- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Alasan Banyak Pesawat Jatuh: Orang Sini Demennya Terminal Keren Bukan Safety
TS
mister.clone
Alasan Banyak Pesawat Jatuh: Orang Sini Demennya Terminal Keren Bukan Safety
Quote:
di bali dan pontianak (gambar) terminal baru dibangun tepat disebelah air control tower, ngalangin pandangan petugas.

prioritas pembangunan adalah terminal yang keren biar pengunjung senang

namun struktur penting yg ga kelihatan pada karatan

JAKARTA, Indonesia—
artikel: http://www.wsj.com/articles/weak-lin...rts-1442202855
video: http://www.dailymotion.com/video/x36t7qr
Sebuah investigasi Wall Street Journal mengungkapkan beberapa bandara di Indonesia tidak memiliki alat batu navigasi, menara air traffic control (ATC) atau perlengkapan keselamatan cuaca.
Di Bali, alat tanda wind-shear yang dipasang dadakan menjelang kedatangan Presiden Obama tahun 2011 telah dilepas karena kekurangan biaya. Dua tahun kemudian Lion Air 904 jatuh ke laut ketika mendarat. Pilot melakukan beberapa kesalahan kalkulasi akibat terkena angin, hal yg bisa dihindari jika alat wind-shear itu masih ada. Walau otoritas merencanakan memasang kembali alat ini di Bali, mereka kekurangan biaya untuk memasangnya di semua pelosok Indonesia.
Di Pontianak, masalah lain juga tampak. Pemerintah menyelesaikan terminal baru yang mentereng dengan atap parabolik dan lounges. Namun karena terburu2 membuatnya, BUMN yang membuatnya mendirikan terminal tsb hanya 1 meter dari menara ATC. Saat ini kondisi ini disiasati dengan membuat sebuah ruang khusus di atap terminal dengan teropong. Staf di sana lalu melapor ke ATC dengan radio. Strategi ini mengundang bencana, kata ahli.
Bahkan pagar pun menjadi masalah. Di bulan April seorang pemuda berumur 21 hampir tewas ketika dia menyelinap masuk dan bersembunyi di roda pesawat Garuda. Di kasus lain pesawat menabrak binatang.
“Even if we provide the best service, if the airport is bad, it doesn’t matter,” kata Wisnu Darjono, head of safety for AirNav, Indonesia’s state-affiliated air traffic control group. (yang penting kita kasi servis bagus biarpun bandara jelek ?? ga ngerti)
Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) telah menyarankan bandara di Asia untuk memiliki alat tanda wind-shear terutama untuk negara2 di daerah ekuator yg sering terkena badai tropis.
Bagian dari masalah kata ahli adalah prioritas beberapa negara untuk mengutamakan pembangunan kosmetik yang menyediakan ruang untuk belanja barang mewah atau ruang tunggu lux, sementara mengacuhkan alat keselamatan.
Indonesia adalah negara yang sangat dikhawatirkan. Kenaikan penerbangan terjadi drastis bahkan melampaui tingkat kenaikkan di China.
Air Asia dan China Airlines milik Taiwan sudah berekspansi ke Indonesia dan pejabat berharap perusahaan ini akan menjadikan Indonesia hub regional.
Namun Indonesia masih berjuang untuk lepas dari reuputasi tidak aman. Di tahun 2007, Amerika menurunkan status Indonesia ke level 2 yang setingkat dengan negara2 Afrika soal keamanan dan melarang penerbangan langsung dari sana. Uni Eropa telah memban hampir semua maskapai Indonesia.
Sebagai tindak lanjut, Indonesia merekreut banyak perencana keamanan dan merestrukturisasi BUMN yg mengurus ATC dan bandara.
Muzzafar Ismail, direktur kesiapan udara dan operasi pesawat di Dephub mengatakan Indonesia sudah direview oleh Amerika di bulan Mei dan sudah terjadi peningkatan. Namun belum cukup untuk keluar dari larangan penerbangan.
Sementara itu pesawat kerap berjatuhan. Sebuah pesawat TNI AU jatuh di Medan bulan Juni dengan 141 korban. Kemdudian Trigana Air menabrak gunung bulan Agustus dengan 54 korban.
Bulan Desember tahun lalu, Air Asia 8501 jatuh dengan korban 162. Ahli mengatakan bahwa ketidak efisienan di darat menyebabkan kecelakaan. Diantaranya adalah kemungkinan kurangnya petunjuk dari ATC. Sementara itu bandara Juanda dimana Air Asia lepas landas beroperasi di luat kapasitas, 17 juta penumpang dimana fasilitas ini dibangun hanya untuk 13 juta.
Landasan kedua akan segera dibangun namun untuk menjamin penerbangan berjalan lancar, bandara ini harus beroperasi 24 jam sehari dari sekarang yg hanya 18 jam. Jadwal ini menutup waktu maintenance.
"Hampr semua bandara di Indonesia seperti ini" kata Trikora Harjo, manajer Juanda.

Diubah oleh mister.clone 14-09-2015 21:52
0
2.1K
Kutip
13
Balasan
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan