CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
hey gadis horor(I LOVE YOU)#true story
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56729288c2cb17c73a8b4569/hey-gadis-horori-love-youtrue-story

hey gadis horor(I LOVE YOU)#true story

Salam sejahtera untuk kaskuser semua, gw nubi, dan gw bukan kaskuser adict, jadi banyak gk ngerti istilah kaskus, gw coba pake bahasa biasa. gw di sini akan menceritakan true story, kisah percintaan gw dengan satu wanita yang memiliki masa suram, sesuram - suramnya. Maaf jika ada mengandung konten yg agak dewasa, karena gw akan bercerita apa adanya. Oke sebelum lebih jauh perkenalkan gw gilang, profesi gw pengamen tp pengamen keren ya(ngarep!), gw ngamen dari kafe ke kafe, hotel, bar. gw drumer itu alasannya id kaskus gw men.in.back, karena selalu di belakang, jarang kepoto, jarang keliatan, tapi dentumannya bisa bikin semua cewek muntah, sory maksud gw kesemsem(ngunyah botol!).. Oia gw hanya menggunakan ponsell, jadi seadanya ya kaskuser semua..

Enjoy!


Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pras219 dan 58 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh men.in.back
Chapter of the end story.

Chapter 32


Wanita paruh baya itu masih menangis dan terus saja mencucurkan air matanya, tubuh nya yg mulai lemah masih mau menuntun dan menyelamatkan hidup anaknya yg sudah dewasa dan berakal ini.

Ini pula yg membuat tubuh dan hati gw tergetar hebat, mengikuti irama tangisannya dengan tumpahan air mata, yg juga jatuh lembut di kedua pipi gw.

“gimana lagi mamah harus bantu kamu gilang?” ucapnya di sela2 tangisannya.

Ya dialah nyokap gw. Yang sedang terbentur hatinya karena semua cerita gw. Semua!

Gw Cuma diam.

“kamu tau? Apapun boleh km lakukan asal kamu masih berada di jalan Tuhan! Tidak menyimpang sejauh ini” tambahnya. Membuat hati gw semakin teriris, dan air mata gw mengalir hebat.

Ponsel gw terhubung dengan maya di sana. Gw sengaja, setelah perundingan gw dengannya. Gw yakin sekarangpun ia sedang menangis.

“mama rasa mama gagal jadi seorang ibu, mama gagal mendidik kamu... ” ucapnya pelan

“mama jangan ngomong gitu, ini murni kesalahan gilang mah”

Pandangannya mengarah ke lantai, kosong, dan masih dengan air mata yg terjatuh.

“kamu mau mama bahagia di sisa hidup mama? Kamu mau nanti saat mama gk ada mama tersenyum di sana??”

"mama ini ngomong apa!? Ya tentu aja gilang mau mamah bahagia!”

“nikahin maya. Secepatnya!”

Darah dengan cepat menjalar ke kekepala gw, seiring berdengung keras telinga gw, seakan gw mendengarnya dari pengeras suara.



"halo pah!” suara mama liandra yg khas, menenangkan gw sesaat.

“y mah, kamu dengar sendirikan?”

"iya”

Lalu hening beberapa saat. Gw pun sulit mengatakan apa2. Dia terisak di sana mengikuti isak tangis gw

“kamu mau ajari gw islam?” tiba2

“maksud lo mah!?”

“iya, kamu paham kan pah? Demi liandra! Gw gak mau dia seperti gw nantinya. Gw gak mau dia kekurangan kasih sayang dari ayahnya, kalo gw tetep bertahan dengan pendirian gw”

“jadi kita!”

“ya pah! Gw, kamu, liandra. Dan.. dan tanpa olive lg gw janji!!”

"tanpa olive? Yakin!!??"

"yakin pah! Gw janji!! Percaya gw kali ini, mama mau nikah ama kamu please! Udah cukup kamu tersiksa selama ini, giliran gw yg memohon sekarang" pekiknya diiringi tangisan.

"....." mulut gw seakan membisu. Mendengar maya teriak memohon dan menangis.


Gw berteriak tanpa sadar di kamar gw, ya kamar di mana gw tumbuh di bawah kasih sayang nyokap gw.

“jadi kita nikah?” kata gw bersemangat.

“iya papah liandra sayang” jawabnya penuh ketulusan.

"oke denger baik2 mah.. Ehem.
Will you merrie me? Mamanya liandra” kata gw setengah bergetar karena menangis

“yes, of course yes papa liandra! I love you! We love you so much!!” katanya lalu terisak keras, terdengar sendu di speaker ponsel gw. Tardengar juga suara liandra merengek, dan ikut menangis karena mungkin ia terbawa maya yang menangis.

Saat itu air mata gw berubah sekejap menjadi air mata bahagia, rumah ini selalu membawa gw menjadi lebih baik, selalu dan selalu, mungkin karena ada nyokap yg menghiasi rumah ini dengan ibadah dan doa tulus untuk gw.

Nyokap tersenyum lembut, terlihat letih namun teramat bahagia sekarang, terlihat dari pancaran matanya.

Ia menghampiri dan memeluk gw erat. Pelukan itu seakan membawa gw ke masa kecil dimana ia bangga bahwa anaknya berhasil memenangkan lomba menulis cerpen antar sekolah tingkat kabupaten (sombong dikit lah, suka2 ts emoticon-Big Grin) seperti inilah pelukan bangga dari nyokap yg membuat gw jadi lebih baik lagi.



Malamnya gw bersantai di depan kursi rumah gw, kursi unik yg terbuat dari karet ban sepeda, disinilah kenangan gw bersama cinta2 gw masa disekolah. Pengen si gw cerita di sfth lainnya. Tapi takut pada kepoin mantan2 gw emoticon-Ngakak (S)

rumah ini masi sama seperti saat dulu gw beranjak merantau ke bali, atap2nya yg mulai lusuh, pagar sedikit berkarat, pohon mangga yg asemnya bukan maen (tapi doyan banget dulu gw, kalo orang serang menyebutnya mangga kecupu), kusen2 yg mulai pudar, perabotan yg udah gada lagi di jual di pasaran.
tapi jujur, menambah kerinduan gw untuk pulang lagi nanti,
di tambah ada ibu yg melahirkan dan membesarkan gw dengan tulus, cinta, doa, dan kasih sayang. Dan di rumah jadul ini lah ia setia menunggu dan menanti anaknya pulang emoticon-Smilie (love u mom)

Telp berdering.

Neneknya liandra.

Waduh!? Bathin gw.

“hello good evening jilang (begitu dia mengucapakan nama gw dengan aksen aussienya)

"helo good evening mam! Apa kabar?”

"baik, kamu apa kabar? “

"baik mam”

"okey, maya sudah tell semua ke saya, maslah pernikahan kamu.”

"okey”

"so! “
ia melanjutkan. Sedikit panjang untuk mengucapkan dua saja. Ya, huruf S dan O.

Gw dedekan banget saat itu.

"mami setuju, karena kalian sudah dewasa, jadi sya tidak bisa menghalangi lagi kalian (kebalik mam emoticon-Hammer )”

"den juga untuk keberhasilan, sory I mean untuk kebaiken liandra, seye tidak mau dia tumbuh seperti mamanya, tolong buat liandra jadi anak baik”

“ya mi, terimakasih mam, I promise to my self! Saya akan jadi ayah yg baik untuk liandra! “
kali ini bibir gw bergetar hebat, seiring jatuhnya air mata untuk kesekian kalinya.

“sama sema, good, senang mendengarnya!”

...

Entah bagai mana gw meluapakan kebahagiaan ini. Terimakasih tuhan. Telah membuka hati mami maya dan mama liandra.

...

Jalan Tuhan selalu jadi misteri, kadang tidak seperti yg kita harapkan, hingga kita berputar jauh dan menderita, berlinangan air mata, penuh dengan cobaan yg berat sulit.

tapi yakinlah, tuhan punya cara untuk memberikan hadiah berupa "kebahagiaan" untuk setiap tetes air mata yg kita jatuhkan untuk memohon dan berdo'a kepadaNya. Amin.


Serang, 2015.


*thanks buat agan2 yg udah baca cerita gw, yg udah komeng, yg udah buli faisal emoticon-Ngakak (S): (btw dia masi jomlo ampe sekarang, dia nitip kenalin ama cewek di kaskus emoticon-Big Grin), dan juga buat masukannya. Dan thanks buat sesepuh SFTH, juga semua penulis di sfth yg menginspirasi gw.


Real Real end story. Cheers emoticon-Smilie
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pras219 dan 18 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Chapter 31

Bali. 2013

Ini sudah satu setengah tahun maya menghilang begitu juga olive. dua wanita yg paling horor versi gw.

Gw kembali ke kost lama gw. Gw mengoper kredit apartmen maya, uang hasil menjual gw simpan untuk suatu hari gw bertemu maya lagi. 1bulan setelah maya pergi gw mencari kosan olive, gw mendapatkan info dari faisal, karena dia pernah ke sana sebelumnya, mereka sudah 1bulan pindah, gw tanya ke satpam kos, tidak ada informasi akurat. apa yang dipikirkan maya. butuh waktu berbulan2 untuk gw pulih dari kekecewaan ini, setiap harinya di apartemen gw selalu memanggil namanya, seakan dia di ada, saat gw membuka mata pagi hari gw berharap maya tidur di sebelah gw seperti dulu. Faisal tidak bisa berbuat banyak selain mensuport gw, dia selalu datang untuk menemani gw, mengajak jalan, mengenalkan beberapa teman wanitanya, entah mengapa gw gak tertarik sama sekali.

Gw merenung di kuta seperti biasa, ini jadi kegiatan gw setiap hari sampai saat ini. Sesak rasanya menahan tangis, menahan sakit yang menendang nendang di tengah2 dada gw. walau sekarang mulai berkurang, tiap nama maya terlintas dada gw sontak sesak sekeras2nya.

"faisal bilang lo selalu di sini sore menjelang malam" suara wanita.

Maya, dan olive mendatangi gw,
Gw gak menyadari bahwa mereka telah berdiri di depan gw sejak tadi. Gw hanya tersenyum pahit. Tanpa bisa berkata-kata.

"gw ngerasa salah kalo gw sampe gak menemui kamu yank" maya mulai duduk, begitu juga olive. sementara gw membuang muka ke sisi lain, gw masi muak.. muak melihat mereka berdua terutama maya.

"gw harus melakukan ini yank... Gw....." kata maya terputus ucapan gw.

"sebentar..
Gw mohon jangan panggil yank dengan semua tanda tanya lo selama ini! Panggilan palsu untuk sekedar menenangkan gw sesaat! Denger may, gw udah mulai bangkit dan melupakan lo! Bantu gw, bantu gw dengan.. dengan jangan pernah lagi muncul di kehidupan gw!" gw sekarang udah mulai.

"gw datang k bali cuma ingin minta maaf"

"maaf? Gw dah maafin lo, lo juga liv"

"kalo gada lagi yg di omongin gw cabut, kirim no rekening lo, ini uang apartement"

"gw gak butuh"

"berapa?"

"lang gw...."

"BERAPA!!!!" pekik gw.

Maya dan olive terdiam.

Lalu maya menyebutkan no rekeningnya. Gw menggunakan layanan banking dari ponsel.

"udah gw transfer semua," tanpa melihat mereka sekalipun, gw berlalu meninggalkan mereka berdua.

"zelvaliandra gilang pengen banget nemuin lo!"

Gw berhenti. Tanpa terasa ada yg memberatkan mata gw, sepertinya mata gw berair dan semakin mengalir.. Maya memegang pundak gw.

"dia di mobil, cantik. Mirip kamu banget.

Saat maya menarik tangan gw, gw hanya mengikuti langkahnya, seperti semua kebencian gw tadi menghilang terbawa angin, setelah ia menyebutkan nama itu.

Olive lebih dulu menuju mobil. Lalu seperti mengangkat sesuatu dengan hati2, ia kembali ke tempat gw berdiri. Gw gugup banget saat itu.

Olive menghampiri gw. membawa bayi di balut penghangat. putih bersih, mungil, jari2 tanganya bergerak gerak seakan ingin menyentuh sesuatu, gw tnpa ragu menggendongnya setelah okive menyerahkan si cantik ini. Matanya memandang polos gw, dan tersenyum manja. tidak ada sepatah katapun keluar dari bibir gw saat itu, hanya air mata yg mengalir deras, tapi gw bahagia, gw balas senyumannya, gw gak mau dia tau kalo hati gw sedang dilanda kesakitan yg begitu besar, dia gak berhak tau, yg perlu dia tau, dia sedang di dekapan ayahnya.

"cantik ya may, liv" tanya gw ke mereka. Mereka berdua mengangguk dan tersenyum namun dengan air mata yg sama derasnya dengan gw.

Suara2 lembutnya melekat di telinga gw. Gw menggodanya, dan ia balas dengan tawa dan teriakan2 manja.

"ikut gw ke ausi yuk yank"

Gw gak menghiraukan maya.

"yank!! Kasi gw kesempatan untuk bicara" pekiknya.

Gw menghela nafas panjang.

"untuk apa? Untuk melanjutkan kegilaan ini!?"

"kita nikah yank" ucap maya.

"apa si artinya semua ini!? Jawab gw"

Ini jawaban maya yg gak pernah gw lupakan sampai sekarang.

"oke, denger gw aka mulai bercerita. Awalnnya gw dan olive hanya ingin punya anak, dan kita berdua berniat mengadopsi anak dari salah satu panti asuhan. setelah gw bertemu kamu, gw mulai berfikir untuk memiliki anak dari rahim kami sendiri. Pada akhirnya gw! Mm sory kita berdua malah jatuh cinta sama lo, itu yang merusak hubungan gw dan olive. Tapi masalah cinta sayang dan rasa ingin memiliki itu tulus yank, gw dan olive tulus sayang ama lo! Kita tinggal bertiga di sana"

Mau banget kalo gw ngikuti nafsu, pada akhirnya lebih mengerikan nantinya, gw pelajari hal seperti ini lebih dalam, kadang mereka bisa melakukan hal gila seperti menyakiti dan bahkan membunuh pasangannya sendiri. Gw gak bisa ada di lingkaran kegilaan itu. Sudah cukup!

"gw cuma mau satu hal, jangan pernah putus hubungan lagi, gw mau tiap saat lo kirim foto dan perkembangan anak kita, gw rasa dia akan lebih baik bila bersama ibunya ketimbang dengan gw, karena gw rasa gw belum layak jadi ayah yang baik buat zelva, karena ekonomi gw belum berkembang"

"kali ini gw bakal berubah yank! Plis ikut gw" ucapnya

"gw dah sering banget denger kalimat itu! Ini sudah berlalu 1.5 tahun!"

"yank! "

"tolong jangan kek gini may!! Gw mohon"

Gw menyerahkan ponsel gw, "catat no lo!"

Maya terlihat gusar. gw gak berani memandangnya terlalu lama. Olive hanya diam.

Maya mengembalikan ponsel

"miss call yank" katanya.

Lalu gw menyerahkan zelvaliandra ke pelukan olive.

Maya memeluk gw. Sakiiiitt banget rasanya. Pelukan ini kenapa gak membawa ketenangan buat gw, katanya pelukan membuat seseorang tenang, tapi pelukan maya buat hati gw semakin tertusuk2. Gw gak sedikitpun membalas pelukannya, air mata gw tak henti2nya mengalir mewakili teririsnya hati gw.

Gw mengecup pelan kening maya. Dan melepaskan pelukannya. Maya tidak menahan gw kali ini, gw pergi meninggalkan mereka. Dan berjalan menuju ke dunia yang baru, dan gw gak bisa menebak seperti apa di depan sana. Entah gw bisa kembali bersatu dengan maya lagi atau tidak, karena sementara ini gw cuma ingin menenangkan hati gw.

Dan gw hanya bisa berlalu pergi dari mereka dan berkata dalam hati gw.

Hey gadis horor (I LOVE YOU!).

End!

I love u so much MAMAnya liandra. Rawat liandra dengan cinta, ketulusan dan kasi sayang ya. secepatnya menyusul ke sana.

..

Thanks buat para reader, udah menyempatkan waktu baca cerita biasa aja ini. Thanks buat komen, cendol dan ratenya.


Nb : Menulislah dengan hati luapkan semuanya dengan tulus, dan biarkan mengalir apa adanya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gwazwei dan 18 lainnya memberi reputasi
Chapter 1

Bali, 07 januari 2012

Sore itu, di bali matahari masih enggan untuk mengurangi cahayanya yang menyilaukan semua mata. Gw termenung di sebuah mini market di daerah kuta sambil menikmati minuman ringan. Gw sering banget ke tempat ini untuk sekedar minum, minuman ringan tentunya, sambil melihat cewek bule berpakaian minim atau bikini.. Seger dah, dan sekedar melepas penat dari segala kesibukan sehari – hari.
Gw Gilang, gw bekerja di salah satu perusahaan kredit kendaraan bermotor di Bali, gw perantauan, lahir dan besar di Serang – Banten..
Sekilas info tentang kota kelahiran gw, Apa yang pertama kali ada di benak reader tentang Banten? Gw yakin itu hal – hal berbau mistis seperti ilmu kebal, santet, jimat, pelet? Atau debus? Ya bener banget. Banten identik dengan hal seperti itu, tapi itu dulu, menurut gw sekarang masyarakat di sana udah lebih modern dan maju, gak melulu mistis. Ada mall, banyak tempat tongkrongan Ababil, dan banyak lagi, pemikiran masyarakatnya pun sudah lebih maju dan realistis. satu yang gak ada, bioskop! Payah bener, kalo mau nonton harus ke Tangerang, atau Cilegon. Norak ah! Tapi gw tetep cinta kota kecil ini, di mana gw dilahirkan dan di besarkan.
Jadi perantauan di kota orang itu gampang – gampang susah, ada enak ada gak enaknya. Gw muslim, di Bali muslim minoritas, hampir semua masyarakat bali memeluk agama Hindu. Tapi gw salut dengan masyarakat Bali yang saling menghormati satu sama lain. Suatu hari, ketika umat muslim sedang shalat idul fitri, polisi adat atau biasa di sebut Pecalang, ikut mengamankan jalannya proses shalat ied sampai selesai. Salut dan hormat untuk jajaran Pecalang Bali.
Ponsel gw berdering. Terpampang nama “Faisal.”(disamarkan) Sohib seperantauan gw.
“hallo.. Di mana bro?” sapanya di sana.
“gw di kuta nih, biasa cuci mata! Hahaha.”
“enak bener lo kerjanya kelayapan mulu!?”
“ya, namanya juga maketing bro, gak ngayap ya gak dapet duit, lu si enak di kantor, ruangan AC kerjanya liatin monitor mulu, awas budek entar mata lo!”
“BUTA! Budek, lo pikir ini dengkul?”
“dengkul bukannya alat buat menggali sawah itu ya?”
“itu PACUL kampleeeee...!”
“pacul tuh setan botak kecil yang suka nyolong itu ya??”
“jauh banget! Itu elo, TUYUL!!”
Dan kami pun tertawa terbahak-bahak.
Faisal, dia adalah temen seperjuangan gw. Dia sudah lebih lama merantau ke Bali, asli Bandung. dialah orang yang sudah berjasa menolong gw dengan tulus, Sampe gw bisa hidup di Bali.
“gw ke kost lo ya malem?” nadanya brubah serius.
“kenapa bro? Roman – romannya ada masalah nih?”
“yaaaahh.. Biasalah sedikit masalah. Boleh ya bro?’’ Jawabnya lemas.
Pasti masalah dengan ceweknya. Batin gw.
“ah kayak ke siapa aja, dateng – dateng aja kali, biasanya juga kagak mintak ijin!”
“oke sip, see you latter ya?”
“ok, sip – sip!”
Yah, itulah sekilas tentang sohib gw, dia pacaran dengan cewek malem, berprofesi sebagai LC (ladies crowd) bisa di sebut juga cewek yang nemenin tamu di hall atau karaoke di pub tersebut. Banyak masalah antara mereka berdua, mulai dari kecemburuan sampai pukul – pukulan pun pernah, di depan mata kepala gw sendiri, miris sih ngeliatnya, gw udah sering banget nyuruh dia putusin cewek itu, tapi kayaknya Faisal cinta banget. Yah, begitulah saudara sekalian, kalau cinta sudah melekat, t*i dinosaurus pun berasa coklat.
Gw sudahi acara nongkrong gak jelas ini, gw memutuskan untuk balik ke kost kesayangan, yang berada di sekitaran Denpasar. Dan berjalan menuju parkiran motor.
Loh, motor gw di naikin cewek?
Gw langsung berlari menuju parkiran karena berada di seberang mini market, cewek itu mulai memasuk – masukan kunci motornya. Sontak gw langsung menepuk bahunya pelan.
“maaf, mbak..”
“eh, gak usah pegang – pegang ya!?” pekiknya
Loh!? Kok jadi galakan dia, tapi gw akui ni cewek bening banget.
Dia tetap bergulat dengan kuncinya tanpa menghiraukan gw dan itu motor siapa! (di pikirnya gw talang segitiga yang biasa ada di jalanan kali ya?)
“mungkin mbak salah motor, ini motor saya.” Ucap gw sopan.
Akhirnya dia menghentikan pergulatannya dengan kunci motor. Dan memandang gw dengan pandangan membunuh.
Settt dah, daku salah apa!?
Lalu dia membuang muka, berdiri dan.. Pergi gitu aja, pandangannya berkeliling mencari motornya. Pastinya tanpa meminta maaf.
Cewek gila! Pekik batin gw.
Dia menemukan motornya yang setipe dan sama warna dengan motor gw. Dan.. Ngeloyor gitu aja.
“maaf ya mas,” kata gw
“ia gak masalah mbak” kata gw juga ngomong sendiri.
“mas ganteng deh!” masih gw juga yang ngomong (trus berbusa keluar kelabang gede – gede dari mulut gw). Loh!
Hih! Sok cakep!! Tp emang cakep and bening gan.
**
Malamnya.
Faisal sudah di kost gw membawa dua botol bir kecil, dan beberapa snack, dia mah gitu orangnya kalau lagi galau suka bawa – bawa bir. Jadi enakkan gw nya.
Dia cerita tentang ceweknya, dia sebenarnya udah sangat – sangat muak dengan ceweknya itu, sering ngebohong, cuek, tukang selingkuh juga. Sebenernya gw heran ama sohib gw yang satu ini, hatinya terbuat dari kuali kali ya (sering kena panas namun tetap kokoh). Aneh.
“gw bener – bener bingung bro..” akhirnya berbicara setelah menghembuskan asap rokoknya (seolah-olah asapnya membantu dia untuk bicara)
“gw pengen banget putus tapi, gimana cara gw menghadapi kebiasaan gw ama dia?” sambungnya tinggi.
“cara jalani hari – hari tapa dia?? Gimana kalau gw....” kata dia lagi, tanpa memandang gw.
“sory bro gw potong..” gw angkat bicara pelan.
Kali ini Faisal menatap mata gw. Pancaran matanya berharap gw punya solusi untuk dia.
“bekas di hati itu gak akan pernah ilang sampai lo mati. Seberapa kali lo coba buang jauh, itu malah akan semakin mendekat. Gw mau lo sabar, karena cuma waktu yang bisa jawab semua pertanyaan lo.”
“kalau gw boleh saran, setelah lo putus, lo cari kesibukan, atau cepet cari cewek baru. Tentunya saat hati lo dah bener – bener siap ya bro..” sambung gw, dan tersenyum untuk menenangkan sohib semata wayang gw ini, sambil menepuk bahunya menggoyang – goyangkannya, tanda bahwa gw mensuportnya. Faisal hanya tersenyum pahit, lalu mengalihkan pandangannya menatap langit.
“thank’s ya bro.. Kadang-kadang otak lo kepake juga” ejeknya lalu tertawa geli.
“kampleeeeee... Jadi lo pikir ini Cuma asesoris doang!?”
“asesoris tuh, judul lagu dangdut ya?”
“itu ASELOLE!! Item!”
“oh..”
Akhirnya kami berdua pun larut dalam kemesraan sepasang sahabat (geli gak sih, kok kek maho ya!??)



profile-picture
profile-picture
profile-picture
g3nk_24 dan 16 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Side story mama liandra

Part 4

Wass*apan



Maya : kangen kamu pah

Gw : gw juga

Maya : kok biasa banget gak pake emot!!

Gw : gw juga mamah :* :* :*

Maya : pah anak kaskus rese2 ya? Tapi lucu2 komennya

Gw : hahahaha baru tau??

Maya : pasti banyak cewek yg ngajak kenalan di PM kamu emoticon-Mad

Gw : gada! Sumpah! Lo bisa cemburu ama cewe mah?

Maya : apasih!

Maya : pajang foto gw pah!!

Gw : dih untuk apa!! Ntar kepo emoticon-Frown

Maya : pajang! NOW!!!

Gw : emoticon-Frown

...

Gw : udah tuh

Maya : ko kecil amat!

Gw : yauda si yg penting ada!

Maya : ntar id lo gw hapus ya!

Gw : jangan emoticon-Frown

Maya : yg gede napa!? emoticon-Mad

Gw : itu aja cukup ntar pada kepo emoticon-Frown

Maya : yauda huh.

Tiba2 kirim VN liandra nyanyi lagu natal dengan ah uh auh gak jelas

Gw : emoticon-Frown

Maya : pintar loh dia sekarang!

Gw : udah ah jadi bikin tamboah (cie) tambah kangen aja dah! emoticon-Mad

Maya : shdjisiebev ajsllskshsba (kepencet pencet liandra)

Gw :??

Maya : hahahaha kepencet2 liandra pah

Gw : hahaha, dia lagi apa sekarang?

Maya : lg ngoceh2, di pangkuan gw, papapapapapapa, gtu ngocehnya.

Gw : emoticon-Frown

...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
g3nk_24 dan 9 lainnya memberi reputasi
Chapter 6

Seminggu sudah berlalu semenjak tragedi transparan si bidadari kardus di kuta. Tu anak ngilang gak tau kemana, gak pernah muncul ke permukaan. Olive? Apa lagi, gw gak tau dia udah balik dari RS atau belum. Yang pasti gw bodoh gak pernah tanya kontak mereka emoticon-Hammer2 .

Ini hari sabtu dan gw cuman kerja setengah hari (bukan setengah mateng emoticon-Hammer2 ). Biasanya kalo hari sabtu sepulang kerja gw bersih-bersih kos, sembari bersih2 gw nyalain lagu dari band favorit gw PARAMORE, entah kenapa lagu itu membangkitkan semangat gw untuk bersih2, para cleaning service hotel harusnya coba cara gw, biar lebih semangat gitu bersih2nya sampek jalan raya di depan hotel di bersihiin juga emoticon-Big Grin

Telfon gw berdering, nomor tak di kenal. Mungkin nasabah gw.

“hallo selamat siang?” sapa gw sopan.

“ko lo sopan banget angkat telefon?” wanita di sana menyapa, dan gw tau suara cempreng siapa. Maya.

“maya? Lo tau nomer gw dari mana?”

“ada deh! emoticon-Big Grin dari ibu kost (adadeh tapi di kasi tau juga emoticon-Hammer2 ), abis gw lupa tanya nomer lo!”

“oh..”

“lo sibuk gak?” tanyanya.

“gak si, kenapa!? Gw cuman lg beres2 kamar kos aja (gak si, tapi sibuk emoticon-Hammer2 ).”

“gw di bandara, jemput donk, gw males pake taxi.”


“males jauh!”

“jempuuuttt plis, plis! emoticon-Mad

“ya ya oke. Sejam lagi gapapa kan? Gw mau mandi dulu.”

“lama banget! Dah gak usah mandi lagi! Lo mandi gak mandi juga sama aja bauk!”

“sialan lo! Gk gw jemput ah,”

“eh.. Eh.. Bercanda gilang! Plis jemput yah, yah, yah emoticon-Mad .” syur banget denger suara manjanya saat menyebutkan nama gw, inilah pertama kalinya dia manja, dan riang, dia abis permak otak kali ya.

“iya udah tunggu aja, gw mandi dulu, lo itungin aja berapa pesawat yang landing hri ini, ok!”

“gak lucu, yudah cepetan!”

TUT. Tanda telpon di matikan.

Skip.. Jijik juga kalo gw certain tentang gw lagi mandi. SKIP!

Sekitar jam 4, gw sudah tiba di bandara, menggunakan motor matic kesayangan gw. Bandara internasional Ngurah Rai Bali. Gw memarkirkan motor gw di samping bandara, dan berjalan jauh karena memang tidak di lintasi motor. Sampai di pintu kedatangan domestik, nama gw di panggil dari arah sebuah rumah makan yang berada di dalam bandara. Hingar bingar suara dari speaker bandara sangat Cumiakkan telinga, suara maya Cuma terdengar sayup-sayup. Dia melambai ke arah gw, dan gw berjalan cepat menghampirinya. Hari ini maya sedikit sopan dalam berpakaian(sedikit ye emoticon-Big Grin), dia mengenakan jeans panjang sobek2, menurut gw sobeknya kebanyakan, dan tanktop hitam. Dan ada yg berbeda leher kanannya.

Tattoo.

Tattoo bintang, hitam dengan arsiran biru. Kecil sih, tapi kelihatan banget, dan sejauh ini Cuma itu yang gw tau, gak tau dalemannya (ngayal tingkat PAUD).

“hai..” sapa gw.

“gak usah basa basi! Mau makan gak!?” jawabnya, tangan dan matanya bergelut dengan HP.

“jiah kumat aja! Baru tadi baek2, ni galak lagi.”

“kalo gw gak baek kek tadi, mungkin lo gak akan jemput gw emoticon-Big Grin

Gw gak menghiraukan jawabanya, gw melambaikan tangan ke pelayan rumah makan. Si pelayan cengok, lalu menghampiri gw.

Maya “...” asik main HP. Nampaknya baru beli lagi.

“pesen apa mas!?” tanya si pelayan.

“kopi hitam ya mas!”

“baik, ada lagi?”

“may?” sapa gw. Dia Cuma geleng-geleng kepala.

“itu aja mas emoticon-Big Grin

“oke, di tunggu ya mas, terimakasih.”

“ok, sama2 mas.”

Maya memasukan Hpnya kedalam tas. Dan membakar restoran (ngamplong), menyulut rokok maksud gw. Masih diem dan sok cantik.

“lo dari mana gt may?” kata gw membuka percakapan.

“Ausy (australia).”

“o ya? Enak donk? Ngapain di sana?”

“enak apanya? Biasa aja lah. Nyokap gw di sana.”

Oh.. Gw baru tahu (tempe) emoticon-Big Grin .

“oh nyokap lo tinggal di sana!?” tanya gw semakin kepo.

“hu-uh..” dia menangguk.

Lalu security datang dari arah belakang gw. Tiba-tiba, kaget emoticon-Mad gw pikir lemari jalan emoticon-Mad . Dia memandang ke arah maya.

“maaf mbak, ini kawasan bebas asap rokok!” tegasnya.

“oh..” jwaban singkat maya, dingin. Lalu mematikan rokoknya.

“yok cabut, males gw sama orang sok tegas macem gini!” dan suaranya lantang, si security sudah pasti mendengar. Maya ngeloyor. Eh kopi gw!? Aduh. Batin gw. Lalu gw ke kasir membayar segelas kopi hitam seharga 25ribu, tanpa gw minum setetespun emoticon-Mad dan mau gak mau tersenyum dan mengangguk ke bapak sekuriti tanda gw meminta maaf. Dan berlari mengejar si kardus yg berjalan cepat.

Untung maya hanya membawa koper kecil, jadi gw bsa selipkan di dasbor motor gw.

Di perjalanan..

“oia, gimana keadaan olive?” tanya gw. Teriak, kan di motor

“udah balik dia ke kosnya” jwabnya teriak juga, pas di telinga gw emoticon-Mad . Kenceng banget!

“ooo, syukurlah. Trus kakinya gimana!?”

“di gips, mungkin selama beberapa bulan dia belum bisa jalan, masi tahap terapi.”

“pake kursi roda donk!?”

“enggak Cuma pake tongkat aja,”

“mungkin dia nanti tinggal di kos gw, sampek dia pulih, dan bisa berjalan lagi.” Tambah maya.

“ohh.. Oke.”

“nanti ngobrol lagi di rumah deh, cape teriak teriak.” Pintanya.

“ok!”.

Dan kami melanjutkan perjalanan ke kos.

Di kosan maya langsung menuju kamarnya, setelah mengucapkan terimakasih tentunya. Sekilas info tentang kosan gw. Ada sekitar 20 kamar, 10 lantai bawah 10 lantai atas, kamar bawah memilki fasilitas mewah, komplit semua ada, sedangkan lantai atas hanya ada kasur busa dan lemari kecil saja. Nah maya tinggal di lantai bawah kamar pertama dari pintu gerbang. Gw di atas setelah tangga. Jadi jelaslah gw lebih miskin emoticon-Mad

Gw, melanjutkan beres2 yang tertunda tadi. Tiba-tiba sosok misterius datang, dan menjatuhkan tubuhnya di kasur kesayangan gw yang baru saja gw ganti sepreinya.

“numpang tidur ya? Kamar gw lagi di bersihin si bibi.” Katanya seenaknya saja.

“aduhhh mayy! Baru aja gw beresin ni kamar, dah nyebur aja di kasur.!”

“lo diem deh, gw numpang tidur bentaran.” Jawabnya makin ngasal.

...

Setelah selesai menyapu, maya sudah tertidur. Asli ngedeproknya aja cantik, dengan celana super pendek, dan tanktop lusuh. Mimpi apa gw!? (tolong cubitin ane rame2 gan, ane mimpi kaga nih). Sulit untuk menganggap maya gak ada, pasti maunya lirik lagi dan lagi (karena gw normal dan gak pengen nolak rezeki yg satu ini emoticon-Ngakak (S) ). Liat aja dah cukup! Cukup bikin pusing maksudnya.

Gw memberanikan diri duduk disamping dia. Irama nafasnya terdengar teduh. Raut wajah tidurnya cantik banget. Damai kek bayi kura2 emoticon-Ngakak (S)

Tiba-tiba tangannya menyentuh paha gw. (gw grogi sendiri kalo ceritan yg satu ini). Gw membeku.

Entah apa yg merasuki diri gw, gw membelai rambutnya, mendekatkan wajah gw ke wajahnya, maya masih terlelap tidur.

Semakin mendekat..

wajah gw dan maya hanya tinggal beberapa inci saja..

...




























profile-picture
profile-picture
profile-picture
masmas222 dan 9 lainnya memberi reputasi
Chapter 4

Gw bangun sekitar jm 11 hari itu. Tentu saja gw mengingat janji gw jenguk olive. Gw mandi dan bersiap-siap se kece-kecenya, yah.. Sekalian modusin tu anak dua. Dan gw tertawa, tapi dalem hati. Ada2 gw orang lagi musibah, gw malah mikir yg enggak-iya. Skip emoticon-Big Grin

Sesampainya di RS, gw lupa nanya ke maya dimana ruangannya, mau gak mau gw tanya ke resepsionis, dan setelah tau ruangannya. Gw bergegas ke ruangan tersebut. Sebelum gw ke RS gw sempet pergi ke mini market untuk membeli beberapa cemilan. Gw dengan mudah menemukan ruangannya yg memang tidak jauh dari loby. Gw buka pelan pintu ruangannya, sepertinya ini ruang VIP, karena ruangannya besar, dan olive hanya sendiri di ruangan itu tidak campur dengan pasien lain, setahu gw ya begitu sih ruang VIP di RS manapun. Mungkin.

Gw masuk ternyata olive, sedang membaca buku sendiri tanpa maya. Loh anak itu kemana, bathin gw.

Miris melihat keadaan olive, kaki kanannya yang mungil si perban besar2, mirip mumi tapi kakinya doang emoticon-Big Grin . Belum lagi plester sana sini. Tapi gw gak melihat dia seperti orang yang sedang sakit atau baru saja mengalami kecelakaan hebat, gak ada wajah traumatis atau apalah gitu. Lebih dari itu malah wajahnya segar dengan pandangan teduh.

Olive tersenyum lembut.

"hai, gilang kan?" Sapanya lemah.

"hai, iya bener. Gimana? Udah baikan?" Tanya gw.

"baik?" Jawabnya, namun jelas balik bertanya. "baru juga tadi malem gw masuk sini, yaa.. Tapi udah lumayanlah"

Suara olive lembut serak, enak banget keknya kalo nyanyi. Gw ajakin ngeband ah nanti, terus gw pacarin terus bahagia selamanya (ngamplong!).

"ya syukurlah, ni gw bawa beberapa cemilan, kalo orang kecelakaan gak ada pantangan makanan kan?" Tanya gw polos, sembari meletakan cemilan di atas lemari sudut di ruangan itu.

"haha, gak ada tuh pantangan, tadi aja makan bantal!" Jawabnya mulai ceria.

"yah gw salah beli! Tau gitu gw beliin lo bubur kerikil" celetuk gw asal.

Dan olive ngakak ( ngakaknya aja manis, apa lagi teduh senyumannya, pohon beringin lewat! emoticon-Big Grin )

"padahal santai aja kali, gak usah bawa apa2 gw udah ngerepotin lo tadi malem, ni juga pake bawa2 makanan."

"by the way, thanks ya. Gw berhutang sama lo." Tambah olive.

"dah ah jangan ngomongin itu, santai aja, emang sesama manusia harus saling lontong menolong kan?"

"apaan sih, lo lucu juga ya, tapi enggak sih!"

Lalu..

"aw.. Aw.. Aw.. Duh berenti donk ngelawaknya, kayanya kaki gw sakit gara2 ketawa!" Erangnya kesakitan.

Gw pikir becanda. Tapi mimiknya serius, kesakitan.

"nah loh kan!? Trus gimana nih, perlu gw panggilin suster??" Ujar gw kalut.

"enggak2 gw gak apa2, cuma ngilu aja tadi, gak apa2 kok."jawabnya masih meringis.

"serius liv??"

"ia serius gak apa2 kok."

"yah kan, sory ya liv, gara2 gw kan"

"enggak lah, gak apa2 kok, lagian lo si lucu!"

"dih lo nya juga ngakakya ekstrim."

"jadi gimana donk? Masa gw pura2 budek?"

"yah, jangan donk, ntar lo gk bisa denger suara hati gw?" Modus emoticon-Big Grin

"kan lo mah ngelawak terus!" Pekiknya, mimiknya aneh mau ketawa tapi di tahan takut sakit lagi kali ya.

Setelah lama berbincang ringan, akhirnya gw bisa memprediksi perbedaan mereka berdua (jiaahh predeksee bahasanya). Olive lembut banget, adem nyaman gitu kek lagi ngobrol ama pohon dah, sedangkan maya, asik, nyambung juga tapi galak, jutek gitu, suka motong2 pembicaraan orang seenaknya. Tp menurut gw itu hanya perbedaan sifat intinya dua duanya pun boleh bertahta di hati gw (salto di tembok cina). Dan untuk perkenalan yang singkat ini, baru itu yang bisa gw prediksi.

Maya dateng. Masih pake pakaian kurang bahan, alias minim. Gk dingin apa ya? Bathin gw. Dan juga masi setia masang muka galaknya.

"lo dari tadi?" Kata maya basa basi.

"setengah jam yang lalu mungkin" jawab gw.

"lo udah makan siang?"

Gw "..."

Olive "..."

"maksud lo gw atau olive." Tanya gw bingung.
Dia ngomong tapi matanya ke arah kulkas"

"ya lo lah.. Kan gw lagi ngobrol ama lo. GILANG!" jawabnya penuh penekanan di bagian nama gw.

"belum, tapi belum laper sih."

"lo kalo mau makan silahkan aja, ama maya tuh, dia belum makan dari malem!"

"lo gmn liv?" Pertanyaan yang gak gw sengaja terlontar.

"lo mau ngelawak lagi ya! Udah deh ampun!"

"oia kok gw ngajak lo.." Kata gw tersadar. Kan dia lg sakit. TS pikun.

Gw dan maya akhirnya pergi untuk makan. Di parkiran motor.

"pake motor gw aja." Gw menawarkan.

"oke!" Jawabnya singkat sibuk dengan ponselnya.

"eh, motor lo di tandain napa!? Ketuker mulu nih, pasang apa kek, stiker kek!" Pintanya, aneh.

"hah!? Kenapa gak motor lo aja, lagian motor itu di ciptakan beda2 plat nomernya, lo nya aja itu sih!"

"gw gk pernah tuh hafal2in plat nomer, emang gw deb kolektor!?"

Gw "..."

"buntungin kek apanya gitu biar beda." Ujarnya makin aneh.

"leher lo gw buntungin sini!" Ejek gw.

"nih kalo berani!?"

Gw tusuk hatinya mau? Tapi hati gw juga yang ngomong bukan mulut. Takut di tampol.

Di motor.

"pelan2!!" Pekiknya

"ini cuma 30 km/jam. Ini pelan banget menurut gw"

Dari RS tadu dia sudah mewanti wanti agar gw gk ngebut.

"eh.. Bentar2 berenti ada telepon!" Pintanya, menepuk-nepuk punggung gw.

Gw menepikan motor gw.

Lalu maya turun dan menjauh mengakat telfonnya, sepertinya dia agak memuncak emosinya, gw denger si dia ngobrol bahasa inggris.

Tiba-tiba ia Cumiik, memaki-maki seseorang yang sedang menelefonnya,

Dan. Membanting ponselnya. Lalu ia terduduk di tepi jalan, dan menangis.

Gw bergegas menghampirinya..

"kenapa may!?" Tanya gw.

Maya "....




















Leher le
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bohemianflaneur dan 9 lainnya memberi reputasi
Chapter 2

Gini nih, kalo double job, mau gak mau di kerjain, setelah sohib gw selesai dengan curhatnya dan balik gitu aja, gw harus melanjutkan rutinitas selanjutnya ngamen di hotel yang berada di kuta bali, kira2 seperti itulah double NGA, NGAntor dan NGAmen.

Cewek tadi siang!?? Pandangan gw tertuju pada seorang cewek yang pernah gw lihat sebelumnya.

Lagi2 dia naikin motor gw!? Ampun! Batin gw. Ko bisa ada si kunti itu lagi di sini!? Dan kali ini dia lekas sadar dari kesalahannya dan bangkit berdiri dari motor gw, dan melihat ke arah gw ... Lagi2 tanpa maaf dia menaiki motornya dan pergi.

Apasih cewek aneh itu?

Dan akhirnya gw siap2, membawa semua alat perang kesayangan gw untuk ngamen nanti. Gw pun pergi dengan terburu-buru, karena jarak rumah ke hotel sekitar 20 menit tanpa macet, kalo macet bisa sampe ketiduran di motor gan. Skip.

Pulang ngamen seperti biasa gw, dan bapak band (kenapa bapak band, karena personelnya dah pada tua, gw paling muda sendiri) makan nasi campur di daerah pasar kuta, warung pinggiran sih, tapi enak, sambelnya tuh di jamin bikin bibir dan perut pecah pecah. Sekilas tentang pasar tradisional kuta di malam hari, banyak yg buka lapak jual makanan seperti soto ceker, nasi jinggo (Sampe sekarang gw gak tau apa arti si jinggo dari si nasi tersebut?), lalapan dll. Yang pasti murah meriah, pas untuk kantong bujangan perantauan kek gw.

"lang, kamu ulik dong lagu2 Country, karena koleksi lagu lo cuma dikit" kata bang Eri, bass player di band gw. Sebenernya pada saat itu gw baru beberapa bulan tinggal di bali, gw masi termasuk nubi di band yang telah 5 tahun bersama, kebayang ketinggalan lagunya kaya apa, untuk kompak itu susah dan sedikit berantakan, mungkin cuma 50% lagu yang gw tau, sisanya? Mungkin donlot pun dah susah nyarinya.

"ya bang pasti, nanti tolong sms judul lagu-lagunya ya." Jawab gw akhirnya.

"sip! Nanti gw smsin, mudah2an masi ada di google.. Haha."

"jadi kalo gak ada di google gw donlot di mana dong?"

"becanda lah, ada pasti bro!"

Semua tertawa, cuma gw yg bingung, akhirnya ikut tertawa, dan nasi bang eri mental-mental dari mulutnya, masuk ke es teh gw. Gw "..." Skip.

Gw memutuskan untuk balik duluan, karena emang gw jarang lama-lama kongkow, males, ngabisin duit, nanti Pengen jajan ini itu, itu ini. Dan lagian gw harus cepet balik untuk tidur gw yang singkat, gw harus rajin ngatur waktu kalo enggak bisa ngantuk besok di kantor, karena pagi gw harus menjalani aktifitas sebagai pegawai.

Gw harus melintasi sekitar 3 lampu merah sampai denpasar dari kuta. Di lampu merah terakhir gw menyaksikan kecelakaan motor vs mobil. Si motor dan si pengendara terpental sekitar 20 meter. Mendekat hampir di depan gw, seoarang cewe terkulai lemas dengan helm retak masih melekat di kepalanya. Sontak gw dan pengendara lain mendekati dan mencoba membantunya, kebetulan gw paling dekat dengan si pengendara malang itu. Gw dengan sigap membangunkan dengan kedua tangan (ialah masa pake kaki emoticon-Ngakak ). Gw bantu menepikan di bantu pengendara lain, dan membuka helmnya supaya dia leluasa bernafas, tidak ada luka fatal, hanya lecet2 tapi gw gak tau dalemannya (daleman tubuhnya, jangan ngeres!) apakah ada keseleo atau bahkan patah tulang.

"kaki.. Gw.. Kaki.." Dengan susah payah gadis itu berkata sambil menujuk kaki kanannya. Gw terperangah, kulitnya sobek (gak kebayang tulangnya yg putih bersih terlihat menyembul gan).

"Bli, ini gimana sebaiknya?" Gw menanyakan salah seorang pria di sebelah gw.

"bawa saja ke rumah sakit mas! Saya bawa mobil. Saya parkir di sana." Ucap si Bli itu.

Gw mengangguk tanpa berpikir panjang, akhirnya gw dan beberapa orang lainnya menggotong gadis itu ke mobil si Bli, dan langsung menuju rumah sakit Bali M*d di jalan mahendr*data. Entah kenapa gw mau ya nolong orang Sampe segininya, gw merasa gadis ini bukan berasal dari bali, perantauan juga, jadi gw ngerasa gimana kalo dia itu sama kek gw sendiri dan gak punya siapa2 di Bali, dan entah gimana kalo ini terjadi pada gw. Gw tulus biar tuhan yang balas kebaikan gw kelak, karena menurut gw, dimana gw menanamkan kebaikan pasti berujung baik juga. Gw lupa ceritain, ini tabrak lari, si pengendara mobil dengan cepatnya menancapkan di jalanan yang sepi, dulu bali sekitar jm 12 udah sepi banget, hanya di tempat tertentu. Dan motor gw tinggal di rumah si bli pemilik mobil.

Gadis ini terus memegangi gw, Sampe gw rasa kerah kaos gw melar. Kalo di lihat lihat gadis ini manis, kulitnya coklat bersih, bibirnya merajut (tau merajut gk gan? Manyun2 imut gitulah) rambut ikal panjang hitam, dan memiliki tahi lalat kecil di atas bibirnya. Ko gw bisa tau? Jelas aja dia di pangkuan gw! Tubuhnya mengigil hebat, dan tak henti-hentinya merengkuh kesakitan.

Tiba di rumah sakit korban langsung di arahkan ke unit gawat darurat. Di hiruk pikuk keadaan itu, seorang suster mendatangi gw dan menyerahkan sebuah ponsel.

Hah? Kok gw? (okelah)

"td si pasien menunjuk-nunjuk mas, untuk memberikan ponselnya." Jelas si suster gemes (fantasi dah)

"oke2 mba." Lalu gw duduk bersama si bli dan kedua temannya tadi ikut mengantar, sambil terus memandangi kontak panggilan cepat di ponsel milik gadis itu. Dan gw tertarik melihat isi smsnya

mama! Nah ini dia ibunya. Setelah gw lihat isi smsnya ternyata benar dia pendatang, dari jakarta, dan terlihat sms kangen-kangenan dengan ibunya.

"Maya"

Ini mungkin sahabatnya, karna banyak pesan masuk dari dia. Gw baca isi smsnya, ohh nama gadis malang itu olive (pacarnya popeye dong? emoticon-Ngakak ). Dan gw coba menghubunginya.

Gak di angkat. Coba lagi..

"hallo sayang kamu dimana?" Sapanya cewe di sana.

Sayang? Batin gw, oh wajar cewe emang begitu, lagi ngomong dalem ati.

"ha.. Halo.. Ini emm gw.." Gw jawab, ko gugup gw?

"loh, ini siapa sih!?" Tanyanya sepertinya terkejut.

"mmm.. Anu olive kecelakaan! Iya.. Kecelakaan."

"hah!! Loh terus sekarang dimana? Olivenya gimana? Trus lo siapa? Kecalakaan dengan apa?" Pekiknya bertubi-tubi.

Buset ni pertanyaan apa pertinyiin?

"duh gw, ribet kalo d telfon lo ksini aja gw smsin alamatnya."

"tinggal jawab aja napa!?"

"eh, gw bukannya gak mau jawab, tapi pertan..."

"yaudah2, lo smsin alamat rumah sakitnya!" Potongnya, dan menutup panggilan tanpa berterimakasih.

Ya ampun. Perasaan gw baek2 deh tadi. Sumpret! Dan gw mengirimkan alamatnya lewat sms.

Sekitar 20 menit seorang cewe bening terlihat bercakap-cakap dengan resepsionis rumah sakit. Lalu si resepsionis menunjuk-nunjuk gw.

Dan ah..



, ,
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bohemianflaneur dan 9 lainnya memberi reputasi
Chapter 3

Hmmm... Bali sempit, ni cewe bening yang udah naikin motor gw dengan semena-mena. Dia berjalan menuju gw, matanya terus memandangi gw, bli-bli di sebelah gw heran, mupeng juga liatin ni bidadari kardus. Jangan mau blih, ni macan betina belum jinak, galak! Jutek! Bathin gw.

“maya” katanya datar, sambil mengulurkan tangannya.

“gilang” jawab gw sama dinginnya, abis gw males ama bidadari kardus ini.
Lalu ia duduk di samping gw, tanpa menyalami yg lainnya. Gk sopan lo!

“gimana keadaan temen gw?” tanyanya tanpa menoleh

“gak tau.” Jawab gw mengangkat bahu. “masi belum ada pemberitahuan dari pihak dokter.” Sambung gw.

“lo balik aja, mana Hpnya?”

“oh oke.. Nih” jawab gw sambil menyerahkan Hpnya.

Akhirnya gw pun berdiri, dan segera pulang, setelah memberitahu pada blih-blih yang lain yg tadi ikut membantu.

“hey!” panggil maya ke gw, mungkin.
Gw menoleh ke arah belakang.

“ini..” dia memberikan amplop, dan sudah jelas itu duit. Gw emang butuh duit si, tapi gw gak bisa menerimanya, karena gw emang tulus, bukan nolak rezeki sih, Cuma gw lebih bahagia menerima uang hasil kerja keras gw sendiri, bukan meminta atau menerima imbalan atas ketulusan gw. (pemikiran keren gw dulu, kalo sekarang mah gw ambil gan). Yah mungkin gw lebih menantikan balasan ketulusan gw dari tuhan.

Gw hanya tersenyum “sory, gw gak bisa terima, gw tulus ko bantu temen lo.”

Ia menyiritkan alis, dan tertawa.. (ketawa dia terbahak-bahak gan, aneh, kek ketemu lawakan terlucu setanah air Indonesia?)

“hari gini! Semua butuh duit kali!” katanya masih terkikih.
Gw cuma tersenyum pahit.

“terserah lo deh,” jawab gw ketus. Lalu gw ngeloyor pergi.

Terlihat dia menghentikan kekehanya, memasang tampang iba.

“hey! Hey!!” teriak maya

Gw tetep ngeloyor, rasanya percuma gw kasih penjelasan kenapa gw ga bs terima pemberiannya. Dia udah menghina ketulusan gw (ceileee ngambek gw). Dan maya!? Aneh menurut gw.

“gilang!! Sebentar, gw cape ngejar2 lo, gw pake high eels(bener gak gini tulisannya?).” pekiknya kesakitan, dia ngejar gw dari td sampe parkiran.

Gw membalikan badan dengan cepat dan kesal “apa lagi? Gw dah bilang gw..”

“eits2, sebentar-sebentar!” katanya memotong.
“maaf.. Maafin gw, gw tau lo gak bisa terima.. Gw juga minta maaf untuk tadi siang dan tadi di kosan, maaf karena salah motor.” Sambungnya tulus. Terlihat dari sorot matanya.

Pengen senyum gw tapi gw jaim, ternyata dia masi inget gw, si bidadari kardus. Tp emang cantik banget.

Maya, ini nih yang bikin gw senyum2 sendiri kalo disuruh menceritakan tentang dia. Cantik, rambut sebahu terawat, Putih rata dari atas ampe bawah, untuk ukuran cewe dia tinggi banget, hampir setinggi gw sekitar 175, perawakan sedang, pas dengan tinggi badannya. Gk ky TS kurus tapi ganteng! (Mangap isep plankton).

“mas, ayo saya mau ada kepentingan ini.” Ajak si blih, untuk segera pulang, dan gw harus ambil motor kesayangan gw di rumanya si blih.

“oke, blih.” Gw berpaling sebentar.

“makasih.” Ucap maya pelan, memandang lantai

Gw tersenyum, dan hanya mengangguk. gw masih kesel gan, akhirnya berlalu meninggalkan si bidadari kardus.
Alhasil gw sampe kos jam 3an, dan udah pasti waktu tidur gw Cuma 5 jam, kurang 2jam, minimal seharusnya gw biasa tidur 7 jam, kalo enggak gw pasti ngantuk di jalan. Pernah suatu hari gw cuma tidur sekitar 3 jam, dan hasilnya, pada saat gw mengendarai motor, lalu berhenti karena lampu merah, dan gw ketiduran di lampu merah, sampek tiba-tiba jatoh sendiri, dan gw ditilang polisi, dipikirnya gw mabok. Untungnya gw gak di giles mobil d belakang gw. Kalo itu sampek terjadi, terus siapa dong yang bikin cerita ini emoticon-Big Grin skip.

Mata gw udah bener2 redup, dari gelap mulai menjumpai terang menuju alam mimpi, tiba-tiba pintu gw di gedor, gagal menuju alam mimpi.
Aseeeemmm!! Gw mau tidur Tuhan! Siapa sih subuh2 gini! Bathin gw.
Dengan langkah gontai gw menuju pintu kos, dan menanyakan terlebih dahulu, lumrah.
“siapa?” tanya gw.

“maya, buruan buka!” pekiknya.

Maya? Loh? Bukannya tadi di rumah sakit?
Dan gw membuka pintu.

“kenapa?” tanya gw langsung, sepet banget mata gw, pengen buru-buru tidor lagi.

Maya “...”

“lo bukannya tadi di rumah sakit?” tanya gw lagi

“olive, patah kaki.” Katanya pelan. “gw Cuma mau ambil pakaian gw, untuk dia ganti.” Sambungnya.

Gw terkejut, tapi gak terlalu, karena ya mereka bukan temen gw, tapi tentu saja gw iba.

“masuk deh, cerita di dalem.” Gw menawarkan.
Terus nyelonong aja gak pake salam. Terus langsung duduk di kasur, kek udah berteman lama ni orang.

“mau kopi atau teh?” gw menawarkan.

“susu coklat ada?”

“ini bukan akringan non!”

“kopi susu?”

“oke ada, 20 ribu!”

“mahal banget! Biasanya juga 3ribu!?” jawabnya genit, dan melemparkan senyuman (jadi gak bisa tidur gan, orangnya ya gan yang gak bisa tidur, bukan yang laen emoticon-Big Grin )

Hadeh, gw ini pria sejati loh, kenapa dia pake baju mini trus timbul tonjolan di mana-mana. Sabar. Melatih iman emoticon-Big Grin

“olive, sahabat baek lo?” tanya gw memecah keheningan.

“banget!” jawabnya singkat.

Gw belum berani bertanya yang terlalu jauh, karena gw juga baru hari ini kenal maya. Dan hanya mengobrol ringan.

“kamar lo rapi, untuk seorang cowok yg tinggal sendiri.” katanya seraya menyesap kopi susunya.

“yah, gitu deh, gw emang suka bersih2” jawab gw

“kamar gw tuh sekalian!”

“lo pikir gw cleaning service!”

“kan lo suka.”

“yaudah wani piro!?”

“loh kan lo suka? Berarti hobi kan? Gratis lah!?”

“yaelah, kencing aja bayar non!”

“di pohon kan gratis!”

“temenin ya!?” modus emoticon-Big Grin

“tampol mau!??” jawabnya dan pandangannya berubah membunuh.

Daku salah apa!??

“pake bibir ya” bantah gw. Modus lagi. Horee

“serius lo gw siram kopi nih!” pekiknya, pasang kuda2 siap menyiram.

Dan gw ngakak. Mukanya lucu banget kalo ngambek, tapi tetap cantik. Dan ia pun menurunkan kuda2nya dan ikut cekikikan.

“lo besok kalo gak sibuk ke Rumah sakit lagi ya?” Ujarnya, “olive sempet tanya lo tadi, nyuruh lo dateng.”

Gw berpikir sejenak, besok mungkin gw ijin kerja aja deh, kalo di paksain kerja pasti gak beres karena ngantuk, tragedi tidur di lampu merah akan terulang kembali kalo gini caranya.

“oke, gw dateng besok. Gw juga mau liat keadaan orang yg gw tolong.” Jawab gw mantap.

“yee.. Lo baik deh!” katanya seneng banget, pakek tepuk tangan lagi.

Dan maya pun pamit untuk kembali ke rumah sakit. Waktu menunjukkan jam 04.30, gw belum tidur, setelah mengsms Temen sekantor gw untuk ijin, gw pun molor.
















profile-picture
profile-picture
profile-picture
g3nk_24 dan 8 lainnya memberi reputasi
Chapter 22

Ini sudah lebih dari sebulan. Kemarin maya telp dia masih blm bisa pulang, dia lanjut ke ausi karena ada urusan dengan keluarganya.
Gw merenung sendiri di depan kost. Apa kerjaan dia sebenernya, Sampe sekarang pun gw gak berani tanya, gw lebih memilih maya cerita dengan sendirinya nanti.

"fuuuhhhh.." Itu hisapan terakhir gw, rokok emang tmen sejati d saat gw banyak beban pikiran asep rokok lebih manjur dari pada asep obat nyamuk emoticon-Hammer

Jadi sering berpikir untuk apa maya sayank banget ama gw, apa ada hal lain, tapi. Gw meragu kali ini. Maya itu terlalu perfect buat gw, tiap jalan berdua semua cowo melirik, ada beberapa cowok juga melirik gw (gak usah gw perjelas emoticon-Busa )

Sepertinya ada sosok berdiri di samping gw. Setan apa jin apa maho, gw lebih milih ketemu setan dari pada maho emoticon-Busa

"gilaaaaang" suara cewek dan gw kenal sapa lembutnya.

"olive." Jawab gw.

Gw terperangah, melihat dia hampir 1 bulan lebih. Semakin manis emoticon-Smilie emang TS pernah jilat? Dhuuuaaarr!

Dan yg mmbuat gw bahagia, tongkatnya sudah tidak ia pakai lagi, ia sudah bisa berjalan.

"lo udah sembuh liv?" Tanya gw penuh semangat.

"udah donk liat" ia berputar.

"wow.. Cepet juga ya?"

"ikh, lo mau gw sakit terus ya?"

"ya enggak sih, cuma ya.. Ah lupain, yg penting lo sekarang bisa berjalan lagi aja gw udh seneng banget"

"semua berkat lo juga kok, lo tuh pahlawan gw!"

GR gw.

"eh gw masak, ke kamar maya yuk!?" Ujarnya.

"oya? Kebetulan gw belum makan dari semenjak di dalem kandungan mak gw"

"hahaha... Ada2 lo tuh!! Ayok deh"

Gw menuju kamar maya dengan olive. Olive gemukan bukan gemukan sih tapi berisi, ini bedanya olive ama maya, maya tuh kek model tinggi tp gak montok, kalo olive lebih pendek dari maya tapi beuh! Ngeliatnya kenyang banget, keknya makan 1 kenyang seminggu.

Gw masuk kamar maya, sudah di hidangkan kek RM padang. Meja kecil maya penuh, macam2 masakan. Ngiler gw.

"banyak banget, siapa yang makan?" Tanya gw.

"kita berdua"

"mana abis??"

"yaudah sekuatnya aja gilang"

"oke deh!"

Bukan ikut makan olive lebih memilih senyum2 liatin gw lagi makan, lalu berjalan ke dapur untuk mengambilkan minum.

"lo cakep lama2" katanya.

Gw kelesek!! Ampe batuk2 sakit banget, olive langsung mendekati gw menyuruh minum.

"lo gapapa?" Tanyanya khawatir.

"lo ngedadak banget si kalo ngomong! Lagian apasih maksudnya!?"

Dia malah ketawa.

"yaudah maap" senyum. Maniiiis banget.

Selesai makan, gw dan olive memutuskan duduk di luar. Kita sama2 ngerokok waktu itu. Sambil bint*ng kecil la la la lala..

"lo jadian ama maya?" Frontal gan.

Sekarang keselek asep, batuk2 lagi.

"minum dulu minum dulu" katanya panik.

Ahhhh !! "ini b*r liv!!!" Teriak gw, gw keselek bukan susah kencing!

"aih lupa gw! Bntar2" lalu ia ke dalam mengambilkan air putih.

...

"ko lo gak jawab?" Tanyanya menyelidik

"enggak kok!"

"beneran?"

Ini nih kalimat jebakan emoticon-Frown

"ia enggak liv".

emoticon-Embarrassment pasang tampang gitu dia.

"lo kenapa?"

(enggak ini emotionnya kepencet TS emoticon-Hammer )

"gak papa kok" emoticon-Smilie

"ini Malem minggu ya!" Pertanyaan aneh

"ini Malem kebangkitan power ranger liv"

"akh lo mah becanda mulu." emoticon-Mad

"iya2 Malem minggu terus?"

"jalan2 emoticon-Frown "

"hah? Kemana?"

"sky gard*n yok"

"haduh dugem itu mah"

"pengen emoticon-Frown "

"haduhh.. Ayok deh."

Dan kami pun melunjur ke jalan legian, ke sky gard*n tempat fenomenal juga di bali, rame mulu gda matinye! Sampai sana gw membayar tiket dan mendapatkan 2 botol b*r tapi buka bint*ng, gak doyan gw emoticon-Frown
Kita menuju rooftop, tempatnya paling atas yaeyalah namanya juga rooftop. Wah gak seperti yang gw bayangin kalo di atas sini gak terlalu pengap karena semi outdoor. Gw bisa dengan bebas melihat keramaian di jalan legian dari atas sini. Olive membeli membeli cocktail. Mirip warna susu gak tau apa namanya.

"kamu pernah kesini sebelumnya?" Olive membuka pembicaraan"

"belum! Tapi liat dari luar sering." Jawab gw.

"gimana asik gak?"

"ya asik sih, cuma sumpek banget rame!"

"yah lo bete donk?"

"enggak kan ama lo liv"

" emoticon-Embarrassment "

"liv muka lo merah" ejek gw.

"eh.. Ahhh" mukul manja. Ah gw gigit nih.

"gw beliin lo minum, bentar ya!"

Buset olive belakangnya kek mobil niss*n juk*.. Nampol banget kalo kena muka! Hadehh godaan.
Tidak lama ia kembali, aduh olive emoticon-Frown depannya bemper pajer* sport banget. (kebayangkan gan)

"ini?" Menyodorkan gelas panjang, minuman mirip susu coklat.

Gw geleng2

"ini enak ko gak pait, coba dulu!"

Enak kek susu, ada mint2nya, pait dikit.

"ini apa sih?"

Apa gtu gw lupa.

"lo mau mabokin gw!" Tanya gw kePDan.

"enggak kok ini buat kuat, eh.. Buat hmm hmm, buat kesehatan" jawabnya gugup. Lalu pura2 nari2.

Apasih!? Aneh juga si bantal ini.

Lama2 enak juga abis segelas, dan ini udah gelas kedua gw habisin.

Kok gw santai aja si olive peluk2 gw. Gw baru menyadari kalo dari tadi olive melingkarkan tangannya di leher dan Berhadap-hadapan. Tangan gw pun bandel bales memeluk pinggangnya.

Olive mengigit bibirnya sendiri. Memandangi gw tajam. Bibir Gw mau begitu saja menerima sentuhan bibirnya.

Lama.. Gw terbawa olive..

Lalu membisiki gw. "balik ke kos yuk"

...






profile-picture
profile-picture
profile-picture
g3nk_24 dan 7 lainnya memberi reputasi
Chapter 12

Gw nongkrong di kuta, sepulang gawe. Seperti biasa nenangin diri (dirimu dirinya tergila-gila padaku) ini gw bikin plesetan lagu ko mirip kisah cinta horor yang sedang gw alami ya? emoticon-Ngakak (S) . Kenapa si cewek jaman sekarang sebuas itu? Gahar, band2 blackmetal juga kalah gahar menurut gw. Mungkin.

Si item gak nongol2? Bathin gw.

Gw isep rokok gw yg tinggal setengah batang, banyak yang bilang kalo tinggal setengah gini lagi enak2nya, emang bener sih, rasanya itu gak akan bisa di ungkapin bahkan di tulisan ini.

Si item nongol. Dia lagi sibuk cari parkiran kosong. Selesai memarkirkan motor dia berlari kecil ke arah gw, karena parkiran berseberangan dengan mini market ini, tiba-tiba si item ketabrak busway (enggak becanda, lagian gda busway di bali emoticon-Ngakak (S) )

"oii bro, dari tadi?" Sapanya.

"dari kemaren sal nginep gw di sini" jawab gw ngasal.

"ceileeee, baru terlambat setengah menit ngambek!"

"kamu sih, gak pengertian ama akoohh" jawab gw banci2an

"oke stop! Gw jijik men"

"buahahaha"

"oia, lo mau curhat apaan lo kan jomlo apa yang di curhatin!?" Tanyanya

"sett! Selepe lo! Belum tau gw sekarang.. "

"oh lo dah punya cewek sekarang bro!?"

"belum sih?"

Faisal " emoticon-Busa: "

"jadi lo mau curhat apa?"

Gw menceritakan semuanya sedetildetilnya ke sohib gw.

" wuanjrit berlimpah banget rejeki lo bro!!" Treak2 dia gan. Orang2 sekitar menatap ke arah kami duduk.

"lo biasa aja bisa?" Hardik gw.

"abis gw gak terima bro."

"lo gak terima? Yaudah gebokin aja orangnya yuk!?" Kata gw ngelaba.

Dan kita cekikikan berdua.

Diam.

Cekikikan lagi.

"gini deh serius2" katanya mulai serius.

"lo mending cari tau dulu deh asal usul mereka, lagian masih banyak yang gak lo tau dari mereka berduakan? Kalo gw simak dari cerita lo, mereka berdua 'horor' men!" Sambungnya. "lagian gw gak mau keperjakaan sohib gw di renggut oleh tangan2 tidak bertanggung jawab!" Sambungnya lagi ngasal.

"gw gak perjaka Panjul!" Kata gw.

"tapi di bali lo masi perjaka!?" Ejeknya.

"ia sih emoticon-Frown "

"dasar jago kandang"

"Heh!" Gw toyor palanya.

"yaudah gimana menurut lo saran gw?"

Ya emang ada benar nya si plastikmen ini, banyak terlalu banyak malah yg belum gw ketahui dari mereka berdua. Emang horor duaduanya yang satu horor galak, satu horor lembut.

"woi ngelamun! Mati ntar lo" pekiknya.

"hmmm. Oke deh gw pake saran lo"

"yaudah pake aja jangan sampe hamil ya!"

"yeee! Kantong keresek"

"dih. Boneka sawah!"

"ketan item!!"

"bakso ikan"

Kami pun tertawa dalam kemesraan dua orang sahabat emoticon-Busa:

SEKIP!

sampai kost. Maya terlihat gw duduk di teras kostnya. Dia melihat gw.

"woi! Sini.." Panggilnya mesra banget emoticon-Hammer

"bentar gw ganti baju dulu"

"ntar sini ya?"

"iyaaaa..."

Setelah ganti baju, gw ke kamar maya.

Gw duduk di terasnya. Bersama maya tentunya.

"olive mana may?"

"dia cabut, beberapa hari lagi ada nyokapnya, jadi tinggal di hotel" jelasnya

"oh terus? Ngapain lo nyuruh gw ke sini?"

"gapapa, kangen aja" ucapnya pelan banget pas bagian yang enak itu.

"apa!!??" Gw mengaharapkan siaran ulang.

"mau minum apa?" Balik nanya gak nyambung.

"kecuali tequil*" kata gw.

Dia ngakak, terus masuk kamarnya.

"nih", dia membawakan coke

"gw mau ngobrol serius nih, tapi jangan kaget ya!?"

Gw ....

profile-picture
profile-picture
profile-picture
masmas222 dan 7 lainnya memberi reputasi


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di