- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
KPK Masuk - Dituding Selewengkan Dana, Kemenpora Siap Diaudit
TS
kellyrp
KPK Masuk - Dituding Selewengkan Dana, Kemenpora Siap Diaudit

Quote:
VIVA.co.id - Deputi V Kemenpora Bidang Kemitraan dan Harmonisasi, Gatot Dewa Broto, menganggapi komentar cukup pedas yang dilontarkan anggota Komisi X DPR RI, Yayuk Basuki.
Yayuk mewakili Komisi X, menduga ada penyelewengan dana terkait sosialisasi Asian Games 2018, bantuan federasi olahraga, serta dana bantuan untuk Rio Haryanto.Menanggapi hal ini, Gatot menyatakan jika pihak Kemenpora siap untuk diaudit jika memang benar ada penyelewengan dana.
Gatot menambahkan, jika pihaknya juga sudah lebih dulu mengundang BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), untuk mengawasi langsung penggunaan dana tersebut.
"Kita siap jika memang harus diaudit. Sebelumnya, kita malah sudah undang BPKP untuk mengawasi soal pemakaian anggaran ini. Jadi enggak ada alasan untuk kita tidak siap (untuk di audit)," ujar Gatot.
Selain itu, Gatot juga justru menyambut baik pembentukan Panitia Kerja Asian Games (PAG) oleh Komisi X. Pihak Kemenpora tahu betul maksud Komisi X agar kasus seperti Hambalang tidak terulang kembali.
"Pada prinsipnya kami menyambut positif dengan pembentukan Panja. Konon yang saya dengar, DPR mau koreksi agar tidak terjadi kasus seperti Hambalang dan sebagainya," tutur Gatot.
"Itu kan hal yang positif. Ya, ngapain kami harus berpikir negatif, kami berpikir positif. Justru ada kepedulian dewan kepada kami," lanjutnya.
Lewat pernyataannya, Gatot secara tegas menerima niat baik Komisi X dalam hal pembentukan Panja. Dengan adanya pengawasan langsung dari Panja, menurut Gatot proses penggunaan dana akan semakin baik.
"Jangan berpikir terjadi something wrong happened. Kalau memang nantinya ada something wrong happened, langsung saja kita bikin clear. Yang salah harus tetap kena punishment," tandasnya.
viva
Quote:
Komisi X Minta Dana Sosialiasi Asian Games 2018 Dipertanggungjawabkan
Rimanews - Anggota Komisi X DPR RI Yayuk Basuki meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mempertanggungjawabkan dana sosialisasi Asian Games (AG) 2018 yang digunakan pada Desember tahun lalu.
"Dana yang digunakan untuk sosialisasi cukup besar. Kami juga sudah meminta laporan pertanggungjawaban. Namun, hingga kini kami belum menerima laporan," kata Yayuk Basuki di Jakarta.
Dana untuk sosialisasi kejuaraan empat tahunan di Indonesia itu memang cukup besar yaitu Rp102 miliar. Sosialisasi pada akhir tahun lalu itu telah dilakukan di enam kota yaitu Jakarta, Palembang, Medan, Balikpapan, Makassar dan Surabaya.
Pihaknya menduga jika anggaran yang digunakan untuk sosialisasi kejuaraan yang akan dipusatkan di Jakarta dan Palembang itu ada yang diselewengkan. Bahkan Komisi X DPR RI membentuk Panja persiapan Asian Games 2018.
"Sudah ada beberapa temuan oleh tim panja. Salah satunya dana sosialisasi Asian Games Desember lalu. Kami ingin Kemenpora memberikan laporan yang dikeluarkan. Berapa dana yang terpakai dan kalau ada dana yang tidak terpakai tolong dikembalikan," katanya menambahkan.
Mantan petenis andalan Indonesia itu menilai, anggaran yang digunakan untuk sosialisasi tidak sebesar yang dianggarkan. Hal tersebut didasarkan pada beberapa pelaksanaan sosialisasi termasuk saat yang dilakukan di Jakarta yang terlihat sederhana dan persiapannya singkat.
Dana Rp102 miliar disahkan pada APBN-P 2015. Selain untuk sosialisasi, anggaran tersebut juga dialokasikan untuk menjalin hubungan antarlembaga, dalam hal ini dengan induk cabang olahraga (PB/PP).
Informasi yang diperoleh politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu, dari dana sosialisasi sebesar Rp61 miliar, hanya Rp27 miliar yang digunakan. Namun, pihaknya juga belum sepenuhnya percaya sebelum ada laporan secara resmi.
"Informasi yang kami dapat, masing-masing kota di mana sosialisasi Asian Games berlangsung, menghabiskan antara Rp2,5-Rp4 miliar," kata Yayuk menegaskan.
Selain dana sosialisasi Asian Games 2018, Komisi X juga belum menerima laporan terkait dengan dana Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) pada 2015 sebesar Rp380 miliard. Sesuai dengan rencana, Komisi X akan menggelar Raker dengan Kemenpora, Rabu (3/2).
Sementara itu Kepala Komunikasi Publik Kemenpora, Gatot S Dewa menyambut positif pembentukan Panja Persiapan Asian Games 2018 oleh Komisi X DPR RI. Bahkan pihaknya mengaku akan terbuka demi tidak ada kesalahan.
Sumber : Antara
1. Sumber pendanaan rio bermasalah
2. Ini negara kaya, suka suka dan bebas hambur hambur duit. Yg hrs dibekukan itu mafia.
Diubah oleh kellyrp 02-02-2016 10:20
0
760
Kutip
2
Balasan
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan