TS
metrotvnews.com
Belajar dari Penggusuran Kramat Tunggak

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah DKI Jakarta berhasil menutup kawasan prostitusi Kramat Tunggak di Koja, Jakarta Utara, pada 1999. Namun, proses yang mesti dijalani saat itu sangat panjang.
Salah seorang anggota tim kajian pembongkaran Kramat Tunggak, Ricardo Hutahaean, 40, menceritakan sosialisasi pembongkaran permukiman di Kramat Tunggak butuh waktu sekira lima tahun.
"Dari isu pertama kali dihembuskan sampai penggusuran, kami sosialisasi lima tahun," kata Ricardo kepada Metrotvnews.com di kediamannya, Kampung Betting, Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, Senin (15/2/2016).

JIC merupakan lembaga pengkajian dan pengembangan Islam. Pada 1970-1999, di kawasan ini berdiri lokasisasi terbesar di Jakarta bernama Kramat Tunggak. Foto: MI/Panca Syurkani
Ricardo menceritakan, Sutiyoso, yang saat itu Gubernur DKI Jakarta, membentuk satu tim kajian sebelum mengeksekusi Kramat Tunggak. Tim berisi akademisi, pemerhati lingkungan, kesehatan, dan pemuka agama.
"Komunikasi intensif dilakukan tim pada warga Kramat Tunggak," ujar pria yang sejak kecil hidup di Kramat Tunggak itu.
Si gubernur, cerita Ricardo, justru mengenyampingkan unsur TNI dan Kepolisian selama masa sosialisasi penggusuran. "Beda dengan yang di Kalijodo sekarang, TNI dan polisi justru paling depan," ujar Ketua RW 09 itu.

Foto: MI/Panca Syurkani
Kramat Tunggak merupakan kawasan prostitusi yang dilegalkan oleh Gubernur DKI Ali Sadikin pada 1970. Badan perpustakaan dan arsip daerah melansir SK Gubernur DKI Jakarta yang melegalkan Kramat Tunggak bernomor Ca.7/I/13/1970 tanggal 27 April 1970.
Singkat cerita, pada akhir 1999, Sutiyoso berhasil menutup lokaliasi Kramat Tunggak. Dua tahun berikutnya kawasan Kramat Tunggak berubah jadi pusat kajian Islam ditandai dengan berdirinya bangunan Jakarta Islamic Centre (JIC).

Suasana di kawasan Kalijodo, Kamis 11 Februari 2016. Foto: MI/Galih Pradipta
Pemerintah DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama juga berencana menggusur kawasan prostitusi di Kalijodo. Ahok mengatakan, kawasan ini akan dijadikan ruang terbuka hijau.
Namun, arus penolakan dari warga Kalijodo terus menguat meski tidak dipungkiri dukungan kepada Ahok juga terus mengalir. Ahok mungkin bisa belajar dari pendahulunya saat menggusur kawasan prostitusi Kramat Tunggak.

Ricardo Hutahaean berbicara soal proses penggusuran kawasan prostitusi Kramat Tunggak. Foto: MTVN/Arga Sumantri
Sumber : http://news.metrotvnews.com/read/201...kramat-tunggak
---
Kumpulan Berita Terkait PENGGUSURAN KALIJODO :
-
Belajar dari Penggusuran Kramat Tunggak-
Tokoh Masyarakat Kalijodo Bantah Wilayahnya Masuk Jalur Hijau -
Kemensos akan Beri Bantuan Hidup Warga Kalijodo Rp5 Jutaanasabila memberi reputasi
1
1.2K
4
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan