CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Debate Club /
[REBORN] TAG CLEAN : Kristen vs. Islam [HOLY DEBATE] - Part 7
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/566167ec9e740431028b4568/reborn-tag-clean--kristen-vs-islam-holy-debate---part-7

[REBORN] TAG CLEAN : Kristen vs. Islam [HOLY DEBATE]

WELCOME BACK!!!!

Code:
JESUS FOLLOWERS (CHRISTIANS)
Versus.
ISLAMIC TEAM (MOSLEMS)


emoticon-flowerKata pengantar :emoticon-flower

Semua agama baik adanya karena agama tidak menyelamatkan manusia. Agama hanya label saja. Tdk ada yg sempurna kecuali Sang Transenden yaitu yg dinamakan oleh umat beragama sbg TUHAN ALLAH alsb.

Kebertuhanan dan cara hidup yg benar dan terus memberikan terang, damai dan kasih kpd diri sendiri, sesama, dan terutama Tuhannya itu lah value positif yg harus di ambil dr sebuah agama/kepercayaan yg sedang dianut.

Sangat perlu jg dicermati bhw, Tuhan sdh tentu tidak akan menugaskan perang dan membunuh kpd umatNya hanya utk memperluas agama, karena Tuhan tdk emosional atau pun pendendam. Bahkan utk apa hal2 negatif tsbt? Toh TUHAN ALLAH tdk mempunyai agama dan tdk menciptakan agama! Firman Allah sdh hidup dan hiduplah bersama Firman Allah tsbt.

Kemudian jg, bahasa bukanlah penghalang manusia utk melihat kuasa FirmanNya dan kebesaranNya, Dia tdk terpaku dgn satu bahasa sj. Takhta dan Bait Nya ada di hati org yg percaya serta di ketinggian yg tdk terbatas, bukan di sebuah benda mati di bumi.

Agama hanya hasil rekonstruksi kebudayaan yg mencuat mjd nilai keilahian demi kedamaian. Allah adalah Kasih.

NO SARA
NO BACOD
NO RADICALISM
NO TERROR
NO JUNKER

Langgar = Request banned permanent.


Whatever u say, this is holy debate. emoticon-Selamat

profile-picture
anakjahanam721 memberi reputasi
-1
Thread sudah digembok
Halaman 1 dari 503

Autolock Thread by Hansip

TOPIC 3

★Updated on Nov, 7th 2014.
• Pernikahan beda agama, bagaimana seharusnya dalam pandangan pihak kristiani dan muslim?

JESUS SAID,

Yohanes 8 : 54 dan 58
54 Jawab Yesus: "Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami,
58 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."

Yohanes 10 : 9 dan 11
9 Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.
11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;
hadir emoticon-army
reserved for index
Semoga abkm, abmm bukan lagi sarana insult SARA dan bukan saling bertanya dan menjawab malah debate dgn seakan sengaja memancing keributan, thksemoticon-Kiss (S)

Selamat atas dibukanya kandang baru ini emoticon-Selamat
semoga banyak yg sadar dan 'debat' pada tempatnya
Semoga trid ini bisa memfasilitasi debaters dari masing2 pihak, sehingga bisa belajar lebih banyak terhadap agamanya masing2, lebih toleran terhadap yg lain., dan memahami apa yg ingin orang lain percayai. emoticon-angel

dan semoga trid ABMM dan ABKM bisa lebih kondusif dan lebih fokus hanya untuk yg ingin bertanya dan belajar. emoticon-Peace
reserved.. emoticon-DP
reserved lage njenk.. emoticon-DP
sudah ganti kamar ternyata
reserved teros njeeeenk.. emoticon-DP
reserved buoooooss.. emoticon-DP
reseeeeerved njeeeeeenk.. emoticon-DP
minggir njeeeenk.. reseeerved.. emoticon-DP
Bukti dari para penulis Islam sendiri yang terang-terangan mengakui kebenaran Alkitab.

“Sampai abad berikutnya, kita menemukan kutipan ayat-ayat Injil dalam bahasa Arab dari buku yang dinisbatkan dengan nama besar Imam al-Ghazali, Ar-Radd al-Jamil li Ilahi-yyat Isa bi Syarih al-Injil, yang rupanya juga memakai terjemahan bahasa Koptik. Mengenai bagian-bagian dari Kitab Perjanjian Lama, sebuah fragmen Arab dari Mazmur yang berasal dari abad ke VIII ditemukan di Damaskus. Isinya Mazmur 78. Al-Kindi, dalam bukunya ar-Risalah (dibuat tahun 819 M) dan Ibn Kutaiba, sebagaimana disebut dalam buku al-Jawzi yang berjudul Wafa’ ditemukan kutipan ayat-ayat Mazmur dalam terjemahan Arab harfiah.”

“Mengenai Taurat, seperti juga Injil dan Mazmur, para penulis Islam terdini mulai Ibn Ishaq (768 M) dalam karyanya yang lain, Maqhazi dan penerusnya Ibn Hisyam (838 M) dalam kitab al-Tijan telah mengutipnya, terutama untuk melengkapi data-data sejarah dari karyanya. Ibn Kutaiba, dalam kitab al-Ma’arif (889 M) juga telah mengutip kitab Kejadian (Sifr at-Takwin). Sedangkan Ali Ibn Rabban ath-Thabari, seorang anggota gereja Assyria Timur yang kemudian masuk Islam, telah mengutip hampir seluruh Perjanjian Lama dalam bukunya Kitab ad-Din wa ad-Daulah (ditulis sekitar tahun 854-855 M).” [Bambang Noorsena, The History of Allah, hal 55].

Pengutipan ayat-ayat Alkitab oleh para penulis Islam ini, tentu saja membuktikan pengakuan mereka atas kebenaran Alkitab!



Para tokoh-tokoh / ulama Islam mengakui kesahihan Alkitab

Bukanlah rahasia umum lagi jika para tokoh-tokoh ulama Islam dan ahli sejarah Islam juga mengakui kesahihan Alkitab. Misalnya Al-Mas'udi (meninggal 956) dan Ibn-Khaldun (meninggal 1406 ) yang adalah ahli sejarah Islam, telah mengakui / berpegang pada kesahihan teks Injil. Bahkan tokoh ulama sekaliber imam Al-Ghazzali (1111) juga mengakuinya.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa Muhammad Abduh (1849-1905), seorang tokoh (yang menurut ensiklopedia Britannica sebagai reformator Islam modern) dari Universitas Al-Azhar di Mesir, telah mengakui bahwa :

"Tuduhan korupsi teks Kitab Injil sesungguhnya tidak berdasar sama sekali. Adalah MUSTAHIL bagi umat Yahudi dan Kristen di seluruh wilayah untuk berkomplot dan bersatu mengubah teks Kitab-kitab Suci mereka. Walau pun seandainya mereka di tanah Arab telah melakukannya, perbedaan di antara kitab-kitab mereka dan kitab-kitab umat Nasrani Kristen di tempat lain-misalnya di Eropa akan berbeda dengan begitu jelas dan nyata."



Pengakuan dari ahli sejarah ternama abad pertama

Yosefus, seorang sejarawan Yahudi kenamaan yang lahir hanya beberapa tahun setelah kematian Yesus, juga mengakui keaslian Alkitab yang tak pernah mengalami pemalsuan. Dia menulis:

“… dan betapa teguhnya kita menaruh kepercayaan pada kitab-kitab bangsa kita terlihat pada apa yang kita lakukan; karena selama masa-masa yang kita lalui selama ini, tidak ada seorangpun yang berani mengurangi atau menambahkan sesuatu padanya, tetapi bagi setiap orang Yahudi, sepertinya sudah menjadi hal yang semestinya, bahkan sejak saat mereka dilahirkan, untuk menganggap buku-buku ini sebagai ajaran ilahi, dan menaatinya, dan, bila dirasa perlu, rela mati untuknya. Karena bukan hal yang aneh bagi para tawanan kita, baik dalam jumlah maupun waktunya, untuk menanggung segala macam siksa dan kematian diarena, sehingga mereka tidak akan mungkin mengucapkan sepatah katapun untuk menentang hukum kita, dan catatan yang memuatnya…” (Flavius Josephus, “Flavius Josephus Against Apion.” Josephus Complete Works. Diterjemahkan oleh William Whiston, Grand Rapids: Kregel Publications, 1960. Hal 609).


Bernard Ramm, menunjukkan bagaimana orang-orang Yahudi memperlakukan PL dan menyalinnya dengan luar biasa telitinya. Dia berkata:

“Orang-orang Yahudi telah melindunginya dengan cara yang lebih baik daripada perlindungan terhadap naskah manapun. Dengan massora (parva, magna, finalis)nya mereka mengawasi setiap huruf, suku kata, kata, dan paragraph. Ada kelas-kelas khusus di dalam masyarakat mereka yang semata-mata bertugas melindungi dan menyalin dokumen-dokumen ini dengan ketelitian yang nyaris sempurna – ahli kitab, ahli Taurat, dan ahli naskah (masoret). Siapakah yang pernah menghitung jumlah huruf dan suku kata dan kata dalam karya Plato atau Aristoteles? Cicero atau Seneca?” (Protestant Christian Evidences. Chicago: Moody Press, 1957. hal 230,231).


...

SELENGKAPNYA : APAKAH ALKITAB SUDAH DIPALSUKAN? SEBUAH APOLOGI ATAS PANDANGAN UMAT ISLAM
ghileluya ghileluyaaa emoticon-Ngakak
Hubal

Hubal (Arabic: هبل‎) was a god worshipped in pre-Islamic Arabia, notably at the Kaaba in Mecca.
His idol was a human figure, believed to control acts of divination, which was in the form of tossing arrows before the statue.
The direction in which the arrows pointed answered questions asked of the idol.
The origins of the cult of Hubal are uncertain, but the name is found in inscriptions from Nabataea in northern Arabia (across the territory of modern Syria and Iraq). The specific powers and identity attributed to Hubal are equally unclear.

Access to the idol was controlled by the Quraysh tribe.
The god's devotees fought against followers of the Islamic prophet Muhammad during the Battle of Badr in 624 CE.
After Muhammad entered Mecca in 630 CE, he removed the statue of Hubal from the Kaaba along with the idols of all the other pagan gods.

baitullah dirampas muhamad.

Roma 2:
22 Engkau yang berkata: "Jangan berzinah," mengapa engkau sendiri berzinah? Engkau yang jijik akan segala berhala, mengapa engkau sendiri merampok rumah berhala?
emoticon-Ngakak (S)
Diubah oleh dzate.padang
Halaman 1 dari 503
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di