alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56fb0159642eb6b52a8b456d/menristek-bela-negara-bisa-cegah-peneliti-kerja-di-luar-negeri
Menristek: Bela Negara Bisa Cegah Peneliti Kerja di Luar Negeri


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir mengatakan, program bela negara perlu diterapkan di lingkungan perguruan tinggi guna mencegah para lulusan terbaik, peneliti, dan juga ilmuwan universitas menjadi diaspora atau pergi bekerja di luar negeri.

"Peneliti di Indonesia yang pintar-pintar malah diaspora, ke luar negeri. Mereka membangun luar negeri menjadi lebih baik, ini perlu dipertanyakan," kata Nasir dalam seminar bertajuk "Implementasi Revolusi Mental melalui Pemahaman Nilai-Nilai Bela Negara di Perguruan Tinggi untuk Mewujudkan Kader Intelektual Bela Negara" di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (29/3/2016), seperti dikutip Antara.

Nasir menilai, rendahnya cinta Tanah Air masih menjadi permasalahan bangsa saat ini. Ia berpendapat bahwa seharusnya peneliti Indonesia yang bekerja di luar negeri kembali ke Tanah Air untuk membangun negerinya sendiri.

"Bela negara tidak selalu berbentuk fisik, tapi bagaimana mereka menjadi mahasiswa yang baik, harus berkualitas menghadapi tantangan global untuk kepentingan negara," ujar Nasir.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, pembangunan karakter merupakan hal terpenting yang menjadi tujuan adanya kurikulum bela negara di perguruan tinggi.

Menurut dia, mahasiswa harus memiliki karakter kepemimpinan di samping pengetahuan intelek dan juga pengambilan keputusan. (baca: Unhan Siapkan Kurikulum Bela Negara untuk Perguruan Tinggi)

Hal yang diperlukan, kata Ryamizard, ialah untuk mengangkat kebanggaan dan semangat kebangsaannya dengan berbagai cara.

"Bagaimana membuat mahasiswa bangga kemudian mencintai negaranya. Bagaimana bisa cinta kalau tidak bangga, bagaimana bisa bangga kalau tidak mengerti, ngerti pun tidak. Maka itu harus diberikan pemahaman mengenai perjuangan bangsa-bangsanya," tutur Ryamizard.

Ia mengusulkan, agar kurikulum bela negara tidak hanya diberikan pada perguruan tinggi, tetapi juga sejak sekolah dasar.

http://nasional.kompas.com/read/2016/03/29/16110641/Menristek.Bela.Negara.Bisa.Cegah.Peneliti.Kerja.di.Luar.Negeri

gak sekalian aja, bela negara bisa bikin ilmuwan dan peneliti indonesia jenius kayak einstein
hal terebut bisa saja salah dah....... peneliti itu kerja otak yang sangat berat.... bila di kasih program bela negara, nanti fisik dari peneliti juga akan terkuras,,,,, alih alih tidak keluar negeri, peneliti itu akan berhenti menjadi peneliti....emoticon-Cape d... (S) emoticon-Cape d... (S)
bela negara > cegah anak negri yg pintar ke LN ??

bela negara > bikin cinta tanah air ??emoticon-Bingung (S)

apa dipaksa cinta tanah air ??? emoticon-Bingung (S)

hmmm...

kok belum nemu korelasinya ane....emoticon-Bingung
Woiiii! Itu pejabatnya dulu yg mentalnya mesti direvolusi baru teriak2 bela negara kepada peneliti, skrg apakah pemerintah sudah mendukung penuh kebutuhan para peneliti? Yg udah2 aja mereka memilih pindah ke luar negeri karena disini merasa tidak difasilitasi kurang komprehensif emoticon-Stick Out Tongue
Memangnya kalo jd diaspora tu orang ga cinta indonesia?ga bisa berbuat bagi tanah air? cuman orang yg diem di indo aja yg berguna?

Menteri koplak


kalo sekedar mengenal bangsa, dr SD udah diajarin PMP, PKn ato apalah namanya

bela negara belajar apaan?

baris berbaris?

yg ga bisa baris berbaris ga cinta indonesia gitu?

Masyarakat disuruh bela negara,, harusnya pejabat negara tu yg di training bela masyarakat
bela negara setrong
Bullshit banget.

Apa yang bikin peneliti kerja di LN? Di antaranya:
- Duit memadai (gaji atau biaya riset)
- Prosedur2 yang lebih masuk akal
- Birokrasi & kompetisi yang lebih sehat
- Kesempatan mengembangkan bidang riset tertentu yg di sini nggak ada

Cuma dikasih pelajaran semacam P4 1 semester gak bakal bisa bikin orang terus bilang "oh ya saya rela nolak kesempatan ini karena saya CINTA INDONESIA". Lha wong para peneliti itu dari kecil udah dapet kok pelajaran gituan. Gak mempan juga. Apalagi kalo liat realita gurunya juga banyak yang omdo.
hormati dan hargai dulu karya anak-anak bangsa jangan di persulit atau malah di kekang emoticon-Ngakak
ya kali , bela negara itu program gaje, mirip slogan apapun makanannya minumya teh botol sosro, ,apapun masalahnya solusinya bela negara emoticon-Hammer

ya terserah orang mau tinggal dimana,kalaudisitu ilmu dan kualitas seseorang lebih di hargai di luar negri, coba benahi dulu kebijakan situ, kalau lihat peneliti udh bikin produk, eh di kriminalisasi gara gara ga ada standar sni emoticon-Big Grin
china yg over chauvinist ajah diem aja warganya pada diaspora ke kanada apa amerika emoticon-Stick Out Tongue
sekarang tu urusannya perut dan keturunan emoticon-Stick Out Tongue
ini mentri sangat "pinter" sekali bisa tarik kesimpulan gitu emoticon-thumbdown

gaji peneliti di indonesia sama di luar negeri aja bedanya jauh, blum masalah prasarana. perbandingan gaji peneliti utama sama bagian admin ato sama anggota dpr/dirjen plus fasilitas aja masih jauh. blum pemerintah asetengah2 dukungnya kalo di bilang hampir nggak ada dukungannya. prasarana penelitian dibandingin dengan pembangunan gedung2 pemerintahan juga jauh.
Aya aya wae ini pejabat kita, orang pinter "dikekang" paksa dengan alasan harus cinta tanah air via kebijakan bela negara. sementara orang orang begok perampok APBN/APBD ga di apa apain, ga ada kebijakan untuk membumi hanguskan mereka dengan cara ekstrim.......asem!
mending di mulai dr jongos , mentri jongos , sampe pendukung jongos dulu lah baru koar2 , emoticon-Big Grin
Yaelah.. Klo di negara sendiri dikasi fasilitas memadai buat research jg kga bakal kabur ke luar.emoticon-Cape d...
Ga ada jaminan tuh peneliti paham nilai bela negara jadinya ga berkarir di LN,
nasionalisme semu kalau meneliti tanpa dukungan dana maksimal.
Oh, jadi peneliti yg bekerja di luar negeri itu selalu memiliki sifat tidak cinta tanah air ya? emoticon-Big Grin
Bacot revolusi mental aja gede, kkn masih banyak. Yang pinter gak akan maju kalau gak pinter-pinter nyari koneksi.

Ntar kampanye nanti apalagi istilahnya? renovasi mental? ato rekibulisasi mental
gak ngaruh
itu gmn nasipnya si Dasep Ahmadi ama Ricky Elson?