Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

BillyBoenAvatar border
TS
MOD
BillyBoen
Fenomena Startup Indonesia
Siapa yang hari gini ngga tau Go-Jek, Tokopedia, Bukalapak, Traveloka? Perusahaan-perusahaan ini dikategorikan sebagai startup. Kehadiran mereka disruptive (tidak biasanya, menchallenge status quo).

Kalau saya pribadi, harus terima kasih atas kehadiran dan 'keberisikan' yang mereka timbulkan di Indonesia. Semua orang jadi melek, bahwa teknologi itu memberikan peluang buat orang-orang yang peduli untuk menyelesaikan masalah (indikator entrepreneur) namun tidak punya modal banyak. Peluang untuk apa? Untuk memiliki perusahaan besar, yang berimpact besar, dan menjadi kaya raya.

Saya sebagai seorang serial entrepreneur yang masih berusaha membuat perusahaan-perusahaan saya masuk ke dalam kategori perusahaan besar merasakan impact positif dari kehadiran para startup ini. Dari segi apa? Yang paling berasa sih dari segi perekrutan karyawan. Kalau dulu rasanya susah banget rekrut karyawan, karena semua fresh graduate yang bagus-bagus, maunya ke perusahaan-perusahaan besar seperti Astra, Pertamina, Bank Mandiri, dan seterusnya.

Sekarang, mendapatkan karyawan terasa lebih mudah bagi para startup. Para milenial kini merasa lebih memiliki kesempatan untuk memilih dalam menentukan mereka akan berkarir di mana: Korporasi Vs. Startup. Untuk mereka yang masih berpikir mau meniti karir di perusahaan besar, menaiki tangga korporasi, berkantor di gedung tinggi di kawasan jalan protokol.. akan jelas memilih untuk melamar dan bekerja di korporasi. Namun, untuk para milenial yang ngga ingin kerja di gedung tinggi, maunya kerja dengan tshirt dan jeans (bahkan celana pendek atau sandal), dengan jam masuk yang cenderung tidak strict, pasti akan memilih untuk melamar dan bekerja di startup. Mana yang lebih baik, tergantung dari keinginan masing-masing individu dalam menentukan kemana mereka akan berkarir.

Di luar mengenai perekrutan karyawan, fenomena startup juga jelas membuat melek banyak entrepreneur. Seorang sahabat saya bilang ke saya, "Hanya di industri teknologi, kita bisa membangun perusahaan hingga bernilai Rp 1 triliun dalam waktu kurang dari 3 tahun." Saya sendiri sependapat dengan pernyataan tersebut.

Sudahkah Agan menentukan pilihan jalan hidup Agan? Mau berkarir di korporasi, atau di startup? Mau kerja sebagai profesional (karyawan) atau memulai perusahaan? Perusahaan seperti apa yang ingin Agan bangun? Kalau Agan mau membangun usaha, tanyakan ini ke diri Agan: Kalau bisa membangun perusahaan bernilai Rp 1 triliun dalam waktu kurang dari 3 tahun, kenapa tidak?"

See you ON TOP!
@BillyBoen

Founder & CEO, PT. YOT Nusantara - @youngontop
Co-Founder & Managing Partner, PT. Generasi Digital Internasional - @GDILab

Website: http://www.youngontop.com | http://www.yotnusantara.com
Facebook: facebook.com/youngontopYOT | facebook.com/billyboenYOT
Instagram: @youngontop | @billyboenyot

***cek event YOT terdekat:
http://www.youngontop.com/impactmalang
http://www.youngontop.com/impactsemarang
http://www.youngontop.com/impactbalikpapan
http://www.youngontop.com/impactbanjarmasin

***download GNEWS (Social Media News) di Android http://gnews.id/sqb8oh dan iOS http://gnews.id/MplOpo untuk perluas wawasan Agan. FREE!

***buat CV berstandar internasional di http://CV.youngontop.com sekarang. Bisa didownload, email, print untuk lamar kerja. FREE!
0
40K
30
GuestAvatar border
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Komunitas Pilihan