanya
- Haggai
- Zakharia
- Maleakhi

Kitab-Kitab Non-Kanon
- Tobit
- Yudith/Judith
- Ben Sirah
- Macabbe/Makabe
- Yobel/Jubilees
- Henokh/Enoch
- Perjanjian Abraham

Haggadah/Legend of The Jews
Hal-hal pertama yang diciptakan Allah sebelum penciptaan Langit & Bumi
Penciptaan, hari ke-1
Penciptaan, hari ke-2
Penciptaan, hari ke-3
Penciptaan, hari ke-4
Penciptaan, hari ke-5
Penciptaan, hari ke-6
- Adam
- Kejatuhan Satan
- Henokh
- Nuh
- Nimrod & Menara Babel
- Abraham
Berikut ini adalah perkiraan penanggalan masa penulisan kitab-kitab perjanjian lama, penanggalan ini dibuat berdasarkan penafsiran pada ayat-ayat Alkitab yang disesuaikan dengan konteks sejarah.

Era Monarki kerajaan Israel & Yehuda
abad ke 8-7 sm (745-586 sm)


* Sebagian besar kitab Mazmur (2/3 isi kitab)
* Abad ke 8 : Sebagian kitab Amos (sebelum expansi bangsa Asyur 645 sm), Yesaya (1-39), Hosea, Micah
* Abad ke 7 : Sebagian kitab Namum, Zefanya (pada zaman Yosia 649-609 sm), Habakkuk (sebelum perang Charcemish, 605 sm) Kitab Sejarah (Yoshua, Hakim2, Samuel, Raja2)


Era di pengasingan
abad ke 6 sm (586-539 sm)


* Sebagian kitab Obadiah sekitar masa kejatuhan Yerusalem, 586 sm.
* Akhir dari kitab sejarah (Yoshua, Hakim2, Samuel, Raja2)
* Yeremia aktif pada akhir abad ke 7 dan awal abad ke 6.
* Yehezkiel aktif di Babylon 592-571 sm.
* Bagian akhir kitab Yesaya (pasal 40-50), penulis aktif di Babylon.
* Sebagian kitab Hosea, Amos, Micah dan Zefanya
* Kemungkinan bagian Awal Mazmur (mazmur Daud) hingga Mazmur 89.


Pasca Pengasingan
Zaman Persia, abad ke 5-4 sm (538-330 sm)


* Torah (Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan 19-25, 27, 31-34)
* Sebagian kitab Yesaya 55-66
* versi Masoretic Yeremiah
* Haggai (tahun ke dua pemerintahan Darius 520 sm)
* Zakaria 1-8, bagian 9-14 pada abad ke 5 sm.
* Malachi (abad ke 5 sm, setelah selesainya misi Nehemiah dan Ezra
* Tawarik (sekitar 400-250 sm atau 350-300 sm.
* Kitab asal dari Ezra-Nehemiah (Esdrash) selesai pada zaman akhir Ptolemic 300-200 sm.


Zaman Helenistik
abad ke 3 -2 sm (330-164 sm)


* Ayub, Pengkhotbah dan Kidung Agung kemungkinan ditulis pada abad ke 4 -> 5 sm, terlihat dari refleksi persinggungan dengan budaya Yunani. Kitab Ayub terlihat kontak budaya Persia dan Hellenistik, sekitar abad ke 2 sm.
* Sebagian kitab Mazmur (1/3 bagian akhir).

Era Hasmonean/Maccabee
Abad ke 2-1 sm (164-4 sm)

* Daniel (164 sm, kombinasi penglihatan pada bab 7-12, dengan zaman Persia dan Hellenistik bab 1-6.
* 1,2,3,4 Maccabee, Tobit, Judith, beberapa kisah tambahan pada kitab Daniel dan Esther
* Wisdom of Solomon (Hikmat Salomon) akhir dari abad 1 sm atau awal hingga pertengahan abad ke 1 m.

Masa Romawi
Abad ke 1 m


* 4 Maccabee (setelah 63 sm)
* Wisdom of Solomon (Hikmat Salomon) akhir dari abad 1 sm atau awal hingga pertengahan abad ke 1 m.
* Perjanjian baru (sekitar 5-110 masehi)

Sumber dan Artikel lain berhubungan dengan Israel :
http://sejarahisraelpurba.blogspot.c...rdasarkan.html
ane masih belum terlalu paham soal 4 sumber torah (Yahwist, Elohist, Deutronomist, Priestly) + Hipotesis dokumen (documentary hypothesis)....klo ada waktu ntar coba bahas lebih lanjut ya om gezer tentang ini emoticon-Malu
Quote:Original Posted By wantad
ane masih belum terlalu paham soal 4 sumber torah (Yahwist, Elohist, Deutronomist, Priestly) + Hipotesis dokumen (documentary hypothesis)....klo ada waktu ntar coba bahas lebih lanjut ya om gezer tentang ini emoticon-Malu

Kalau sempat dibahas sejarah torah dari berbagai macam perspektif...
Secara tradisional Torah (Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan) di percaya ditulis oleh Musa, kecuali bagian akhir kitab Ulangan, yang bercerita tentang kematian dan penguburan Musa, ditulis oleh Yoshua. Akan tetapi berdasarkan konsensus ahli sejarah saat ini, terdapat sebuah hipotesis bahwa Torah ditulis oleh banyak pihak dan proses pembuatannya mencapai hingga ratusan tahun.

Ada 4 kitab yang menjadi bahan penelitian yaitu : teks Masoretic, teks Samaritan Torah, Septugiant, dan fragmen dari Qumran.
Para ilmuwan sepakat bahwa kitab Torah berasal dari 4 sumber yaitu kelompok Yahwist, Elohist, Deutronomist (sejarawan) dan Priestly (imam bait Allah). Masing-masing mempunyai kisah dasar yang sama, lalu kemudian dikombinasikan oleh beberapa editor.

Kitab Kejadian

Dalam pembuatan kisah Patriakh, pihak Yahwist membuat 4 bagian topik : kisah Abraham-Yakub-Yehuda-Joseph, mengkombinasikan mereka sebagai sebuah sejarah silsilah keluarga, dan kisah perjalanan hidup mereka dan perjanjian mereka dengan Yahweh dalam sebuah kesatuan, serta tentang kisah sejarah penciptaan alam semesta, dimana mereka menggunakan sumber dari Yunani dan Mesopotamia, mengubah dan menambahkan kisah-kisah tersebut dan membuat sebuah kisah baru dengan agenda Theologi. Hasil karya pihak Yahwist ini kemudian di revisi dan dikembangkan menjadi versi akhir oleh pihak Priestly (Imam).

Lalu kapankah kitab ini dibuat? Pada awal abad ke 20, para ahli sejarah berpendapat karya para Yahwist dibuat pada masa periode Monarki Israel & Yehuda, khususnya pada zaman Solomon, dan sentuhan pihak Priestly pada pertengahan abad ke 5 sm (dipercaya oleh Ezra), akan tetapi saat ini pemikiran terbaru mengatakan sumber dari Yahwist ditulis pada masa sebelum dan selama pengasingan di Babilonia sekitar abad ke 6 sm, dan pihak priestly membuatnya menjadi versi final pada akhir periode kembalinya mereka ke Palestina dari Mesopotamia.

Mengenai kenapa kitab tersebut dibuat? ada sebuah jawaban yang kontroversial, bahwa ini dikarenakan "campur tangan pihak kerajaan Persia". Persia yang menaklukkan Babilonia pada 539 sm, hendak memberikan kepada pihak Yerusalem sebuah otonomi, tetapi menginginkan pihak berwenang disana untuk membuat sebuah hukum yang tunggal dan dapat diterima oleh semua komunitas.

Ada 2 kelompok kuat yang membelah komunitas tersebut :
1. kelompok imam (Priestly) yang mengontrol bait Allah, mereka adalah Kelompok yang percaya asal usul mereka dari kisah Musa dan pengembaraanya dipadang pasir hingga tanah Kanaan.
2. kelompok mayoritas yang merupakan pemilik tanah yang terdiri dari para "tetua" dan mempercayai asal-asul mereka dari kisah Abraham, yang memberi mereka hak atas tanah tersebut.

Kelompok ini terlibat dalam berbagai macam konflik, dan masing-masing mempunyai "sejarah asal-usul".

Kitab Keluaran
Dipercaya oleh para sejarawan berasal dari tradisi oral yang lalu dibukukan sekitar tahun 600 sm hingga 400 sm, berdasarkan garis besar narasi dari kitab ini diketahui berasal dari awal abad ke 7 m. Kitab keluaran tidak dipercaya sebagai kisah historis oleh para sejarawan moderen : ilmu sejarah moderen membutuhkan evaluasi kritis atas sumber sejarah, dan tidak menerima penjelasan supranatural/Tuhan atas sebuah peristiwa, dan dalam kitab Keluaran, segala sesuatu dinarasikan adalah buah campur tangan Tuhan, serta latar belakang (zaman) kisah tersebut sangatlah kabur dan tidak jelas. Tujuan dari penulisan buku ini adalah bukan untuk mencatat sebuah peristiwa sejarah, akan tetapi sebagai refleksi akan "kisah pengalaman" sebagai kaum yang terasingkan di Babylon hingga kemudian pulang ke Yerusalem, pengalaman menjadi kaum tawanan pihak asing dan perlunya memahami kekuasaan Tuhan.

Walau elemen mistis tidak se-insentive dalam kitab Kejadian, beberapa penulis memasukkan elemen legenda kuno dalam kitab tersebut : seperti kisah bayi Musa yang dihanyutkan ke sungai Nil, kemungkinan besar berasal dari legenda raja Sargon, dan kisah membelah laut merah berhubungan dengan dengan mitologi penciptaan di Mesopotamia. Dan kesamaan hukum 10 perintah Allah yang memiliki kemiripan dengan hukum Hammurabi. Atas pengaruh-pengaruh ini para ilmuwan berkesimpulan kitab ini berasal dari komunitas yang berasal dari pengasingan di Babylon, terkecuali sebuah elemen lain tentang kisah Musa yang melarikan diri ke tanah Midian setelah membunuh orang Mesir mungking berasal dari legenda Mesir yaitu kisah Sinuhe (story of Sinuhe)

Kitab Imamat
Kitab ini diyakini proses pembentukan akhirnya sejak 538-332 sm. Seluruh isi kitab ini bersumber dari literatur pihak Priestly. Bab 1-6 berisi tentang kode para imam, bab 17-26 tentang kode kesucian. Kesemua kode-kode mengenai ritual para imam ini kemudian dikembangkan artinya dari kesucian sebuah ritual menjadi konsep theologi, moral dan meluas dari kode kesucian ritual menjadi model untuk hubungan antara bangsa Israel dan Yahweh, sebagaimana tabut perjanjian dibuat menjadi suci, sebagai representasi kehadirat Tuhan dan terpisah dari ketidak-sucian, demikianlah Yahweh akan selalu melindungi Israel jika Israel mensucikan diri dan memisahkan diri dari bangsa lain

Kitab Bilangan
Kitab ini dipercaya moyoritas berasal dari pihak priestly (imam bait Allah) dan deutronomist/sejarawan/redaktur, pada masa pengasingan atau zaman Persia.

Kitab Ulangan
Para ahli sejarah percaya sebagian besar isi kitab ini disusun sewaktu masih di Yerusalem sekitar abad ke 7 sm, pada zaman raja Yoshiah (naik tahta 641-609 sm) yang sedang mengadakan reformasi keagamaan.

Pada akhir abad ke 8 sm, baik Yehuda maupun Israel adalah merupakan negeri vassal dari Asyur/Assyria. Israel kemudian melakukan pemberontakan, dan akhirnya dihancurkan sekitar 722 sm. Rakyatnya banyak yang mengungsi ke Yehuda dan ikut serta dibawa oleh mereka sejumlah tradisi. Salah satunya adalah dewa yang bernama Yahweh, yang sebenarnya sudah dikenal dan juga di puja oleh rakyat Yehuda, akan tetapi konsep dari Israel ini bukan hanya sebagai dewa utama, tetapi hanya satu-satunya dewa yang harus di puja. Tradisi ini mendapat sambutan dari kaum elit dan para bangsawan atau tuan tanah di Yehuda, yang juga memegang kekuatan politis dalam lingkungan istana, mereka pula yang mengangkat Yosiah menjadi raja setelah menggulingkan ayahnya.

Setelah 18 tahun pasca Yoshiah menjadi raja, kekuatan Asyur perlahan melemah dan mengalami kemunduran, dan sebuah pergerakan untuk merdeka dari Asyur mulai menguat dilingkungan istana. Pergerakan ini diiringi pula dengan keinginan membuat ideologi Yahweh sebagai satu-satunya dewa untuk Yehuda. Yoshiah lalu melakukan reformasi besar-besaran dalam bidang keagamaan yang ter-refleksikan dalam kitab Ulangan 5-26, dan menggantikan perjanjian Yehuda dan Asyur, menjadi Yehuda dan Yahweh, perjanjian ini dikisahkan menjadi perintah Musa kepada rakyat Israel (Ulangan 5:1)

Tahap selanjutnya adalah masa pembuangan di Babilon. Penghancuran Yehuda oleh Babylon pada 586 sm dan akhir dari era monarki, membuat kaum elit Deutronomist/sejarawan merefleksikan hal ini dalam spekulasi theologi, dan dalam pengalaman di pembuangan Babilon. Mereka menganggap musibah ini diberikan oleh Yahweh sebagai hukuman karena mereka tidak mematuhi hukum illahi, dan mereka menuangkan hal ini dalam kisah sejarah Israel versi Torah (masa Yoshua hingga raja-raja).

Ketika Persia berkuasa, dan mereka di-izinkan untuk kembali ke Yehuda dan membangun kembali bait Allah, bab 1-4 dan 29-30 ditambahkan kedalam kitab Ulangan sebagai bab pembuka, dan kisah mereka yang akan kembali ke tanah perjanjian, berubah menjadi kisah mengenai sekelompok orang yang akan memasuki tanah perjanjian. Kisah mengenai hal-hal terkait legalitas/hukum pada bab 19-25 adalah refleksi ketika mereka menemui masalah-masalah baru di Yehuda, dan bab 31-34 adalah kesimpulan baru.

Nabi Yesaya yang aktif di Yerusalem 100 tahunan sebelum Yoshiah, tidak pernah menyinggung tentang kisah keluarnya mereka dari negeri Mesir, perjanjian dengan Yahweh, atau hukuman jika tidak menaati hukum-hukumnya; sangat kontras dengan sesama nabi yaitu Hosea, yang aktif di kerajaan Israel seringkali menyinggung tentang kisah keluaran, masa di pengembaraan, perjanjian kudus, marabahaya yang mengintai jika menyembah dewa-dewa asing, dan perlunya untuk menyembah Yahweh sebagai dewa tunggal. Hal ini membuat para ahli berpandangan bahwa tradisi yang tertuang dalam kitab Ulangan ini berasal dari utara/kerajaan Israel. Mengenai apakah seperangkat kode hukum yang terdapat pada bab 12-26 adalah inti dari kitab ini, tertulis pada zaman Yoshiah atau lebih awal lagi masih terjadi perdebatan.

Tema dari kitab Ulangan adalah pada keunikan Yahweh allah Israel, dan perlunya sentralisasi penyembahan secara khusus terhadapnya, dan disinggung pula tentang regulasi sosial. Inti dari tema sekitar Siapakah Allah Israel dan perjanjian apa yang terjalin antara Allah dan bangsanya.

Posisi kitab Ulangan dalam Alkitab, juga menimbulkan teka-teki, dalam menghubungkan kisah pengembaraan bangsa Israel di padang gurun, hingga petualangan mereka di tanah Kanaan. Ada sebuah pendapat bahwa kisah pengembaraan di padang gurun pada kitab Bilangan dapat saja diakhiri, dan dilanjutkan dengan kisah pengembaraan Yoshua di tanah Kanaan, tanpa perlu adanya kitab Ulangan. Inti dari Kitab ulangan dipandang hanya berisi kode hukum dan perjanjian, yang sengaja disisipkan kedalam Torah untuk melegalisasi reformasi relijius yang dilakukan oleh Yoshiah. Akan tetapi ada pendapat lain yang lebih tua yang mengatakan bahwa kitab Ulangan sebenarnya adalah bagian dari kitab Bilangan, dan kisah Yoshua adalah pelengkap, dan menjadikan Kitab bilangan diperluas menjadi kitab khusus yaitu Ulangan.
septuaginta gimana tuh gan?
bahas juga dong dimarih
Quote:Original Posted By wesleyivan
septuaginta gimana tuh gan?
bahas juga dong dimarih


Kalo sempat yah... jadwalnya :
1. Timeline
2. perkiraan tahun komposisi
3. Variasi Sudut pandang sumber torah
4. Pembukuan LXX
5. Septugiant, masoretic..
Quote:Original Posted By gezer
Kalo sempat yah... jadwalnya :
1. Timeline
2. perkiraan tahun komposisi
3. Variasi Sudut pandang sumber torah
4. Pembukuan LXX
5. Septugiant, masoretic..



okedeh gan
kalo bisa disertakan sumurnya dan daftar pustakanya
makasih
Gbu
emoticon-shakehand
Quote:Original Posted By wesleyivan



okedeh gan
kalo bisa disertakan sumurnya dan daftar pustakanya
makasih
Gbu
emoticon-shakehand


Wah ini bukan skripsi bro... gak sempat kalo sy buatkan sampe ke daftar pustaka... justru diforum ini nanti dibahas mana yg kurang jelas, baru diberikan referensinya..
Kitab Yoshua
Dalam Kitab Yoshua sebenarnya tidak terdapat keterangan tentang siapa penulis buku tersebut. Akan tetapi Talmud Babylon yang ditulis sekitar abad ke 3 atau 5 m, adalah yang pertama kali mencoba menghubungkan tentang siapa penulis dari setiap buku dalam Alkitab, dan dihubungkanlah penulis kitab tersebut kepada Nabi Yoshua. Namun hal tersebut tidak diterima oleh beberapa tokoh seperti John Calvin (1509-1564), menurutnya kitab tersebut pastilah ditulis oleh orang lain setelah wafatnya Yoshua.

Saat ini dikalangan sejarawan terdapat kesepahaman bersama bahwa kitab Yoshua dianggap sebagai dari kitab sejarah Israel atau terdiri dari Ulangan, Yoshua, Samuel dan Raja-raja. Pada tahun 1943 sejarawan Jerman, Martin Noth berpendapat bahwa kitab sejarah ini kemungkinan ditulis oleh penulis tunggal, yang hidup semasa di pembuangan Babylon (abad ke 6 sm). Pada tahun muncul pendapat lain dari sejarawan Amerika, Frank M. Cross, memberi alternatif lain bahwa kitab ini kemungkinan ditulis dimasa pemerintahan raja Yoshiah (abad ke 7 sm), lalu dilanjutkan hingga selesai pada masa pembuangan di Babylon. Dan pendapat sejarawan terakhir adalah kemungkinan kitab ini ditulis oleh lebih dari satu penulis.

Berdasarkan penemuan arkeologi terbaru, muncullah pendapat yang mengatakan bahwa kisah Yoshua kemungkinan besar bukan lah sebuah peristiwa historis. Melihat dari latar belakang kisah Yoshua yang berlangsung pada abad ke 13 sm; yang mana pada masa tersebut banyak kejadian tentang penghancuran banyak kota di Levant. Namun ada kota-kota besar (Hazor dan Lachish) yang juga hancur namun (akibat lain) namun disebutkan dalam kisah Yoshua dihancurkan oleh tentaranya, dan ada kota yang disebut dihancurkan oleh Yoshua justru berdasarkan penelitian terbaru ternyata belum berpenghuni atau pada masa Yoshua memang berupa reruntuhan (Jericho) dan tak berpenghuni.

Kurangnya fakta historis dalam kisah Yoshua ini membuat, beberapa rohaniawan mulai menyarankan kepada pembacanya untuk memprioritaskan pesan theologisnya dan menyadari bahwa pesan inilah yang ingin disampaikan oleh penulis kitab kepada para pembaca/pendengarnya yang hidup pada abad ke 7 dan 6 sm.
Penjelasan lain tentang kitab ini adalah dari Richard Nelson : Perlunya sebuah dasar untuk ideologi kerajaan yang tersentralisasi, yang mana untuk menyatukan kerajaan Israel dan Yehuda dalam sebuah kesamaan asal-usul, yang dikombinasikan dengan legenda dan tradisi kuno seperti kisah keluaran dari Mesir, kepercayaan akan Allah sebagai pelindung supranatural bangsa, dan penjelasan akan kota-kota yang saat itu menjadi reruntuhan, strata sosial dan kelompok etnis/suku (12 suku israel).
Kitab Hakim-hakim
Sumber dari kitab ini adalah dari berbagai cerita rakyat mengenai para pahlawan dari suku-suku di Yehuda/Israel, yang kemudian dimodifikasi menjadi peperangan Yahweh oleh para Deutronomist/sejarawan. Pendapat mayoritas dari para sejarawan adalah kitab ini ditulis oleh penulis tunggal.

Dari pengulangan kalimat "Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya", menunjukkan bahwa hal ini (seakan) tertulis pada zaman monarki. Dan pada bagian penutup kitab yang memberi penekanan akan kepemimpinan Yehuda sebanyak 2x, menunjukkan bahwa penulis adalah simpatisan kerajaan Yehuda (1:1-2; 1:3-20s).

Sejak pertengahan abad ke 20 kebanyakan sejarawan sependapat dengan thesis Martin Noth bahwa kitab Ulangan, Yoshua, Hakim-Hakim, Samuel dan Raja-Raja berasal dari satu sumber. Bahwa kisah sejarah ini dituliskan pada masa pembuangan sekitar abad ke 6 sm. Frank Moore lalu muncul dengan pendapat yang berbeda, bahwa bagian pertama dari kisah sejarah itu ditulis di Yerusalem pada masa Yosiah (abad ke 7 sm) lalu dikembangkan di pengasingan seperti pendapat Martin Noth.

Sejarawan meyakini jika sentuhan pihak Deutronomist terlihat pada siklus kejadian pada buku tersebut :
1. Israel jatuh kepada penyembahan berhala
2. Yahweh menghukum mereka dengan ditindas oleh bangsa lain
3. Israel memohon bantuan Yahweh untuk pertolongan
4. Yahweh menunjuk seorang pahlawan utuk melepaskan mereka dari penindasan
5. Setelah beberapa masa yang aman, siklus kembali ke no 1.

Terdapat pula sentuhan humor pada bagian kisah suku Efraim yang dikatakan tidak dapat mengucapkan kata Syibolet (Hakim 12:5-6).
Quote:
Untuk menghadapi suku Efraim itu, maka orang Gilead menduduki tempat-tempat penyeberangan sungai Yordan. Apabila dari suku Efraim ada yang lari dan berkata: "Biarkanlah aku menyeberang," maka orang Gilead berkata kepadanya: "Orang Efraimkah engkau?" Dan jika ia menjawab: "Bukan," maka mereka berkata kepadanya: "Coba katakan dahulu: syibolet." Jika ia berkata: sibolet, jadi tidak dapat mengucapkannya dengan tepat, maka mereka menangkap dia dan menyembelihnya dekat tempat-tempat penyeberangan sungai Yordan itu. Pada waktu itu tewaslah dari suku Efraim empat puluh dua ribu orang.


Berdasarkan analisis tersebut, yang mana terdapat gambaran negatif atas suku-suku dari utara, ada yang mengartikan sebagai indikasi bahwa penulisan kitab Hakim-hakim dikerjakan sebelum kehancuran kerajaan Israel pada tahun 722 (yang mana terdapat sentimen anti suku utara di Yehuda).

Quote:Original Posted By gezer
Wah ini bukan skripsi bro... gak sempat kalo sy buatkan sampe ke daftar pustaka... justru diforum ini nanti dibahas mana yg kurang jelas, baru diberikan referensinya..


ok
Kitab Ruth
Awalnya Nabi Samuel dianggap sebagai penulis dari kitab ini, walau kitab Ruth sendiri tidak pernah menyebut nama penulisnya. Penanggalannya diduga pada masa monarki atau di Babylon sebelum masa Ezra, karena tema buku menyinggung tentang leluhur Daud, indikasi lainnya adalah pada abad ke 5 sm, ada gerakan untuk mengenai mencegah kimpoi campur pada zaman Ezra (9:1) dan Nehemia (13:1), mengingat Ruth berasal dari bangsa Moab.

Pendapat lain mengatakan kisah ini mungkin hanyalah metaphor mengingat kesan fiksi yang kuat pada nama-nama figurnya : Mertua Ruth bernama Elimelech (Allah adalah rajaku) dan Naomi (kenyamanan), akan tetapi setelah kematian anaknya yang bernama Mahlon (penyakit) dan Chilion (tersia-siakan), ia mengganti namanya menjadi Mara (Pahit). Menghubungkan Ruth dengan bangsa Moab menimbulkan pertanyaan, dikarenakan sepanjang Alkitab, Moab kerap dihubungkan sebagai musuh bebunyutan Israel, penyembah berhala dan gemar maksiat, bahkan dalam kitab Ulangan 23:3, terdapat larangan yang cukup ekstrim.
Quote:
Seorang Amon atau seorang Moab janganlah masuk jemaah TUHAN, bahkan keturunannya yang kesepuluhpun tidak boleh masuk jemaah TUHAN sampai selama-lamanya.
Izin menyimak untuk menambah ilmu bro TS. emoticon-shakehand
Nanti kalau berkomentar dan menyinggung topik 'orang hilang dari kerajaan utara', bakalan banyak orang menjadi 'sensitif' dan seperti 'kebakaran jenggot'. emoticon-Smilie
Kitab 1 Samuel & 2 Samuel
Kitab ini awalnya adalah 1 kitab, akan tetapi pada Septugiant dipecah menjadi 2. Beberapa versi Alkitab milik agama Yahudi mengikuti tradisi Alkitab kristen sejak abad ke 16 m.

Menurut Talmud, kitab ini hingga 1 Sam 25, ditulis oleh Samuel, dan sisanya dilanjutkan oleh Gad dan Nathan. Akan tetapi pendapat ini telah ditolak oleh para kritikus sejak abad ke 19.

Pandangan umum dikalangan sejarawan, kitab ini ditulis pada masa raja Hezkiah (abad ke 8 sm), lalu dilanjutkan hingga zaman cucunya Yoshia (abad ke 7 sm), dan beberapa bagian ditambahkan pada masa pembuangan di Babylon (abad ke 6 sm), dan selesai kemungkinan pada masa peralihan Persia ke Hellenistik, hal ini terlihat pada 1 Sam 9:8, tentang istilah Syikal perak.
Kitab Raja-Raja
Dalam Alkitab versi Ibrani (milik kaum Yahudi) kitab Raja-raja adalah satu buku tunggal, sama halnya dengan kitab Samuel. Akan tetapi ketika Alkitab diterjemahkan kedalam bahasa Yunani (Septugiant), Kitab Raja2 digabung bersama Samuel, dan ke-4 kitab itu disebut Kitab Kerajaan (Book of Kingdoms).

Gereja Orthodox Yunani masih menggunakan versi tsb hingga saat ini, namun ketika muncul terjemahan ke bahasa Latin (Vulgate), Kitab Kerajaan diubah namanya menjadi kitab Raja-Raja bagian 1 hingga 4. Lalu diubah lagi menjadi : 2 bagian kitab Samuel dan 2 bagian kitab Raja-raja.

Berdasarkan kepercayaan yang berkembang di kaum Yahudi, kitab ini ditulis oleh nabi Yeremiah, ia dikabarkan sempat menyaksikan kejatuhan Yerusalem pada 586 sm.

Pendapat populer dikalangan sejarawan, berasal dari thesis Martin Noth, bahwa kitab raja-raja di buat oleh penulis tunggal yang hidup pada abad ke 6 sm, yang nampak pada gaya bahasa dan pandangan Theologinya (sama dengan buku Ulangan). Akan tetapi ada variasi pendapat bahwa penulisan kitab ini kemungkinan telah di mulai pada masa Yoshiah (abad ke 7 sm), nuansa pro terhadap Yoshiah sangat kental.
Adapula yang berpendapat sejak masa Hezkiah (abad ke 8 sm) yang dipandang sebagai model untuk seorang raja.

Penulis kitab ini nampak kerap kali menyinggung tentang sumbernya : Kitab Salomon (pada kisah tentang Solomon), kitab sejarah raja-raja Yehuda dan kitab sejarah raja-raja Israel, tradisi oral tentang beberapa nabi (Elia, Elisa, Yesaya, Ahia dan Mikaia), serta dari tradisi lain.

Beberapa bagian mungkin ditulis bukan berdasarkan sumber, akan tetapi dari tambahan pribadi penulis. Terlihat dari beberapa nubuat yang menyebutkan tentang kejatuhan Kerajaan Israel, dan Yehuda, munculnya Yoshiah yang dinubuatkan.

Tema kitab ini dibuat menyerupai kitab sejarah, akan tetapi bercampur dengan unsur legenda, kisah rakyat, kisah mujizat.

Dan tujuan utamanya adalah untuk menjelaskan alasan terjadinya musibah atas Israel dan Yehuda, yang diakibatkan oleh kemarahan Yahweh atas pelanggaran terhadap Hukum dan perintahnya.

Melihat hal diatas pembaca kitab ini harus menyadari, bahwa kitab ini adalah literatur keagamaan/theologi yang dikemas dalam format sejarah.

Bias dengan motif theologi nampak dalam penilaian penulis terhadap para raja Israel, mereka digambarkan dengan negatif. Penulis hanya menyebut sepintas lalu tentang kesuksesan raja Omri dan Yeroboam II, bahkan menghiraukan event sejarah yang sangat penting dalam sejarah Israel yaitu perang Qarqar, dimana Israel dan sekutu mereka Aram sukses menghalau invasi tentara superpower dari Asyur (bahkan para Asyur mengasosiasikan Israel sebagai house of Omri (rumah Omri) dalam prasasti mereka).
Kitab Tawarikh
Melihat isi kitab Tawarikh yang bercerita tentang garis keturunan manusia dari Adam hingga berdirinya monarki Israel dan Yehudah, lalu kehancuran monarki tersebut, diikuti dengan pembuangan di Babilon, akhirnya ditutup dengan titah raja Persia-Cyrus yang memulangkan bangsa ini ke Yerusalem. Maka disimpulkan bahwa kitab ini kemungkinan dibuat sekitar atau setelah masa pemerintahan Cyrus (400-250 sm).

kitab Tawarikh disimpulkan sebagai karya penulis tunggal, lalu mengalami penambahan dan perubahan. Penulisnya kemungkinan adalah seorang pria dari kelompok Imam (suku Lewi), dan berasal dari Yerusalem. Ia adalah pembaca dan editor yang handal, memiliki pengetahuan theologi yang dalam. Tujuannya adalah menggunakan kisah masa lalu bangsa Israel sebagai media untuk menyampaikan pesan relijiusnya, kepada para elit politik dan kaum terdidik Yehuda yang hidup di kekaisaran Persia.

Di kalangan Yahudi dan Kristen, Ezra dipercaya sebagai sang penulis. Akan tetapi dikalangan kritikus, penulisnya tidak dikenal, tetapi ia dipercaya menulis paragraf pembuka pada kitab Ezra-Nehemia (awalnya hanya berupa 1 buku, lalu dipecah menjadi 2 buku).
Sumber yang digunakan oleh penulis adalah dari cikal bakal kitab Kejadian hingga raja-raja.
Quote:Original Posted By hazor.v2

@ts

nanti penulisan detail perjanjian barunya dibahas jg detailnya?

Btw surat paulus/paul/pauline ga semuanya dimasukin ke alkitab ya? Ada sebagian ditolak dan di cap palsu? Saya nunggu bagian itu..


Ane kurang demen sejarah kristen gan... passion gw cuma sejarah israel alias dibawah 1 masehi..disamping itu ane bahas ini juga tuk isi konten blog ane, kalau bahas sejarah new testament.. gak cocok dimasukin ke blog yg topiknya khusus membahas israel < 1 masehi...
Kitab Ezra-Nehemiah
Kitab ini awalnya berupa buku tunggal, yang lalu dipecah menjadi 2 buku oleh orang-orang Kristen pada abad 3 masehi. Dan diikuti oleh orang Yahudi pada abad ke 15.

Dalam teks Masoretik kitab ini ditulis sebagian besar menggunakan bahasa Ibrani, dan pada beberapa bagian signifikan menggunakan bahasa Aramaik dan beberapa menggunakan kosa kata Persia kuno, tetapi sedikit mendapat pengaruh Yunani.

Pada awalnya pandangan umum sejarawan penulis Ezra-Nehemiah adalah sama dengan penulis Tawarikh.

Menurut H.G.M Williamson (1987) ada 3 tahap penyusunan kitab ini :
1. Disusun dengan menggunakan berbagai sumber, termasuk dokumen dari Persia.
2. Digabung dengan catatan pribadi milik Ezra dan Nehemiah, sekitar 400 sm
3. Penyusunan Ezra 1-6 (kisah Zerubabbel) adalah tambahan terakhir, yang digunakan sebagai pembukaan kitab, disekitar 300 sm.

Menurut Juha Pakkala (2004), kisah pembangunan bait Allah (Ezra 5:1-6:15) dan riwayat Ezra (Ezra 7-10/Nehemia 8) ditulis secara terpisah hingga digabung oleh editor yang ingin menunjukkan bagaimana Bait Allah dan Torah diperkenalkan kembali kepada rakyat di Yehuda. Editor ini pula menambahkan Ezra 1-5, kombinasi teks ini kemudian dikembangkan oleh pihak Priestly yang lebih menekankan pentingnya Bait Allah dibanding Torah, dan mentransformasi Ezra dari juru tulis kitab menjadi Imam bait Allah, dan menekankan keutamaan komunitas Yehuda yang kembali dari Babylon dari pada yang memilih menetap ditanah pembuangan. Dan akibat campur tangan editor kaum Lewi digabungkanlah Ezra dan Nehemia untuk menghasilkan buku versi final, dan memaparkan pentingnya Torah dan keutamaan kaum Lewi.

Menurut Lester Grabbe (2003), berdasarkan beberapa faktor termasuk penulisan karakter Aramaik serta pada Nehemia 12:22 yang menyinggung raja persia bernama Darius dan ditafsirkan sebagai Darius III (336–330 sm) yang kemudian ditaklukkan oleh Alexander agung dan dimulainya era Hellenistik. Maka kemungkinannya kitab ini mendapat sentuhan editor pada masa Hellenistik.

http://www.academia.edu/2450313/Ezra_s_Use_of_Documents_in_the_Context_of_Hellenistic_Rules_of_Rhetoric

https://books.google.co.id/books?id=lZSl64Or5UMC&pg=PA93&lpg=PA93&dq=what+darius+neh+12:22&source=bl&ots=C9oXafLKdE&sig=nzq8eFR1_DnAwAcv5ICsoev5Gag&hl=en&sa=X&redir_esc=y#v=onepage&q=what%20darius%20neh%2012%3A22&f=false
Jadi alkitab itu buatan Manusia?