SEPHIA (benar-benar bukan nama sebenarnya), berusia 30. Ia menikah dengan Donwori (juga nama samaran), 33.
[/spoiler]
Sephia mengaku bukan materi yang menjadi biang keladi perpisahannya dengan Donwori. Tapi, lebih pada pemenuhan kebutuhan biologisnya yang di luar normal. Sephia mengaku sang suami tidak bisa memuaskan hasrat seksualnya.
Spoiler for Sephia kentang:
“Sudah tidak bisa memuaskan istri,” ujar Sephia pada sela-sela menunggu putusan sidang untuk melanjutkan ke PTA di Pengadilan Agama (PA) Surabaya di Jalan Ketintang Madya, Seperti dilansir Radar Surabaya (JPNN Group), Jumat (20/11).
Sebelum blak-blakan soal hasrat seksual itu, Sephia cukup pandai berkelit.
“Yang namanya hubungan intim itu, kita tidak lihat itu pantas atau bukan pada tempatnya. Tapi, lebih pada kenikmatan bersama. Nah, ketika salah satu sudah tidak mampu memberikan kenikmatan bersama, buat apa dipertahankan,” tegasnya.
[Spoiler=
Dengan kalimat pembuka tersebut, Sephia akhirnya mengaku bila dia berpisah karena suaminya bersikukuh tidak mau melakukan hubungan lewat ‘belakang.’
Spoiler for Backdoor:
Alasannya, Donwori tidak mau berbuat dosa karena cara seperti itu dilarang agama. Selain itu, Donwori mengaku cara seperti itu sama sekali tidak memberikan kenikmatan.
Padahal, Sephia merasa tidak puas bila berhubungan hanya di jalur normal.
Quote:
"Mungkin juga sudah nasib kali. Dulu hidup saya normal, tapi saya pernah mengalami trauma yang membuat saya ketagihan sampai sekarang,”
ungkapnya.
Ibu satu anak ini pun mengungkap kehidupan seksnya yang dulunya normal dan kini berubah menjadi ‘sesuatu’ karena sebuah pengalaman pahit.
Quote:
“Waktu suami ke luar kota, saya dirudapaksa sama sopir pada tahun 2010 lalu. Kira-kira tujuh kali lebih saya dirudapaksa lewat ‘belakang’
. Saya mengadu pada suami, akhirnya suami memecat sopir itu,” jelasnya.
Tapi ternyata, setelah dirudapaksa, Sephia merasa ada yang aneh dan kurang bila berhubungan dengan sang suami dengan cara biasa.
Quote:
“Saya akui kalau saya ketagihan lewat “belakang,” tapi sang suami tidak mau memberi. Saya jadinya marah-marah terus sama dia dan puncaknya kami harus berpisah.”