alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56a2e51832e2e6db0a8b456a/penyebab-khalifah-ottoman-gagal-total-saat-misi-islamisasi-di-austria
Penyebab Khalifah Ottoman Gagal Total Saat Misi Islamisasi di Austria
Penyebab Khalifah Ottoman Gagal Total Saat Misi Islamisasi di Austria

REPUBLIKA.CO.ID, WINA -- Di kaki bukit Kahlenberg, Kara Musthafa Pasha harus menelan kekalahan. Impiannya meng-Islamkan Austria harus tertahan sejenak. Panglima Utsmani itu terpaksa menarik mundur pasukan pada 12 September 1683 akibat serangan aliansi Eropa yang dipimpin Raja Polandia, Jan III Sobieski.

Kini, di Museum Vienna, Austria, potret sang panglima terpasang sendu. Rautnya penuh penyesalan. Peristiwa itu sudah berlalu lebih dari tiga abad silam, tapi sejarah tak pernah lupa mencatatnya.

Penyebab Khalifah Ottoman Gagal Total Saat Misi Islamisasi di Austria

Dikisahkan Walter Leitsch dalam "1683: The Siege of Vienna", History Today 1983, kekalahan tentara Ottoman di Gerbang Wina dianggap salah satu awal kemerosotan Kekaisaran Ottoman. Semua berawal pada musim panas 1683. Di bawah komando Kara Musthafa, tentara-tentara pilihan dari kekaisaran Ottoman mengepung Wina.

Kota ini telah mendekati batas akhir kemampuannya melawan. Pengibaran bendera putih hanya soal waktu, sampai bala bantuan tiba-tiba datang mengubah keadaan. Tidak ada buku sejarah di Eropa yang melewatkan peristiwa ini.

Raja Polandia sekaligus kepala Komando Tentara Eropa itu membawa sekitar 23 ribu tentara. Penguasa Ottoman menganggap kekalahan Kara Musthafa sebagai aib, lantas menjatuhi hukuman mati bagi panglima besar ini. Inilah catatan terakhir yang menghentikan ekspansi Islam Kekhalifahan Ottoman di tanah Eropa.

http://khazanah.republika.co.id/beri...alahan-ustmani
ini pasti berita HOAX.. emoticon-Mad Islam agama Damai dan penuh kasih gak mungkin lewat kekerasan dan perang, ini pasti kerjaan antek-antek indomie untuk menjatuhkan islam.. emoticon-Mad







emoticon-Ngacir
reserved untuk fansboy turki emoticon-Big Grin
cewe turki cakep2 bray.
ada yg mau ngasih mulustrasinya gag nih??
islamisasi nih bray emoticon-Mad
Quote:REPUBLIKA.CO.ID, WINA -- Di kaki bukit Kahlenberg, Kara Musthafa Pasha harus menelan kekalahan. Impiannya meng-Islamkan Austria harus tertahan sejenak. Panglima Utsmani itu terpaksa menarik mundur pasukan pada 12 September 1683 akibat serangan aliansi Eropa yang dipimpin Raja Polandia, Jan III Sobieski.

loh, katanya dengan cara-cara damai. tapi kok emoticon-Bingung (S)
ajaran kekerasan akan menghasilkan kekerasan pula

KEMENAG: Sejarah Nabi Muhammad 'lebih didominasi peperangan ketimbang toleransi'
Sejarah ......sdh lewat. Tinggal diambil pelajarannya aja
lebih baik mempelajari teknis perang nya..taktik perang apa yng digunakan?pertahanan apa yg di gunakan austria sampai2 pasukan ottoman tdk berhasil menaklukan dalam waktu yang lebih cepat keburu datang bala bantuan, tinggalkan kacamata agama malah lebih keren gan
banchaat, siapa yg bata gw heh emoticon-Mad
ohhhh tidaaak krn austria menyerang islam terlebih dahulu hanya membela diri kok
agama damai logic

padahal udh sesuai manual book jihad talab

"Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) pada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah Dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk." – kitab damei 9:29
penyebaran di eropa tidak berhenti, bahkan hingga ke amerika

label dan stigma negatif tidak menghentikan berkembangnya ajaran tauhid ke seantero penjuru dunia

emoticon-Cool

Quote:

Kisah pesatnya penyebaran Islam di Eropa dan Amerika
Reporter : Sri Wiyanti | Kamis, 2 April 2015 07:09

Penyebab Khalifah Ottoman Gagal Total Saat Misi Islamisasi di Austria
islam di amerika. ©thehayride.com

Merdeka.com - Umat Islam terus menjadi sasaran kecurigaan atas aksi terorisme di dunia. Kecurigaan berkembang menjadi kebencian. Di beberapa negara, utamanya di Eropa dan Amerika Serikat, perlakuan diskriminatif masih dirasakan pengikut Nabi Muhammad ini.

Di Eropa, kebencian ini terekam dalam jajak pendapat yang dirilis pada April 2010 lalu. Jajak pendapat tersebut menunjukkan bahwa 54 persen dari masyarakat Austria menganggap bahwa Islam adalah ancaman bagi gaya hidup Barat yang damai.

Dilihat dari sisi demokrasi, kebebasan dan toleransi, sebanyak 71 persen dari mereka berpendapat bahwa Islam tidak sesuai dengan konsep Barat tentang demokrasi, kebebasan dan toleransi. Sementara dari sisi hidup kolektif, sebanyak 72 persen beranggapan bahwa muslim di Austria tidak mengikuti aturan hidup kolektif.

Di Swiss, sebanyak 57 persen menolak pembangunan menara masjid, dan di Inggris 53 persen menganggap bahwa Islam adalah bahaya itu sendiri.

Survei lainnya menyebutkan bahwa empat dari 10 orang Perancis dan Jerman melihat muslim yang tinggal di negara mereka sebagai ancaman. Demikian hasil jajak pendapat yang diterbitkan oleh Surat kabar Prancis, Le Monde.

Sementara itu di Amerika Serikat, survei yang dilakukan perusahaan asal AS Rasmussen, mendapati bahwa warga Negeri Paman Sam menilai Islam sebagai agama yang paling menganjurkan kekerasan dibanding agama lain.

Surat kabar the Washington Times melaporkan, Selasa (13/1), sebanyak 52 persen responden dalam jajak pendapat itu mengatakan praktik agama Islam saat ini mendorong orang berbuat kekerasan. Sedangkan 28 persen menyatakan bukan itu masalahnya dan 20 persen sisanya abstain.

Survei melalui telepon itu juga menyatakan sebanyak 64 persen responden berpendapat saat ini memang tengah terjadi konflik global antara peradaban Barat dan Islam. Sebanyak 19 persen tidak setuju dan 17 persen lagi tidak yakin.

Sekitar tiga per empat warga yang disurvei atau 75 persen responden mengatakan para ulama harus mendorong pemahaman yang lebih menekankan perdamaian.

Sementara itu hanya 24 persen responden meyakini tindakan penyerang Charlie Hebdo yang membunuh 12 orang karena kartun nabi itu mencerminkan Islam yang sebenarnya.

Sebanyak 16 persen responden juga menyatakan Taliban di Afganistan yang membantai 130 siswa di Pakistan mewakili Islam yang sebenarnya. Sedangkan yang menilai kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sebagai Islam yang sebenarnya hanya 27 persen responden.

Dengan kata lain, sesungguhnya jajak pendapat itu memperlihatkan sekitar tiga per empat warga Amerika tidak paham seperti apa Islam yang sebenarnya atau bagaimana sejarah Islam sesungguhnya. Bisa juga dikatakan, kebanyakan orang Amerika saat ini tidak bisa menilai Islam secara objektif.

Kebencian terhadap Islam sudah muncul sejak berabad-abad lampau. Terlepas dari latar belakang penyebab kebencian tersebut, nyatanya Islam merupakan agama yang paling cepat perkembangannya di Eropa dan Amerika.

Sejak menyebarnya Islam ke Eropa pada abad ke-7 Masehi melalui Andalusia (Spanyol) oleh pasukan Thariq bin Ziyad, panglima tentara dari Dinasti Bani Umayyah, benua putih dan biru itu seakan menjadi lahan subur penyebaran dakwah dan syiar Islam.

Hasil studi yang dirilis akhir tahun lalu menemukan bahwa Eropa memiliki sedikitnya 38 juta muslim atau sebesar lima persen dari total populasi benua tersebut. Muslim di Eropa sebagian besar terkonsentrasi di Eropa Tengah dan Timur. Sementara itu, Rusia memiliki lebih dari 16 juta penduduk muslim, angka ini merupakan yang terbesar di Eropa. Sedangkan penduduk muslim di Jerman sebanyak 4,5 juta, Prancis sebanyak 3,5 juta jiwa, Inggris sekitar 2 juta orang, dan Italia sebanyak 1,3 juta jiwa.

Sisanya tersebar di beberapa negara Eropa lainnya seperti Portugal, Swedia, Belanda, Swiss, Belgia, dan lainnya. Jumlah ini diperkirakan masih akan terus bertambah. Sebuah hasil studi di Rusia menyebutkan, jumlah pemeluk Islam di negara Beruang Merah tersebut mencapai 25 juta jiwa dari total populasi yang mencapai 145 juta jiwa.

Sementara itu, kelompok pencari fakta asal Amerika, Pew Research Center mendapati bahwa dalam 30 tahun terakhir, jumlah penduduk muslimin di seluruh dunia telah meningkat pesat. Data statistik menunjukkan, pada tahun 1973 penduduk Muslim dunia sekitar 500 juta jiwa. Namun, saat ini jumlahnya naik sekitar 300 persen menjadi 1,57 miliar jiwa. Tercatat, satu dari empat penduduk dunia beragama Islam.

Studi tersebut mengatakan bahwa hampir 46 juta Muslim berada di benua Amerika. Di negara super power, Amerika Serikat, agama Islam dipeluk oleh sekitar 2,5 juta orang. Sementara itu, di Kanada jumlah pemeluk Islam mencapai 700 ribu orang. Tak jauh berbeda dengan Argentina. Umat Islam di negara Tango itu mencapai 800 ribu orang, dan merupakan pemeluk Islam terbesar di Amerika Selatan. Sementara itu, di Suriname, pemeluk Islam mencapai 16 persen dari total penduduknya, dan menjadi populasi Muslim terbesar di benua Amerika.

Pesatnya penyebaran Islam di Eropa dan Amerika ini muncul terutama setelah serangan terhadap World Trade Center (WTC) pada tanggal 11 September 2001 silam. Ketertarikan secara alamiah clan rasa ingin tahu yang mendalam telah mendorong peningkatan jumlah warga dunia yang berpaling kepada Islam.

Hal ini diakui oleh Imam besar Islamic Centre of New York, Shamsi Ali. Menurutnya, perkembangan Islam di AS semakin pesat setelah kejadian tersebut. Ali menyebut, kejadian 11 September 2001 merupakan momentum perkembangan Islam di Amerika.

"Kesalahpahaman terhadap Islam kan sudah lama. (11/9) Itu titik balik. Saya melihat justru itu titik baliknya, karena Islam di ekspose kan, dan Islam itu walau diekspos secara negatif kepada orang Amerika, ternyata dengan karakter ingin tahunya mereka, mereka mencari dan ketika mereka mencari mereka menemukan Islam yang sesungguhnya," ujar Ali kepada merdeka.com.

Ali memaparkan, sebelum 11 September 2001, pemeluk Islam di AS adalah imigran dan pekerja biasa yang datang dari Indonesia atau negara-negara lain yang mayoritas penduduknya memeluk Islam. Setelah 11 September 2001, lanjut Ali, banyak kalangan intelektual serta profesional muda yang memutuskan untuk memeluk Islam.

"Artinya jumlahnya bertambah, kualitasnya juga semakin kokoh, semakin kuat," ujar Ali.

Salah satu profesional muda yang pada akhirnya memutuskan untuk memeluk Islam adalah George Green. Green sebelumnya dikenal sebagai manajer tur artis-artis hip hop kenamaan dunia seperti Jay-Z dan Kanye West.

Selama lima tahun Green mempelajari Islam setelah mendengar suara azan saat bertandang ke Dubai bersama rapper ternama yang juga seorang muslim, Akon pada tahun 2006. "Tahun 2011 saya memutuskan untuk memeluk Islam," ucap Green kepada merdeka.com, Minggu (29/3).

Kini, Green memilih jalan hidup sebagai motivator, penulis, dan sukarelawan di bidang kemanusiaan. Bukan hal yang aneh apabila menemui Green sedang membagi-bagikan makanan kepada para tunawisma di jalan-jalan di kota New York, AS atau di Melbourne, Australia lantaran Green berkomitmen menggarap proyek-proyek amal dan kemanusiaan secara global.

http://www.merdeka.com/peristiwa/kis...n-amerika.html


ada salah satu kata pepatah "siapa yg hidup dengan pedang akan mati oleh pedang"...

Mungkin pepatah ini pas...
kalau ane sih mandangnya gini
dari perang ke damai ke revolusi ke perang ke damai ke revolusi lagi

kalau udah masa damai gini, ngomporin, ngeflame
maka siap-siap revolusi, ntar kalau perang ya jangan salahin si A si B
kena bacok, rumahnya dirusakin

dari itu jagalah perdamaian gan
kita udah berdarah-darah buat merdeka gan
emoticon-Christmas
Dinasti Ottoman yg membantai warga Italy krn menolak syahadat pun akhirnya hancur juga.
emoticon-Ngakak
standar banget nih
pelabelan negatif gini.

emoticon-Cool

gimana dengan ini?

Quote:

Dua Dekade Menolak Lupa Pembantaian 8000 Muslim Bosnia

Muhaimin
Sabtu, 11 Juli 2015 − 09:08 WIB

SREBRENICA - Hari ini, Sabtu (11/7/2015), massa berkumpul di sebuah pemamakam di dekat Srebrenica, Bosnia. Mereka menolak lupa ketika 20 tahun silam kekejam terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II terjadi, di mana 8.000 pria dan bocah-bocah Muslim dibantai pasukan Serbia Bosnia.

Eksekusi massal itu terjadi selama lima hari pada bulan Juli 1995. Jasad para korban dibuang ke lubang-lubang yang tersebar sebagai upaya sistematis untuk menyembunyikan bukti kejahatan tentara Serbia Bosnia. Pembantaian massal itu juga sebagai puncak perang saudara tahun 1992-1995.

Meski sudah 20 tahun atau dua dekade berlalu, lebih dari 1.000 korban belum ditemukan. Kerangka dari dari 136 korban yang baru diidentifikasi akan dimakamkan di bawah batu nisan marmer di pemakaman Potocari di Bosnia timur.

Sebuah pengadilan PBB telah memutuskan pembantaian itu sebagai genosida. Banyak warga Serbia membantah istilah genosida. Pemimpin Serbia Bosnia, Milorad Dodik, pada bulan lalu menjelaskan bahwa apa yang terjadi di Srebrenica adalah “penipuan terbesar dari abad 20”.

Serbia, yang didukung pasukan Serbia Bosnia telah mengirim Perdana Menteri Aleksandar Vucic, untuk membujuk Rusia agar memveto resolusi PBB pada pekan lalu. Resolusi itu sedianya akan mengutuk penolakan tragedi Srebrenica sebagai genosida.

Rusia telah menyerukan semua orang yang bertanggung jawab atas pembantaian ribuan Muslim Bosnia diseret ke pengadilan. Namun, resolusi PBB dinilai Rusia hanya akan memecah belah Serbia Bosnia yang sudah komitmen berekonsiliasi.

Tapi, pendapat Rusia itu dikritik keras Amerika Serikat (AS). “Anda tidak bisa membangun rekonsiliasi dengan penolakan genosida,” kata Duta Besar AS untuk PB, Samantha Power, seperti dikutip Reuters. Diplomat wanita AS ini adalah wartawan yang 24 tahun silam meliput tragedi yang terjadi di Bosnia.

”Adalah penting bahwa dia (Vucic) pergi ke sana dan ia melihat sendiri hasil dan kerusakan yang disebabkan oleh genosida di Srebrenica,” ujar Samantha.

Sementara itu, di Washington, Presiden Barack Obama mengatakan bahwa AS akan meratapi hilangnya korban yang ia juga sebut sebagai genosida.

”Pada tanggal 11 Juli, kita bergabung orang dari semua agama dan kebangsaan dalam memperingati genosida Srebrenica," kata Obama dalam sebuah pernyataan tadi malam. ”Hanya dengan sepenuhnya mengakui masa lalu dapat kita raih masa depan rekonsiliasi sejati dan abadi.”


(mas)

http://international.sindonews.com/r...nia-1436580514


dulu di Eropa berdiri peradaban Islam yang maju, yaitu di Andalusia. tapi dihancurkan dengan kejam oleh orang2 eropa bukan islam
kalau ente2 tau namanya INKUISISI (inquisition), metode penyiksaan yang sangat kejam saat itu.

Quote:

Senin, 24 Februari 2014, 08:53 WIB
Pulang ke Granada
Red: Damanhuri Zuhri
.
Penyebab Khalifah Ottoman Gagal Total Saat Misi Islamisasi di Austria
Masjid Cordoba yang beralih fungsi menjadi Gereja Kathedral.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ferry Kisihandi

Bayi Loubaris bersuara lantang. Ia menuntut Pemerintah Spanyol memberikan hak sama kepada Muslim. Khususnya bagi mereka yang pernah terusir pascajatuhnya kekhalifahan di Granada, Andalusia. Pada 1609, warga Muslim terusir, mereka dikenal dengan nama Moriscos.

‘’Pemerintah mesti memberikan hak sama kepada semua warga yang pernah terusir. Jika tidak kebijakan mereka pilih kasih, bahkan bersifat rasis,’’ kata Loubaris yang menjabat presiden Association for Historical Legacy of Al-Andalus itu.

Tuntutan Loubaris muncul setelah pada Selasa (18/2) lalu, Menteri Hukum Spanyol Alberto Ruiz-Gallardon memberikan kewarganegaraan pada Yahudi Shepardi yang pernah terusir dari negara ini. Putusan merujuk pada undang-undang sipil baru yang disahkan awal Februari.

Undang-undang ini mengizinkan keturunan Yahudi Shepardi, yang diusir pada 1492, mendapatkan kembali kewargangeraan Spanyol.

Hampir 3,5 juta Yahudi Shepardi diperkirakan akan mengajukan aplikasi untuk memperoleh kewarganegaraan Spanyol.

Mereka selama lebih dari lima abad berada di pengasingan. Loubaris menyatakan langkah Spanyol terhadap Yahudi sangat positif. Ini merupakan pengakuan kesalahan pemerintah karena mengusir warga negaranya sendiri.

Ia menegaskan pula, keturunan para Moriscos mempunyai hak sama. Selain soal status warga negara, Muslim pun menghendaki pengakuan lebih luas atas warisan budaya dan ilmu pengetahuan terhadap Spanyol.

Setelah jatuhnya Granada, Muslim mengalami penyiksaan, pembunuhan massal, dan dipaksa beralih agama ke Kristen. Dan eksodus Muslim mulai terjadi pada Februari 1502. Muslim berkuasa di Spanyol sejak 711 hingga 1492.

Di sisi lain, Muslim di Spanyol juga berharap agar Masjid Cordoba yang dibangun antara tahun 784 dan 786 kembali ke pangkuan umat Islam. Masjid ini berdiri saat pemerintahan Abdul Rahman I. Saat ini masjid ini beralih fungsi sebagai katedral.

Pada 2010, Uskup Cordoba Demetrio Fernandez, mendorong agar bangunan itu disebut sebagai Katedral Cordoba baik di rambu jalanan maupun brosur untuk wisatawan. Namun baik wisatawan maupun warga Spanyol tempat itu tetap disebut masjid.

Unesco menetapkan bangunan masjid tersebut sebagai warisan dunia. Antonio Manuel Rodriguez, profesor hukum sipil di University of Cordoba khawatir atas upaya Katolik terus menguasainya. Ia menyatakan, Masjid Cordoba merupakan simbol akulturasi budaya.

Rodriguez kepada Irish Time awal Februari lalu menyatakan, Masjid Cordoba merupakan simbol akulturasi kebudayaan.

‘’Kalau pihak keuskupan meneruskan upaya kristenisasi maka status warisan dunia pada masjid itu akan hilang,’’ katanya.

Direktur Islamic Junta Isabel Romero mengatakan, Masjid Cordoba adalah warisan sejarah milik semua warga Spanyol.
http://www.republika.co.id/berita/du...ang-ke-granada

panjang pejwan nya emoticon-Malu

ane baca dulu emoticon-Big Grin
agama penjajah emoticon-Ngakak

belanda, spanyol, portugis, inggris pasti terinpirasi agama islam untuk menjadi penjajah
karena trauma mereka menjadi negara terjajah, maka mereka ikut menjajah

seperti korban sodomi yg akan menjadi perlaku sodomi

ternyata penjajahan di negara ini berawal dari kesalahan ajaran islam itu sendiri emoticon-Ngakak (S)