TS
metrotvnews.com
Yasonna Kecewa MA Hancurkan Rencana Islah Golkar

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly mengaku sangat kecewa dengan sikap Mahkamah Agung (MA). Keputusan MA terkait keabsahan dua kubu justru akan membuat Golkar terus berkonflik.
MA menolak kasasi yang diajukan DPP Golkar hasil Munas Jakarta yang diketuai Agung Laksono terhadap kubu Munas Bali yang dipimpin Aburizal Bakrie. Padahal, kata Yasonna, pihaknya telah berusaha keras menyatukan dua kubu yang sudah terpecah lama.
"Kami gembira melihat progres dan kesepakatan yang dibangun teman-teman di Golkar, sudah sangat cair dan bersahabat. Ada semangat rekonsiliasi dengan Rapimnas Golkar yang lalu juga sepakat akan Munas yang rekonsiliatif. Karenanya, jujur, saya kecewa dengan Keputusan MA," kata Yasonna, Rabu (2/3/2016).
Menurut dia, pemerintah berusaha keras menyatukan kedua kubu Partai Golkar dengan menerbitkan kembali Surat Keputusan (SK) Munas Riau untuk enam bulan. Tujuannya supaya mengadakan Munas islah yang demokratis, rekonsiliatif dan berkeadilan.
"Namun MA malah mengeluarkan putusan yang ini kan gugatan perdata. Kalau sudah ada kesepakatan para pihak mbok dihargai dong. Kasih waktu berdamai," ujar dia.
Kedua kubu yang berkonflik setelah Pilpres 2014, lanjut Yasonna, ibarat pertikaian antara suami dengan istri. Kemudian menggugat cerai di pengadilan. Namun saat keduanya sepakat islah atau berdamai ternyata pengadilan lebih bernafsu menceraikan, dan menjatuhkan keputusan cerai.
"MA ini bagaimana sih? Saya jadi bertanya-tanya dalam hati, maksudnya MA apa? Mau buat kegaduhan politik baru? Kita sudah berupaya keras untuk proses rekonsiliasi ini. Saya yakin para hakim MA tahu benar melalui media bahwa proses damai sedang berjalan baik, tiba-tiba mereka buat bom baru," kata dia.

Wakil Presiden yang juga Ketua tim transisi Partai Golkar Jusuf Kalla (tengah) mempertemukan Ketua Umum DPP Partai Golkar hasil Munas Bali Aburizal Bakrie (kanan) dan Ketua Umum DPP Partai Golkar hasil Munas Jakarta Agung Laksono di Rumah Dinas Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (3/2). Foto: MI/Ramdani
Politisi senior PDIP ini prihatin dengan putusan MA itu. Dia berharap putusan itu tak digubris kedua kubu yang pernah berkonflik dan fokus untuk islah.
"Saya berharap teman-teman Golkar tidak terpengaruh dengan keputusan itu. Yang terbaik adalah melanjutkan Munas untuk solusi yang lebih mempersatukan dan menyatukan perbedaan yang terjadi selama ini," ujarnya.
Yosonna menegaskan, berdamai adalah jalan terbaik bagi Golkar. Keputusan pengadilan tidak selamanya membuahkan hasil terbaik. Seharusnya MA memperhatikan aspek doelmatigheid (manfaat) dalam keputusannya.
"Saya juga khawatir kalau ranah hukum publik seperti sengketa parpol, yang domain penyelesaiannya adalah Undang-undang Parpol, hendaknya tidak dibawa-bawa menjadi sengketa perdata atau sengketa hukum privat. Ini preseden tidak baik, menurut saya justru mundur," kata dia.
Sumber : http://news.metrotvnews.com/read/201...a-islah-golkar
---
Kumpulan Berita Terkait GOLKAR :
-
Yasonna Kecewa MA Hancurkan Rencana Islah Golkar-
Priyo Akan Maju Caketum Golkar-
Rapat Pleno Golkar Bahas Kepanitian Munas Ditunda0
591
1
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan