alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56fb9982dc06bd02708b4569/ask-tentang-skripsiiii-help-me
ASK!!!! TENTANG SKRIPSIIII, HELP ME :(
ASSALAMUALAIKUM AGAN DAN AGAN WATI

Maaf gan saya mau bertanya tentang skrpsi saya, yang bertema tentang "pembangunan aplikasi pelelangan motor dan mobil berbasis web (pelelangan online) di suatu perusahaan swasta di kota Bandung"

CERITA DULU SEDIKIT GAN.
Nah saya baru bimbingan 1 kali gan (PENGAJUAN JUDUL), kurang lebih percakapannya begini gan:
Dosen pembimbing : kamu mau ngambil judu apa?
Saya : Tentang pembangunan aplikasi pelelangan berbasis web (pelelangan online), bu.
Dosen pembimbing : kamu pakai landasan teori apa???
Saya : Saya belum tau bu, hhe
Dosen pembimbing : coba kamu cari dulu landasan teorinya, kalo gak salah namanya "e-procurement" kalo gak cocok sama judul kamu coba cari teori lain.
saya : iya bu siap.

Nah, dari percakapan di atas saya masih bingung dan mencari landasan teori tentang tema/judul yang saya ambil, saya sudah mencari-cari apa itu e-procurement tetapi saya sangat sulit mencari dan mencocokan tentang judul saya dan teori e-procurement. karena dari awal saya kuliah belum pernah belajar yang namanya E-PROCUREMENT.

aplikasi saya, tentang pelelangan yang manual cuman di rubah menjadi berbasis web (online), yang bertujuan untuk mempermudah pelelang dan karyawan dalam melakukan transaksi lelangnya.

PERTANYAAN
Tolong gan, Landasan teori apa yang cocok untuk tema/judul yang saya ambil, dan tolong jelaskan sangkut pautnya?

TERIMA KASIH BANYAK GAN, MOHON MAAF MEREPOTKAN AGAN DAN AGAN WATI SEKALIAN. SAYA AMAT BERTERIMA KASIH KEPADA AGAN DAN AGAN WATI YANG MEMBANTU SAYA.

JIKA INGIN MEMBERITAHU DENGAN PERSONAL, TOLONG INVITE SAYA GAN
PIN BB : 51DB195D

maaf gan masih newbie, adi tulisannya acakadut, hehe...
Good luck hv fun gan
Wah lagi musim bikin skripsi ya
iya gan emoticon-Frown, makasih
maaf banget gan ane kurang ngerti landasan teori di jurusan agan emoticon-Hammer (S) jadi gak tau yg cocok apa emoticon-Hammer (S)
Quote:Original Posted By tommyvbn
Wah lagi musim bikin skripsi ya


IYA GAN, MUSIM HUJAN SKRIPSI emoticon-Frown emoticon-Big Grin

Quote:Original Posted By zolda.
maaf banget gan ane kurang ngerti landasan teori di jurusan agan emoticon-Hammer (S) jadi gak tau yg cocok apa emoticon-Hammer (S)


ga apa2 kok gan. emoticon-Smilie

Bawah ane pakarnya gan emoticon-Cool
Contoh departemen yg pake E-proc:
1.http://www.pu.go.id/site/view/67/Ful...-e-Procurement
2.https://bispro.bi.go.id/Public/HomeP...?ReturnUrl=%2f
3.https://eproc.pu.go.id/
4.http://lpse.kemendagri.go.id/eproc/
5.http://lpse.dephub.go.id/eproc/


Pengertian E-Procurement.

E-procurement adalah sistem pengadaan barang dan jasa yang memanfaatkan teknologi informasi. Teknologi informasi digunakan untuk melakukan pengolahan data penggadaan hingga ke proses pembuatan laporan. E-procurement merupakan istilah umum diterapkan pada penggunaan sistem yang terintegrasi antara database dengan area yang luas (biasanya berbasis web) jaringan sistem komunikasi disebagian atau seluruh proses pembelian. Proses pengadaan meliputi identifikasi kebutuhan awal dan spesifikasi oleh pengguna, melalui pencarian, sumber dan tahap negosiasi kontrak, pemesanan dan termasuk mekanisme yang meregistrasi penerimaan, pembayaran dan sebagai pendukung evaluasi pasca pengadaan.

Dalam kegiatan publik baik di dalam pemerintahan maupun perusahaan (usaha swasta) selalu diperlukan barang/jasa untuk keperluan operasional yang bersifat rutin seperti bahan baku, bahan penolong (supplies), suku cadang, barang jadi, dan barang modal (kapital) seperti bangunan, mesin dan peralatan lainnya.

Menurut daftar kata X-Solutions : E-procurement merupakan sebuah istilah dari pengadaan (procurement) atau pembelian secara elektronik. E-procurement merupakan bagian dari e-bisnis dan digunakan untuk mendesain proses pengadaan berbasis internet yang dioptimalkan dalam sebuah perusahaan. E-procurement tidak hanya terkait dengan proses pembelian itu saja tetapi juga meliputi negosiasi-negosiasi elektronik dan pengambilan keputusan atas kontrak-kontrak dengan pemasok. Karena proses pembelian disederhanakan dengan penanganan elektronik untuk tugas-tugas yang berhubungan dengan operasi, tugas-tugas yang berhubungan dengan strategi dapat diberi peran yang lebih penting dalam proses tersebut. Tugas-tugas baru yang berhubungan dengan strategi pembelian ini meliputi manajemen kontrak kepada pemasok lama maupun baru serta penciptaan struktur pasar baru dengan secara aktif mengkonsolidasikan sisi pemasokan/suplai. Sedangkan procurement system adalah sistem perangkat lunak untuk pembelian secara elektronik, yaitu pengadaan barang dan jasa.

Kebutuhan barang/jasa tidak dapat dihindarkan untuk menjaga kelancaran operasional dan untuk menjamin pertumbuhan, dimana untuk mendapatkannya tidak dapat diperoleh secara instan, tetapi diperlukan tenggang waktu. Tenggang waktu tersebut dimulai dari saat melakukan pemesanan, waktu untuk memproduksinya, waktu untuk mengantarkan barang, bahkan sampai dengan waktu untuk memproses barang di gudang hingga siap digunakan oleh pemakainya.

Berbagai rumusan tentang definisi pengadaan telah banyak dikemukakan oleh para pakar, diantaranya Arrowsmith (2004), Nur Bahagia (2006), Christopher & Schooner (2007,) dan sebagainya, pada prinsipnya, pengadaan adalah kegiatan untuk medapatkan barang, atau jasa secara transparan, efektif, dan efisien sesuai dengan kebutuhan dan keinginan penggunanya. Yang dimaksud barang disini meliputi peralatan dan juga bangunan baik untuk kepentingan publik maupun privat.

Menurut Edquist et al (2000) pada prinsipnya, pengadaan publik (Public Procurement) adalah proses akuisisi yang dilakukan oleh pemerintah dan institusi publik untuk mendapatkan barang (goods), bangunan (works), dan jasa (services) secara transparan, efektif, dan efisien sesuai dengan kebutuhan dan keinginan penggunanya. Dalam hal ini, pengguna bisa individu (pejabat), unit organisasi (dinas, fakultas, dsb), atau kelompok masyarakat luas.

Dari pengertian ini maka yang dimaksud dengan public procurement ditentukan oleh siapa yang melaksanakan pengadaan bukan oleh obyek dari barang/jasanya. Bila dilakukan oleh pemerintah dan institusi publik maka dikategorikan sebagai public procurement, namun jika dilakukan oleh institusi privat (swasta) maka dikategorikan sebagai private procurement. Dalam hal ini jika institusi pemerintah maka istilah pengadaan pemeritah (government procurement) akan lebih sesuai.

Berdasarkan atas penggunanya, Edquist et all (2000) membedakan public procurement atas direct procurement dan catalic procurement. Pada direct public procurement, Institusi Publik menjadi Pelaksana Pengadaan sekaligus merupakan pengguna dari barang/jasa yang diadakan, oleh sebab itu secara intrinsik motivasi kebutuhan dan pengusulan pengadaan berasal dari Pelaksana Pengadaan yang sekaligus juga penggunanya.

Sedangkan pada catalic procurement, Pelaksana Pengadaan melakukan pengadaan atas nama dan untuk pengguna barang/jasa, namun motivasi kebutuhan dan pengusulan pengadaan berasal dari Pelaksana Pengadaan bukan dari penggunanya.

Selain kedua tipe pengadaan tersebut, dikenal pula tipe campuran yang disebut cooperative public procurement, dimana Pelaksana Pengadaan melakukan pengadaan atas nama dan untuk pengguna barang/jasa, namun motivasi kebutuhan dan pengusulan pengadaan berasal dari pengguna atau motivasi kebutuhan dari pengguna dan pengusulan pengadaan dan pelaksanaan pengadaan dilakukan oleh Pelaksana Pengadaan.

Dukungan Hardware, Software, Network, Brainware

E-Procurement sebagai suatu sistem informasi merupakan suatu sinergi antara data, mesin pengolah data (yang biasanya meliputi komputer, program aplikasi dan jaringan) dan manusia untuk menghasilkan informasi.

Hardware dan Software : Sebagai mesin dan aplikasi / sistem operasi yang bertujuan mengolah data dan informasi yang beghubungan dengan proses pengadaan
Network : Adalah infrastruktur jaringan komputer yang mendukung terjadinya proses e-procurement baik berupa jaringan intranet maupun internet.
Brainware : adalah sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dalam bidang pengadaan barang, yang nantinya akan menjadi panitia pengadaan serta operator dari sistem e-procurement.
Prinsip Dasar Pengadaan:

Berikut ini ada 9 (sembilan ) prinsip dasar Pengadaan

1. Transparan

Semua ketentuan dan informasi, baik teknis maupun administratif termasuk tata cara peninjauan, hasil peninjauan, dan penetapan Penyedia Barang/Jasa harus bersifat terbuka bagi Penye­dia Barang/Jasa yang berminat dan mampu tanpa diskriminasi.

2.Adil

Tidak diskriminatif dalam memberikan perlakuan bagi semua calon Penyedia Barang/Jasa dan tidak mengarah untuk memberikan keuntungan kepada pihak tertentu, dengan cara atau alasan apa pun.

3.Bertanggung jawab

Mencapai sasaran baik fisik, kualitas, kegu­naan, maupun manfaat bagi kelan­caran pelaksanaan usaha sesuai dengan prinsip-prinsip dan kebi-jakan serta ketentuan yang berlaku dalam pengadaan barang/jasa.

4.Efektif

Sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan dan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi para pihak terkait.

5.Efisien

Menggunakan dana, daya, dan fasilitas secara optimum untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan dengan biaya yang wajar dan tepat pada waktunya.

6.Kehati-hatian

Berarti senantiasa memperhatikan atau patut menduga terhadap informasi, tindakan, atau bentuk apapun sebagai langkah an­tisipasi untuk menghindari kerugian material dan imaterial selama pro-ses pengadaan, proses pelaksanaan pekerjaan, dan paska pelaksanaan pekerjaan.

7.Kemandirian

Berarti suatu keadaan dimana pengadaan ba­rang/jasa dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak mana­pun

8 Integritas

Berarti pelaksana pengadaan barang/jasa harus berkomitmen penuh untuk memen­uhi etika pengadaan.

9.Good Corporate Governance

Memenuhi prinsip-prinsip tata kelo­la perusahaan yang baik (Good Cor­porate Governance)

Tema Utama dalam E-Procurement

Beriikut ini identifikasi lima tema utama dalam e-procurement dari hasil penelitian dan literature yang berkaitan seperti berikut ini:

Efisiensi biaya (cost Efficiency);
Pengaruh dari sistem e-procurement pada bentuk dan tata kelola pemasok;
Sistem implementasi;
Teknologi informasi (TI) masalah infrastruktur, dan
Permasalahan organisasi dan relasional.
Manfaat E-Procurement

Internet telah muncul sebagai media yang efektif dari segi biaya dan dapat diandalkan untuk melakukan transaksi bisnis online. Semakin banyak perusahaan yang mengadopsi media ini dalam melakukan pengadaan barang mereka. Menurut Seth Miller dalam artikelnya keuntungan utama e-procurement meliputi menghemat uang, waktu, dan beban kerja tambahan yang normalnya berhubungan dengan pekerjaan tulis-menulis. Proses pengadaan konvensional biasanya melibatkan banyak pemrosesan kertas-kertas, yang mana menghabiskan sejumlah besar waktu dan uang.

Keuntungan e-procurement tidak hanya meliputi penghematan uang tetapi juga penyederhanaan keseluruhan proses. Rencana-rencana yang optimal dapat dikomunikasikan dengan cepat kepada pemasok-pemasok, oleh karena itu dapat mengurangi biaya dan pemborosan yang biasanya terdapat dalam supply chain. Keuntungan e-procurement meliputi pengurangan biaya overhead seperti pembelian agen, juga peningkatan kendali inventori, dan keseluruhan peningkatan siklus manufaktur. Sistem e-procurement membantu perusahaan-perusahaan mengkonsolidasikan data tentang pengadaan bermacam-macam barang baik secara langsung maupun tidak langsung.

Suatu sistem pengadaan (termasuk e-procurement) sebaiknya diintegrasikan dengan aplikasi ERP (Enterprise Resource Planning) atau sistem pengolahan permintaan barang yang digunakan.. Integrasi antara sistem pembelian dan keuangan juga dipandang sebagai kendala yang paling penting untuk pemilihan sistem. Ini juga berdampak langsung pada tingkat penghematan proses dan sifat dari diterapkannya sistem.

Daftar Pustaka

Sistem Pengadaan Publik Dan Cakupannya, Senator Nur Bahagia, Pusat Pengkajian Logistik dan Rantai Pasok ITB, senator@mail.ti.itb.ac.id.
Key Issuesin E-Procurement : Procurement Implementation and Operation In The Public Sector, Simon R. Croom and Alistair Brandon-Jones
Kajian Sistem Pengadaan Barang dan Jasa Menuju Arah E-Procurement UNIKOM, Andri Heryadi,Irawan Afriyanto, Sufa’atin, Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik Dan Ilmu Komputer http://blog.pasca.gunadarma.ac.id/20...e-procurement/

Pengertian e-procurement
e-Procurement adalah proses pengadaan barang/jasa yang pelaksanaannya dilakukan secara elektronik yang berbasis web/internet dengan memanfaatkan fasilitas teknologi komunikasi dan informasi yang meliputi pelelangan umum, pra-kualifikasi dan sourcing secara elektronik dengan menggunakan modul berbasis website. Dukungan Teknologi Informasi ini dapat meningkatkan kapabilitas Governmet dalam memberikan kontribusi bagi penciptaan nilai tambah, serta mencapai efektifitas dan efisiensi.
Proses Pengadaan barang dan jasa yang dilakukan dengan menggunakan e-procurement secara signifikan akan meningkatkan kinerja, efektifitas, efisiensi, transparansi, akuntabilitas transaksi yang dilakukan, selain itu biaya operasional dapat dikurangi secara signifikan karena tidak diperlukan lagi penyerahan dokumen fisik dan proses administrasi yang memakan waktu dan biaya.

Mekanisme e-procurement dan pengaruhnya terhadap bisnis perusahaan
E-procurement merupakan suatu mekanis pembelian masa kini atau dapat dikatakan sebagai teknik pembelian moderen dengan memanfaatkan sejumlah aplikasi berbasis internet dan perangkat teknologi informasi.
E-procurement adalah bentuk e-commerce untuk perantaraan barang dan jasa atau digunakan untuk tendering barang dan jasa antara perusahaan dengan pemasok. E-procurement kebanyakan diakses dari web oleh perusahaan-perusahaan besar dan badan-badan usaha umum. E-procurement juga merupakan aplikasi e-commerce untuk proses negosiasi dan perjanjian (contracting).
E-procurement sangat berpengaruh terhadap bisnis suatu perusahaan, dimana e-procurement memberikan manfaat yang sangat besar dalam meningkatkan produktivitas suatu perusahaan. Dan menurut Kalakota, Ravi, dan Robinson (2001,p315) manfaat dari e-procurement itu sendiri terbagi atas 2 kategori yakni Efisien dan Efektif.

komponen-komponen dalam e-procurement
Ø Hardware (perangkat keras)
Ø Software (perangkat lunak)
Ø Brainware (sumber daya manusia)
Ø Users (pengguna)
Ø Policy (kebijakan)
Ø Governance (tata kelola)
Ø Business process (proses)
Ø Infrastruktur perusahaan.


Manfaat e-procurement

Manfaat :
· Proses pengadaan barang/jasa menjadi lebih mudah;
· Menghemat biaya administrasi pengadaan, serta biaya penggunaan bahan habis pakai;
· Mempercepat proses pengadaan barang/jasa;
· Mendapatkan harga dan produk barang/jasa yang lebih kompetitif dengan semakin banyaknya peserta yang mendaftarkan diri mengikuti pelelangan;
· Meningkatkan transparansi dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa.
Masalah yg mungkin dihadapi :
· Keharusan memilih harga terendah seringkali membuat banyak lembaga pemerintah justru berpotensi menerima barang/ jasa yang tidak sesuai standar. Selain itu proses lelang seringkali diikuti oleh peserta (perusahaan) yang “banting harga”.
· Pengadaan barang/ jasa yang bersifat sulit diukur (intangible) seperti biaya konsultasi, belanja perangkat lunak (software/ aplikasi), berpotensi menimbulkan dugaan korupsi dari lembaga penyidik/ anti korupsi seperti BPK, KPK, Polisi dan Kejaksaan. Pemahaman dalam menentukan harga barang/ jasa yang layak sesuai spesifikasi atau “kelas” seringkali masih menjadi perdebatan antara panitia lelang dan lembaga penyidik.
· Begitu besarnya sorotan publik (masyarakat dan lembaga penyidik) dan makin banyaknya peserta lelang, menimbulkan efek keengganan untuk menggunakan anggaran lelang adakan menjadi panitia lelang.
· Belum adanya peraturan hukum yang memayungi proses e-procurement. Akibatnya belum ada standar baku mengenai standar proses e-procurement, waktu, penggunaan teknologi informasi, sumber daya manusia, keabsahan hukum dan sebagainya.
· Rendahnya komitmen pemimpin lembaga pemerintah untuk mengadakan barang/ jasa secara transparan baik secara konvensional atau elektronik.

Beberapa strategi yang di perlukan untuk mengintegrasikan e-procurement dalam proses bisnis peusahaan

Strategi atau Metode
· Membeli dari manufaktur, penjual grosir, maupun pengecer dari katalog- katalog mereka dan memungkinkan negosiasi
· Membeli dari katalog yang terhubung dengan para penjual atau membeli di mal-mal industri.
· Membeli dari katalog pembeli internal dimana perusahaan menyetujui katalog-katalog vendor mencakup kesepakatan harga. Pendekatan ini menggunakan pengimplementasian desktop purchasing, dimana mengizinkan requisitionuntuk memesansecara langsung dari vendor dengan melewati departemen procurement
· Mengadakan penawaran tender dari sistem dimana suppliers bersaing dengan yang lainnya. Metode ini digunakan untuk pembelian jumlah besar
· Membeli dari situs pelelangan umum dimana organisasi berpatisipasi sebagai salah satu pembeli.
· Bergabung dengan suatu group sistem pembelian dimana permintaan partisipan dikumpulkan, menciptakan jumlah besar. Kemudian group menegosiasikan harga atau menginisiasikan sebuah proses tender
· Berkolaborasi dengan para supplier untuk berbagi informasi tentang penjualan dan persediaan untuk mengurangi persediaan dan stock-out dan mempertinggi ketepatan waktu pengiriman.



Contoh perusahaan yang mengimplementasikan e-procurement dalam perusahaan
E-Procurement PLN (eProc) sebagai salah satu aplikasi yang merupakan implementasi dari IT Governance yang mendukung GCG. Terwujudnya aplikasi tersebut merupakan hasil kebijakan Manajemen PT. PLN (Persero) tahun 2000 terkait dengan Informasi Stok Material PLN, Penyusunan HPS, dan Monitoring Pergerakan Material. Sedangkan hasil Amanat RUPS tahun 2003 menetapkan agar PLN mengoptimalkan eProc yang sudah dikembangkan untuk tercapainya harga pembelian yang optimal dan tercapainya inventoru PLN yang efisien. Proses pengadaan secara manual dapat mengakibatkan sulitnya informasi mengenai harga satuan khusus di internal PLN, perlakuan yang tidak sama kepada Calon Penyedia Barang/Jasa (CPBJ), dan lemahnya pertanggung jawaban terhadap proses pegadaan sehingga mengakibatkan resiko di kemudian hari.
Terkait tidak adanya informasi stok barang di gudang, mengakibatkan sulitnya mencapai sasaran
stok optimal. Aplikasi eProc mampu membawa manfaat bagi Perusahaan yakni adanya standardisasi
proses pengadaan, terwujudnya transparansi dan efisiensi pengadaan yang lebih baik, tersedianya
informasi harga satuan khusus di internal PLN, serta mendukung pertanggung-jawaban proses
pengadaan. Beberapa kendala dalam implementasi eProc dapat teratasi dengan adanya komitmen
pada seluruh jajaran manajemen dan pelaksana pengadaan untuk menggunakan eProc sebagai
sarana proses pengadaan barang/jasa di PLN, dan melakukan sosialisasi secara bertahap serta
melakukan penyederhanaan proses pengadaan, memanfaatkan teknologi dan pengembangan aplikasi
yang bersifat fleksibel.




sumber referensi:

http://yuan.blog.fisip-untirta.ac.id...e-procurement/
(http://www.denpasarkota.go.id/main.p...t=i_opi&xid=66 )
(http://library.binus.ac.id/eColls/eT...SI-bab%202.pdf )
(Sumber : http://eproc.pln.co.id/)
Procurement itu sistem pengadaan barang atau jasa. eProcurement berarti sistem pengadaan barang atau jasa berbasis elektronik. Sedangkan judul skripsi si mbaknya lebih ke lelang elektronik berarti landasannya mungkin adalah Auction ditambah "e" jadi e-Auction.
Sorry men
Ane gak ngerti yg beginian men
Sukses aje y buat skripsi ente men
emoticon-Cool
makasih bantuannya gan

Bayar orang aja TS suruh buatin Skripsinya emoticon-Recommended Seller
Quote:Original Posted By nymphprincess

Bayar orang aja TS suruh buatin Skripsinya emoticon-Recommended Seller


nggak berani gan, mending ga lulus sekalian gan dari pada harus bayar orang haha
nahh udah ada yg kasih tau,
ane beda jurusan ama ente gan dan ane awal tahun ini alhamdulillah udah kelar wisuda emoticon-Wink
nyimak aja dah nambah ilmu emoticon-Big Grin emoticon-Angkat Beer emoticon-Angkat Beer
hahaha
solusi bagus tapi sesat gan emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
Ini mata kuliah e pronounce yah

------

Semoga lancar ya TS,
emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek judul trit ente bikin ane baper gan, tetep semangat gan, ini juga udah tahun ke6 ane dikampus, ini ane ngetik sambil sedih2 gimana gitu gan
Quote:Original Posted By iyomsajahhh
hahaha
solusi bagus tapi sesat gan emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin


hahaaaa.. iya ni gan
e-procurement itu lebih mudah kalau ada studi kasusnya gan,

berangkatnya dari pelelangan manual dulu gan, prosesnya gimana, aturan mainnya gimana, pesertanya siapa aja, siapa yang boleh ikut jadi peserta, siapa aja yang boleh ikut ngelelang, komoditinya apa aja.

lalu pendekatannya pake e-procurement. kan ada tuh di wikipedia penjelasan e-procurement : https://en.wikipedia.org/wiki/E-procurement

elemennya kan ada 3, request for information, request for proposal, request for quotation, nah itu dipahami pengertiannya, terus tinggal dibagi aja dari proses manual, mana yg memenuhi ke 3 elemen tadi.

ibaratnya, ente bikin tuh aplikasi, tapi berbasis 3 elemen tadi. asal ke 3 elemen tadi terpenuhi, ane kira sudah valid buat dibilang berbasis e-procurement.
emoticon-Shakehand2