alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5608960f1cbfaaa7718b4569/sedang-memulai-untuk-usaha-tiru-nih-cara-berbisnis-ala-rasulullah-saw-disini
Sedang Memulai untuk Usaha? Tiru Nih Cara Berbisnis ala Rasulullah SAW Disini!
Penulispro.com - Semua orang yang menjalankan sebuah usaha atau bisnis tentu ingin meraih kesuksesan. Pada kenyataannya, tak sedikit yang gagal dalam bisnisnya. Tapi tak sedikit pula yang memperoleh hasil sesuai dengan harapan.

Banyak cara-cara berbisnis yang bisa dipelajari dari berbagai ahli. Para pengusaha sukses juga tak pelit untuk membagikan ilmu mereka. Kita bisa mempelajari kiat berbisinis mereka melalui buku, majalah, artikel, radio, dan televisi. Tinggal Anda pilih mana yang akan Anda jadikan sebagai pegangan untuk diterapkan pada bisnis Anda.

Jauh sebelum para pengusaha sukses ini membagikan kiatnya, Rasulullah SAW sudah lebih dulu membeberkan cara beliau meraih kesuksesan dalam berbisnis. Selain mendapatkan keuntungan duniawi, Cara berbisnis ala Rasulullah SAW ini juga mampu membuat Anda mendapatkan keuntungan untuk di akhirat kelak.

Selain berdakwah, Rasulullah SAW juga dikenal sebagai saudagar ternama. Sejak usia 12 tahun Rasulullah SAW telah memulai kariernya dengan membantu pamannya berdagang. Ketika beliau berusia genap 17 tahun Rasulullah SAW memiliki usahanya sendiri. Saat itulah Rasulullah dipandang sebagai saudagar sukses.

Inilah Cara Berbisnis ala Rasulullah SAW!

Dalam menjalankan usahanya, Rasulullah SAW menerapkan cara berbisnis yang sesuai dengan syariah dan tentu saja mendapat Ridho dari Allah SWT. Dengan cara berbisnis tersebut Rasulullah SAW meraih kesuksesan di Negara Arab dan luar negeri.

Rasulullah SAW memiliki visi dalam menjalankan bisnis dagangnya, yaitu: “Transaksi bisnis yang kita jalani seharusnya tidak ditujukan untuk memupuk kekayaan pribadi, justru untuk membangun kehormatan dan kemuliaan bisnis dengan etika yang tinggi. Sebagian hasil yang diperoleh juga harus disedekahkan ke orang yang membutuhkan.”

Visi tersebutlah yang menjadikan Rasulullah SAW sebagai pengusaha sukses di jamannya. Cara berbisnis ala Rasulullah SAW juga bisa Anda terapkan dalam menjalankan bisnis Anda.

Lantas apa saja cara berbisnis ala Rasulullah SAW yang bisa kita teladani dan kita terapkan? Berikut ini adalah cara berbisnis ala Rasulullah SAW yang bisa kita terapkan:

1. Kepercayaan dan Kompetensi

Kepercayaan dan kompetensi adalah cara berbisnis ala Rasulullah SAW yang paling utama. Dahulu Beliau merintis usaha dimulai dari nol, yaitu menjadi pekerja, kemudian ia mendapatkan kepercayaan untuk menjadi supervisor, setelah itu ia juga dipercaya menjadi seorang manajer, dan pada akhirnya ia sukses menjadi investor.

Menurut Rasulullah SAW yang menjadi modal utama dalam berbisnis bukan uang melainkan kepercayaan dan kompetensi. Rasulullah SAW meyakini didalam kepercayaan terdapat integritas dan kemampuan untuk melaksanakan usaha.

2. Jujur adalah Brand

Saat berbisnis Rasulullah SAW mendapat julukan, yakni Al Amin (yang terpercaya). Beliau selalu menerapkan kejujuran saat berhubungan dengan customer maupun pemasok barang dagangannya. Saat menjajakan barang-barangnya pun beliau selalu menjelaskan semua keunggulan dan kelemahan barang yang ia jual.

Bagi Rasulullah SAW kejujuran adalah brand dalam bisninya. Rasulullah SAW juga pernah bersabda dalam sebuah hadist tentang kejujuran. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya para pedangan atau pebisnis akan dihidupkan kembali pada hari kiamat kelak sebagai orang-orang yang fajir (jahat), kecuali para pedangan yang bertakwa kepada Allah SWT dan berbuat baik serta berlaku jujur.” (HR. Tirmidzi)

Ternyata bersikap jujur dalam berbisnis mampu mendapatkan keberkahan bagi si penjual dan pembeli lho. Sesuai dengan hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Dari Sahabat Hakim bin Hizam, Rasulullah SAW bersabda: “Penjual dan pembeli memiliki hak pilih atau khiyar selama keduanya belum berpisah. Bila kedua orang tersebut berlaku jujur dan saling terus terang, maka keduanya akan mendapatkan keberkahan dalam transaksi jual beli yang mereka lakukan. Sebaliknya, jika keduanya berlaku dusta dan saling menutupi, niscaya keberkahan itu akan hilang.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Mencintai Customer

Cara berbisnis ala Rasulullah SAW selanjutnya adalah mencintai customer. Saat Rasulullah SAW berdagang, ia sangat mencintai customernya sama seperti beliau mencintai dirinya sendiri. Oleh karena itu, beliau melayani pelanggannya dengan sepenuh hati.

Sikap Rasulullah SAW yang mencintai customernya ini juga dituangkan dalam sebuah hadist. Rasulullah SAW bersabda, “Seseorang belum dikatakan beriman jika dia belum mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri.”

4. Kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas

Dalam menjalankan bisnis yang dikelola, Rasulullah SAW selalu menerapkan 3 hal dalam kerjanya, yaitu kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas.

Yang dimaksud dengan kerja keras disini adalah bekerja dengan sungguh-sungguh dengan harapan hasil kerja yang kita lakukan ini membuahkan hasil. Selain kerja keras, kita juga harus menerapkan kerja cerdas. Kerja cerdas sendiri berarti bekerja dengan menggunakan akal dan mengexplore kemampuan yang ada di dalam diri.

Dalam menjalankan roda bisnisnya, Rasulullah SAW selalu jeli setiap melihat kesempatan yang ada. Namun, kerja keras dan kerja cerdas saja belum cukup untuk meraih kesuksesan seperti Rasulullah SAW. Semua itu harus dibarengi dengan kerja ikhlas.

Kerja ikhlas berarti kerja memakai hati. Perlu Anda ketahui bahwa kerja keras dan kerja cerdas belum tentu mampu bekerja dengan ikhlas. Maka dari itu, kita harus melatih diri kita untuk bekerja dengan ikhlas sepenuh hati. Kerja keras dan kerja cerdas dengan menggunakan hati akan membuat pekerjaan yang kita jalani tidak terasa berat.

5. Menepati Janji

Rasulullah SAW sangat memegang teguh kepercayaan dari pelanggannya, salah satunya dengan selalu menepati janji. Selain kepercayaan, Nabi Muhammad SAW juga selalu mengedepankan tanggung jawab kepada para pelanggannya. Barang-barang yang dipesan oleh pelanggannya akan disiapkan dan dikirimkan tepat waktu oleh Rasulullah SAW sesuai dengan perjanjian.

Allah SWT juga telah berfirman di dalam Al Quran Surah Al Maidah: 1 tentang kejujuran, “Wahai orang-orang yang beriman penuhilah janjimu.”

6. Membayar upah pegawai tepat waktu

Rasulullah SAW bersabda, “Berikanlah upah atau gaji kepada para pegawai sebelum keringatnya kering.” (HR. Ibnu Majah)

Itulah yang diucapkan Rasulullah SAW kepada salah seorang sahabatnya. Sebelum keringatnya kering disini memiliki arti janganlah menunda pemberian gaji atau upah kepada karyawan. Usahakan pembayaran upah atau gaji karyawan tepat pada waktunya.

7. Berbisnis dengan cinta dan bersyukur

Cara berbisnis ala Rasulullah selanjutnya adalah berbisnis dengan penuh cinta dan selalu bersyukur. Rasulullah SAW sangat mencintai apa yang dikerjakan dan selalu bertindak dengan penuh rasa cinta. Rasa cinta itu beliau lakukan kepada seluruh karyawan dan relasi kerjanya.

Hingga muncul ungkapan dalam bahasa Inggris, “Do what you Love and Love what you Do” yang berarti lakukan apa yang kau cintai dan cintai apa yang kau lakukan. Sepertinya ungkapan ini sama dengan apa yang dilakukan oleh Rasulullah dalam menjalankan bisnisnya.

Sementara itu, bersyukur dan mensyukuri segala nikmat yang telah Allah berikan adalah suatu tindakan yang mampu mendapatkan kemudahan dalam menjemput rezeki dan meraih kesuksesan.

Seperti firman Allah SWT dalam Al Quran Surah Al-Qamar: 35, Allah SWT berfirman,”sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberikan balasan kepada orang-orang yang bersyukur.”

8. Tidak Menjelekkan bisnis orang lain

Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah seseorang diantara kalian berbisnis dengan maksud untuk menjelekkan bisnis orang lain.” (HR. Muttafaq)

Rasulullah SAW mengatakan hal tersebut dihadapan para pengikutnya. Salah satu prinsip yang dipegang teguh oleh Rasulullah SAW adalah berbisnis itu memuaskan pelanggan, bukan mematikan usaha orang lain. Rasulullah SAW juga tidak pernah membanding-bandingkan apa yang ia jual dengan yang dijual oleh orang lain. Yang beliau lakukan adalah memnonjolkan kualitas produk pada bisnisnya.

9. Infak dan sedekah

Dalam melaksanakan bisnisnya dari nol hingga sukses, Rasulullah SAW selalu berinfak dan sedekah. Beliau berinfak dan bersedekah dengan kecepatan yang luar biasa. Seperti yang digambarkan para sahabat Nabi, infak dan sedekah yang dilakukan Rasulullah “seperti hembusan angin”.

Rasulullah SAW menyedekahkan begitu banyak hartanya dan hanya mengambilnya sedikit saja untuk diri sendiri dan keluarganya. Di dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya sedekah itu dapat mendinginkan panasanya di alam kubur bagi orang-orang yang bersedekah, dan sesungguhnya orang-orang mukmin pada hari kiamat akan bernaung di bawah naungan sedekahnya.” (HR. tabbrani)

10. Berbisnis tidak meninggalkan ibadah

Allah Ta’alla tidak menyukai orang yang terlalu sibuk dengan bisnisnya sehingga melupakan kewajibannya, yaitu beribadah. Kebanyakan orang menghabiskan waktu untuk melakukan pekerjaaannya sehingga lalai dalam sholat dan membayar zakat. Sesibuk apapun pekerjaan mu usahakan untuk selalu menyempatkan sholat dan membayar zakat.

Cara berbisnis ala Rasulullah SAW ini bisa Anda terapkan dalam melaksanakan usaha Anda. Semoga dengan mengikuti cara Rasulullah SAW bisnis yang Anda kerjakan mendapat berkah dari Allah SWT. Aamiin!

sumber: penulispro.com
pertamaxemoticon-I Love Indonesia (S)
Mantap gan,, emoticon-Blue Guy Peace
sundul lagi gan
mudah2n kita semua bisa memperbaiki diri. makasih gan sharingnya. jadi adem..emoticon-Shakehand2
Quote:Original Posted By henighani
Penulispro.com - Semua orang yang menjalankan sebuah usaha atau bisnis tentu ingin meraih kesuksesan. Pada kenyataannya, tak sedikit yang gagal dalam bisnisnya. Tapi tak sedikit pula yang memperoleh hasil sesuai dengan harapan.

Banyak cara-cara berbisnis yang bisa dipelajari dari berbagai ahli. Para pengusaha sukses juga tak pelit untuk membagikan ilmu mereka. Kita bisa mempelajari kiat berbisinis mereka melalui buku, majalah, artikel, radio, dan televisi. Tinggal Anda pilih mana yang akan Anda jadikan sebagai pegangan untuk diterapkan pada bisnis Anda.

Jauh sebelum para pengusaha sukses ini membagikan kiatnya, Rasulullah SAW sudah lebih dulu membeberkan cara beliau meraih kesuksesan dalam berbisnis. Selain mendapatkan keuntungan duniawi, Cara berbisnis ala Rasulullah SAW ini juga mampu membuat Anda mendapatkan keuntungan untuk di akhirat kelak.

Selain berdakwah, Rasulullah SAW juga dikenal sebagai saudagar ternama. Sejak usia 12 tahun Rasulullah SAW telah memulai kariernya dengan membantu pamannya berdagang. Ketika beliau berusia genap 17 tahun Rasulullah SAW memiliki usahanya sendiri. Saat itulah Rasulullah dipandang sebagai saudagar sukses.

Inilah Cara Berbisnis ala Rasulullah SAW!

Dalam menjalankan usahanya, Rasulullah SAW menerapkan cara berbisnis yang sesuai dengan syariah dan tentu saja mendapat Ridho dari Allah SWT. Dengan cara berbisnis tersebut Rasulullah SAW meraih kesuksesan di Negara Arab dan luar negeri.

Rasulullah SAW memiliki visi dalam menjalankan bisnis dagangnya, yaitu: “Transaksi bisnis yang kita jalani seharusnya tidak ditujukan untuk memupuk kekayaan pribadi, justru untuk membangun kehormatan dan kemuliaan bisnis dengan etika yang tinggi. Sebagian hasil yang diperoleh juga harus disedekahkan ke orang yang membutuhkan.”

Visi tersebutlah yang menjadikan Rasulullah SAW sebagai pengusaha sukses di jamannya. Cara berbisnis ala Rasulullah SAW juga bisa Anda terapkan dalam menjalankan bisnis Anda.

Lantas apa saja cara berbisnis ala Rasulullah SAW yang bisa kita teladani dan kita terapkan? Berikut ini adalah cara berbisnis ala Rasulullah SAW yang bisa kita terapkan:

1. Kepercayaan dan Kompetensi

Kepercayaan dan kompetensi adalah cara berbisnis ala Rasulullah SAW yang paling utama. Dahulu Beliau merintis usaha dimulai dari nol, yaitu menjadi pekerja, kemudian ia mendapatkan kepercayaan untuk menjadi supervisor, setelah itu ia juga dipercaya menjadi seorang manajer, dan pada akhirnya ia sukses menjadi investor.

Menurut Rasulullah SAW yang menjadi modal utama dalam berbisnis bukan uang melainkan kepercayaan dan kompetensi. Rasulullah SAW meyakini didalam kepercayaan terdapat integritas dan kemampuan untuk melaksanakan usaha.

2. Jujur adalah Brand

Saat berbisnis Rasulullah SAW mendapat julukan, yakni Al Amin (yang terpercaya). Beliau selalu menerapkan kejujuran saat berhubungan dengan customer maupun pemasok barang dagangannya. Saat menjajakan barang-barangnya pun beliau selalu menjelaskan semua keunggulan dan kelemahan barang yang ia jual.

Bagi Rasulullah SAW kejujuran adalah brand dalam bisninya. Rasulullah SAW juga pernah bersabda dalam sebuah hadist tentang kejujuran. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya para pedangan atau pebisnis akan dihidupkan kembali pada hari kiamat kelak sebagai orang-orang yang fajir (jahat), kecuali para pedangan yang bertakwa kepada Allah SWT dan berbuat baik serta berlaku jujur.” (HR. Tirmidzi)

Ternyata bersikap jujur dalam berbisnis mampu mendapatkan keberkahan bagi si penjual dan pembeli lho. Sesuai dengan hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Dari Sahabat Hakim bin Hizam, Rasulullah SAW bersabda: “Penjual dan pembeli memiliki hak pilih atau khiyar selama keduanya belum berpisah. Bila kedua orang tersebut berlaku jujur dan saling terus terang, maka keduanya akan mendapatkan keberkahan dalam transaksi jual beli yang mereka lakukan. Sebaliknya, jika keduanya berlaku dusta dan saling menutupi, niscaya keberkahan itu akan hilang.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Mencintai Customer

Cara berbisnis ala Rasulullah SAW selanjutnya adalah mencintai customer. Saat Rasulullah SAW berdagang, ia sangat mencintai customernya sama seperti beliau mencintai dirinya sendiri. Oleh karena itu, beliau melayani pelanggannya dengan sepenuh hati.

Sikap Rasulullah SAW yang mencintai customernya ini juga dituangkan dalam sebuah hadist. Rasulullah SAW bersabda, “Seseorang belum dikatakan beriman jika dia belum mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri.”

4. Kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas

Dalam menjalankan bisnis yang dikelola, Rasulullah SAW selalu menerapkan 3 hal dalam kerjanya, yaitu kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas.

Yang dimaksud dengan kerja keras disini adalah bekerja dengan sungguh-sungguh dengan harapan hasil kerja yang kita lakukan ini membuahkan hasil. Selain kerja keras, kita juga harus menerapkan kerja cerdas. Kerja cerdas sendiri berarti bekerja dengan menggunakan akal dan mengexplore kemampuan yang ada di dalam diri.

Dalam menjalankan roda bisnisnya, Rasulullah SAW selalu jeli setiap melihat kesempatan yang ada. Namun, kerja keras dan kerja cerdas saja belum cukup untuk meraih kesuksesan seperti Rasulullah SAW. Semua itu harus dibarengi dengan kerja ikhlas.

Kerja ikhlas berarti kerja memakai hati. Perlu Anda ketahui bahwa kerja keras dan kerja cerdas belum tentu mampu bekerja dengan ikhlas. Maka dari itu, kita harus melatih diri kita untuk bekerja dengan ikhlas sepenuh hati. Kerja keras dan kerja cerdas dengan menggunakan hati akan membuat pekerjaan yang kita jalani tidak terasa berat.

5. Menepati Janji

Rasulullah SAW sangat memegang teguh kepercayaan dari pelanggannya, salah satunya dengan selalu menepati janji. Selain kepercayaan, Nabi Muhammad SAW juga selalu mengedepankan tanggung jawab kepada para pelanggannya. Barang-barang yang dipesan oleh pelanggannya akan disiapkan dan dikirimkan tepat waktu oleh Rasulullah SAW sesuai dengan perjanjian.

Allah SWT juga telah berfirman di dalam Al Quran Surah Al Maidah: 1 tentang kejujuran, “Wahai orang-orang yang beriman penuhilah janjimu.”

6. Membayar upah pegawai tepat waktu

Rasulullah SAW bersabda, “Berikanlah upah atau gaji kepada para pegawai sebelum keringatnya kering.” (HR. Ibnu Majah)

Itulah yang diucapkan Rasulullah SAW kepada salah seorang sahabatnya. Sebelum keringatnya kering disini memiliki arti janganlah menunda pemberian gaji atau upah kepada karyawan. Usahakan pembayaran upah atau gaji karyawan tepat pada waktunya.

7. Berbisnis dengan cinta dan bersyukur

Cara berbisnis ala Rasulullah selanjutnya adalah berbisnis dengan penuh cinta dan selalu bersyukur. Rasulullah SAW sangat mencintai apa yang dikerjakan dan selalu bertindak dengan penuh rasa cinta. Rasa cinta itu beliau lakukan kepada seluruh karyawan dan relasi kerjanya.

Hingga muncul ungkapan dalam bahasa Inggris, “Do what you Love and Love what you Do” yang berarti lakukan apa yang kau cintai dan cintai apa yang kau lakukan. Sepertinya ungkapan ini sama dengan apa yang dilakukan oleh Rasulullah dalam menjalankan bisnisnya.

Sementara itu, bersyukur dan mensyukuri segala nikmat yang telah Allah berikan adalah suatu tindakan yang mampu mendapatkan kemudahan dalam menjemput rezeki dan meraih kesuksesan.

Seperti firman Allah SWT dalam Al Quran Surah Al-Qamar: 35, Allah SWT berfirman,”sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberikan balasan kepada orang-orang yang bersyukur.”

8. Tidak Menjelekkan bisnis orang lain

Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah seseorang diantara kalian berbisnis dengan maksud untuk menjelekkan bisnis orang lain.” (HR. Muttafaq)

Rasulullah SAW mengatakan hal tersebut dihadapan para pengikutnya. Salah satu prinsip yang dipegang teguh oleh Rasulullah SAW adalah berbisnis itu memuaskan pelanggan, bukan mematikan usaha orang lain. Rasulullah SAW juga tidak pernah membanding-bandingkan apa yang ia jual dengan yang dijual oleh orang lain. Yang beliau lakukan adalah memnonjolkan kualitas produk pada bisnisnya.

9. Infak dan sedekah

Dalam melaksanakan bisnisnya dari nol hingga sukses, Rasulullah SAW selalu berinfak dan sedekah. Beliau berinfak dan bersedekah dengan kecepatan yang luar biasa. Seperti yang digambarkan para sahabat Nabi, infak dan sedekah yang dilakukan Rasulullah “seperti hembusan angin”.

Rasulullah SAW menyedekahkan begitu banyak hartanya dan hanya mengambilnya sedikit saja untuk diri sendiri dan keluarganya. Di dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya sedekah itu dapat mendinginkan panasanya di alam kubur bagi orang-orang yang bersedekah, dan sesungguhnya orang-orang mukmin pada hari kiamat akan bernaung di bawah naungan sedekahnya.” (HR. tabbrani)

10. Berbisnis tidak meninggalkan ibadah

Allah Ta’alla tidak menyukai orang yang terlalu sibuk dengan bisnisnya sehingga melupakan kewajibannya, yaitu beribadah. Kebanyakan orang menghabiskan waktu untuk melakukan pekerjaaannya sehingga lalai dalam sholat dan membayar zakat. Sesibuk apapun pekerjaan mu usahakan untuk selalu menyempatkan sholat dan membayar zakat.

Cara berbisnis ala Rasulullah SAW ini bisa Anda terapkan dalam melaksanakan usaha Anda. Semoga dengan mengikuti cara Rasulullah SAW bisnis yang Anda kerjakan mendapat berkah dari Allah SWT. Aamiin!

sumber: penulispro.com


sip ganemoticon-Sundul
Mantap sharenya gan
mantap gan
makasih sharingnya gan terbaik dah enteemoticon-thumbsup
terimakasih atas ilmunya,

sangat bermanfaat bagi kami
Trit yang bermanfaat, full inpoh emoticon-Rate 5 Star
keep posting ya gan