Kaskus

Entertainment

sukamto77Avatar border
TS
sukamto77
Pernah dapat nilai 5 di pelajaran fisika,siswa ini malah ikut olimpiade fisika
SEMARANG-Imamal Muttaqien, siswa kelas III SMU Semesta Gunungpati, Jumat-Selasa (26-30 Juli) akan mengikuti Olimpiade Fisika Tingkat Nasional di Bali. Namun siapa menyangka, putra kedua dari lima bersaudara pasangan Mudzakir Tolhah-Rofiah itu pernah mendapat nilai 5 untuk Fisika pada caturwulan I kelas I.
''Waktu itu saya malu dan marah pada diri sendiri. Saya kemudian terpacu agar tidak lagi mendapatkan nilai merah di rapor. Terutama untuk Fisika,'' papar dia seusai pamitan dengan Wakil Bupati I Jateng Drs H Achmad, Rabu (24/7).
Sejak saat itu, penggemar sepakbola tersebut mengaku banyak berlatih. Berbagai rumus, selain dihafalkan juga diaplikasikan untuk mengerjakan soal-soal.
Hasilnya, pada caturwulan II dan III, nilai 9. Demikian pula saat naik ke kelas II, nilai fisika pada rapor caturwulan I, II, dan III, semua 9.
''Sebenarnya saya tidak terlalu memaksakan diri untuk terus-menerus belajar fisika. Akan tetapi bila sedang mood, saya bisa mempelajari dan mengerjakan satu hingga dua jam.''
Alumnus SD Payaman Magelang yang bercita-cita meraih hadiah Nobel bidang Fisika tersebut semakin terpacu manakala guru Fisika SMU Semesta Agus Junaidi ST memberinya banyak buku tentang pelajaran itu. Bimbingan juga diberikan oleh guru Fisika lain asal Turki, Haci Sogukpinar.
''Selepas SMU, saya akan kuliah di Teknik Elektro ITB. Saya ingin menciptakan sesuatu yang berguna bagi kesejahteraan umat manusia dan bisa meraih Nobel.''
Siap Juara
Sejak nilai Fisika Imamal selalu mendekati sempurna, yaitu 9, para guru segera merespons. Sekolahnya (kerja sama Yayasan Al Firdaus Indonesia dengan Asosiasi Pasiad Turki) segera mempersiapkan siswa tersebut mengikuti Olimpiade Fisika Dunia.
Berbagai buku yang berhubungan dengan pelajaran fisika diberikan.
''Kebetulan di sekolah kami, khusus mata pelajaran eksakta, menggunakan pengantar bahasa Inggris,'' ungkap Agus Junaidi.
Dia mengemukakan, dalam mempersiapkan siswa itu mengikuti olimpiade di Bali, sekolah tidak terlalu memaksakan. Artinya, para guru hanya memberi motivasi agar siswa tersebut terus-menerus belajar.
''Kami memotivasinya namun menjaga agar dia tidak merasa dalam kondisi di bawah tekanan. Kami ingin dia benar-benar menikmati dalam menyerap pelajaran yang diterimanya.''
Untuk tugas itu, Aguslah yang membimbing Imamal, dengan mengubah pola pembelajarannya. Dia juga menempatkan diri sebagai teman karib.
''Tugas saya mendidik, membimbing, memotivasi, dan mengarahkan agar dia tidak jenuh belajar.''(D6-13j)


http://www.suaramerdeka.com/harian/0207/25/kot5.htm

Tidak ada yg mustahil klo kita mau berusaha emoticon-Kiss
Diubah oleh sukamto77 16-08-2015 18:35
0
1.3K
8
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan