alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Female / Wedding & Family /
Ketika Orang Tua Jadi Pembantu di Rumah Kita Sendiri
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56f9d8d21cbfaa25218b456a/ketika-orang-tua-jadi-pembantu-di-rumah-kita-sendiri

Ketika Orang Tua Jadi Pembantu di Rumah Kita Sendiri

Ketahuilah tanpa kita sadari banyak pasangan muda sekarang ini yang saking sibuknya bekerja dan meniti karir mengalami situasi seperti ini yaitu Ketika Orang Tua Jadi Pembantu di Rumah Kita Sendiri
Ketika Orang Tua Jadi Pembantu di Rumah Kita Sendiri
Beberapa tahun lalu, saya pernah mendengar percakapan sepasang suami istri yang usianya sudah 50-an tahun.
"Kita tak perlu mengharapkan apapun dari anak-anak kita. Yang penting ikhlas saja dalam mendidik mereka. Kalau mereka hidup miskin, kita kebagian susahnya. Kalau mereka hidup senang, kita paling diperlakukan seperti pembantu."

Mungkin Anda menganggap ucapan di atas terlalu berlebihan. Pasti tak ada anak yang tega bila menjadikan orang tua mereka sendiri sebagai pembantu.
Tapi faktanya, saya melihat banyak sekali rumah tangga yang kondisinya seperti itu.

Contoh kasus:Si suami dan istri bekerja kantoran. Pergi pagi pulang petang. Tak ada pembantu, karena mencari pembantu di zaman sekarang ini sangat tidak mudah. Berita baiknya, di rumah ada ibu mereka. Si ibu inilah yang bertugas menjaga anak, mengurus rumah selagi anak dan mertuanya bekerja, dan seterusnya.

Seorang nenek atau kakek, pastilah senang bila mereka dilibatkan dalam mengurus cucu-cucunya, atau membantu anak-anak mereka dalam meringankan tugas keluarga.
Jadi jika selama orang tua kita senang-senang saja mengerjakannya, tentu tidak masalah.
Tapi janganlah sampai menjaga cucu dan mengurus rumah tersebut menjadi tugas rutin. Kalau sudah rutin, apalagi kalau kita berpikir, "Untung ada Mama yang bisa menjaga si kecil dan mengurus rumah selagi kami bekerja," maka itu sama saja kita memperlakukan orang tua kita sendiri sebagai pembantu!!! emoticon-Marah

Banyak pasangan suami-istri yang berpendapat, bahwa kondisi seperti ini terpaksa mereka jalani, karena rezeki masih kurang. Gaji suami tidak cukup, sehingga istri harus ikut bekerja.
Oke, alasan ini terkesan memang masuk akal.

Tapi coba kita renungkan baik-baik : Selama kita masih memperlakukan orang tua kita sendiri dengan cara memperlakukan mereka sebagai pembantu, bagaimana mungkin rezeki kita akan bisa lancar? Rezeki kita akan bisa lancar jika - antara lain - kita bisa membahagiakan dan memuliakan orang tua kita di masa tuanya. emoticon-Shakehand2
Saat kita masih dalam kandungan, ketika kita lahir, ketika masih anak-anak, ketika kita tumbuh remaja, kita sudah sangat merepotkan mereka. Sekarang setelah kita dewasa dan berumah tangga, masihkah kita terus merepotkan mereka? Sampai kapan???
Semoga bermanfaat.
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
tapi ada juga lho gan, ortu yang malah nyuruh anaknya kerja. dia gak mau anaknya udah kuliah tapi malah jadi ibu rumah tangga. konsekuensinya mereka mau menjaga cucunya. emang harus ada kesadaran dr semua pihak lah
emak emoticon-Matabelo
Well said gan! saat membesarkan kita dulu juga ortu kita sudah repot. Kok masih ditambah ngurus cucu juga...
Untung di rumah ada pembantu
Meski begitu ortu tidak bisa diam, maunya gerak terus
tu bukan cma cerita sinetron aja gan.. ane percaya karena ane uda liat dan itu masih kluarga ane sendiri..
Yup..mmng skrng fenomena "ibu melahirkan majikan" lagi tren
Makannya ane setelah nikah lngsng resign dan menjadi IRT (ini jg krn keinginan suami)
Ane udh rasain gmn besar dlm pangkuan nenek.plng skolah sama nenek,tdur sama nenek.krn kdua org tua bekerja.smpe skrng nenek ane msh trus menjaga cucu2nya (adek spupu ane yg msh kcil2)
Niat ane ntar bisnis kecil2an dr rmh smbl merawat anak.ane ga mau beratin mertua atw ibu ane
Kl nurut sy :istri blh kerja,tp tetap pk pembantu,ortu dirumah cuman memgawasi spy cucu nya ga terjadi apa" dgn cucunya,kl uda ber:2 kerka pasti bs lah byr pembamtu,kl sp srh ibu yg jd pembantu itu anak yg durhaka pasti ada balasan dihari tua anak tsb

orang tua kaya anak jadi raja,anak kaya orang tua jadi pembantu.
Quote:



miris bgt ya gan emoticon-norose
Quote:


setuju ... miris bgt
gw rasa kondisi seperti itu bukan kesengajaan ya, banyak orang yg mau gamau harus mengambil keputusan itu karena keadaan dan atas kerelaan ortu juga, semua tergantung kebutuhan dan kesepakatan aja, sebisa mungkin diatur aja supaya ga terlalu merepotkan ortu
ane irt di rumah dan masih numpang ortu .
gaji suami gak cukup .tp kalo ane mash nggantung sma ortu ane apa ane jg durhaka ya gan .tp ane bntu kerjaan mreka sih kya dgang dll .gmn tuh ?
jadi dilema baca ni trit pengen nya sih jadi irt tapi ortu malah maksa buat terus kerja emoticon-Bingung
Quote:


iya pribadi masing2 sih
ortu sudah tidak muda lagi.. mereka sudah berhasil membesarkan kita
saatnya kita yang berbakti buat bahagiaan mereka
jangan kasi beban lagi dimasa tua mereka

jadikan ini motivasi kalo menurut saya
btw calon ane jg pekerja, misal nanti udh pny anak kalo bukan sm orang tua kita mau sm siapa lagi? sekarang klo nyewa jasa baby sitter atau pembantu kan kita jg gak tega ninggal anak sm orang lain.
ane pribadi sih pengen punya istri yg bs kerja di rumah aja, dulu kecil ane ngalamin ditinggal ortu kerja sampe malem2. sampe skrg dewasa ane gak bs ngerasa akrab sm mereka terutama bokap
Quote:


wah uda ada pengalaman, wajib diperbaiki tuh gan

coba di baca paragraf terakhirnya gan
langsung point penting tuh emoticon-Shakehand2
sepakat gan...
ane juga blm nikah tp sdh diwanti-wanti klo emang mau nitipin anak hrs ada pembantu, jd ibu tinggal ngawasin aja. Walaupun pasti seneng urus cucu2nya, tp energinya kn udh gk sekuat dulu.
Ane juga dulu dititip ke nenek dan ibu skrg ngerasa bersalah juga udh 'merepotkan' beliau.
Diubah oleh kaze9
Orangtua manapun akan bahagia jika dilibatkan secara langsung dalam merawat cucu-cucunya. Setidaknya usahakan kita meminta ijin sebelum memasrahkan anak kita. Dan juga, jangan sampai meminta mereka sampai ke hal kecil. Misalnya saat kita mengantar anak ke ortu (atau kalau masih tinggal di PMI) anak sudah rapi jali, siapkan makan siangnya, baju ganti dsb. Pas menjemput usahakan juga untuk membantu membersihkan area dimana anak-anak kita sering bermain. Sepertinya repot yaa...tapi ini bentuk terima kasih kepada ortu. Dan satu lagi...usahakan untuk selalu mengajak ortu anda utk quality time bersama...tidak harus pergi jauh berwisata. Sekedar diajak makan penyetan aja mereka sudah pasti bahagia. *ingat bahagia ya
Quote:


iya gan, ane juga melihatnya dalam keluarga ane sendiri

Quote:



makanya ,mending ane aja yg urus si krucil .daripada jd beban mereka .
daripada anak salah didikan ,kalo pke bby siter.loh ya .
Kasihan ortu ,biarkan mereka menikmati masa tua nya dgn tenang .
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di