- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Mulai Terjadi Antrian Panjang Di Penukaran Uang dan Bank
TS
mister.clone
Mulai Terjadi Antrian Panjang Di Penukaran Uang dan Bank
Quote:
http://www.straitstimes.com/asia/se-...-contain-panic
Untuk ketiga kalinya dalam dua hari, konsultan properti Anjelin Dian berdiri di antrian untuk menukarkan dolarnya ke rupiah.
"Ketika rupiah turun lebih dalam hari Senin kupikir inilah saatnya untuk menukar dolar dan memiliki uang tunai untuk beberapa bulan ke depan" katanya. Anjelin menukar hampir 10 ribu dolar.
Money changer melaporkan lebih panjangnya antrian sejak rupiah jatuh ke level 14ribu. Rupiah anjlok lebih dalam ke level 14085 kemarin, level terendah sejak 1998.
Antrian serupa dapat ditemui di bank sementara biro travel melaporkan terjadi penurunan booking untuk liburan akhir tahun.
Rupiah adalah mata uang terburuk ke dua se-Asia.
Ketika Menkeu mengumumkan aturan baru untuk menekan kepanikan, presiden Jokowi juga melakukan ajakan di socmed.
"Ayo bekerja sama mengatatasi lemahnya rupiah dengan membeli produk lokal" katanya di Twitter.
Anjloknya rupiah terjadi bersamaan dengan anjloknya ekonomi Indonesia yang tumbuh di bawah 5% sepanjang dua kuartal pertama tahun ini.
Penurunan ini adalah akibat turunnya ekonomi China, rekan dagang terbesar Indonesia, yang menyebabkan hilangnya permintaan komoditi seperti batu bara.
Di Indonesia barang impor sudah menjadi sangat mahal dengan beberapa barang berharga 50% lebih mahal.
Hari Senin presiden mengumpulkan gubernur dan pemda untuk membelanjakan anggaran mereka sebelum akhir tahun untuk mendorong ekonomi.
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo telah meminta exporter untuk menjual mata uang asing mereka.
Beberapa sektor seperti tekstil juga kuatir karena tergantung dengan bahan baku impor.
Ade Sudrajat, ketua Asosiasi Tekstil mengatakan lemahnya rupiah telah menurunkan kompetitas karena 80% bahan baku masih diimpor. 36ribu orang sudah diPHK di tahun ini.
Dr Martin Panggabean, ekonom IGIco Advisory, mengatakan bahwa sektor perbankan Indonesia kali ini lebih kuat sehingga tidak akan terjadi pengulangan 1998. "Krisis kali ini adalah karena panik, maka dari itu kebijakan bank sentral telah benar: jangan intervensi terlalu banyak"
makin lama makin mirip ini

0
2K
Kutip
18
Balasan
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan