alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56a12103902cfec5028b4569/feromon-dan-hasrat-asmara
Buang Deodoran-mu! === Feromon dan Hasrat Bercinta (Bonus BB17+ inside....)
Mungkin anda kaget, ternyata ketiak bisa membuat pasangan anda “bergairah. Kok bisa? Lantas, apa hubungannya bau ketiak dengan hasrat seksual?

Seperti ditutukan oleh Dr. Winifred Cutler seperti dikutip oleh Sehat Plus, setiap manusia seperti halnya binatang juga memiliki bau yang sangat khas yang disebut feromon. Begitu khasnya hingga bau tersebut, mungkin bisa diidentikkan dengan sidik jari.


Feromon merupakan senyawa kimia yang dihasilkan kelenjar tertentu oleh seekor organisme dalam kuantitas yang sangat kecil, sehingga menyebabkan tanggapan khusus organisme lain dari species yang sama. Sebelumnya feromon diketahui hanya dimiliki oleh binatang sebagai alat komunikasi antar mereka.

Semut misalnya, saat bertemu dengan temannya mereka mengenalinya dari feromon yang mereka keluarkan. Begitu juga anjing, mereka bisa berkomunikasi bahkan menarik lawan jenisnya dengan jalan mengeluarkan feromon dari dalam tubuhnya. Dan hebatnya, feromon yang dikeluarkan semut hanya diketahui oleh speciesnya. Begitupun dengan feromon yang dikeluarkan oleh anjing. Hanya anjing saja yang tahu tentang bau kawan mereka.

Setelah melakukan serangkaian penelitian, Dr. Cutler menemukan bahwa feromon yang dihasilkan oleh manusia ada di ketiak manusia. Saat ketiak manusia menghasilkan keringat dan menimbulkan bau, sebenarnya ketiak yang berkeringat itu mengandung feromon.

Dalam penelitiannya, Dr. Cutler juga menemukan bahwa feromon yang dikeluarkan dri tubuh seorang pria menjadi daya pikat seksualnya. Selain itu feromon juga memiliki efek positif bagi kesehatan wanita, diantaranya dapat mengatur masa menstruasi, membangkitkan gairah seksual, dan mengetahui masa subur wanita, bahkan mengurangi resiko terkena kanker prostate.

Efek positif

Bagi pera wanita, ternyata feromon yang dikeluarkan, bisa mempengaruhi siklus menstruasi wanita lainnya. Martha Mc Clintock dari University of Chicago mengatakan wanita yang sedang menstruasi, berarti ia mengeluarkan bau keringat, akan mempengaruhi siklus menstruasi wanita lainnya. Hal ini disebabkan menstruasi mereka dipercepat atau diperlambat tergantung bulan kapan keringat telah dikumpulkan, sebelum, selama atau setelah masa subur. Penelitian ini juga merupakan bukti bahwa manusia mengahsilkan dan merespon feromon orang lain.

Disamping bisa mempengaruhi siklus menstruasi ternyata feromon juga bisa dimanfaatkan sebagai alat untuk mengetahui masa subur seorang wanita.

Beberapa penelitian mengatakan bahwa feromon dapat mempengaruhi mood perasaan manusia bahkan dapat meredakan stress dan depresi. Bahkan penelitian yang paling baru meskipun baru dugaan, feromon dapat mdigunakan sebagai terapi untuk mengontrol aktifitas kelenjar prostate agar para pria terhindar dari resiko penyakit kanker prostate.

Parfum feromon

Mengingat bukti bahwa feromon bisa membangkitkan daya pikat seksual, Dr. Cutler berpikir untuk mengkomersilkannya. Tujuh tahun sejak penemuannya, Dr. Cutler memperkenalkan parfum yang baunya sangat mirip dengan feromon. Dua produk tersebut adalah Athena Pheromone 10:13 untuk mwanita dan Athena Pheromone 10X untuk pria.

Dr. Cutler tudak mengambil bibir feromon dari darah atau organ tubuh manusia, tetapo dari keringat yang berasal dari ketiak wanita danpria yang benar-benar sehat. Proses selanjutnya adalah menghilangkan bakteri yang ada di keringat tersebut sehingga akhirnya membentuk ekstra feromon/

Untuk membuktikan apakah parfum ciptaannya bekerja sesuai dengan harapannya, Dr. Cutler melakukan penelitian. Dari 38 orang yang ditelitinya, 47% atau 17 orang diantaranya mengaku 9,5 % dari 21 orang yang diberi placebo (parfum yang tidak mengandung feromon) mengaku tidak meningkat.

Cutler juga mengaku penelitian terhadap pembeli parfumnya, dari 5600 orang mengaku yang memakai Athena, 76% diantaranya mengaku hasrat seksualnya naik, sedangkan 24 % sisanya tidak. Tentang angka 24 % ini, Dr. Cutler mengatakan, “feromon memang berhubungan dengan mekanisme reaksi kimia dalam tubuh tiap-tiap orang. Ada yang begitu memakai parfum (feromon) hasrat seksualnya langsung bangkit, tetapi ada juga yang tidak.”
Kalau ternyata feromon pasangan kita sudah bisa membangkitkan hasrat “bercinta” buat apa harus memakai parfum? (Sehat Plus. Vol 2.No2/2004)

=====
Kesimpulan: Ada baiknya kita tidak usah mandi sebelum ML, karena hanya akan mengurangi kadar feromon yang merupakan "bahan bakar" percintaan.... Apalagi kalau sampai lengket-lengket, wuih seksi sekali emoticon-Genit:....



Spoiler for "mulusterasi":
Pegangan tangan gimana gan?


Feromon dan Hasrat Asmara
Quote:Original Posted By yess1
Pegangan tangan gimana gan?


Feromon dan Hasrat Asmara


Saya sebagai ahli perketekan, menyatakan bahwa feromon juga meningkatkan kerjasama/kekompakan antar pria (dalam hal ini kerjasama demonstrasi anti Ahoax & kekompakan bunuh diri massal apabila Ahoax terpilih kembali....)

Ini artikelnya.... silahkan dibaca secara teliti & seksama....

Feromon pada Keringat Pria Meningkatkan Kerjasama antara Pria

Sebuah studi baru menyoroti yin dan yang dari insting manusia – sekali waktu sangat kompetitif, sekali waktu sangat kooperatif.

Sebagai salah satu spesies yang lebih sosial di planet ini, manusia menjalin kompetisi dan kerjasama dalam interaksinya, dengan hormon yang mempromosikannya – oksitosin dan testosteron, diantaranya – mengalir secara simultan di seluruh tubuh.

Penelitian sebelumnya menetapkan bahwa oksitosin mempromosikan ikatan kelompok, mengalihkan agresi terhadap orang lain di luar kelompok. Sekarang, peneliti Finlandia yang menyelidiki feromon manusia mengatakan pria dipengaruhi oleh androstadienon, komponen kimia yang disekresikan melalui kelenjar keringat.
Hormon Feromon

Studi sebelumnya menunjukkan bahwa hormon dapat berfungsi sebagai feromon manusia, bahan kimia udara yang dimaksudkan untuk menimbulkan nuasa respon pada individu lainnya.

Meskipun fenomena feromon sebagian besar belum terbukti dalam spesies manusia, studi menunjukkan bahwa androstadienon mengubah suasana hati, tingkat kortisol, dan mengaktifkan area otak yang terkait dengan kognisi sosial, mungkin menarik perhatian pada orang yang memancarkan.

Akan tetapi, bukti mengenai androstadienon sebagai feromon manusia masih kurang, terutama yang berkaitan dengan efek pada manusia.

Peneliti dari University of Turku menggunakan teori permainan perilaku untuk menguji efek dari maksud feromon.
Pengukuran Kortisol Saliva dan Testosteron

Empat puluh pria dipaparkan hormon atau stimulus kontrol, kemudian memainkan permainan yang dimaksudkan untuk mengukur kerjasama dan kedermawanan.

Satu pemain akan mengusulkan cara untuk berbagi 10 Euro, dan yang lain akan menerima atau menolak. Selama percobaan, peneliti mengukur kortisol saliva dan testosteron, menemukan bahwa tingkat kortisol mengukur secara kasar perilaku kooperatif dari pria, seperti yang dilansir dari Medical Daily.

Rata-rata, pria yang terpapar androstadienon memberikan setengah Euro, atau 70 sen, lebih banyak per transaksi daripada kelompok kontrol, dan juga menerima penawaran lebih rendah dengan jumlah itu.

Ahli biologi evolusi Markus Rantala, yang memimpin penelitian, menyatakan terkejut mendapati bahwa pria dengan kadar testosteron tinggi juga terbukti lebih murah hati.

Pria dengan kadar testosteron tinggi, di samping hormon pria lain yang mempromosikan kerjasama, mungkin telah memenangkan keberhasilan evolusi dengan membangun aliansi dengan orang lain, Rantala berspekulasi. “Rupanya perilaku seperti itu dianggap menarik oleh lawan jenis.”

Setelah menghitung variasi individu dalam testosteron, androstadienon dikaitkan dengan dorongan dalam perilaku kooperatif, para peneliti melaporkan dalam jurnal akses terbuka PLoS ONE.

“Studi kami adalah yang pertama untuk mengintegrasikan dua cabang yang berbeda dari penelitian: Penelitian feromon manusia dan penelitian tentang pengambilan keputusan perilaku,” tulis para peneliti.

“Dengan demikian, menghasilkan temuan baru dan, bisa dibilang, membuka kemungkinan baru yang menarik untuk penelitian masa depan.”

Penelitian ini menanyakan tentang hubungan antara androstadienon dan daya tarik seksual dan bagaimana kuantitas hormon dapat mempengaruhi efek ini.”

Dengan lebih banyak bukti untuk mendukung androstadienon sebagai feromon manusia, para ilmuwan mungkin lebih memahami hubungan antara stimulus hormonal dan respon perilaku sekunder yang tampak pada orang lain.

(foto: huffingtonpost.com)

http://www.teruskan.com/17171/feromon-pada-keringat-pria-meningkatkan-kerjasama-antara-pria.html
sundul gans
sundul maning
TS nya maho punya kelainan sexual nih kaya nya emoticon-Frownemoticon-Frownemoticon-Frown

itu monyet nya si damon ya emoticon-Frownemoticon-Frownemoticon-Frown
AJAAALLLL
Quote:Original Posted By yess1
Pegangan tangan gimana gan?


Feromon dan Hasrat Asmara



emoticon-Najisemoticon-Najisemoticon-Najisemoticon-Najis
jadi kalo orang yang keteknya asemmmmm buanget pengen muntah itu peromon nya banyak ya gan..


emoticon-Betty
emoticon-Cool