alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/55eebf7294786846588b456a/penggunaan-oli-mobil-pcmo-hdeo-untuk-motor---part-1
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor
Selamat datang di Thread admapower64

Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1


Join Facebook Page untuk PCMO dan HDEO user di sini

Unduh Daftar Pelumas PCMO / HDEO / MCO di sini


Composed and Edited by Dee santi

Quote:
Pada kesempatan kali ini, mari kita diskusi salah satu topik yang paling sering kita pertanyakan selama ini, yaitu, bisakah menggunakan pelumas mobil untuk mesin motor kita?

Sebelum ada jawaban ya atau tidak, mari kita definisikan arti pelumas terlebih dahulu. Pelumas adalah zat kimia, yang umumnya adalah cairan, yang diberikan diantara dua benda bergerak untuk mengurangi gaya gesek. Pelumas pada umumnya dibagi ke dalam dua jenis, yaitu mineral dan sintetis. Pelumas mineral berasal dari hasil distilasi minyak bumi, sementara pelumas sintetis berasal dari proses Fischer-Tropsch Process yang menggabungkan Hydrogen dan Carbon. Pelumas Mineral dan Sintetis menurut API atau American Petroleum Institute dibagi ke dalam lima kelompok, diantaranya adalah:
  • API Group I, Base Stock Mineral dengan teknologi proses distilasi fraksi mineral parafin, dengan teknologi tersebut, minyak bumi akan bertambah ketahanan oksidasinya dan juga menyingkirkan zat-zat yang merusak Base Stock tersebut. Proses Distillation dan Solvent Refined tersebut akan meningkatkan VI atau Viscosity Index menjadi 80 – 119, Sulphur > 0.03%, Saturates < 90%.

  • API Group II, Base Stock Mineral dengan teknologi proses sama seperti Group I tetapi ditambahkan dengan Hydrokracked Technology. Dalam hal ini, Base Stock menjadi lebih murni dan lebih mudah untuk ditambahkan additives. Salah satu merek pelumas yang menggunakan Group II Base Stock adalah Shell™ Rotella® dan Pennzoil® PureBase® Perlu diketahui, Royal Dutch Shell adalah pemilik dari Pennzoil dan Quaker State. Dengan teknologi Distillation, Solvent Refined, dan Hydrocraked, maka nilai VI atau Viscosity Index menjadi 80 – 119, Sulphur < 0.03%, Saturates > 90%.

  • API Group III, Base Stock ini digadang-gadangkan menjadi salah satu pelopor pelumas dengan Synthetic Technology yang berasal dari Mineral Oil. Teknologi ini dipakai luas oleh banyak Pabrikan pelumas SuperMajor (British Petroleum, Chevron, ConocoPhillips, ExxonMobil, Royal Dutch Shell, Total), salah satu yang paling terkenal dan fenomenal adalah Base Stock milik Suncor PetroCanada yang menyatakan bahwa pelumas mereka memiliki Base Stock yang murni. Group III sendiri sudah digantikan dengan Group III+ atau VHVI yang merupakan singkatan Very High Enhanced Viscosity Index. Teknologi proses yang digunakan adalah sama dengan Group II tetapi ditambahkan teknologi Hydroisomer, sehingga menjadikan Base Stock dengan 99% Saturasi dan 1% Aromatik. Dengan teknologi Distillation, Solvent Refined, Hyrdokracked, dan Hydroisomer, maka nilai VI atau Viscosity Index menjadi ≥120. Di pasaran dunia, Group III+ dipasarkan dengan nama Fully-Synthetic Lubricant, yang common usernya adalah SuperMajor. Ada perbedaan antara pasaran dunia dan Eropa, pasaran dunia Oli Group III+ dapat disebut sebagai Fully-Synthetic, sementara di Eropa Oli Group III+ hanya boleh disebut Synthetic Technology. Untuk membedakannya, bisa dibuka http://www.total.fr/ dimana oli yang dijual sebagian besar di luar Eropa disebut sebagai Fully-Synthetic, maka di Perancis hanya disebut Lubrifiant technologie de synthèse atau Synthetic Technology Lubricant. Di Eropa hanya Group IV dan Group V yang boleh di label dengan Fully-Synthetic Lubricant.

  • API Group IV, Base Stock ini adalah hasil katalisasi antara Hydrogen dan juga Carbon baik dengan Fischer-Tropsch Process atau proses pembentukan olefin lainnya. Base Stock ini dinamakan PAO atau PolyAlphaOlefin, disebut PAO karena bahan dasarnya adalah Olefin. Pengguna Base Stock ini sangatlah jarang, mereka yang menggunakan Base Stock ini biasanya adalah pelumas dengan kategori Top Tier atau Premium. Salah satu pengguna PAO adalah Amsoil Signature Series, Mobil 1, dan Yacco dengan jajaran pelumas Top Tier Mereka. PAO sangat sulit ditambahkan soluble additives, sehingga additives yang bisa ditambah biasanya adalah logam alkali, alkali tanah, atau logam transisi seperti Molybdenum dan Titanium. Logam alkali ditambahkan adalah supaya menambah retensi pelumas untuk menahan asam yang terbentuk saat pembakaran terjadi. PAO memiliki karakteristik yang paling unik, karena memiliki Titik Beku yang rendah hingga -53 C dan Titik Bakar yang tinggi, hingga 270 C. pelumas ini tidak mengandung sulphur karena dibuat murni dari Hidrogen dan Carbon, dan memiliki Viscosity Index di atas 140.

    PAO ini dikenal sebagai Base Stock ngambekan, alasannya adalah selain pembuatannya sulit, yaitu apabila oli dengan PAO Based akan dibuat maka bahan-bahan seperti additives pack harus dicampur sebelum menjadi oli. Seperti kita membuat cake, apabila kurang atau kelebihan bahan, maka cake tersebut tidak enak dan tidak bisa dimodifikasi. PAO juga sangat rewel apabila bertemu dengan racun sejenis Sulfur dan TEL atau Tetra-Ethyl-Lead, dan dia tidak bisa ditambah dengan post-mixed additives. PAO juga sangat licin apabila ditambahkan additive Boron Nitride sehingga sangat baik untuk mesin-mesin berbahan dasar Aluminum Silicon. Pada BMW disebut Alusil, pada Mercedes Benz disebut SILITEC, atau pada Yamaha disebut DiAsil. PAO dan Boron Nitride akan membentuk lapisan film sangat kuat dan licin, sehingga akan sangat baik untuk menambah performa mesin. Boron Nitride dan PAO tidak akan menyebabkan selip kopling, karena hanya bereaksi dengan logam Aluminum Silicon saja, tidak dengan komposit Kampas Kopling.


  • API Group V, Base Stock ini biasanya diisi oleh Ester, prosesnya sendiri adalah dengan cara katalisasi asam yang dinamakan dibasic Ester, dengan Alkohol atau CH3OH sehingga dibentuklah Ester dari hasil katalisasi tersebut. Ester biasanya digunakan untuk kompetisi karena kemampuannya untuk mempercepat pembakaran dan juga meningkatkan performa mesin, sehingga mesin balap biasanya menggunakan Ester dan atau campuran PAO dan Ester. Ester memiliki ikatan film yang paling kuat, tetapi kelemahannya adalah umur pakainya cukup singkat, sehingga hanya cocok digunakan bagi Anda yang membutuhkan oli kompetisi. Ester juga berguna untuk ditambahkan ke PAO based supaya mudah untuk di campur dengan additives. cara mengetahui adanya Ester dalam pelumas adalah dengan melihat nilai oksidasi dan TAN dari pelumas tersebut. Sifat alami Ester adalah oksidan dan asam, sehingga nilai TAN pasti ada dalam pelumas tersebut. Salah satu yang terkenal antara lain adalah Redline, Motul, dan Maxima



Quote:
Apa perbedaan pelumas untuk mesin mobil dan mesin motor?

Secara fungsi, pelumas memiliki peran yang sama, mesin motor manual memiliki gearbox dan kopling yang menyatu dengan blok mesin, sehingga pelumas untuk mesin motor konvensional harus bisa melumasi mesin tanpa merusak komponen gearbox, terlebih kopling, karena kalau terlalu licin, kopling dapat selip dan mengakibatkan terbakar. Pelumas mobil secara umum tidak dapat melumasi kopling, sehingga sangat tidak cocok digunakan kepada mesin motor konvensional.

Mesin motor matic memiliki gearbox dan kopling terpisah dari blok mesin, sehingga pelumas hanya melumasi mesin saja, tanpa melumasi gearbox dan juga kopling. Hal ini sama dengan karakteristik mesin mobil yang memiliki kopling dan gearbox terpisah.

Perbedaan selanjutnya adalah antar mesin mobil dan mesin motor adalah suhu operasional, putaran mesin operasional, volume mesin dan kapasitas pelumas, serta daya kerja operasional. Secara teoritis, suhu operasional mesin motor lebih tinggi daripada suhu operasional mesin mobil karena absennya pendinginan stabil, atau radiator pada mesin motor, meski beberapa jenis motor sudah mengadopsi radiator, tetapi terkadang hal ini sering dilupakan para pemilik, sehingga fungsinya tidak optimal.

Selanjutnya adalah putaran mesin operasional motor lebih tinggi daripada mobil, tentu saja, mesin mobil memiliki lebih dari 1 silinder dengan kapasitas minimal 250cc per silinder, sehingga untuk menjalankan mobil tidak diperlukan tenaga putaran tinggi. Semakin banyak dan semakin tinggi kapasitas mesin, maka putaran operasionalnya makin rendah. Mobil bisa berjalan 100 Kmh dengan RPM hanya 2,500 RPM, sementara motor membutuhkan lebih dari 5,000 RPM untuk berjalan pada 100 Kmh. Tetapi perlu diperhitungkan, mobil berjalan 2,500 RPM dengan kondisi Long Stroke sementara motor berjalan 5,000 RPM dengan kondisi Short Stroke ingat pelumas bekerja untuk melumasi dinding silinder, piston, crankshaft, dan valve train, meski secara teoritis beban mobil terkesan ringan, tetapi secara volumetrik pelumasan lebih besar mobil berkali-kali lipat. Dan oleh sebab itu bisa dipastikan bahwa oli untuk mobil harus lebih baik daripada oli motor.


Ilustrasi: sebuah mobil dengan kapasitas mesin 3,500cc dan berat 2,200 Kg (1997 BMW E38 735iL) berjalan dengan kecepatan 160 Kmh hanya dengan 4,100 RPM di Tachometer.
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1


Selanjutnya adalah volume mesin dan juga kapasitas pelumas. Dalam mobil berukuran mesin 1,000cc sampai 2,000 cc biasanya menggunakan 4 – 5 liter pelumas, itu berarti untuk dibutuhkan 2.5 mL pelumas untuk setiap cc mesinnya, sementara motor dengan kapasitas 100 cc – 125 cc membutuhkan pelumas 0.8 L, sehingga mesin motor membutuhkan 6.4 mL pelumas untuk setiap cc mesinnya. Hal tersebut tentu saja berpengaruh kepada tingkat retensi terhadap asam yang akan membuat pelumas cepat rusak. Secara rasio, seharusnya oli motor memiliki volumetrik lebih besar, dan itu berarti kerjanya lebih ringan dibandingkan mobil, apabila kita mengabaikan proses pelepasan panas.

Beban kerja sebenarnya tidak relevan apabila kita membandingkan motor dengan mobil, tetapi bisa kita jadikan acuan, bahwa kerja motor tidak seberat yang kita bayangkan.
  • Motor, Beban: 150 Kg | Kapasitas Silinder: 110 cc | Ratio Silinder/Beban = 0.733 (Paling ringan)
  • Mobil, Beban: 2,000 Kg | Kapasitas Silinder: 1,300 cc | Ratio Silinder/Beban = 0.65 (Moderate)
  • Truk, Beban: 20,000 Kg | Kapasitas Silinder: 8,000 cc | Ratio Silinder/Beban = 0.4 (Paling berat)

Asumsi semua kendaraan di atas di hitung termasuk pengemudi dan penumpang penuh, dari hitungan tidak relevan di atas, kita bisa simpulkan truk memiliki ratio paling berat dan motor paling ringan, sementara mobil tidak seberapa berat dibandingkan dengan truk. Ini acuan sederhana saja, sementara hitungan aslinya lebih rumit, tetapi bisa disimpulkan bahwa oli mereka bisa saling digunakan bergantian, ya bisa saling pakai tetapi memiliki limit masing-masing.


Quote:
Bisakah Pelumas Mobil Digunakan untuk Motor?

Secara umum, pelumas mesin mobil akan dapat digunakan untuk mesin motor matic, kalau untuk motor konvensional, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, karena ada karakteristik pelumas mobil yang sangat dilarang digunakan dalam mesin motor konvensional, hal yang perlu diperhatikan adalah:


Ilustrasi: Total Quartz 9000 Future GF-5 5W-30 pelumas Long Drain pertama yang diuji oleh TS hingga 10,000 Km di Honda Vario 110cc, memiliki sertifikasi yang dilarang untuk digunakan pada Motor Kopling Basah.
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1


  • Mitos Jumlah Molybdenum, banyak yang mengatakan pelumas motor konvensional tidak boleh mengandung friction modifier semisal Molybdenum atau Titanium yang bersifat melincinkan dan meningkatkan nilai fuel efficiency yang salah-salah bisa membakar kopling motor kesayangan Anda. Padahal pada kenyataannya bukan Friction Modifier yang membuat kopling motor Anda selip, tetapi Organic Additives semacam Graphite yang membuat kopling Anda selip. Jika tidak percaya, coba lihat Jumlah Molybdenum pada Motul 300V 4T bahkan jauh lebih tinggi daripada Molybdenum pada PCMO sekalipun, tetapi dari user tidak pernah ada yang mengeluh kopling-nya selip. Perlu diketahui, Molybdenum, Boron, atau Titanium hanya bereaksi dengan Logam saja, tidak dengan komposit organic yang mungkin ada di Kopling.

  • API Resources Conserving atau API Energy Conserving, pelumas dengan API Starburst pasti mengacu kepada fuel efficiency, sehingga pasti pelumas akan sangat licin dan tidak dapat melumasi dan melindungi kopling secara bersamaan. API RC/EC biasanya menuntut oli bisa digunakan dalam jangka waktu yg lama dengan state stay-in-grade, sehingga perlu banyak Organic Additives dan tidak cocok dengan komposit kopling.

  • ILSAC GF-5, tidak disarankan digunakan dalam motor konvensional, karena sifatnya sama seperti API RC/EC menjamin oli dapat digunakan dalam waktu yang lama, dan bisa menghemat bahan bakar.

  • German Approval Oil, ya seperti namanya German Approval, mengacu kepada Manufacturer Jerman, seperti BMW, VW, dan Mercedes Benz. pelumas dengan sertifikasi baru mereka tidak cocok dengan motor kopling basah, karena ditakutkan mengakibatkan selip kopling. Terlebih pelumas dari pabrikan mereka menuntut Sustain Release untuk beberapa additives dan itu bisa berdampak kepada motor dengan kopling basah.


Apabila dahulu PCMO hanya bisa digunakan untuk motor matic saja, sementara pelumas HDEO bisa digunakan di motor matic atau motor manual, kini banyak yang menggunakan pelumas PCMO untuk motor dengan kopling basah, salah satu contohnya adalah ADNOC Voyager Silver 10W-40, Pertamina Fastron Techno 10W-40, dan Pertamina Fastron Fully Synthetic 0W-50. Penggunaan pelumas mobil pada motor akan menyebabkan beberapa dampak yang mungkin positif atau negatif tergantung kepada bagaimana Anda menanganinya. Tetapi, sepengalaman saya, penggunaan pelumas mobil lebih banyak efek positif ketimbang negatif-nya. Dan kita kembali ke rumusan awal, baik PCMO, HDEO, dan MCO adalah sama-sama Hydrocarbon Based, sehingga tidak masalah apabila Anda juga mau menggunakan MCO di mobil Anda, hanya saja limitasinya tambah banyak.


Quote:
Mengapa Harus Pelumas Mobil/Diesel (PCMO/HDEO)?

Apa alasan lebih memilih Pelumas Mobil/Diesel dibandingkan Pelumas Motor (MCO)?
  • Longer Drain Interval.
  • Better Performance.
  • Better Protection.
  • Better Fuel Efficiency.
  • Low Evaporation.


Tetapi tidak menutup kemungkinan Pelumas Motor (MCO) juga melakukan tujuan utama dibuatnya thread ini yaitu Resources Saving by Longer Drain Interval Lubricant. Beberapa contoh oli yang bisa digunakan untuk jangka waktu yang lama adalah, Liqui Moly 4T, Royal Purple 4T, dan Elf Campione.


Quote:
Saya sebagai TS tidak berafiliasi dengan Lubricant Manufacturer manapun, posting saya di sini netral dan tidak mendikreditkan suatu merek dan atau jenis pelumas. Pendapat dan teori saya belum tentu benar, sehingga perlu didiskusikan di sini. Saya mengundang para expert disini untuk berdiskusi bersama mengenai penggunaan PCMO dan HDEO untuk mesin motor, berikut ini rules untuk thread ini:
  • Setiap sanggahan terhadap hal teknis dan juga yang berhubungan dengan kondisi dan atau kualitas suatu pelumas dan umur pakai pelumas, harap disertakan dengan bukti empiris yang kongkret, bukan sekedar katanya atau rasanya. Hal tersebut sudah diluar dari teorema dengan tanpa bukti empiris, sehingga sanggahan tidak akan dilanjutkan.
  • Dilarang Junk, SARA, flaming, ataupun nitip lapak disini, karena disini hanya untuk berdiskusi, mohon hargai Kaskuser lainnya.
  • Do at your own risk, penggunaan pelumas PCMO/HDEO pada mesin motor agan mungkin akan berdampak buruk, sehingga sehingga resiko pemakaian pelumas PCMO/HDEO selanjutnya adalah tanggung jawab user, saya hanya menyarankan yang terbaik dari datasheet dan pengalaman.

Autolock Thread by Hansip

Thread ini adalah thread lanjutan dari :
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor

Quick Guide: Membaca Technical Properties pada Oli

Untuk dapat membedakan pelumas, produsen biasanya menggunakan datasheet sebagai acuan kepada user untuk dapat menentukan pelumas pilihannya. Properties pada datasheet mungkin beragam, tetapi ada 4 jenis yang biasanya menentukan, yaitu TBN Value, Kinematic Viscosity, Viscosity Index dan NOACK Volatility. Tidak semua produsen pelumas memberikan keterangan TBN dan NOACK Volatility, tetapi setidaknya kita bisa ketahui dari Kinematic Viscosity dan Viscosity Index.

Quote:
Viscosity Grade

Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1




Quote:
TBN Value

Total Base Number atau TBN adalah satuan cadangan basa dalam pelumas yang Anda gunakan, bukan berarti pelumas tersebut bersifat basa, tetapi total banyaknya logam alkali atau alkali tanah yang bersifat basa di dalam pelumas tersebut dalam mencadangkan nilai mereka. Cara menentukan bagus atau tidaknya pelumas adalah dengan melihat nilai TBN-nya, apakah tinggi atau tidak. Semakin tinggi angka TBN, maka semakin baik pelumas untuk mereduksi asam yang terbentuk selama penggunaan. TBN akan terus turun hingga angka 1.0 dimana pelumas sudah tidak mengandung additives dan harus diganti.

Meskipun begitu, TBN Tinggi juga belum tentu baik, karena Chemical Properties lainnya yang mendukung juga harus diperhatikan, apakah bisa untuk long drain interval atau tidak. Contaminant seperti Sulfur akan membuat pelumas cepat kehilangan TBN yang dihitung dengan mg KOH/g. salah satu sumber sulfur adalah Bahan Bakar yang digunakan, misalnya yang paling umum adalah Pertamina Premium RON88



Quote:
Kinematic Viscosity

Kinematic Viscosity atau KV adalah nilai atau besaran viskositas suatu pelumas pada suhu operasional, biasanya diukur pada suhu 40'C dan 100'C. KV adalah tingkat kekentalan suatu pelumas dan hubungannya dalam melepas panas. KV juga memiliki batasan-batasan yang sudah diatur, antara lain adalah:

Untuk 100'C
  • SAE 0W : 3.8 cSt
  • SAE 5W : 3.8 cSt
  • SAE 10W : 4.1 cSt
  • SAE 15W : 5.6 cSt
  • SAE 20W : 5.6 cSt
  • SAE 25W : 9.3 cSt
  • SAE 20 : 5.6 cSt - 9.3 cSt
  • SAE 30 : 9.3 cSt - 12.5 cSt
  • SAE 40 : 12.5 cSt - 16.3 cSt
  • SAE 50 : 16.3 cSt - 21.9 cSt
  • SAE 60 : 21.9 cSt - 26.1 cSt
  • SAE 70 : 26.1 cSt >


Apabila pelumas memiliki Viscosity Grade 0W-30 tetapi memiliki Kinematic Viscosity 100'C 15.1 cSt, maka pelumas tersebut harus dipertanyakan kualitasnya. Perumpamaan KV pada air bersuhu 20'C adalah 1 cSt, itu berarti makin turun nilainya maka makin encer atau makin mudah mengalir. Viskositas pelumas sudah diatur sedemikian rupa, sehingga saat 100'C tidak boleh sama dengan air, maka persepsi salah apabila ada seseorang yang mengatakan “Oli X encer kayak air jadi tidak bisa melumasi dengan sempurna,” tanpa bukti empiris ucapan itu hanya hoax belaka. Karena semakin encer maka semakin baik base stock dan juga additives pack yang digunakan, sehingga oli dengan tingkat kekentalan rendah memiliki resistansi yang lebih baik pada mesin. Hal tersebut terbukti dengan maraknya mobil-mobil baru yang beredar malah menggunakan oli 0W-20 atau 0W-30, jadi tidak ada hubungannya antara encer dan melindungi.


Quote:
Viscosity Index

Viscosity Index adalah nilai yang menentukan seberapa stabil pelumas pada suhu 40'C dan 100'C, makin tinggi nilainya, maka semakin stabil pelumas tersebut, dan semakin mahal harganya. Banyak orang beranggapan VI tidak dibutuhkan di negara Indonesia berdasarkan iklim, tetapi pantauan KV adalah pada 40'C dan 100'C sehingga nilai KV dibutuhkan untuk dianalisa guna menentukan seberapa baik nilai pelumas tersebut.

VI tertinggi dimiliki oleh pelumas dengan base stock Group III ke atas yaitu >140. Tetapi, tambahan additives akan mementukan seberapa nilai VI yang terbentuk, dan VI tidak dapat ditambah dengan additives post-mix. Sehingga jangan berharap menambah additives oli merek X akan menambah Viscosity Index pelumas yang Anda gunakan

Semakin tinggi rentang viskositas, semakin dibutuhkan Viscosity Index yang tinggi, maka oli dengan rentang viskositas 0W-50 sejatinya membutuhkan Viscosity Index yang lebih tinggi dari oli dengan rentang viskositas 0W-20. Dan semakin tinggi VI sebuah pelumas, sedikitnya akan menentukan pula seberapa panjang oli tersebut dapat digunakan.



Quote:
Cold Cranking Simulator

Cold Cranking Simulator adalah metode testing yang dilakukan pada sebuah pelumas untuk mengetahui seberapa baik kualitas pelumas tersebut apabila diuji dalam suhu dingin. Biasanya pelumas akan diuji berdasarkan titik terendah yang disesuaikan dengan nilai Winter Viscosity.

  • SAE 0W | -35'C | 6,200 cP Max
  • SAE 5W | -30'C | 6,600 cP Max
  • SAE 10W | -25'C | 7,000 cP Max
  • SAE 15W | -20'C | 7,000 cp Max
  • SAE 20W | -15'C | 9,500 cP Max
  • SAE 25W | -10'C | 13,000 cP Max


Pelumas yang lulus uji dalam metode ini harus memiliki nilai Cold Cranking Simulator di bawah nilai tabel di atas. Semakin rendah nilai CCS sebuah pelumas, maka semakin baik pula kualitas pelumas pada saat suhu dingin. Memang di Indonesia hal seperti ini tidak terlalu dibutuhkan, tetapi semakin rendah nilai CCS sebuah pelumas, maka akan menjadi kebaikan saat dilakukan mesin dihidupkan pada pagi hari. Karena pelumas dengan nilai CCS rendah pasti akan melakukan perlindungan lebih optimal pada saat mesin pertama dihidupkan.


Quote:
NOACK Volatility

NOACK Volatility adalah banyaknya penguapan yang terjadi pada percobaan selama 1 jam dengan suhu 25'C, nilai tertinggi yang diperbolehkan untuk ILSAC GF-5 adalah 15%/g, sehingga semakin kecil nilainya maka pelumas juga akan semakin sulit untuk menguap.


Selain keempat hal di atas, banyak properties lainnya yang akan di bahas selanjutnya.

emoticon-Shakehand2
Amsoil Signature Series 0W-20 (ASM)

Spoiler for "Amsoil ASM":


Amsoil Signature Series 5W-20 (ALM)

Spoiler for "Amsoil ALM":


Mobil 1 Extended Performance 5W-30

Spoiler for "Mobil 1 EP 5W-30":


Mobil 1 Advance Fuel Economy 0W-20

Spoiler for "Mobil 1 AFE 0W-20":


Mobil 1 0W-20

Spoiler for "M1 0W-20":


Mobil Super 5000 5W-20

Spoiler for "MS 5W-20":


Mobil 1 0W-40

Spoiler for "M1 0W-40":


Suncor PetroCanada Supreme Synthetic 0W-30

Spoiler for "PC Supreme Synthetic 0W-30":


Pennzoil 5W-20

Spoiler for "Pennzoil 5W-20":


Eneos Sustina 0W-50

Spoiler for "Eneos Sustina 0W-50":


Motul 300V Trophy 0W-40

Spoiler for "Motul 300V Trophy 0W-40":


Shell Rotella T6 5W-40 (JASO MA)

Spoiler for "Shell Rotella T6":


Shell Rotella T 5W-40 (JASO MA)

Spoiler for "Shell Rotella T":


Mobil 1 Delvac ESP 5W-40 (Non-JASO MA)

Spoiler for "Mobil 1 Delvac":
Tanya Jawab (FAQ) seputar HDEO/Diesel/PCMO

0. Oli HDEO/PCMO itu yg mana sih?

lihatlah sertifikasinya:

  • Oli Diesel Light Duty (tugas ringan): biasanya hanya mencantumkan spek API C* dan oem Mercedes, BMW, GM. Contohnya: API CJ/SL, BMW LL.01, MB 229.1
  • Oli Diesel Heavy Duty (tugas ringan): biasanya selain ada spek API C*, jg ada spek JASO DH, Global DHD, serta dari OEM cummin, detroit diesel, mack, dll.
  • Oli mobil bensin PCMO: biasanya rating API S* di depan dan terkadang utk viskositas dibawah xW-30 sudah berlabel Energy Conserving/Resource Conserving dgn ILSAC GF-5, kadang jg ada sertifikasi OEM dari BMW, mercedes, dan sejenisnya. contohnya: API SM/CF, BMW LL.04, MB 229.51, ILSAC GF-5


untuk lebih detilnya bisa dibaca baca dokumen mengenati spesifikasi oli, properti oli, dan komparasi oli di file grup ini.

1. Apa benar oli non JASO MA sperti oli mobil tidak bikin kopling selip pada motor dgn kopling basah?

sebetulnya tidak semua oli non JASO MA bisa bikin kopling selip. Pada dokumen JASO T903:2006 dan T904:2011 yg merupakan rujukan standar JASO MA, ada kriteria minimal sebuah oli boleh mengikuti pengujian JASO MA. Oli tersebut harus minimal memenuhi salah satu saja dari beberapa standar berikut

API SG, SH, SJ, SL, SM*, SN*
ACEA A1/B1, A2/B2, A3/B3, A3/B4, C1, C2, C3
ILSAC GF-1, GF-2, GF-3

* bukan Energy Conserving maupun Resource Conserving

mayoritas oli motor kopling basah yg beredar diseluruh dunia ini hanya memenuhi standar API semata. Apabila kita jeli melihat tanda * pada persyaratan API diatas, maka kita dapati bahwa oli berlabel Energy/Resource Conserving (selanjutnya disingkat EC/RC) mendapat pengecualian dari JASO MA. Mengapa? karena oli EC/RC diformulasikan untuk penghematan konsumsi bahan bakar dengan membuat oli menjadi sangat licin agar kerja mesin menjadi lebih ringan. Hal ini dibuktikan dengan jumlah kandungan tertentu seperti Molybdenum dalam jumlah sangat tinggi yg dapat membuat kopling menjadi selip.

sebagai referensi lebih lanjut, standar ILSAC GF-4 dan GF-5 juga dikecualikan dari JASO MA karena kedua standar tersebut merupakan salah satu implementasi EC/RC. Sesuai dengan persyaratan EC/RC pada dokumen ILSAC GF-4 dan GF-5, hanya oli xW-20 dan xW-30 yg boleh menyandang kategori EC/RC dan GF-4/GF-5.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa oli diluar kategori tersebut aman untuk pemakaian kopling basah. Namun tetap prinsip kehati-hatian harus diutamakan yaitu dengan mempelajari VOA atau datasheet oli yg akan kita gunakan. Apabila ada keraguan, maka kita dapat mengacu pada file VOA dengan melihat jumlah Molybdenum (Mo). Apabila kadar Mo sangat tinggi, maka lebih baik ambil langkah pencegahan untuk tidak menggunakan oli tersebut.

2. Bisakah oli diesel dipakai untuk mesin bensin?

sangat bisa! mitos oli diesel tidak dapat digunakan utk mesin bensin bisa jadi benar ketika dulu zamannya mesin diesel belum se-efisien dan secanggih saat ini. dengan semakin majunya teknologi mesin diesel, maka persyaratan oli diesel menjadi lebih homogen dengan oli mesin bensin. sehingga saat ini dikenal oli dengan istilah Mixed Fleet, yaitu oli yg dapat digunakan untuk mesin bensin maupun diesel sekaligus dengan dicirikan menyandang level API ganda, contohnya: API SL/CF, CI-4/SL, CJ-4/SM

3. Apa kelebihannya pake oli Diesel atau PCMO dibanding oli motor biasa?

ada 3 tujuan yg umumnya menjadi alasan menggunakan oli HDEO ketimbang oli spesifik motor.

Kenyamanan, penggunaan oli HDEO/PCMO membuat mesin bersuara lebih senyap dan minim getaran, sekaligus membuat mesin menjadi tidak cepat panas.

Penghematan, penggunaan oli HDEO/PCMO berkualitas dapat meningkatkan jarak pergantian oli lebih jauh, sehingga biaya pergantian oli dapat lebih ditekan secara akumulatif.

Perlindungan, pada poin 1 diatas telah kita ketahui bahwa oli spesifik motor umumnya hanya menyandang sertifikasi API. Sedangkan menurut dokumen klasifikasi oli dari Penrite, disebutkan bahwa standar ACEA merupakan standar yg lebih ketat dan lebih parah kriteria kelulusannya sehingga secara otomatis oli yg lulus standar ACEA mampu memberikan proteksi lebih tinggi dari oli yg hanya memiliki sertifikasi API.

Selain itu, khusus untuk oli HDEO, menurut salah satu standar pengujian ASTM untuk mengetahui ketahanan viskositas oli terhadap panas dan gesekan, oli mesin bensin/diesel ringan (termasuk motor) hanya diuji dengan 30x siklus dan dikatakan lulus bisa memenuhi batas toleransi tertentu. sedangkan oli HDEO diuji 90x siklus dengan tanpa toleransi, oli HDEO harus tetap terjaga viskositasnya.

4. Bukankah grade oli Diesel itu lebih berat daripada oli bensin?

tidak, karena viskositas oli sudah ada aturan mainnya. viskositas oli yg populer digunakan di dunia ini mengacu pada standar SAE J300. SAE J300 ini mengatur tingkat kekentalan oli dengan satuan Centi Stoke (cSt) pada 2 suhu berbeda, yaitu suhu yg dianggap mesin dingin (40 derajat celcius) dan suhu temperatur kerja optimal mesin (100 derajat celcius). pada setiap label multigrade xW-YY, oli tersebut harus memenuhi standar SAE J300 untuk kekentalan tersebut dengan metode pengujian ASTM D445. berikut ini adalah contoh oli xW-40 sesuai standar SAE J300 dites menggunakan standar ASTM D445

Grade.........0degC.............10degC............ 40degC .........100degC

0w-40........ 665cst........... 354cst............. 82cst.............. 14cst
5w-40........ 842cst........... 430cst .............91cst.............. 14cst
10w-40...... 874cst........... 440cst............ 91cst.............. 14cst
15w-40...... 1260cst......... 595cst............. 107cst ............14cst

perhatikan, bahwa pada suhu kerja maka semua oli tersebut akan sama kekentalannya.


5. Kok setelah pake oli diesel, terasa berat tarikan mesin?

sudah merupakan karakter oli HDEO 15W-40 yg dirancang bertahan lama kekentalannya dibanding oli motor biasa. ketika sudah mencapai suhu kerja, maka oli HDEO baru akan terasa performanya. Serta seiring waktu pemakaian, kekentalan oli HDEO akan mulai berkurang dan malah membuat oli HDEO semakin enak digunakan. berbeda dengan oli motor, dimana ketika kekentalannya berkurang maka performanya malah jadi semakin tidak enak.

hal ini dikarenakan faktor SHEAR, yaitu kerusakan molekul penyusun viskositas karena panas tinggi dan gesekan dari girboks. Dalam hal ini, jelas oli HDEO lebih unggul dan bertahan lama dibanding oli spesifik motor dengan harga yg sama.

6. RPM motor berteriak lebih tinggi dari rpm mobil/truk, oli motor pasti lebih kuat dong?

Pada kenyataannya perangkat mesin yg paling tinggi perputaran RPM-nya adalah turbo. Turbo dapat berputar hingga 150,000 RPM dengan suhu yg sangat tinggi hingga dapat membuat rumah turbo serta pipa header knalpot menjadi merah membara. Oli dengan standar API SG keatas sudah kompatibel untuk penggunaan turbo, mitos ini sudah tidak lagi relevan.


7. oli diesel TBN-nya sangat tinggi, itu malah bisa jadi bumerang yg menggerogoti metal mesin?

TBN bukanlah menunjukkan jumlah kebasaan sebuah oli. TBN merupakan indikator jumlah cadangan alkali peroksida yang digunakan untuk menetralkan 1 gram asam dari hasil pembakaran, diukur dengan satuan mg/KoH. Pada oli diesel, TBN tinggi dibutuhkan karena bahan bakar solar mengandung sulfur yg tinggi, sehingga membuat pembakaran menjadi lebih asam dan dapat mempercepat oli menjadi rusak. Maka dibutuhkan TBN yg cukup tinggi untuk menjaga oli pada mesin diesel tidak rusak secara prematur.

kelebihan TBN ini pun dimanfaatkan pada oli bensin ber-TBN tinggi untuk meningkatkan masa pakai oli. Jadi sebetulnya TBN dapat dijadikan tolok ukur masa pemakaian oli yg lebih panjang, walau additiv pack turut juga andil dalam menentukan masa pemakaian oli. ingat, salah satu produsen ternama di dunia yg mengklaim merupakan pencipta oli sintetik pertama, memiliki produk oli khusus motor dengan TBN sangat tinggi hingga 11.1

8. Apakah angka sebelum W dapat menjadi patokan keenceran suatu oli?

tergantung, angka 0W-20W merupakan indikator kekentalan oli pada suhu Winter (dingin). akan tetapi angka ini pun berpengaruh pada saat mesin pertama kali dihidupkan. Di Indonesia yg beriklim Tropis angka xW bisa diacuhkan, namun angka xW ini dapat dimanfaatkan untuk memilih oli yg lebih cepat mengalir pada saat mesin dipanaskan dipagi hari/pertama kali dihidupkan.

selain itu, pemilihan xW ini pun dapat dimanfaatkan utk menentukan seberapa aggresif mesin motor kita pada saat belum mencapai suhu kerja optimal (100 deg C). karena dengan semakin kecil angka xW, maka motor dapat langsung dipakai secara aggresif dikarenakan sifatnya yg lebih ringan dan cepat terpompa keseleruh mesin, ketimbang xW lebih tinggi yg butuh waktu untuk mencapai suhu kerja optimalnya.

angka xW ini pun dapat dimanfaatkan untuk memilih oli yg lebih mudah dipompa ke seluruh mesin apabila pompa oli sudah lemah atau jalur oli terlalu sempit utk dilalui oli kental (15W-20W)

lebih baik hindari penggunaan oli single grade, contohnya SAE 40, karena oli single grade akan lebih berat saat pertama kali mesin dihidupkan. hal ini akan membuat oli menjadi lebih berat untuk dipompa ke seluruh bagian mesin, padahal pelumasan optimal sangat dibutuhkan saat pertama kali mesin dihidupkan dari kondisi pagi hari yg dingin (Cold Start)

9. Bagaimana mengetahui Viskositas Index suatu oli ?

Hanya datasheet yg dapat menunjukkan Viskositas Index suatu produk oli. datasheet dapat dicari dengan googling nama produk oli diikuti dengan kata kunci "datasheet"


10. Apakah Viskositas Index dapat menjadi tolok ukur kualitas dan performa serta ketahanan suatu oli?

Tidak selalu. Viskositas Index lebih tepat dikatakan sebagai tolok ukur base oil/bahan dasar oli yg lebih baik. semakin tinggi Viskositas Index suatu oli, menunjukkan banyaknya kandungan Viskositas Index Improver atau sejenisnya yg menyusun bahan dasar oli tersebut. oli dengan bahan dasar grup 3/3+ dan 4 keatas biasanya memiliki viskositas index diatas 160.

perlu diingat bahwa, semakin banyak penggunaan Viskositas Index Improver, maka oli akan semakin mudah rusak karena temperatur tinggi (high temp high shear/HTHS).

11. Apakah VI yg tinggi berarti oli tersebut mudah turun grade-nya dan juga tidak tahan terhadap panas?

VI yg tinggi apabila selisih grade-nya cukup jauh, contohnya 10W-40 (selisih 30), umumnya cenderung lebih mudah mengalami penurunan grade. oli yang selisih grade-nya lebih dekat tidak mudah turun grade-nya. ketika oli terpapar suhu yg panas, molekul VI improver akan memelar menjadikan oli dalam tingkat kekentalan YY (40 pada xW-40). ketika rantai polymer ini memanjang dia menjadi lebih mudah pecah, yang mengakibatkan oli menjadi turun gradenya (dari xW-40 jadi xW-30). Biasanya, oli ber-VI sangat tinggi dengan harga yg mahal menggunakan bahan selain VI improver untuk mencapai angka VI dan tingkat grade tersebut. Sehingga efek pecahnya polymer VI bsia dihindari dan oli bertahan lebih lama kekentalannya.

apa contoh nyatanya? Shell Advance AX7 10W-40 dengan harga 55-60rb/liter merupakan oli semi-sintesa VI 172, namun ketika dipakai, belum 1500km udah sangat kasar dan terindikasi terjadi penurunan grade sangat signifikan. maka bisa saya simpulkan oli semurah itu dengan VI setinggi itu menggunakan banyak VI improver. jika dibandingkan dengan oli Total Quartz 9000 SM 5W-40 seharga 140rb/liter ber-VI 169, oli TQ9K SM ini dapat bertahan 4000km sebelum mengalami penurunan grade (terasa dari suara mesin yg mulai kasar). maka dapat disimpulkan kalau oli Total Quartz 9000 SM 5W-40 tersebut menggunakan bahan selain VI improver untuk mencapai nilai VI yg tinggi, dan tentu saja harganya ga pernah bohong.


12. Di buku manual motor saya tertulis grade oli yg dianjurkan adalah 20W-40 atau 20W-50, apakah aman bila saya menggunakan oli yg grade-nya lebih rendah?

grade yg dianjurkan pada buku pedoman biasanya berlaku global, tidak spesifik untuk iklim negara tertentu kecuali di buku dituliskan demikian. Pada praktiknya, rider rider di USA sana mengganti oli mengikuti perubaham musim. di salah satu negara bagian yg suhunya bisa sangat panas ketika musim panas bisa mencapai lebih dari 40 derajat celcius, dan mereka biasanya mengganti oli menggunakan oli grade xW-60. Sedangkan untuk iklim indonesia yang rata rata berkisar antara 36 derajat celcius masih sangat ideal untuk penggunaan oli xW-40.

faktor lainnya adalah kerapatan saluran oli, semakin kecil kerapatannya maka semakin butuh oli tipis. tapi apabila pabrikan merekomendasikan oli 20W-50 di buku manual servis motor mereka, seharusnya kerapatan saluran oli tersebut tidak menjadi masalah untuk mengalirkan oli 15W-40 atau lebih rendah. pengecualian untuk ring seher yg kerapatanya sudah mulai besar karena keausan, biasanya dibutuhkan oli grade yg lebih kental agar oli tidak lolos ke ruang bakar.

13. Apa sebabnya oli HDEO yg mudah ditemukan di Indonesia kebanyakan menggunakan bahan dasar dari Grup Base oil II+?

penyebab pastinya hanya produsen yg tahu, tapi biasanya lebih ke faktor bisnis. semakin tinggi grup base oil yg digunakan, maka harga oli tersebut akan semakin mahal yg tentu jg sesuai dgn kualitasnya. Kebetulan oli HDEO yg mudah ditemukan di Indonesia adalah oli yg berasal dari Grup II+ dikarenakan dari faktor harga oli oli ini lebih terjangkau dan pangsa pasarnya besar di sektor jasa dan transportasi umum. Ada permintaan tentu ada penawaran, maka sangat masuk akal mengapa perederan oli HDEO dari grup base III+ keatas lebih jarang ditemukan ketimbang oli grup base II+.

14. Kenapa oli HDEO jarang yg memiliki sertifikasi JASO MA?

jawabannya sekali lagi terkait dengan prinsip ekonomi. ada permintaan, juga ada penawaran. oli HDEO sudah banyak mengikuti sertifikasi dengan biaya tidak murah, satu sertifikasi ada yg biayanya sampai raturan ribu US dollar dan dikenakan biaya lisensi sekian ratus US dollar/tahun/produk. bila mengikuti sertifikasi JASO MA maka produsen oli harus menambah pengeluaran yg sia sia bila oli tersebut tidak ditargetkan untuk pangsa pasar motor. Berbeda ketika pabrikan sejak awal menargetkan atau berubah pikiran utk turut menargetkan oli tersebut untuk motor, maka oli HDEO yg tadinya tidak ada JASO MA pada rilis terbaru jadi memiliki sertifikasi JASO MA seperti pada kasus Shell Rotella dan Duron.

15. untuk mesin motor, oli diesel dan oli mobil apa yg paling cocok?

untuk motor kopling, mayoritas oli diesel aman digunakan karena tidak mengandung F/M. pun kalau ada F/M jumlahnya tidak signifikan sehingga tidak membuat kopling selip.

untuk motor matic, bisa lebih aman menggunakan segala jenis oli. namun akan lebih terasa manfaatnya ketika menggunakan PCMO dengan spesifikasi Energy Conserving dan Ilsac GF-5 xW-30. keiritan, kehalusan, dan ringannya tarikan bisa lebih terasa signifikan.

16. Motor saya masih flat tappet, apakah aman menggunakan spesifikasi paling mutakhir API SN?

berdasarkan dokumen spesifikasi API, API SN juga dirancang untuk melindungi dan meningkatkan tingkat proteksi keausan baik utk motor baru atau motor lama. namun berdasarkan banyak referensi, flat tappet butuh ZDDP tinggi untuk dapat terlindungi dengan maksimal sedangkan API SN dibatasi 0,08% ZDDP. sehingga lebih baik mengambil jalan tengah untuk menggunakan spek API maksimal SL atau maksimal CJ-4 karena oli diesel CJ-4 punya kadar ZDDP 0,012% yg masih dianggap toleransi minimal utk flat tappet terlindungi dengan baik.

17. Bagaimana saya tau motor saya masih flat tappet atau sudah Roller Rocker Arm?

silakan konsultasikan dengan mekanik andalan utk mengetahui detil teknis motornya masing masing.

18. apa sih Flushing? dan seberapa perlukah flushing itu?

Flushing merupakan proses utk menguras kotoran/sludge yg terbentuk di dalam mesin. caranya bisa menggunakan Engine Flush atau oli Diesel. Faktor yg mendorong perlunya langkah flushing adalah untuk mencegah penyumbatan pada sistem pompa oli atau saluran oli karena pemakaian pertama kali oli Diesel yg langsung digunakan utk periode lama. Kita harus pahami bahwa oli Diesel cenderung akan membilas kotoran di dalam mesin, sehingga apabila baru pertama kali menggunakan oli Diesel sedangkan motor sudah melalui puluhan ribu km, dipastikan kotoran akan banyak sekali rontok. kotoran ini akan berkumpul di filter oli, lalu menyumbat oli sehingga mesin jadi tidak terlumasi dgn baik.

pernah dengar keluhan mesin saya jebol pake oli diesel? bisa jadi itu karena baru pertama kali pakai dan odometer sudah tinggi tapi tidak flushing dulu.

19. motor saya masih baru dan km masih rendah, perlukah saya utk ikut flushing?

Tidak perlu, tapi tetap perlu diperhatikan bahwa pemakaian pertama umumnya akan lebih pendek. perhatikan saja setelah 1000km pertama apakah oli sudah menghitam atau belum. jika ya, maka segera ganti oli berikut filter oli-nya. itu tandanya kotoran sudah banyak terangkat dan itu normal. pemakaian berikutnya akan lebih awet dan tahan lama.





20. bagaimana cara flushing yg benar?

ada 2 cara yg tidak mengikat. pertama, metode 2x flushing dengan mengganti oli setiap 500km berikut filter olinya. kedua, mengganti oli setelah 1000km berikut filter olinya. mana yg kira kira paling baik? itu terserah anda, dua duanya baik tapi untuk yang kilometernya sudah sangat tinggi disarankan utk mengikuti dua kali proses flush.

21. Perlukah motor matic untuk ikut proses flush?

matic umumnya tidak perlu ikut flush, cukup pemakaian pertama dipercepat pergantiannya.

22. secara fungsi dan nilai ekonomis mana apa manfaatnya menggunakan oli 30 ribuan yg biasa dipakai dengan oli diesel yg 2x lipat harganya?

manfaatnya akan terasa dalam jangka panjang. apakah pernah anda lihat bagian dalam mesin motor yg gosong/menghitam atau kekuningan ketika dibongkar? nah itu adalah sludge yg terbentuk dalam jangka panjang karena oli yg digunakan tidak dapat menjaga terbentuknya sludge. oli diesel pada kendaraan bensin lebih ampuh mencegah terbentuknya sludge. bisa dilihat di foto grup ini yg menggunakan oli diesel secara terus menerus hingga puluhan ribu kilometer dibandingkan dengan yg menggunakan oli motor murah selama puluhan ribu kilometer. ketika keduanya dibongkar maka akan jelas sekali terlihat mana yg paling minim keausan dan mana yg paling bersih isi mesinnya.

selain itu juga, oli diesel terutama HDEO, dirancang untuk memberi service life yg panjang. sehingga pada pemakaian harian dalam jangka panjang, komponen bergerak mesin lebih terjaga. oli motor murah bukannya tidak bisa menjaga dengan baik, tapi oli motor biasa cenderung sangat cepat mengalami kerusakan sehingga perlindungannya tidak lagi efektif. pernahkah mendengar keluhan oli motor baru 300 atau 500km sudah terasa tidak enak dipakai atau menguap atau pemakaian terasa kasar? hal ini akan sangat berbeda ketika menggunakan oli PCMO atau HDEO yg biasanya formulasinya lebih bagus dan tangguh utk pemakaian sehari hari. perlu diingat bahwa kondisi lalu lintas di kota besar seperti jakarta sangat memenuhi kriteria tugas berat, maka sangat wajar bisa oli umurnya jadi lebih pendek. bila HDEO/PCMO saja umurnya tidak bisa maksimal dengan kondisi lalu lintas demikian, apalagi oli motor biasa?

bagaimana dengan oli motor yg mahal? itu juga bagus, tapi mau semahal apa utk mendapat kualitas seperti oli PCMO/HDEO? pada rentang harga yg sama, oli PCMO/HDEO lebih unggul kualitasnya.

23. apakah oli punya masa kadaluarsa?

untuk oli yg belum dibuka, umur kadaluarsanya sangat panjang. saya belum pernah nemu oli yg masih belum dibuka dan sudah berumur 5 tahun lebih mengalami kadaluarsa. tapi oli yg sudah dibuka, maka dalam setahun biasanya akan ada endapan air, jadi kalau sudah dibuka kemasannya maka dalam setahun bisa dibilang sudah menjadi kadaluarsa.

24. kalo oli diesel/pcmo lebih baik, kenapa motoGp gak make oli itu?

oli punya tujuannya masing masing, untuk motoGp diperlukan oli racing. oli racing tidak cocok utk pemakaian harian karena formulasinya tidak mengandung deterjen dan additiv lainnya yg diperlukan untuk dipakai dalam jangka panjang ribuan kilometer dan bulanan di kemacetan serta cuaca dan jenis BBM yg buruk. oli HDEO dirancang untuk service life, sedangkan oli PCMO dirancang untuk fuel economy sehingga untuk pemakaian harian akan sangat baik. emangnya pake oli racing mau balapan dimana? apa mau repot repot bongkar mesin tiap habis dipake utk ngebersihinn kotoran? biarlah oli-nya yg menjaga mesin dan membersihkannya, kita tinggal nikmati kendaraan kita.

25. saya baru pertama kali pakai oli HDEO/PCMO, tapi shifting gigi terasa kasar dan tarikan berat?

shifting kasar bisa dikarenakan mesin masih dalam adaptasi dgn oli HDEO/PCMO atau karena setelan kopling kurang tinggi. setelan kopling yg rendah pada motor yg sistem koplingnya tidak dirancang utk disetel pendek akan terasa keras. contohnya, motor pulsar cenderung butuh setelan kopling yg agak panjang dibanding motor scorpio karena sistem kopling scorpio berbeda dgn pulsar. jadi silakan coba setel ulang kopling sesuai buku pedoman kendaraan masing masing.

mengenai tarikan berat, biasanya hanya terjadi pada oli HDEO. dikarenakan 15W40 rata rata viskositasnya diatas 100 maka akan terasa berat diawal, tapi setelah pemakaian agak panjang akan hilang dgn sendirinya. apabila dirasa kurang nyaman, bisa upgrade oli dengan yang viskositas 40 derajat celciusnya lebih dibawah 100. silakan melihat file komparasi oli di grup ini.

26. mesin saya jadi berisik setelah pake HDEO?

berisik biasanya karena faktor internal mesin, bukan olinya. kemungkinannya banyak dan hanya bongkar mesin yg bisa mengetahui dgn pasti. secara umum, kalau 15W40 bikin mesin jadi berisik, coba ganti dengan xW-50 PCMO jika berisiknya hilang, berarti komponen internal mesin sudah mengalami keausan yg signifikan dan butuh oli dengan viskositas tinggi.

27. oli saya tetep berkurang setelah pake HDEO/PCMO padahal titik bakarnya tinggi?

coba periksa dengan detil, biasanya oli tidak lari kmana mana. kalau tidak menguap karena panas, berarti ada yang rembes. beberapa user disini mengeluhkan hal yg sama, setelah ditelusuri ternyata ada rembes di beberapa bagiannya. rembes bisa dari ring seher sudah aus, seal klep atau packing sudah bocor. solusinya gunakan oli dengan xW-50, kalau ga juga hilang berarti mesti diganti spare partnya.

28. apa faktornya dalam memilih PCMO atau HDEO?

  • jenis kendaraan matic atau kopling basah, motor matic lebih terasa manfaatnya menggunakan PCMO.
  • kemudahan mendapat grade yg diinginkan, kalau tidak ada HDEO xW-50, maka gunakan PCMO.
  • utk yg suka performa biasanya ga cocok dgn karakter HDEO karena berat diawal, kalau ga nemu HDEO 10W40 atau 5W40, silakan gunakan PCMO.
  • utk yg orientasinya service life, bisa setia dengan HDEO.
  • hanya sekedar ingin flush karena HDEO lebih murah
  • mau overhaul, flush kotoran dulu bisa pake HDEO dipakai seminggu sebelum overhaul.
  • mau irit bisa gunakan PCMO 5W40 dibanding HDEO.

intinya sesuaikan dengan kebutuhan dan kemudahan memperoleh jenis oli yg ada di area anda.

28. seberapa pentingkah membersihkan saringan oli atau mengganti filter oli?

sangat penting, terutama ketika memakai oli diesel/HDEO. bersihkan/gantilah mengikuti anjuran di buku pedoman kendaraan anda. saya rasa praktik ini pun berlaku jika menggunakan oli motor atau oli PCMO.

29. saya pakai oli A, tapi kok kesannya yg didapat berbeda ya dengan review si Anu saat pakai oli A?

kadang hasilnya ketika menggunakan oli produk tertentu tidak selalu sama persis di setiap motor. maka dari itu cocok cocokan. apabila oli A dirasa tidak nyaman/kurang cocok, upgradelah secara bertahap. kalau langsung upgrade dengan yg mahal, jika langsung cocok sih tidak masalah, tapi kalau ternyata tetep ga cocok juga, malah pemborosan biaya.

30. oplos dengan ATF/MTF tujuannya?

menurut penelitian akademis, penambahan oli transmisi di oli HDEO dalam kadar tertentu membuat proteksi jadi lebih baik. dalam praktiknya bisa jadi lebih enak dipakai, ini relatif dan subjektif menurut user motornya masing masing. tidak diwajibkan, hanya opsional semata.
klo ada slot di pej wan, mungkin bisa nih FAQ ini di copas ke depan.

FAQ HDEO/PCMO

Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
Quote:Datasheet bbrp Oli emoticon-Malu

Total Quartz Future 9000

Oil Comparison Amsoil

PetroCanada Duron

Castrol Edge

Pertamina Fastron Gold

Shell Helix Ultra 5w-30

Oil Myth

Repsol Elite Long Life



Mantep, super sekali om adma emoticon-Big Grin

Ane pribadi pke oli mobil1 extended power buat vario 125, emg hasilny sngat memuaskan emoticon-thumbsup

Berkat racun dri om adma nih emoticon-Takut

Nebeng di pekiwan om emoticon-Cool


=========================================================================================

beberapa PCMO yg laris dimari emoticon-Big Grin

Quote:Amsoil Signature Series 5w-30, 0w-30, 0w-20
Mobil 1 Extended Performance 5w-30
Castrol Edge With Titanium 0w-30, 5w-40
Kendall GT-1 With Titanium 5w-30
Pertamina Fastron Gold 5w-30
PetroCanada Supreme Synthethic 5w-30
Total Quartz Future 9000 5w-30
Shell Helix Ultra 5w-30, 5w-40
Mobil 1 0w-40


Sesuaikan dgn SAE motor agan, kalo Honda xW-30, Yamaha, Suzuki xW-40 emoticon-Smilie

harga? range 100-200rb gan beli dmana? di TODA gan kalo mw yg lengkap

TODA dmn gan?? bisa cek dimari

pemakaian berapa lama sih gan?? 10.000 KM / 1 tahun whichever comes first

cius lu gan pake sampe 10.000 KM?? cius gan ada data dan fakta berupa UOA



Harga beberapa Oli Top Tier & Recommended di TODA per 16 November 2013

Quote:M1 AFE
0w-30 209rb
0w-20 210rb

M1EP
5w-30 198rb

M1
0w-40 207rb

Q8 V long life
190rb

Castrol edge with spt
0w-30 229rb

Aral Super Tronic G
0w-30 230rb

Kendall GT-1 full synth
5w-30 179rb

Castrol edge with titanium
5w-40 198rb

Q8 special G long life
5w-30 160rb

Q8 excel
5w-40 127rb

Q8 special
5w-30 150rb

TQ9K SM
5w-30 158rb

Motul hi tech 100 plus
5w-30 137rb

PFG
5w-30 135rb

Petcan supreme synthetic
5w-30 190k

Duron e-xl 199rb
Duron xl 199rb

Mobil Delvac 1 ESP
5w-40 725rb

Mobil delvac 1
5w-40 182rb

Elf excellium SM
5w-30 168rb
Ninggalin jejak dulu di page one.. Semoga di sticky sama momod emoticon-Smilie
Selamat buat trit barunya sob emoticon-Blue Guy Cendol (L)

Oya tambahan, mungkin perlu diperdalam lagi penggunaan oli mobil untuk yang pendingin angin dan pendingin radiator,gimanapun pasti beda kan gan pemilihannya.. emoticon-Smilie
Mejeng di page one dulu emoticon-Big Grin

Tambahan dari agan Valkyrjur;

Quote:Original Posted By Valkyrjur


oli motor yg diperbolehkan ikut ujian JASO T903 (standar test JASO MA) harus memenuhi syarat sertifikasi berikut ini.

Spoiler for JASO T903:


ada alasan sendiri kenapa ILSAC GF5 ga diperkenankan test JASO MA,karena GF5 itu adalah rating utk oli yg sudah energy conserving emoticon-Smilie


Quote:Original Posted By Valkyrjur


itu yg di table pertama adalah standar kualitas minimal sebuah oli bisa disertakan utk pengujian JASO MA

tabel kedua merupakan standar psikokimiawi minimum yang harus dilalui untuk bisa lulus JASO MA. pengujiannya dgn menggunakan injektor diesel.

jadi klo ada yg bilang oli diesel bahaya buat kendaraan bensin terutama utk motor, itu udah jelas mitos. karena oli diesel sekarang umumnya udah double rating C*/S* yang mana secara psikokimiawi aman utk kendaraan bensin maupun diesel. tinggal nanti untuk motor mesti memperhatikan rating koefisien friksi-nya. khusus utk oli yg punya labelin ILSAC GF-5 atau Energy Conserving/Resource Conserving harus punya rating koefisien friski dibawah 0,5.

sehingga bisa disimpulkan, oli yang memiliki rating ILSAC GF-5 atau EC/RC atau xW-20 hingga xW-30 merupakan ekuivalen dengan JASO MB. sedangkan diluar itu ekuivalen dgn JASO MA (minimal).

klo mau lebih pasti lagi, cari label Allison C-4, karena itu merupakan sertifikasi oli untuk transmisi PowerShift di peralatan offroad/heavy duty yang berbagi oli dari mesin utk melumasi transmisi perangkat tersebut (wet clutch).

Ingat-Ingat buat kopling celup: NO ILSAC GF-5, NO EC/RC


Quote:Original Posted By Valkyrjur
saya mau menambahkan informasi yg saya peroleh dari riset literatur dalam beberapa pekan belakangan ini, terutama, berkat group ini, saya menjadi pioneer HDEO di grup pulsar 200 NS facebook, jadi secara gak langsung saya terdorong utk memperdalam literatur mengenai oli untuk motor kopling basah (wet clutch).

selain faktor VI dan TBN, kita juga perlu memperhatikan faktor SHEAR pada oli. Shear merupakan tragedi pecahnya molekul oli karena panas yang tercipta akibat gesekan terus menerus. seperti yang kita ketahui, perangkat kopling pada motor merupakan perangkat yang paling tinggi beban dan stress-nya. tingkat gesekan serta panas yg dihasilkan sudah termasuk level ekstrem.

panas dan gesekan ekstrem ini dapat memicu Shear besar besaran pada oli yang menyebabkan viskositas oli menjadi hancur lebur ga keruan. pernah kan kita jumpai oli 20W-50 yang belum berapa lama di gunakan sudah turun viskositasnya jadi 20W-30 ? maka dari itu jgn heran klo banyak oli motor yang tidak dapat bertahan lama walaupun VI dan TBN-nya tinggi, contohnya SHell Advance 4T AX7 VI 170, Castrol Activ 4T 20W-50, Top 1, dll

ASTM D6278 adalah standar pengujian kestabilan viskositas dari shear (Hight Temp High Shear) pada oli. berbekal keterangan ASTM D6278 saya mencoba mencari tahu standar yang digunakan pada pengujian oli mobil. hasilnya sesuai dugaan, mereka semua menggunakan standar baku yang sama.

bolehlah sebuah oli memiliki sertifikasi JASO, GLOBAL DHD, ILSAC, ACEA, API, BMW LL, GM LL, MB, VW, dll. namun pada kenyataannya sertifikasi tersebut tetap mengacu pada standar baku, salah satunya adalah standar baku ASTM D6278 untuk menentukan nilai HTHS oli. Saya menemukan fakta otentik lebih mengejutkan lagi, bahwa kriteria lulus pada JASO MA menggunakan standar test JASO T903 yang mengacu pada standar baku ASTM D6278 adalah sama dengan standar baku yang ditetapkan bagi oli mobil bensin maupun diesel. yaitu oli harus tetap stay in grade setelah 30 kali siklus pengujian pada suhu 100 derajat celcius.

Dan yang lebih menggembirakan lagi, kriteria lulus oli HDEO Diesel adalah 3x lipat lebih besar dari standar yang lain. yaitu harus tetap stabil setelah 90 kali siklus pada suhu 100 derajat celcius.

Spoiler for Tabel properti Psikokimia JASO T903:

Spoiler for Tabel Standar Baku kelulusan ASTM D6278:



perhatikan baik baik kedua tabel diatas.

dengan ini saya simpulkan, oli HDEO memiliki ketahanan lebih tinggi terhadap Shear dari panas dan gesekan ekstrem di kopling basah motor.

next kita akan bahas tentang Friksi.

mohon diletakkan di pejwan bagi yg ada slot di pejwan emoticon-Malu

Numpang gelar tiker dulu dimari yak.....emoticon-Embarrassment
Quote:Original Posted By BaNdiTz93
Mantep, super sekali om adma emoticon-Big Grin

Ane pribadi pke oli mobil1 extended power buat vario 125, emg hasilny sngat memuaskan emoticon-thumbsup

Berkat racun dri om adma nih emoticon-Takut

Nebeng di pekiwan om emoticon-Cool


Quote:Original Posted By rolexgmt
Ninggalin jejak dulu di page one.. Semoga di sticky sama momod emoticon-Smilie
Selamat buat trit barunya sob emoticon-Blue Guy Cendol (L)

Oya tambahan, mungkin perlu diperdalam lagi penggunaan oli mobil untuk yang pendingin angin dan pendingin radiator,gimanapun pasti beda kan gan pemilihannya.. emoticon-Smilie


Quote:Original Posted By buatandi
Mejeng di page one dulu emoticon-Big Grin


Quote:Original Posted By rolexgmt
Satu lagi gan emoticon-Malu (S)
Ajarin kita2 untuk membaca datasheet yang baik dan benar.. emoticon-Big Grin
Contoh, apa itu VI? Berapa range untuk masing2 base stok? Dll emoticon-Big Grin


Quote:Original Posted By ZXness
Numpang gelar tiker dulu dimari yak.....emoticon-Embarrassment


Selamat datang gan, semoga bermanfaat buat agan-agan di atas. Untuk penjelasannya, baru di update sedikit gan, nanti menyusul lagi banyak, rencananya mau kasih VOA beberapa pelumas rekomendasi atau minimum yang pernah saya pakai gan.
wah udah ada threadnya neh..

numpang di pojokan ya agan adma.. salah satu korban "racun" positif pemakai oli mobil di motor spacy..
Mantap Bro adma haha,bikin polling mesin mobil juga bro emoticon-Smilie ntar ane review deh oli havoline ane kalo motul ane udah saatnya ganti .

agan adma minta sarannya lagi dunk, kan sekarang mio sdh pake roller rocker arm. mendingan pakai mobil1 atau amsoil ya? kondisi jalanan macet parah dengan penggunaan premium. kemungkinan suhu mesin panas banget dengan kondisi bore up soalnya.
Quote:Original Posted By Tom-An
wah udah ada threadnya neh..

numpang di pojokan ya agan adma.. salah satu korban "racun" positif pemakai oli mobil di motor spacy..


Mantap gan, sudah berapa lama pakainya gan? Sudah masuk 1,000 Km belum gan?

Quote:Original Posted By simanjuntak93
Mantap Bro adma haha,bikin polling mesin mobil juga bro emoticon-Smilie ntar ane review deh oli havoline ane kalo motul ane udah saatnya ganti .



Okay gan, jangan lupa di review gan, kalau perlu saya mau coba cek VOA-nya di internet, sayang belum dapat sampai sekarang gan.

emoticon-No Hope

Quote:Original Posted By sepeda_petir
agan adma minta sarannya lagi dunk, kan sekarang mio sdh pake roller rocker arm. mendingan pakai mobil1 atau amsoil ya? kondisi jalanan macet parah dengan penggunaan premium. kemungkinan suhu mesin panas banget dengan kondisi bore up soalnya.


Kalau menurut saya, stick sama standard pabrikan saja untuk viskositas, pada umumnya Yamah menggunakan akhiran xW-40, sehingga penggunaan pelumas mobil hanya stop sampai di Semi-Synthetic saja gan, palingan Kendall GT-1.

Kalau mau coba lebih enak, pakai Amsoil SSO 5W-30 (ASL) saja gan, karena karakteristiknya mirip dengan pelumas 10W-30 di pasaran, hanya saja tambahan Molybdenum-nya tinggi gan, di atas 140 ppm.

Kalau pakai PAO ditakutkannya TEL mengganggu, bisa pakai RON88 tapi pakai katalis semacam Broquet gan, karena bisa mengurangi nilai TEL dalam BBM gan.
Hm...trit menarik...

Sy dl ckp sering mampir d trit oli matic/motor konvensional

Sy jg pemake HDEO dr produsen PC

Bro TS, boleh tlg bikinkan summary dan comparison data sheet nya?

Agar ada conclusion
Ninggalin jejak juga ah...
Sekarang sudah km ke 16xx, atau di km ke 2xx make oli mobil 1ep 5-30, tarikan semakin enteng, ditanjakan juga semakin enteng...
Quote:Original Posted By immax
Hm...trit menarik...

Sy dl ckp sering mampir d trit oli matic/motor konvensional

Sy jg pemake HDEO dr produsen PC

Bro TS, boleh tlg bikinkan summary dan comparison data sheet nya?

Agar ada conclusion


Nanti saya masukkan di atas gan, sementara hanya VOA untuk PCMO gan, pengennya sih yang JASO MA Approval saja gan.

emoticon-Shakehand2

Quote:Original Posted By edison74id
Ninggalin jejak juga ah...
Sekarang sudah km ke 16xx, atau di km ke 2xx make oli mobil 1ep 5-30, tarikan semakin enteng, ditanjakan juga semakin enteng...


Mantap gan, semoga awet gan, lalu konsumsi BBM bagaimana gan, makin baik atau sama saja gan?
×