alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56fb2c6b9a0951b0138b4579/hugo-sanchez-rekor-quottop-scorerquot-hanya-dalam-satu-sentuhan
Hugo Sanchez, Rekor "Top Scorer" Hanya dalam Satu Sentuhan
Berbicara soal sepak bola indah nan penuh aksi akrobatik, nama Hugo Sanchez pantas berada di dalam daftar tersebut. Bahkan, pria kelahiran Mexico City pada 11 Juli 1958 ini layak menempati posisi teratas, karena dia nyaris tak pernah lepas dari performa yang sangat menghibur.

Tak heran jika pria dengan nama lengkap Hugo Sanchez Marquez ini lebih terkenal karena membuat gol dengan cara yang spektakuler. Tembakan keras dan tendangan salto menjadi ciri khas Sanchez. Bahkan pada profilnya di FIFA, Sanchez disebut sebagai pencipta tendangan kalajengking, yang kemudian dipopulerkan oleh penjaga gawang nyentrik asal Kolombia, Rene Higuita.

Sanchez mengawali karier sepak bola bersama Club Universidad Nacional pada 1976, sebelum dipinjamkan ke San Diego Sockers yang bermain di North American Soccer League, pada 1979. Pada 1981, Sanchez memulai petualangannya ke Eropa setelah menerima pinangan Atletico Madrid.

Empat tahun membela klub ibukota Spanyol yang memiliki julukan Los Colchoneros, Sanchez menyeberang ke rival sekota Atletico, Real Madrid. Bersama raksasa Liga Spanyol inilah (1985-1992) nama Sanchez sangat terkenal karena berhasil meraih sejumlah gelar bergengsi dalam kariernya, baik secara individu maupun tim.

Sanchez menyabet gelar el pichichi alias top scorer La Liga sebanyak lima kali pada tahun 1985, 1986, 1987, 1988 dan 1990, yang membuat dia mendapat julukan Pentapichichi atau Hugoool. Dia pun dianugerahi Don Balon Award (Pemain asing terbaik di La Liga) pada 1987 dan 1990, serta beberapa penghargaan individu lainnya. Sedangkan bersama Madrid, Sanchez berhasil menyabet gelar La Liga pada musim 198586, 198687, 198788, 198889 dan 198990, Piala UEFA 198586 dan Copa del Rey 1989.

Setelah bermain bersama sejumlah pemain top di Santiago Bernabeu seperti Emilio Butragueno, Manuel Sanchis, Martin Vazquez, Michel dan Miguel Pardeza serta menorehkan beberapa rekor, Sanchez kembali ke Meksiko untuk membela Club America pada 1992. Kemudian, dia kembali ke Spanyol membela Rayo Vallecano, lalu bermain untuk beberapa klub kecil seperti Atlante, Linz, Dallas Burn, sebelum pensiun di klub Atletico Celaya pada 29 Mei 1997 dalam pertandingan melawan Real Madrid di Santiago Bernabeu.

Sayang, kegemilangan performa Sanchez di level klub tak merambat ke tim nasional. Meskipun sempat berkostum El Tricolor (julukan timnas Meksiko) dari 1977 hingga 1994, peraih 58 caps dengan torehan 29 gol ini gagal memberikan gelar bergengsi.

Dari tiga kali penampilannya pada Piala Dunia, hasil terbaik yang diraih Sanchez bersama timnas adalah perempat final Piala Dunia 1986. Sedangkan untuk ajang Copa America, Sanchez hanya mampu membawa Meksiko menjadi runner-up pada 1993 setelah kalah 1-2 dari Argentina dalam partai puncak.

Rekor yang tak mungkin dipatahkan

Sepanjang kariernya, Sanchez membuat rekor sebagai satu-satunya pemain yang bisa menyabet penghargaan el pichichi sebanyak empat musim berturut-turut tanpa berbagi gelar itu dengan pemain lain. Dia pun termasuk hanya satu dari tiga pemain yang lima kali menjadi top scorer La Liga (dua lainnya adalah mantan bintang Real Madrid, Alfredo Di Stefano, dan bekas bintang Barcelona, Quini).

Sanchez pun sempat berada di urutan ketiga daftar top scorer sepanjang masa di La Liga dengan torehan 234 gol dari total 347 penampilan pada kasta tertinggi sepak bola Spanyol (jumlah itu dicapai saat membela Atletico, Real Madrid, Rayo). Tetapi pencapaiannya tersebut sudah bisa dilewati bintang Real Madrid saat ini, Cristiano Ronaldo.

Namun, ada satu rekor yang bakal sulit atau bahkan mustahil untuk dipecahkan oleh para pesepak bola di muka bumi ini. Ketika menjadi top scorer La Liga pada musim 1989-1990, Sanchez membuat 38 gol hanya dengan satu sentuhan. Sekali lagi, semua gol dalam satu musim itu hanya dengan satu sentuhan! Dia pun masih tercatat sebagai pemegang rekor gol penalti terbanyak di La Liga, yakni 56 kali.

Video 38 gol Hugo Sanchez hanya dengan satu sentuhan:
youtube-thumbnail



Hasil latihan senam

Sanchez, yang kini bekerja sebagai penyiar olahraga untuk saluran televisi Univision, sudah sangat identik dengan permainan serta gol-gol akrobatik dan flamboyan. Apa yang menjadi ciri khasnya tersebut ternyata buah dari kerja kerasnya sejak kecil, di mana dia senang latihan senam.

Tak heran, bila setelah membobol gawang lawan, Sanchez melakukan selebrasi layaknya seorang pesenam. Aksi perayaannya itu juga adalah bentuk penghormatan kepada saudarinya, yang merupakan seorang pesenam, yang pernah berpartisipasi dalam olahraga multievent paling akbar di dunia, yakni Olimpiade di Montreal.

Selain itu, bakat "chilena" alias bicycle kick tersebut turun dari ayahnya, Hector, yang merupakan pemain sepak bola semiprofesional. Hector, yang adalah penyerang tengah, kerap melakukan tendangan salto itu dengan cara yang sempurna. Ini membuat Sanchez berusaha untuk melakukannya dan berhasil.

Gol Sanchez yang dianggap sangat terkenal karena dinilai paling fantastis adalah ketika dia menjebol gawang Lagrones pada April 1988. Umpan rekannya di Real Madrid, Martin Vazquez, dari sayap kiri langsung disambut dengan sepakan salto dengan kaki kiri. Bola bersarang di pojok kanan atas gawang lawan.

"Bola sangat pas, saya bisa memilih apakah mengarahkannya ke tiang dekat atau jauh. Saya memilih yang terakhir, yang membuatnya lebih spektakuler," ujar Sanchez tentang gol yang bersarang di pojok kanan atas gawang lawan.

Leo Beenhakker, yang kemudian menjadi pelatih El Real, juga ikut memberikan pujian. "Ketika seorang pemain mencetak gol dengan cara seperti itu, pertandingan seharusnya ditangguhkan dan segelas sampanye ditawarkan kepada 80.000 penggemar yang menyaksikannya."

Pernyataan pelatih asal Belanda itu tidak berlebihan, karena memang Sanchez layak mendapatkan pujian setinggi langit. Aksi Sanchez itu menjadi terkenal di Spanyol dengan sebutan "Senor Gol" alias gol brilian, dan hal tersebut belum pernah dilakukan oleh dua pemain terbaik di dunia saat ini, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
http://www.kompas.com
-------
Feeling bola nya Dan finishing touchnya belum Ada yg imbangi sampai sekarang... Striker murni
emoticon-Bola emoticon-Motret